NovelToon NovelToon
Rumah Di Samping Kuburan

Rumah Di Samping Kuburan

Status: tamat
Genre:Horor / Tamat
Popularitas:273.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rosa_Nanda

Semalaman suara gaduh di atas genteng itu membuat bulu kuduk merinding.
Entah apa yang tengah ribut di atas genteng sana. Karena, tak terlihat wujudnya.

Karena gangguan itu, akhirnya yang punya rumah membiarkan rumahnya kosong. Namun, Bu Heni tidak membiarkannya kosong begitu saja. Dia menawarkan rumah itu untuk di kontrakan dengan harga yang sangat murah.

Setiap Orang yang menempati rumah itu selalu merasakan hal-hal yang aneh dan tidak masuk akal. Seperti munculnya bayangan hitam yang tinggi besar di ujung teras.

Terror bercak darah di sekeliling rumah membuat bulu kuduk merinding. Apalagi tengah malamnya muncul Makhluk aneh yang menyeramkan. Pundak terasa di tindih balok es yang super dinginpun di rasakan oleh Bunga, orang yang kesekian yang menempati rumah itu.

Bunga dan Angga tetap mencoba untuk bertahan, hingga akhirnya mereka kalah dan mundur dari rumah itu. Setelah Bunga melihat Makhluk aneh yang berwujud ular berkepala manusia yang berambut panjang serta memakai mahkota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosa_Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di anjurkan untuk operasi

" Pokoknya aku tidak percaya!" Bunga tidak mau menerima kenyataan itu.

Kelopak matanya meneteskan air mata kesedihan.

" Kenapa ini terjadi padaku ya Allah?... Apa salahku?..." Rintihnya lagi.

Angga hanya diam termangu mendengar dan menyaksikan semua itu.

Dia merasa bingung, harus berbuat bagaimana? Dan harus berkata apa?

Suster yang hendak menyampaikan sesuatu pun nampak mundur lagi. Dia tak ingin membuat hati Bunga semakin tersayat-sayat.

" Abaang... Aku enggak mau ada miom di dalam rahimku... Aku enggak mau...." Bunga berkata lagi sambil tak henti-hentinya menangisi penderitaannya.

" Dokter, kenapa bisa terjadi miom? Apa penyebabnya?" Angga mencoba bertanya, dia ingin tahu banyak tentang terjadinya miom di rahim Isterinya itu.

Sebelum menjawab pertanyaan dari Angga, dokter menarik nafas dulu kemudian melepaskannya, sepertinya ada sesuatu yang berat yang mengganjal dalam hatinya. Namun, entah apa.

"Biasanya, miom, kista itu terjadi karena ada pemicunya. Yaitu makanan. Seperti telur setengah mateng, dan juga haid yang tidak lancar. Misalnya, kadang dua atau tiga bulan baru mendapat haid. Jadi, tidak teratur setiap bulan mendapatkan haidnya. Dengan demikian, darah haid yang tidak keluar itu, menempel di dinding rahim. Lama kelamaan terjadilah miom, kista dan yang sejenisnya." Penuturan dokter itu sangat tepat mengena di diri Bunga.

Karena, Bunga sejak kecil suka banget makan Telur setengah matang.

Dan, mengenai haid yang tidak datang tiap bulan, memang di alaminya.

" Itu semua benar dokter, yang dokter sebutkan itu memang kena kepada Saya. Haid saya tidak lancar setiap bulan, telur setengah matang memang itu kesukaan saya." Ungkap Bunga.

"Untuk pengobatannya saya harus bagaimana dokter?..." Tanyanya. Matanya tajam menatap ke wajahnya dokter, dia begitu sangat ingin segera mendapatkan jawabannya.

"Untuk pengobatan miom, kista dan Saudaranya itu, jalan satu-satunya adalah melalui Operasi. Karena, sampai sa'at ini belum ada obat untuk mengobatinya selain operasi." Ujar dokter, sambil menatap ke arah Bunga.

"Apa?... Operasi?..." Bunga terlonjak kaget mendengar kata operasi yang di ucapkan oleh dokter itu. Matanya terbelalak seakan tak suka.

" Iya... Operasi!" dokter menegaskan ucapannya tadi.

"Apa tidak ada jalan lain dokter?... Jalan yang aman selain operasi." Bunga bertanya berharap ada jalan lain selain operasi.

"Untuk sa'at ini, belum ada pengobatan lain selain operasi." dokter mengatakan.

"Kalau tidak di operasi, bagaimana dokter, enggak apa-apa kan?" Angga bertanya antusias.

" Usahakan harus segera di operasi. Kalau di biarkan akan membahayakan keselamatan Ibunya." Ujar dokter.

"Kalau miomnya di keluarkan dengan cara di operasi, apakah tidak membahayakan?" Susul Bunga tak sabar.

"Itu juga minim untuk selamat. Karena, waktu operasi di lakukan, kemungkinan besar akan mengganggu janin, karena berada dalam satu tempat yaitu rahim." Tutur dokter lagi.

" Berarti, janin akan gugur kalau begitu. Dan... Saya tidak akan punya anak." Bunga nampak sangat kaget.

"!Iya... Memang ini di lema, kalau kehamilannya di teruskan, itu akan mengganggu. Ibunya akan minim untuk selamat hingga melahirkan. Paling juga hanya sampai usia kandungan tujuh bulan, kemungkinan besar Ibu akan mengalami keguguran. Dan di sini saya tidak yakin kalau Ibu akan selamat." Lanjut dokter.

"Menurut saya, lebih baik kalau miomnya di operasi saja. Mungpung bayinya belum di kasih nyawa dan belum berbentuk manusia."

Ucap dokter lagi mencoba untuk meyakinkan Bunga.

Mendengar kata operasi, airmata yang menggelayut di kelopak matanya Bunga, kini menyeruak luruh jatuh di pipinya Bunga.

" Baang, aku ingin punya anak! Aku enggak mau di operasi!" Teriak Bunga, tangisnya pun pecah seketika.

" Iyaa... Sayang, Aku juga enggak mau kalau calon buah hati kita di gugurkan." Angga mencoba untuk menenangkan Isterinya.

" Ibuu, saya harap Ibu paham dengan apa yang saya ucapkan tadi. Ini semua demi kebaikan Ibu juga." dokter berhenti sejenak dia menatap Bunga yang tengah menangis dan meratap.

" Saya menyarankan untuk di laksanakan pengoperasian. Karena, untuk sa'at ini hanya itu jalan satu-satunya." Tambah dokter lagi menambahkan.

"Tidak! Dokter, saya tidak mau di operasi! Saya mau punya anak." Ucap Bunga dengan tegas.

" Saya tidak mau menggugurkan janin ini... euh..." Bunga berteriak.

" Ibuu... Saya mohon, Ibu memikirkannya kembali. Kalau Ibu tetap melanjutkan kehamilannya, saya tidak akan bertanggung jawab bila nanti ada sesuatu yang tidak di harapkan." Dokter tetap dengan pendapatnya, supaya Bunga mau melaksanakan pengoperasian miomnya.

"Pokoknya saya tidak mau di operasi." Bunga lebih tegas lagi.

"Bagaimana ini Bang?... Coba Abang melakukan sesuatu, supaya aku tidak di operasi." Ucapnya, sambil mwngguncang- guncangkan tangannya Angga.

"Iya.... Akan aku pikiran." Angga menenangkan.

" Suster, coba ambil sampelnya air seninya Ibu Bunga." perintah dokter.

". Juga sampel darahnya." Lanjutnya.

" Sebaiknya Bapak pulang dulu saja, untuk menyediakan uang sekitar dua puluh juta. Sementara Ibu tetap tinggal di sini, karena akan di lakukannya operasi." Dokter berhenti dulu sejenak.

" Uang dari mana dokter?.. Saya tidak punya uang sebanyak itu." Ujar Angga lemah.

"Demi keselamatan isteri Bapak Sendiri Pak." Ujar suster.

"Saya harus mencari kemana? Uang segitu banyaknya." Angga tidak berdaya.

"Bukannya Saya tidak sayang sama Isteri. Mau bagaimana lagi? Saya harus pinjam sama siapa uang sebanyak itu!" Lirih suara Angga, ada kebingungan di sana.

"Dan, operasi akan di lakukan sebanyak dua kali. Yaitu, pertama operasi Miomnya dulu!

Untuk selanjutnya, setelah dua bulan baru kita lakukan pengoperasian yang kedua, yaitu untuk pengangkatan rahimnya," Lanjut dokter.

"Karena, Tidak ada jalan lain lagi selain operasi, ibuu... sebentar lagi Ibu harus berpuasa, baiklah... Saya tinggal dulu." Ucap dokter sambil berlalu keluar dari ruangan itu.

" Abang... Aku enggak mau di operasi." Ujar Bunga, tetap pada pendiriannya.

" Aku enggak mau kalau harus menggugurkan janin ini." Bunga terisak lagi.

" Eu... Walaupun baru berbentuk janin, tapi aku sudah sangat sayang kepadanya." Ujarnya lagi.

" Aku juga sama sayang... Tak mungkin aku merelakan kamu membuang janin itu." Ucap Angga pula.

" Baang... Aku enggak mau di operasi! Kalau aku bersedia di operasi berarti, kita rugi beberapa kali.

Kita harus kehilangan janin yang kita nantikan, kehilangan rahim, dan juga kehilangan uang yang sangat banyak. Kita berdosa pula. Untuk selamanya aku enggak akan punya anak. Rugi banyak kita Bang. Cari cara Bang, biar aku enggak jadi di operasi." Bunga bertutur panjang lebar.

" Iyaa... Sebentar Aku pikirkan dulu. Sekarang coba kamu berusaha untuk tenang dulu, ayo kita berpikir untuk mencari jalan supaya kamu tidak jadi untuk di operasi." Angga berusaha menenangkan Isterinya.

Beberapa sa'at telah berlalu, namun mereka masih belum mendapatkan solusinya.

Tiba-tiba...

" Kriiiing.... Kriiiing...." Handphone Angga terdengar berdering.

" Hallo...!' Angga menyapa orang yang di sebrang sana.

" Iya... Hallo! Lagi dimana ini?" Tanya yang di sana.

Ternyata, Temannya Angga.

" Lagi di Rumah Sakit," Sahut Angga, kemudian dia membeberkan apa yang terjadi kepada Isterinya.

" Ada miom di rahimnya Bunga. Dokter menganjurkan untuk di operasi." Ujarnya.

" Sudah... Jangan risau! Saya tahu obatnya!" Sahut Temannya Angga.

" Kamu tahu obatnya? " Angga nampak sangat senang mendengarnya.

" Iya... Ada obat herbal, nanti saya ke rumah." Ujarnya lagi.

"Pak Rusdi punya obatnya Bang?" Bunga yang mendengar pembicaraan itu langsung bangun dari tempat tidurnya.

Rona bahagia langsung terpancar di wajahnya. Bayangan suram tentang operasi, kini Sedikit demi sedikit mulai menghilang dari benaknya.

Senyuman bahagia kini tersungging di bibirnya.

1
Ira Noviana
ada bagian yg typo
Rosananda: iya, kak ma'af🙏 maklum baru belajar hehe.
Makasih kak sudah mampir, dan makasih pula komennya.
Salam kenal
total 1 replies
Siti Arbainah
trus si Bu Mar jdi bikin usahanya Bunga dan Angga bermasalah gak thor
Siti Arbainah: iya kak😊
total 5 replies
Siti Arbainah
boleh gak sih curiga sama si Eyang Kurdi itu kan dia pernah bilang klo penghuni pohon beringin itu minta tumbal jangan" itu cma rencana dia aja dan skarang rumah itu bnyak teror jga gara" dia lgi
Irka NaArra
nurustunjung aki aki teh,,
Irka NaArra
semangat,,next bikin cerita horror lgi y,
Rosananda: InsyaAllah, terimakasih sudah mampir... dan makasih juga jejaknya.
total 1 replies
Rosananda
makasih sudah mampir
Kak Ya
sukurin kurdi
Kak Ya
jgn d ksh bu 🤭😁
Kak Ya
hindun nya cengeng bgt thorr .. takut dikit nangis. balapan nangis ma anak nya kalo lg ketakutan.
Alief As Syaikh
kok namanya ganti ganti lurr
Jhulie
wah suka nih ma novel horor, aq masukin rak dulu
Rosananda: makasih sudah mampir.
total 1 replies
Bayu Ridwan
mudah"an si kurdi kecebur got kepalanya dulu
Putri Handayani
aku mampir di sini ya kak, semangat upnya 💪💪💪
Edi yuzzardy
action nya kurang...jdi bnyak d skip n males baca lagi,banyak obrolan2 yg gk ke inti cerita...
Rosananda: ma'af kak 🙏 bukannya nyeleweng ke cerita majalah hidayah, tapi itu kan salah satu tokoh yang pernah menempati rumah di samping kuburan itu, dan meninggalnya dengan cara seperti itu. Begitu ceritanya kaka... Terimakasih sudah mampir.
total 2 replies
Edi yuzzardy
jadi nyeleweng ke cerita majalah hidayah ya wkwkwkw..pdhal tema rmh smping kuburan..apa hubungannya...ni jdul nya jgn rmh samping kuburan tp yg lain aza seauai cerita di mjlh hidayah,eyang kurdi susah di kubut hahahahaa....anehhh....jdi gk penting ke isi cerita
Nova Marlina
maaf thor nma ustadz ny soleh apa sulaiman ?
Rosananda: ma'af salah nulis.
total 1 replies
Yuzu💕
semangat thor..

salam dari "Ternyata aku keturunan RPD" mampir kak
Rosananda: makasih sudah mampir.
Salam kembali 🙏
total 1 replies
Dhina ♑
maaf 🙏🙏

"Tak mungkin... Semua rompi kan di jepit, Enggak mungkin fi terbangkan angin.

itu ☝️☝️ ga mungkin di terbangkan angin 🤔🤔
Dhina ♑: semangat berkarya, pantang menyerah
total 2 replies
Nova Marlina
ini nama suaminya anjar ap angga sih ?☺️
Rosananda: terimakasih koreksinya 🙏
total 2 replies
Nova Marlina
suka deh ceritanya..😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!