NovelToon NovelToon
Menjaga Hati

Menjaga Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rabiha Adzra

Hati-hati kalau kamu suka diusilin temen cowokmu bisa jadi dia cinta sama kamu. Why not??

Seperti kisah Adinda dan Dimas. Adinda si anak rohis dan Dimas anak paskibra sewaktu mereka masih SMA. Semasa SMA mereka dikenal seperti kucing dan anjing atau bagaikan air dan minyak. Adinda sangat membenci Dimas. Kejahilan Dimas kepada Adinda masih membekas sampai mereka dipertemukan dalam ikatan pernikahan. Lho kok bisa nikah?? Bisakah Adinda mencintai Dimas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rabiha Adzra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21: Pura-pura Tidak Tahu

Adinda tidak bisa memejamkan matanya. Biasanya jam 10 malam dia sudah terlelap tidur. Bayangan wajah Hasna tersenyum berjalan di samping Dimas terlintas lagi di kepalanya.

Adinda menoleh ke samping. "Dimas udah tidur belum, ya?."

Adinda lalu merapatkan badannya dengan tangan melingkar di atas perut Dimas.

"Mas!!" Adinda menjawil hidung mancung Dimas.

"Hmm. Apa?" sahut Dimas masih memejamkan matanya. Namun dia bisa merasakan pelukan hangat Adinda.

"Belum tidur?" tanya Adinda pelan.

"Kamu udah membangunkan aku, masih tanya lagi" jawab Dimas dengan suara malas.

Adinda hanya senyam-senyum menatap paras tampan laki-laki yang dulu selalu membuatnya naik darah.

"Mas!!" Adinda mengangkat separuh badannya menghadap wajah Dimas, sentuhan lembut badan Adinda dapat Dimas rasakan.

Dimas masih memejamkan matanya. "Sebenarnya apa yang mau dia lakukan" batin Dimas masih enggan membuka mata.

Adinda membelai wajah Dimas dengan jari jemarinya sambil tersenyum geli.

"Adinda tidak sedang coba menggodaku, kan? Kalau sudah bisa ku sentuh, dari tadi kamu bakalan ku terkam, Din" batin Dimas geram.

"Mas, aku nggak bisa tidur" rengek Adinda lalu memencet hidung Dimas hingga mata laki-laki itu terbuka.

"Kenapa nggak bisa tidur? Aku kan udah ada di samping kamu" tatap Dimas menarik punggung Adinda agar lebih dekat lagi.

Adinda tersenyum nakal, dia sudah berhasil menggoda Dimas. Alhasil suaminya itu akan sudah tidur lagi kalau sudah dibangunkan.

"Din, kamu sengaja ya membangunkan aku" tatap Dimas jengkel.

Adinda hanya tertawa geli. "Sini, kamu akan menyesal karena sudah membangunkanku" ancam Dimas lalu mengurung Adinda ke dalam pelukannya kemudian menghujani wajah cantik Adinda dengan ciuman.

"Dimas!!! Jangan macam-macam ya kamu. Aku..." teriak Adinda memperingatkan Dimas.

"Cuma semacam saja, Din. Nggak banyak. Aku nggak akan nganggurin kamu, kok" balas Dimas terkekeh.

Adinda tak berkutik, salah dia sendiri karena sudah mengganggu Dimas tidur. Akhirnya dia harus menemani Dimas bergadang. Mereka bercerita ngalor-ngidul tentang masa SMA mereka dulu.

"Mas" panggil Adinda masih dalam pelukan hangat Dimas. Ini saatnya dia menanyakan tentang perjodohan antara suaminya dan Hasna.

"Hmm"

"Kamu pernah nggak dijodohin oleh orang tua kamu?" pancing Adinda.

Sejenak Dimas menatap wajah Adinda. "Apa aku harus jujur?. Dinda pasti kenal dengan gadis itu karena mereka dulu pernah satu kelas" batin Dimas.

"Kenapa? Kok, mau tahu banget?" canda Dimas coba mengalihkan perhatian.

"Di dalam rumah tangga, kita kan harus jujur. Karena kalau sudah tidak ada kejujuran artinya tidak ada lagi rasa saling percaya" ucap Adinda serius sambil mengurai pelukan Dimas.

Dimas mengangguk setuju. Itu artinya Adinda memintanya untuk jujur.

"Hmm. Pernah, waktu papa masih hidup. Saat itu aku masih kuliah. Papa mengajakku ke rumah rekan bisnisnya sekalian untuk berkenalan dengan anak gadisnya. Aku nggak tahu lho, kalau papa ternyata mau menjodohkan aku dengannya. Makanya aku oke-oke saja ikut Papa" ujar Dimas memulai cerita.

"Bagaimana gadis itu, cantik nggak?" tanya Adinda tersenyum pura-pura tidak tahu siapa gadis tersebut.

"Lumayan cantik, sih" jawab Dimas datar.

"What??? Dimas bilang Hasna lumayan cantik. Orangnya cantik begitu, kok dibilang lumayan. Gimana ini mata Dimas?" gerutu Adinda di dalam hatinya.

"Terus kamu mau dijodohkan dengannya?" tanya Adinda lagi.

"Kalau Papa berharap sekali aku mau menerima perjodohan itu. Sampai ketika beliau mau meninggal pun berpesan kepadaku untuk menerima gadis itu. Tapi kalau hatiku tidak sreg dengan dia, bagaimana?" jawab Dimas.

"Kamu nggak istiqoroh apa" sela Adinda.

"Karena istiqoroh itulah aku semakin mantap untuk tidak menerima perjodohan itu" jelas Dimas.

"Kok, bisa?" Adinda semakin penasaran.

Karena kalau dari cerita Hasna, terkesan Dimas lah yang jahat seolah-olah telah menyakiti hatinya dengan menolak perjodohan itu.

"Aku bermimpi bertemu dengan seorang laki-laki. Laki-laki paruh baya itu bilang namanya Hilwan, yang ternyata aku baru tahu kalau beliau adalah Bapak kamu, Din. Di dalam mimpi itu, Bapak kamu bilang kalau dia tidak bisa membayar hutangnya kepada Papa. Sebagai gantinya aku boleh menikahi anak gadisnya" Dimas menarik napas lalu menatap Adinda tersenyum.

"Iih. Kamu pasti ngarang, deh" celetuk Adinda tidak percaya.

"Sumpah demi Allah, Din. Aku juga nggak tahu kenapa tiba-tiba mimpi bertemu bapak kamu. Padahal waktu aku mimpi itu, aku belum tahu lho kalau Pak Hilwan itu adalah bapak kamu" ucap Dimas sungguh-sungguh.

"Terus"

"Setelah mimpi itu, aku lalu bertanya dengan Mama kira-kira Mama kenal nggak dengan laki-laki bernama Hilwan yang punya hutang dengan Papa. Ternyata Mama kenal. Dan aku tanya lagi dengan Mama, apakah Pak Hilwan itu punya anak gadis. Mama bilang, Pak Hilwan memang punya anak gadis yang bernama Adinda" Dimas menghentikan ceritanya.

"Oh...jadi kamu menemui Bapak dan langsung melamarku?" tanya Adinda antusias.

Dimas mengangguk. "Aku memang langsung menemui bapak kamu untuk memastikan apakah Adinda, anak Bapak sama tidak dengan Adinda, cewek sengak yang sering aku usilin ketika SMA dulu"  jelas Dimas sambil memencet hidung Adinda gemas.

"Ihh dasar!! Kamu itu cari kesempatan dalam kesempitan !!" ledek Adinda sambil menepis tangan Dimas.

"Akhirnya aku menemukan kamu" ujar Dimas sambil mencium pipi Adinda kemudian memeluk erat Adinda.

"Ternyata Dimas tidak pernah melupakan aku. Padahal aku sama sekali tidak ingat lagi dengannya setelah tamat SMA" Adinda tersenyum lebar.

Adinda merasa beruntung sekali telah dicintai oleh laki-laki berparas tampan itu. Belum nikah aja Dimas udah setia menjaga cintanya apalagi setelah menikah. Hmm.

1
Lala Fatimah
/Heart/
Aba Bidol
Kerennn karyanyaa
Sasa Al Khansa 💞💞
ish, Amanda. jauhin tuh ibu-ibu tukang gibah.. bukan masalah aktivis atau bukan.. yang penting hanif..
Sasa Al Khansa 💞💞
tadi kan udah bilang pernah suka ke seseorang..
Sasa Al Khansa 💞💞
sama.. pertama kenalan sama suami, yang di tanya adalah ngerokok atau gak?. saking gak mau punya suami perokok
Adinda Fitriawati
seneng baca nya cerita nya bagus
Fikavindia
mampir
Nur Azizah
aku suka semua karyamu ❤️❤️
Ratih gianti
lari ke sini karena baca d aplikasi sebelah ceritanya pangeran zamraan dan putri Balqis ..
Rimendatarigan 2810
saya suka novel ini...bagus ceritanya..
Ryanti Heart
ko cakepan bang Hendra se
safira aini
seneng ya punya suami pengertian banget istrinya makin cinta.suamiku boro2 cuci piring aja g pernah🤦semua pekerjaan rumah istri yg ngerjain semua.habis melahirkan ataupun lagi sakit.jadi sedih😭😭😭
safira aini
wah Hendra suami setia.klu d dunia nyata mungkin seribu satu yg seperti itu.👍👍
safira aini
ingin punya sahabat seperti itu d kehidupan nyata.klu lagi ada masalah masing2 saling berbagi.saling membantu ketika susah.minta pendapat tidak menjatuhkan👍👍
safira aini
kak Rabiha novelmu itu enak d baca bahasanya g terlalu vulgar tpi tetep bikin baper.kata2nya g tumpang tindih.klu bahasa Sunda MH teu pabeulit.top deh👍👍👍👍
Rabiha Adzra: terimakasih 🥰
total 1 replies
safira aini
cerita k Rabiha sesalu menarik g bikin bosen.🥰.my bos ia my husbend ceritanya panjang tpi slalu bikin baper.aku baru baca dua novelmu kak👍👍👍👍
dina
wow benci tapi cinta😘😁🙏
Dh@ U Lee
Dimas... Dimas...
gimana mo jd dambaan...
di awal kenal aja dGangguin mulu, sampai Adinda kena hukum...
ya iyalah Dinda g bakal ngeidolain kamu...
secara kan dia anak rohis, ya idolanya g jauh dr itu...
coba dr dulu kamu baik² kin, pasti Dindanya Luv You😂😂😂
Ari Libry
ayo Shinta bantuin temen mu..
Marlida Yusuf
cakep ceritanya saya suka gak panjang panjang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!