Hai readers aku lagi nyoba nulis nih, kalo ada kesamaan tolong dimaklumi ya🤗
Menceritakan seorang wanita bernama Linlin yang memiliki sifat dingin, kejam dan cerdas. Ia sering membantu berbagai organisasi untuk menyelesaikan masalah mereka. Namun suatu pengkhianatan membuatnya kehilangan nyawanya.
Tapi LinLin tak meninggal malah masuk ke dalam tubuh seseorang yang terkenal lemah bernama Mei Lin, seorang putri kekaisaran Ming. Kehiduapan disana sangat menyebalkan bagi Linlin karena harus bertemu orang-orang yang tamak, sombong dan penuh kelicikan.
Yang semakin membuatnya bingung adalah saat Linlin mendapati kebenaran bahwa dirinya adalah reinkarnasi dari seorang dewi penguasa.
Namun sebelum kembali ke dunia atas Linlin harus menemukan spirit beast yinyang nya untuk membuka segel ilahinya dan juga ia harus membalaskan dendam Mei Lin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melyns, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
"Pangeran pertama Xu Lanling dan putri pertama Mei Lin tiba" teriak pengawal yang membuat semua mata tertuju ke arah pintu masuk menantikan putri pertama kekaisaran Ming yang terkenal lemah dan buruk rupa.
Mei Lin memasuki aula kerajaan diikuti oleh Xu Lanling disampingnya dan Feng juga Yue Lan dibelakangnya.
Semua mata tertuju pada sosok gadis cantik bak seorang dewi bahkan mereka tak mampu berkedip saat memandang Mei Lin yang berjalan anggun saat memasuki aula kerajaan.
Semua pangeran maupun anak bangsawan mengagumi kecantikan Mei Lin.
Putri yang dikatakan lemah dan buruk rupa ternyata adalah putri yang kecantikannya tak tertandingi di negri ini bahkan kecantikan itu melebihi seorang dewi.
Tak ingin membuat malu kaisar di depan para tamu, Mei Lin dan Xu Lanling memberi hormat sebelum pergi menuju tempat duduk miliknya.
Semua mata masih tertuju pada Mei Lin, namun yang menjadi pusat perhatian malah bersikap acuh tapi tidak dengan Sian Xi yang semakin membenci Mei Lin karena telah berani mengalihkan pandangan semua tamu yang awalnya memandangnya kini hanya memandang Mei Lin.
"Yang mulia bukankah dia gadis yang memakai pedang anda untuk menghabisi para bandit di pasar waktu itu" ucap Chen.
"Kau benar Chen, tak kusangka ternyata dia adalah putri pertama kekaisaran Ming" jawab Huan Zi.
"Tapi yang mulia bukankah rumor mengatakan putri pertama kekaisaran Ming lemah dan tak berguna tapi gadis itu dengan mudahnya menghabisi puluhan bandit seorang diri" ucap Chen.
Huan Zi hanya tersenyum penuh arti menanggapi ucapan Chen.
Kaisar Ming mulai membuka acara dengan memberi tahukan apa saja perlombaan yang akan di gelar esok dan sebagai pembuka acara hari ini akan diadakan beberapa hiburan seperti nyanyian,tarian dan akan berakhir dengan jamuan makan malam.
Merasa jengah Mei Lin meninggalkan aula kerajaan namun saat akan pergi tiba-tiba Sian Xi menghentikan langkahnya.
"Jiejie bisakah kau memberikan sebuah pertunjukan untuk kami" ucap Sian Xi memulai dramanya.
"Benar jiejie bukankah ini kali pertama kau hadir dalam acara kerajaan dan aku yakin semua tamu yang hadir juga ingin mengenalmu lebih, benarkan ayah" tambah Bian Xi.
Kaisar yang mengerti maksud dari kedua anak selirnya untuk mempermalukan Mei Lin pun menyetujui permintaan mereka dan menyuruh Mei Lin untuk memberikan sebuah pertunjukan dihadapan semua orang.
"Ya kalian benar, putri pertama berilah sebuah pertunjukan darimu sebagai perkenalan kepada para tamu yang hadir" ucap kaisar.
Mei Lin yang mengerti maksud dari mereka yang ingin mempermalukannya menanggapinya dengan senyum smirknya.
"Lin'er jangan dengarkan permintaan mereka, mereka hanya ingin mempermalukanmu" ucap Xu Lanling.
"Tak masalah gege akan ku berikan sebuah pertujukan untuk mereka" jawab Mei Lin santai.
Mei Lin pun menuju ke tengah aula dan tanpa berbicara Mei Lin meminta seorang pemain musik membawakan harpa kehadapannya.
Mei Lin mulai memainkan harpa dengan melodi yang sangat indah, membuat semua orang semakin terpesona dengan Mei Lin.
"Sial kenapa jadi seperti ini, baiklah hari ini kau bisa lolos tapi besok akan aku pastikan kau akan mendapatkan kehancuranmu putri sialan" batin Sian Xi kesal.
Setelah memberikan sebuah pertujukan yang indah, Mei Lin langsung pergi meninggalkan aula kerajaan dan tak lama acara malam ini telah berakhir dengan semua tamu langsung pergi ketempat istirahat mereka masing-masing yang sudah dipersiapkan untuk mereka.
Mei Lin, Xu Lanling, Yue Lan dan Feng berjalan kembali menuju kediaman sakura.
"Lin'er tadi kau sangat mempesona bahkan semua orang yang ada disana tak berkedip menatapmu" ucap Xu Lanling.
"Benar nona, permainan harpa anda begitu indah" tambah Yue Lan.
"Terima kasih" singkat Mei Lin.
"Emm Lin'er apa kau sudah siap untuk perlombaan berburu besok pagi" tanya Xu Lanling.
"Hm, bagaiman denganmu gege" ucap Mei Lin.
"Aku sangat menantikan hari esok, aku sudah tak sabar ingin berburu" semangat Xu Lanling.
"Tetaplah waspada gege, besok mereka akan mulai bergerak untuk menjalankan rencana mereka" ucap Mei Lin mengingatkan Xu Lanling.
"Tenanglah meimei aku akan tetap waspada, kau juga harus berhati-hati" jawab Xu Lanling.
Mei Lin mengangguk mengiyakan ucapan kakaknya.
"Feng, Yue Lan kalian perhatikan terus pergerakan mereka" ucap Mei Lin.
"Baik yang mulia" jawab Feng.
"Baik nona" jawab Yue Lan.
Tak terasa mereka sudah sampai di kediaman sakura.
Xu Lanling dan Yue Lan sudah kembali ke kamar masing-masing dan tinggal Mei Lin yang menuju ke perpustakaannya ditemani Feng.
"Yang mulia hamba merasakan ada aura yang sangat kuat saat berada di aula kerajaan" ucap Feng.
"Hm, aku pun juga merasakannya tapi aku tak tau dari mana aura itu berasal karena saat aku mencarinya tak ada satupun yang mengeluarkan aura itu dari tubuhnya" jawab Mei Lin.
"Anda benar yang mulia, sepertinya orang itu memang sengaja tidak memperlihatkan auranya" ucap Feng.
"Sudahlah selama itu tak membahayakan orang-orang tak bersalah aku tak peduli, lebih baik sekarang kita beristirahat" ucap Mei Lin.
"Baik yang mulia, selamat malam" ucap Feng.
Mei Lin pun meninggalkan perpustakaan.
Hari Perburuan..