*Selamat datang dikarya pertamaku*
Selamat Membaca
"Apa salahku mas? Kenapa kau tega menghianati cinta kita? Lirih Anita.
"Maafkan aku sayang. Aku khilaf" balas Bram menunduk.
Kisah tentang sepasang kekasih yang menjalin kasih selama 10 Tahun. Namun hubungan itu harus kandas karena pengianatan Bram dan membuat Anita tak percaya dengan yang namanya cinta.
Disaat patah hatinya Anita takdir mempertemukan dirinya dengan pria muda yang tulus mencintainya. Apakah Anita akan berjodoh dengan pria muda itu? Atau Anita kembali kepada Bram?
Yuk simak terus ya kisahnya😘
Happy Reading.
Follow IG @Thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TUAN MUDA
Di ruangan bernuansa putih dan tercium obat-obatan. Anita menerjabkan matanya kesadaranya pulih setelah beberapa saat yang lalu ia di pindah kan ke VIP,begitu juga ibunya yang di pindahkan di ruangan yang sama karena menurut Aldo jika mereka dalam satu kamar dapat memudahkannya untuk menjaga mereka.
"Sssshh" Anita merasakan sakit di bagian perutnya
"Sayang kamu sudah sadar" ucap aldo bahagia melihat sang kekasih membuka mata.
"Minum" ucap Anita pelan,lalu Aldo mengambil gelas yang sudah berisi air di meja nakas samping brangkar Anita. Lalu membantu Anita menegakkan kepalanya agar memudahkannya untuk minum.
Gluk gluk gluk
Anita meminum air di dalam gelas hingga tak tersisa. Rasanya tenggorakan yang kering tadi kini segar kembali.
"Terimakasih Al".
"Sudah kewajibanku" ucap Aldo seraya terseyum memandang wajah Anita yang terlihat pucat tapi tak memudarkan kecantikannya.
"Ibu Dimana Al".
"Ada ini disebelahmu".
Srekkkkkk
Aldo membuka gorden pembatas pasien dan terlihatlah seorang wanita paruh baya terbaring disana yang masih memejam kan matanya.
Anita menoleh kesamping seketika Air mata nya luruh. Ia bahagia melihat ibunya baik-baik saja.
"Operasinya berhasil dan kata dokter kondisi ibu sekarang mulai membaik,dokter memberika Obat penenang agar ibu istirahat total" Jelas Aldo memandang ibu Anita.
Anita memandang Aldo dengan tatapan yang sulit di artikan,merasa diperhatikan Aldo mengalihkan perhatian ke Anita.
Mengapa dia yang baru aku kenal begitu baik dan tulus kepada ku.batin Anita.
Anita menangis saat memandangi Aldo. Tak disangka Aldo begitu baik dan tulus kepadanya bahkan ia suka rela menjaga dan ibu nya hingga saat ini.
"Hei,kenapa menangis? Hem?"ucap Aldo menyeka air mata Anita.
"Peluk aku Al" ucap Anita masih terus menangis dan dengan senang hati Aldo memeluk Anita erat dan tanpa sengaja pelukannya itu terkena luka jahitan Anita.
"Awww sakitt" ringis Anita.
"Maaf,aku terlalu bersemangat" ucap Aldo melepaskan pelukannya.
"Apa yang kamu lakukan Al?" Menahan tangan Aldo saat menaikan baju yang di kenakan Anita. Anita sangat terkejut dengan tindakan Aldo ini.
"Memastikan apakah lukamu baik-baik saja" ucap Aldo merasa bersalah.
"Aku gak apa-apa. Kamu gak perlu cemas seperti ini" ucap Anita.
"Tidak ini harus aku lihat dulu! Awas dulu tangan mu" Menyingkir kan tangan Anita yang masih menahan tangannya.
"Tapi Al_"
"Ssttt,diam dulu sayang atau aku cium bibir kamu yang bawel itu!".
"Aku malu "cicit Anita dan masih didengar Aldo.
"Untuk apa malu aku ini calon suami mu dan sebentar lagi juga aku akan melihat semuanya. Jadi sekarang tidak usah ditutup tutupi" ucap Aldo frontal membuat wajah Anita memerah menahan malu. Bagaimana bisa Aldo bisa berbicara sefrontal itu dan bagaimana jika ada yang mendengar? Anita menoleh kesamping melihat ibunya masih memejamkan matanya..Oh astaga Aldo.
"Kalau bicara bisa difilter dulu gak sih Al?" mencubit perut Aldo.
"Awww. Kenapa mencubitku sih?? Sakit tau!" ucap Aldo menggosok bekas cubitan Anita yang terasa panas.
"Hais,kau itu gak tau malu"ucap Anita mengerucutkan bibirnya lalu memalingkan wajahnya dan membuat Aldo terkekeh.Calon istrinya ini sungguh menggemaskan. Batin Aldo.
"Biarkan suster nanti ya memeriksa jangan marah sayang,aku cuma bercanda" ucap Aldo.
"Bodo amat" ucap Anita mengerjai balik Aldo pura- pura kesal.
"Hei,kau marah kepada ku? Aku cuma bercanda" Rengek Aldo dan memegang tangan Anita.
"Lepas,aku mau tidur" ucap Anita ketus lalu ia menarik selimut yang ada dipinggang nya hingga ke ujung kepala.
"Ayolah sayang maaf kan aku" ucap Aldo masih merengek seperti anak kecil minta permen. Di balik selimut Anita menahan tawanya melihat tingkah Aldo ternyata di balik sifat cueknya ternyata ada sifat manja. hihihiii
"Haiss,kau ini berisik sekali,aku mau tidur aja jadi susah" ucap Anita memasang wajah jengkel.
"Makanya maaf kan aku dulu"
"Ya ya ya baik lah tuan Aldo" ucap Anita.
Disaat mereka berdebat pintu terbuka dari Luar
CEKLEK
"Ya allah nit,kamu dan ibu kok bisa kayak gini dan kamu gak ngabarin aku? Sebenarnya aku ini sahabat kamu apa bukan sih" cerocos Amel dengan suara cempreng nya saat baru masuk ruang perawatan Anita.
"Bisa gak sih itu suaranya di kecilin" ketus Aldo memutar bola matanya malas saat mendengar suara cempreng Amel. Sedangkan Anita memijit sebelah pelipis nya mendengar kehebohan Amel.
"Eh ada Aldo pantas aja gak ngabarin aku lha wong udah ditingguin cowok ganteng rupanya hehehe" ucap Amel tampa merasa bersalah karena telah mengganggu ketenangan pasien.
"Iya maaf Mel,kemarin aku panik dan gak kepikiran buat ngabarin kamu" ucap Anita menjelaskan.
"Iya gpp. Ini aja tadi aku dikasih tau pak Iwan HRD kalau kamu ngajuin cuti karena sakit dan beliau juga bilang kalau kamu dirawat disini" ucap Amel.
"Hah cuti?? Perasaan aku belum ngajuin cuti?" gumam Anita lalu tatapannya beralih ke Aldo. Aldo yang merasa ditatap pun menyengir kuda.
*Jadi dia yang udah ngajuin cuti aku?tapi bagaimana bisa dia tau tempat kerja ku?.batin Anita*.
"Dan ibu juga sakit ya kok kompak sih bisa barengan" ucap Amel yang dari tadi saat masuk melihat ibu anita juga terbaring lemah disana.
Anita menghela nafasnya lalu menceritakan kejadiannya kepada Amel. Membuat Amel syok .
"Ya allah Nit. Masalah kayak gini kenapa kamu pendam sendiri? Untung ada Aldo".
"Dan lagi aku rencana mau nikah sama Aldo" membuat Amel makin bertambah syok.
"WHATTTTTT" pekik Amel dan mendapat pelototan dari Aldo dan anita
"Hehehee sory. Soalnya banyak banget kejutan dari kamu. Peace" ucapnya sambil menampilkan kedua jari telunjuk dan jari tengahnya di atas kepala.
"Bisa-bisa ibu kenganggu sama suara kamu Mel"
Saat Anita dan Amel sedang bercengkrama ponsel Aldo berbunyi menadakan ada pesan masuk lalu ia membuka pesan tersebut membuatnya menghela nafas dan mengusap wajahnya kasar. Anita melihat Aldo seperti gelisah.
"Kenapa Al?"
"Aku ada urusan pekerjaan sebentar,gak apa-apa kan kalau aku tinggal?"
"Iya gak apa-apa"
"Oh ya Mel. Gw nitip Anita sama ibu ya paling tidak sampe gw dateng lagi".
"Asiappp" jawab Amel.
"Aku pergi dulu ya" pamitnya dan tak lupa ia mencium kening Anita.
******
Aldo saat ini berdiri di depan mansion megah berlantai tiga,ia perlahan berjalan masuk sampai di depan pintu kokoh itu perlahan terbuka dari dalam menampilkan beberapa maid yang menyambut nya.
"Selamat datang kembali tuan muda" ucap para maid serempak dan di jawab anggukan Aldo.
Wajah Aldo berubah menjadi dingin sorot matanya tajam,giginya bergemelutuk menahan kesal.
"Di mana pria tua itu??" Tanya Aldo dingin ke salah satu maid.
"Diruang kerjanya tuan muda" Jawab maid menunduk ke takutan karena tuan mudanya ini sedang menahan amarah.
Aldo menaiki tangga satu persatu hingga ia sampai di depan pintu bercat coklat,Ia membukanya kasar.
BRAK
Pintu terbuka menampilan seorang pria paruh baya yang sedang duduk di balik meja kerjanya dengan kaca mata bertengger di hidung nya.
"Apa hidup mu diluar sana membuatmu kehilangan sopan santunmu TUAN MUDA?" ucap nya menekan kata tuan muda.
Jangan lupa lika,vote dan komentarnya
matur suwun😘😘
love you all😘😘
maksa panjangin bab malah jadi gak konsisten semua
btw thor kalau buat cerita itu gak perlu panjang2
buat apa coba?!
cerita panjang nambah "tokoh pelakor" doang yang diperbanyak
cerita makin kesini , makin ngelantur & gak konsisten krn spt kehabisan bahan, makanya "tokoh pelakor" diperbanyak
cerita makin kesini sih makin gak jelas
cuma panjang2 buat tambah konflik aja