Ini season ke 2 dari Istri manja tuan Kusuma. Menceritakan anak kembar mereka, Biru dan Jingga yang telah dewasa.
Biru adalah pengusaha muda berbakat yang bersifat dingin. Tapi dia sangat hangat dan baik kepada saudara kembarnya, Jingga.
Jingga adalah gadis muda yang berusaha mewujudkan mimpinya menjadi model terkenal. Dia terlihat dingin dan acuh tak acuh, tapi sangat manja terhadap sang kakak, Biru.
Mereka selalu saling melindungi tanpa menyebar luaskan identitas mereka sebagai anak dari konglomerat.
Akankah mereka menemukan cinta yang membuat mereka menunjukkan sikap hangatnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kami tidak akan bersikap mudah, karena dia sudah melewati batasnya!
Mereka berjalan meninggalkan para dokter, hingga tibalah mereka dikamar yang telah dituju.
" Kalian tunggulah disini! " Kata Yudha memberika perintah kepada para pengawal.
Para pengawal menganggukkan kepala dan menunggu di depan pintu.
Tok tok tok
Ceklek
Pintu kamar terbuka. Terlihat Ji sedang berbaring di atas tempat tidur rumah sakit. Kepala dan kakinya di perban dan ada lebam dan lecet di tangan dan kakinya.
Bi duduk di samping Ji
" Ya ampun Ji,,, Bagaimana bisa seperti ini? "
Gina berjalan dengan cepat menghampiri Ji, terlihat wajahnya sangat khawatir begitu juga Yudha dan Vio
Bi yang duduk di samping Ji langsung berdiri dan membiarkan maminya duduk disamping Ji
" Mami, papi!"
Sapa Ji dan Bi bersamaan
" Bagaimana bisa terjadi hal ini sama Ji? Bi, apa kamu sudah tahu sesuatu? " Yudha bertanya kepada Biru dengan nada yang serius.
" Ini salah Biru pih, Biru tidak langsung memberi pelajaran pada orang yang berusaha mencelakai Ji. Jadi dia bisa seenaknya kepada Ji. Bi minta maaf "
Bi masih menjawab dengan tenang
" Ini juga salah Ji pih. Ji terlalu mudah kepada mereka. Ji tahu rencana mereka tapi Ji malah jatuh dari bukit. Ini bukan salah Bi, Ji yang larang Bi bertindak, karena Ji yang mau berurusan dengan mereka "
Yudha tersenyum melihat kedua anaknya saling melindungi. Dia berdiri di samping Gina dan merangkul pundak istrinya sambil berkata dengan lembut
" Sudahlah, yang penting Ji baik - baik saja. tidak perlu dipermasalahkan lagi"
" Tapi papi tidak suka jika ada yang berani mencelakai keluarga papi. Dia harus merasakan sakit yang sama, bahkan lebih dari yang kalian rasakan " matanya memancarkan kilatan tajam yang berbahaya
" Papi tidak usah khawatir. Kami tidak akan bersikap mudah mulai sekarang. Karena dia sudah melewati batasnya. Bi akan pastikan dia menyesal atas apa yang telah dilakukannya pada Ji "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sella dan Alisa sedang berbincang di ruangan Alisa
" Apa kamu sudah mendengar kabar tentang Ji? Kita harus memulai sandiwara kita agar tidak ada yang curiga kalau kita sengaja meninggalkan Ji di atas bukit! " Alisa bertanya dengan acuh tak acuh
" Aku belum mendengar berita apapun tentang Ji. Sepertinya belum ada yang menyadari kalau Ji tidak ada "
Sella berkata sambil mengangkat kedua bahunya
" Kalau begitu, kamu keluar dan bilang pada orang - orang kalau Ji tidak ada! " Kata Alisa dengan tersenyum sinis
" Baiklah, aku mengerti! "
Sellapun berjalan keluar dan mulai merubah raut wajahnya dan mendekati kru dan model lain
" Permisi, apa kalian melihat Ji? "
Dia mulai berakting dan bertanya pada kerumunan kru dengan wajah yang panik
" Bukankah dia model mu? Bagaimana bisa kamu tidak tahu artismu dimana? "
" Tadi aku memintanya untuk menunggu. Ku kira dia akan menyusul ketika kita turun dari Bukit. Tapi aku sudah mencarinya kemana - mana tetap saja tidak menemukannya "
Sella pura - pura menitikan air mata saat mengatakannya.
" Sudahlah tidak usah bersedih lagi, nanti kita akan mencarinya. Tapi sekarang sudah gelap. Kita tidak mungkin kembali kesana untuk mencarinya! "
Sang photografer berkata dengan lembut sambil menepuk pundak Sella pelan untuk menenangkannya.
" Besok pagi - pagi, kita akan kembali ke bukit untuk mencarinya "
Wajah Sella terlihat murung dan air mata tertahan di pelupuk matanya. Tapi dalam hati dia tertawa dengan puas
" Lihatlah Ji, ini balasan karena kamu berani menjebakku sewaktu di hotel. Mulai sekarang kamu tidak akan berani lagi bersikap sombong kepadaku. Hahaha "
Sella mengambil ponsel yang ada disakunya untuk menghubungi seseorang tetapi..
tuut tuut ( Nomor yang anda tuju tidak dapat dihibungi )
" Aach ada apa dengan pak Malik? Dari kemarin aku tidak dapat menghubunginya. Dia bilang sangat ingin bersama dengan Ji, Tapi disaat seperti ini dia malah tidak bisa dihubungi. Lebih baik aku datang ke perusahaan miliknya saja. Huh menyebalkan! "
Sella menghentakkan kakinya karena kesal
\=\=\=\=\=\=\=\=
Bi sebelumnya telah meminta Alex untuk mencari informasi mengenai Sella dan Alisa. Karena Ji mendengar Sella dan Alisa yang memiliki rencana meninggalkannya di bukit.
" Lex tolong aturkan pertemuan ku dengan Alisa. Aku harus bertemu secara pribadi dengannya "
Bi tersenyum sinis saat mengatakannya
" Oke Bi. Tapi papi dan mami mu apakah masih disini? Apa aku harus aturkan hotel disini untuk mereka menginap? "
Tanya Alex dengan santainya
" Mereka masih disini, mungkin sampai Ji sembuh. Tidak usah mengurusi mereka, paman Hendri sudah mengatur semua keperluan mereka selama disini! "
Alex manganggukkan kepala sebagai isyarat mengerti
" Baiklah, aku pergi dulu. O iya satu lagi, kita menerima sebuah tawaran kerja sama dari salah satu perusahaan ternama disini. Namanya,,,, "Belum juga Alex bicara Bi sudah memotong perkataannya
" Nanti saja, kamu yang urus dulu saja masalah di kantor. Aku masih ingin bermain dengan mainan Ji " Bi tersenyum seperti merencanakan sesuatu
" Aku mulai merinding setiap kali kamu menunjukkan senyum seperti itu "
Alex berkata sambil mengusap tengkuknya seperti orang yang merinding