Aaron Bradley, seorang pekerja konstruksi di Kota New York, mendapati keluarganya tewas terbunuh saat ia kembali bekerja. Tidak hanya sampai di situ, ia juga tertangkap tangan sedang memegang sebuah pistol yang menjadi senjata pembunuhnya.
Ia harus membuktikan dirinya tidak bersalah dengan mencari pembunuh sebenarnya. Selain itu, dendam di hatinya yang begitu besar membawanya pada liku liku kejahatan di Kota New York. Kehidupannya yang bahagia berubah 180 derajat karena ia sudah kehilangan semuanya.
Apakah ia bisa menemukan pembunuh sebenarnya? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Kisah ini mengandung sedikit adegan kekerasan dan juga action.
Salam,
PimCherry
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PimCherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MEMPERTAHANKAN PERUSAHAAN
Di depan sebuah rumah tanpa pagar yang ada di pemukiman padat penduduk, Aaron berhenti. Ia memperhatikan kertas yang dipegangnya dan juga rumah yang ada di hadapannya.
Setelah memastikan bahwa alamat tersebut benar, ia mengambil kunci yang berada di bawah salah satu pot tanaman yang ada di depan rumah tersebut.
Perlahan Aaron membuka pintu rumah yang sudah lama tak disinggahi oleh pemiliknya. Aaron bisa merasakan rasa pengap dan juga debu yang beterbangan. Perabot yang ada di dalam rumah tersebut juga sudah mulai sedikit tertutup debu.
Ia melangkahkan kakinya masuk dan memperhatikan seisi rumah. Memang ukurannya tidak terlalu besar, tapi cukup nyaman bagi seorang pria yang belum menikah.
Masuk ke dalam sebuah ruangan, Aaron mendapati sebuah tempat tidur yang tidak terlalu besar, kemudian ada lemari dan juga sebuah meja, yang Aaron yakini adalah meja kerja David.
Di atas meja terdapat beberapa map yang berisi kertas kertas, ia langsung duduk dan memeriksanya. Membaca setiap lembar kertas itu dengan teliti, sampai akhirnya ia mengambil sebuah amplop berwarna coklat. Matanya membulat saat melihat isi di dalamnya.
Ini laporan keuangan perusahaan MonPro yang aku kerjakan. Apa David yang telah mengambilnya? tapi kapan?
Aaron kemudian memeriksa sebuah lemari kecil yang berada persis di samping meja, dikunci. Aaron segera membuka beberapa laci kecil yang ada di atas meja, ia menemukan sebuah kunci dan juga sebuah flash disk. Ia meletakkan flash disk tersebut di atas map berwarna coklat yang merupakan miliknya, kemudian dengan kunci di tangan, ia mulai mencoba membuka lemari.
Di dalam lemari, ia menemukan beberapa tumpuk dokumen dan juga sebuah tas yang berisi laptop. Ia memeriksa tumpukan dokumen tersebut, dan semakin lama ia semakin tidak percaya apa yang sedang ia baca.
Ia mengambil dokumen tersebut dan memasukkannya ke dalam sebuah tas ransel milik David yang ia temukan di sana. Ia juga memasukkan laptop, map coklat dan flash disk. Ia akan memeriksanya nanti. Setelah selesai, ia bergegas meninggalkan rumah tersebut dan tidak lupa menguncinya.
*****
"Dean, bagaimana laporannya?" tanya Luis.
"Sudah selesai. Apa Uncle mau memeriksanya terlebih dulu?"
"Letakkan di atas meja, akan kuperiksa nanti setelah makan siang."
"Baik, Uncle," Dean meletakkan laporan keuangan tersebut di atas meja Luis, kemudian keluar dari ruangan. Sementara Luis sedang memeriksa rekeningnya. Senyuman terbit di wajahnya ketika melihat nominal yang tertera pada saldo akhir rekeningnya.
Waktu makan siang sudah tiba, hampir seluruh karyawan yang bekerja di monPro keluar dari gedung dan mencari makan siang di tempat makan sekitar kantor. Hal itu dikarenakan MonPro tidak menyediakan kantin.
Sementara Itu, Edward yang berada di ruangannya, tidak keluar sama sekali untuk makan siang. Ia masih berkutat dengan laporan di atas mejanya, apalagi ini sudah memasuki akhir bulan, ia tidak bisa bersantai.
"Mr. Edward, apa anda ingin saya pesankan makan siang?" tanya Regina.
"Tidak perlu Gin. Kamu istirahat saja dulu, aku mau menyelesaikan ini," Edward masih memeriksa dan menandatangani beberapa kertas.
"Baik," Regina pun meninggalkan ruangan Edward dan pergi bersama beberapa karyawan lain.
Edward sudah mengambil keputusan, ia akan mencari seseorang untuk menjadi asisten pribadinya dan hanya ada 1 orang yang cocok untuk menempatinya.
Jika semua orang bisa menggunakan dan memanfaatkan tenaganya untuk kepentingan mereka, Edward juga harus mencari cara untuk bisa mempertahankan perusahaan ini dari tangan tangan orang yang berusaha menghancurkan. Ia tak akan membiarkan perusahaan milik kakeknya ini hancur karena kepentingan segelintir orang.
*****
**Like
Comment
Favourite
Bintang 5
Vote
Luph to all readers,
PimCherry**