(Cerita Ini Hanya Fiktif Belaka. Nama Tokoh, Tempat Kejadian Ataupun Cerita, Itu Adalah inspirasi author semata)
******
Elf adalah makhluk mitologi yg dicintai oleh Mana.
Mana adalah bentuk energi yang ada di alam dan di dalam tubuh makhluk hidup. Energi Ini adalah sumber untuk menciptakan semua sihir.
Elf merupakan makhluk pelindung hutan, ras yang di junjung tinggi oleh banyak orang.
******
Elissa satu-satunya putri dari kerajaan elf tersebut harus menerima kenyataan pahit dimana klannya di bantai oleh sekelompok manusia tepat di depan matanya sendiri,dan elf tersisa termasuk dirinya harus di jual di pasar budak.
Dan di tengah keputusasaan ia bertemu duke everon ,seorang manusia yang membelinya sekaligus akan menjadi ayah baru baginya.
Bagaimana kehiduapan elissa selanjutnya?, bisa kah ia hidup bahagia dan melupakan dendamnya pada manusia yg sudah membunuh keluarganya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Chris Sevin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
"kyaaa...mau di lihat berkali-kalipun eli memang sangat imut dan cantik''kata duchess
''istriku kau sudah mengatakannya 10X, elissa pasti sudah bosan mendengarnya''balas duke yg sepertinya sudah muak dengan omongan duchess dan aku hanya bisa membalasnya dengan tawa kecil
''oh ya bu, burung waktu itu dimana?''tanyaku
''mm?...oh...maksudmu piki?''
''piki?''
''itu namanya''balas duchess
''apa tak ada nama yg lebih bagus?''tanya duke
''hmm... kalau begitu merah''kata duess
''kasih mana yg niat dong'' gumam duke
'' apa eli mau ibu panggilkan?''tanya duches yg ku balas anggukan
Duchess pun langsung membuka jendela di kereta kuda lalu bersiul dan tak lama kemudian burung yg ku cari-cari muncul dan langsung masuk kedalam kereta kuda melalui jendela yg terbuka
''wah...'' burung itu langsung hingap di tanganku dan mengeluskan bulu lembutnya ke pipiku
''hahaha...geli...''
''kelihatannya eli lebih suka merah dari pada wurm itu ya?. padahalkan wurm itu juga imut''kata duchess
''jangan samakan elissa denganmu''kata duke
***
Setelah perjalanan cukup panjang kami pun sampai juga di kediaman everon ,semua orang langsung menyambut kedatangan kami, dan mereka langsung di buat terkejut begitu melihat kalau duchess juga sudah pulang, seketika suasana yg tadinya ceria berubah menjadi suram.
''kyaaa...sudah lama sekali aku tak pulang, sudah 3 bulan kah?''kata duchess saat memasuki rumah
'' yg benar 3 tahun istriku''kata duke
''hah?. Bohong masa aku pergi selama itu, itu jalan-jalan apa minggat?''tanya duchess
'' entahlah, kau pikir saja sendiri''kata duke
''elissa kau pasti lelah , istirahatlah dulu''kata ayah sambil mengusap kepalaku
''baik ayah''kataku lalu pergi kekamarku
***
...POV Duke everon...
''yaampun jalannya saja imut banget''kata lina saat melihat elissa berjalan menuju kamarnya
''kau juga istrirahatlah lina, kau pasti lelah setelah perjalanan jauh''kataku
''mm....apa kau mengkhawatirkan ku lean?''tanya lina
''menurutmu?''tanyaku sambil tersenyum
Grep....''sudah 3 tahun kita tak bertemu,apa kau tak merindukanku?''godaku sambil menariknya kepelukanku
''kyaaa...lean mengodaku''balasnya lalu tertawa
'' istirahatlah sekarang karena nanti malam aku tak akan membiarkanmu tidur''bisikku di telinganya
''ah~...leanku genit banget sekarang ya''balas lina
''yah...tapi itulah yg mebuatku jatuh cinta padamu''sabungnya lalu memberiku kecupan manis di pipi .
***
Waktu berjalan begitu cepat,tanpa ku sadari hari sudah gelap,setelah sekian lama akhirnya aku bisa makan malam bersama istriku lagi dan kali ini ditambah dengan kehadiran putri baruku.
''makan seperti ini saja bisa membuatku tenang ya'' batinku sambil tersenyum melihat tingkah istriku yg sedang memanjakan elissa
Setelah makan malam aku segera beranjak menuju ruang kerjaku untuk menyelesaikan dokumen –dokumen yg sudah menumpuk .
''tuan tolong lihat dokumen ini''kata williyam sambil memberikanku dokumen yg dia maksud
''hah~,tidak ada habisnya ya''kataku sambil mengambil dokumen tersebut
''jika anda lelah anda bisa melanjutkannya besok tuan''
''tidak bisa, sebisa mungkin aku ingin menyelesaikan ini secepatnya''bantahku
''ngomong-ngomong williyam bagaimana dengan kelompok yg memburu elisaa itu, apa namanya?......''
''shadow tuan''
''ah iya itu, apa dia akhirnya buka mulut?''tanyaku
''belum tuan,saya rasa dia tak akan pernah buka mulut''balas williyam
''apa ku minta lina saja yg mengintrogasinya?''tanyaku yg langsung membuat semua bulu kuduk williyam berdiri
''sa.....saya rasa itu bukan ide yg bagus tuan,dia bisa saja mati kalau nyonya yg melakukannya''kata williyam gemetar
''memangnya aku akan melakukan apa?''tanya audelina yg tiba-tiba muncul dan mengagetkan williyam
''ny...nyonya!?''seru williyam kaget dan langsung menjaga jarak
''wili...tadi kau mengatakan apa soal ku?''tanya audelina sambil tersenyum
''bu..bukan apa-apa nyonya''kata williyam sambil mencoba menenangkan jantungnya
''oh~...yasudah''balas audelina
''lina kenapa kau kesini?''tanyaku
''ukh...lean...kau bilang akan menemaniku malam ini, tapi kenapa kau masih disini''balasnya sambil cemberut
''ah~...maaf aku lupa''kataku sambil bangkit dari kursiku
''ih~, bagaimana kau bisa lupa!, lean jahat!''serunya
''iya..iya...maaf...''kataku sambil berjalan kearahnya
Grep...''bagaimana kalau kita mulai saja?''bisikku saat menariknya kepelukanku
''hehehe...''tawanya
''williyam hari ini sampai sini dulu, kau bisa pergi sekarang''kataku
''baik tuan, selamat malam''kata williyam lalu meninggalkan kami berdua
'' mau disini saja apa di kamar?''tanyaku
''kamar aja yuk''balas lina
***
...POV Elissa...
''wah...di lihat berapa kalipun, tiara ini memang indah sekali''kataku sambil terus memandangi tiara yg ku dapat dari festifal berburu itu
Aku pun terus memandangginya sambil berbaring di kasurku yg empuk.
''oh iya...kalau di pikir-pikir ini pertama kalinya aku memakai tiara ya?''
Walaupun aku adalah putri elf nyatanya aku tak pernah sekalipun memakai tiara seperti ini, kalaupun ada mahkota itu pun terbuat dari rangkaian bunga.
''hahaha...itu artinya ini mahkota pertamaku ya''tawaku
Tok..tok..tok...saat aku sedang asik-asiknya memandangi tiara itu tiba-tiba ada orang yg mengetuk pintuku
''siapa?''tanyaku
''ini saya nona, leon''kata leon dari balik pintu. Aku pun langsung turun dari kasurku dan membukakan pintu untuk leon
''ada apa leon?''tanyaku
''tidak ada apa-apa nona, saya melihat lampu nona masih menyala makanya saya kemari''balas leon
''oh ..itu...aku terlalu asik melihat tiara baruku hingga tak bisa tidur''kataku sambil mengaruk-garuk pipiku
''apa nona sesuka itu pada tiara tersebut?''tanya leon
''iya, soalnya itu tiara pertama yg ku dapat''
''di tempat elf tak ada benda seperti itu soalnya, kami biasanya membuat mahkota dari bunga,ah!. Aku cukup pandai merangkainya nanti ku tunjukan pada leon ya''kataku semangat
''saya menantikannya nona''balas leon sambil tersenyum
''tapi sekarang sudah larut, lebih baik nona segera tidur''kata leon
''iya...'' ''leon juga tidur lah, leon pasti lelah''
''saya akan tidur sebentar lagi nona''balas leon
''jangan terlalu malam ya''
''kalau begitu selamat malam leon''
''selamat malam nona''kata leon lalu aku pun menutup pintuku dan naik keatas kasur
***
Keesokan paginya, tepatnya saat sang mentari masih belum menampakan diri sepenuhnya
...POV Duke everon...
''aaakh....pinggangku sakit....lean , kau semangat sekali sih semalam''kata audelina
''kau juga sama...''balasku sambil menahan nyeri
''apa sudah pagi ya?''tanya audelina
''sepertinya masih subuh''kataku
''kalau begitu ayo tidur lagi''katanya
''sayang sekali aku ada urusan yg harus ku urus pagi ini''kataku sambil turun dari tempat tidur lalu memakai kembali bajuku
''apa itu soal orang yg kau bicarakan dengan wili kemarin malam?''tanya audelina
''sebenarnya siapa dia?''tanya audelina
''huh~, kurasa kau memang harus tau soal ini''kataku lalu kembali duduk di pinggir kasur
''lina, apa kau tau dimana aku bertemu elissa pertama kali?''
''hah?!, mana mungkin aku tau,lagi pula ku kira dia anak dari hubungan gelapmu dengan wanita lain''balasnya
''jangan bercanda, apa aku terlihat seperti itu dimatamu?''
''hahaha....gak deh...lean kan cuman jinak ke aku doang''tawanya
''aku bertemu dengannya di perlelangan''kataku yg membuat mata lina langsung terbuka lebar
Akupun mencerita semua hal tentang elissa mulai dari bagaimana dia dijual sampai keinginannya untuk bunuh diri tapi aku tak mengatakan apapun soal kenyataan bahwa elissa adalah elf
''apa..apaan itu..''kata lina dengan badan gemetar
''berani sekali mereka menyiksa eliku yg manis''kata lina sambil mengenggam selimut kuat-kuat
''tak bisa di maafkan!. Akan ku temukan mereka dan akan ku bunuh!dengan kedua tanganku ini!''teriaknya
''kau benar, maka dari itu aku butuh bantuanmu untuk mengintrogasi salah satu dari komplotan mereka''
''ah~..serahkan padaku..akan ku buat dia buka mulut setelah itu akan ku pastikan dia tak akan bisa membuka mulut serta matanya lagi''kata lina dengan mata yg membara
''jangan langsung di bunuh ya''
''kalau dia langsung mati, malah terlalu enak untuknya bukan?''kataku sambil tersenyum jahat
''kau benar, tenang saja, aku pasti akan membuatnya membayar semua nya''kata audelina yg juga ikut tersenyum jahat
-sementara itu-
Di luar kamar duke
''hii....apa ini?...'' ''se...seram..'' ''apa tuan dan nyonya akan melakukan hal aneh lagi?'' ''ka..kalau iya...lebih baik kita pura-pura tak tau saja''
Para pelayan yg saat itu sedang berada di dekat kamar duke langsung merasakan aura mencekam dari dalam kamar duke.
...****************...
...Bersambung...
pen komen tpi lgi srius ama crta'nya 😌
tpi skrg dah komen hhhh
smngat yaa kak author 💪