'Uang adalah segalanya'
Begitulah prinsip hidup Resti Belangi. Yang sejak kecil sudah giat mencari uang untuk menghidupi dirinya sendiri karna keluarganya yang miskin. Dia tidak percaya dengan ungkapan yang menyatakan uang bukanlah segalanya.
Resti hanya ingin hidup nyaman tanpa mengkhawatirkan besok bisa makan atau tidak. Dia sudah lelah bekerja keras, yang ternyata tidak mengubah apapun dihidupnya.
Saat ia hampir menyerah, ketidak beruntungan kembali menghampirinya bersama seorang pria dingin bernama Jun. Yang ternyata adalah pewaris tahta kerajaan GD Group, tempatnya bekerja.
*setiap tokoh, tempat, dan kejadian hanya fiksi semata. (cuma ada diotak kriting Mak ya).
*karya ini hanya terbit di NovelToon. Tidak di platform lain.
*cus follow ig➡️ makee949
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mak Ee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep21. Dua Orang Yang Putus Asa.
Dua hari sudah berlalu. Dan sekarang, Resti sedang duduk disamping Jun yang sedang menjabat tangan seorang penghulu.
Benarkah aku akan menjadi istrinya? Benarkah? Tuhan, apa yang sedang Engkau rencanakan? Bathin Resti dengan wajah yang terus tertunduk.
Perasaan hatinya tidak karuan. Padahal dia bisa saja melarikan diri, tapi banyak yang harus dia pertimbangkan. Terlebih Yusniar dan Ariga. Karna dia bukan orang egois yang mementingkan diri sendiri.
“Saya terima nikahnya Resti Belangi binti Zulfikar dengan mas kawin berupa 100 gram emas, tunai.”
Jun mengucapkan kalimat itu dengan sau kali tarikan nafas. Seolah dia sudah berlatih sebelumnya.
Tidak bisa dipungkiri, kalimat sakral itu berhasil membuat detak jantung Resti meningkat tajam. Apalagi, suara Jun terdengar sangat merdu saat mengucapkannya.
Sial!
Sahh.....!
Ucap para saksi secara bersamaan.
Alhamdulillah,,,
Bersamaan dengan ucapan para saksi, dunia Resti seakan runtuh. Sudah, tidak ada lagi jalan untuk kembali. Kini hidupnya benar-benar sudah terikat dengan Jun. Pria paling menyebalkan yang pernah ia temui.
Yusniar yang duduk dibelakang Resti nampak menitikkan airmata. Sungguh dia tidak tega. Hatinya justru merasa sedih.
Sedangkan Ayyara, bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Resti dengan sangat erat.
Untuk sesaat Resti tercekat. Kehangatan pelukan Ayyara membuat hatinya berdebar.
Resti melihat Yusniar yang sedang berdiri dibelakang Ayyara. Yusniar nampak sedang melap airmatanya dengan tisu.
“Kakak tidak tau, apa harus mengucapkan selamat atau bagaimana.” Ujar Yusniar saat sudah berada dihadapan Resti. “Maafkan kakak Res.”
Resti tidak sanggup lagi menahan laju air matanya. Ia langsung menghambur memeluk kakak iparnya itu dengan sangat erat. Kemudian menangis meraung-raung.
Menyaksikan pemandangan pilu itu, Ayyara ikut meneteskan airmatanya. Gama bahkan ikut berkaca-kaca. Sedangka Jun, hanya menatap Resti tanpa berkedip.
Sepertinya apa yang sedang dirasakan oleh Resti sama seperti dirinya.
Untuk beberapa saat, mereka hanya memperhatikan Resti dan Yusniar. Sampai gadis itu berhenti menangis dan melepaskan pelukannya.
“Resti, kamu bisa langsung pulang kerumah Jun. Tidak perlu membawa pakaian, karna semua keperluanmu sudah disediakan disana.” Jelas Ayyara dengan suara lembutnya. Ia terdengar sangat berhati-hati dalam memilih kata-kata.
Resti hanya mengangguk. Ia mengusap bekas airmatanya. Ia bahkan tidak peduli jika hal itu membuat riasannya menjadi sedikit berantakan.
Setelah mereka keluar dair kantor KUA, Jun segera membukakan pintu mobil untuk Resti.
Resti menurut, ia masuk kedalam mobil Jun dan langsung duduk disana. Gadis itu sudah seperti mayat hidup. Yang tidak punya emosi apapun didalamnya.
Yusniar dan Ayyara melambaikan tangannya saat Jun membawa mobilnya melaju. Dan Resti tidak menanggapinya.
Diperjalanan, Resti terus membuang mukanya kearah samping. Tatapannya sendu. Jelas sekali memperlihatkan betapa sakitnya ia.
Dan Jun, memilih untuk tetap diam seribu bahasa. Lagipula, dia tidak tau apa yang harus ia bicarakan dengan Resti. Ia berusaha untuk tetap fokus di jalan raya. Sambil sesekali melirik gadis disampingnya itu. Khawatir kalau-kalau Resti pingsan, karna tidak bergerak sedikitpun sejak tadi.
Resti tidak meperhatikan jalan, yang jelas, mereka sudah sampai dirumah Jun.
“Ayo, turun. Kita sudah sampai.” Ujar Jun.
Lagi-lagi, tanpa menjawab apapun, Resti keluar dari dalam mobil dan mengikuti Jun yang berjalan masuk kedalam rumah.
Resti tidak bisa menahan diri untuk tidak mengedarkan pandangannya. Inilah neraka mewah yang akan dia tinggali mulai hari ini.
Rumah sebesar ini kenapa sepi sekali? Batin Resti.
Karna memang tidak ada siapapun didalam rumah itu. Resti hanya melihat satpam yang ada didepan rumah tadi.
“Kenapa sepi sekali?” Akhirnya Resti membuka suara.
“Karna memang tidak ada siapa-apa. Aku tinggal sendiri disini.” Jelas Jun yang masih membimbing Resti menuju kekamarnya.
“Kenapa?”
“Karna aku tidak suka keramaian. Asisten rumah tangga hanya datang dua hari sekali untuk membersihkan rumah dan mengurus taman dan membersihkan kandang.”
“Bagaimana dengan makanmu?” Tanya Resti meluapkan semua rasa penasarannya.
“Aku biasa memasak sendiri, atau kalau sedang malas memasak, aku makan diluar.”
Ternyata dia mandiri juga. Batin Resti lagi.
“Ini kamarmu. Semua keperluanmu sudah ada didalam sana. Kalau butuh sesuatu, kau bisa memanggilku.” Jelas Jun sambil menunjukkan sebuah kamar yang ada dilantai satu.
Setelah berkata begitu, Jun langsung pergi meninggalkan Resti dan langsung naik kelantai dua kemudian masuk kedalam kamarnya.
Resti memandangi pintu bercat putih yag ada dihadapanya tu. Perlahan ia meraih knop dan memutarnya.
Ia sempat ternganga demi melihat isi kamar itu.
Luasnya hampir sama dengan luas rumahnya. Ada ranjang berukuran super besar yang ada disana. Ditambah dengan dekorasi tiang kelambu yang berdiri di setiap sudutnya. Bahkan disana juga terdapat satu set sofa beserta dengat tv yang super besar yang menempel didinding.
Seumur hidup, Resti baru melihat tv sebesar itu.
Hampir satu jam Resti habiskan untuk mengelilingi kamar itu. Dia kembali ternganga saat masuk kedalam ruangan ganti. Disana, sudah penuh berisi pakaian yang sepertinya disiapkan untuk dirinya. Lengkap.
Setelah keluar dari kamar ganti, Resti masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Didalam sana, Resti termenung lama sekali. Ia meratapi nasibnya yang menyedihkan. Tapi ia tidak mau berlarut-larut seperti itu.
Karna tidak ada gunanya jika ia terus bersedih. Hidupnya belum berakhir hanya karna ia menikah dengan Jun. Dan kini Resti menyadari hal itu.
Jadi bisa dikatakan aku ini menjual diriku demi uang 120 juta. Menyebalkan. Dengusnya.
Resti menarik nafas panjang demi mengusir rasa sedihnya. Kemudian ia segera menyelesaikan mandinya dan berpakaian. Setelah itu, ia duduk disofa didepan ranjang sambi mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Tok, tok, tok.
Pintu kamar Resti diketuk dari luar. Itu sudah pasti Jun. Karna tidak ada orang lain dirumah itu.
Dengan malas ia berjalan kepintu dan membukanya. Benar saja. Jun sedang berdiri didepan kamarnya.
“Ada apa?” Tanya Resti.
“Kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?” Tanya Jun langsung.
“Kenapa memangnya?”
“Kita perlu berkomunikasi kan. Apa kau mengganti nomormu?” Tanya Jun lagi.
“Ponselku rusak. Sejak tercebur dikolam renang saat itu.” Jelas Resti dengan malas. Entah kenapa dia harus menjelaskan nya kepada Jun.
“Jadi karna itu aku tidak pernah bisa menghubungimu?” Gumam Jun lagi.
“Tidak perlu begitu. Apa yang akan kita komunikasikan lewat ponsel? Kita tinggal dirumah yang sama.” Jelas Resti lagi.
Memang benar.
“Tapi, aku hanya sebatas karyawanmu saat kita dikantor. Ingat itu.” Kali ini Resti bicara dengan nada serius. Kemudian langsung menutup pintu kamarnya.
Menyisakan Jun yang hanya mengernyitkan keningnya saja.
Bukan apa. Resti hanya tidak ingin teman-temannya tau kalau dia sudah menikah dengan Jun. Karna pasti akan menimbulkan keributan.
Sedangkan saat mereka tau Jun mengajaknya bicara saja, Resti langsung dihakimi oleh mereka. Apalagi kalau mereka tau Resti sudah menikah.
Orang miskin sepertinya, pasti akan dilihat sebelah mata oleh orang lain. Apalagi mereka tau keyataan kalau ia adalah istri dari penerus perusahaan GD Goup.
Walaupun Resti tau ia tidak akan bisa menyembunyikan hal ini untuk selamanya, tapi setidaknya ia bisa menyembunyikan ini selama yang dia bisa.
*****
sori gess. kemarin gak sempet up. mak sibuk kondangann..🤣🤣🤣
dan yang kepo sama visual #ResJun yuk melipir intip di aiji mak yoo.
@makee949
lope,,lope,,lope,, sekebon kopi.
😘😘😘😘😘