Novel kali ini,menceritakan tentang gadis tomboy yang mencintai lelaki separuh perempuan.Lelaki yang membuatnya jatuh cinta karna tingah kemayunya.
"Omte... kalo kita habis ini ketemu lagi,Fixs kita Jodoh..Aku bakal lamar Omte ya,gak boleh nolak"ucap gadis itu dengan menatap netra coklat yang tengah memoles dirinya.
Lelaki separuh perempuan itu tampak tersipu "iisshhh,lucu banget sih kamu say.. andai aja aku masih doyan ciwiw udah aku embat kamu say"sahutnya mendayu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amma Nada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kakak Ipar
"Nak Rayyan"
"Dokter" balas Cecek dengan senyum mengembang melihat dokter yang dulu menanganinya.Sekarang mereka berdua menunggu lift yang sama.
"Bagaimana kabar kamu sekarang nak Rayyan?"tanya dokter itu.
"Saya baik dok..Dan sekarang jauh lebih baik"sahut Cecek lalu mereka berdua masuk ke dalam lift.
"Wah sungguh… Saya senang mendengarnya,kamu tinggal disini?"tanya dokter baik itu.
"Ya dokter..saya tinggal disini"sahut Cecek "Dokter juga tinggal disini?"tanyanya lagi.
Dokter itu menggeleng "Putra saya tinggal disini,saya hanya berkunjung"ucap dokter itu lalu meangkat bawaannya.
"Saya ingin membantu tapi,saya sendiri begitu banyak bawaan dok"sahut Cecek sambil tersenyum.
"Gapapa.. kamu tinggal sendiri nak? Begitu banyak belanjaan kamu"
"Iya dok,saya tinggal sendiri.. Ini untuk kekasih saya"sahut Cecek tanpa sungkan membuat dokter itu tersenyum.Kemajuan pikirnya.
"Wah.. Selamat nak,kemajuan ya"
Cecek mengangguk setuju "Tapi dok,saya masih sering takut untuk meyakinkan diri saya sendiri dengan hubungan kami.. Ketakutan yang dulu kadang datang kembali"
Ting
Lift mereka sampai pada tempat Cecek membuat mereka berdua menghentikan percakapan mereka.
"Mampirlah ke rumah sakit,kita ngobrol-ngobrol lagi"ucap dokter itu lalu ikut keluar bersama dengan Cecek yang membuat Cecek mengrenyit bingung.
"Dokter turun dilantai ini juga?"tanya Cecek
Dokter itu mengangguk "iya,anak saya tinggal dilantai sini"sahutnya lalu mereka beriringan berjalan dilorong dan yang membuat Cecek kembali terkejut dokter itu berhenti didepan pintu Apartemen milik sahabat kekasihnya berarti dokter ini orang tua dari lelaki yang menjadi sahabat kekasihnya itu.
"Dunia begitu sempit"batin Cecek.
"Dokter saya masuk duluan ya"pamit Cecek.
"Lho Apartemen nak Rayyan disini? Tetanggaan sama anak saya dong ya"sahut terkejut dokter wanita itu.
Cecek mengangguk sambil tersenyum "Kalau begitu saya permisi dokter..Titip salam saya buat Dokter Arya juga"ucap Cecek lalu mengangguk sopan pada wanita paruh baya dan dibalas anggukan oleh dokter wanita itu.Cecek pun masuk kedalam unit miliknya.
🌸
🌸
🌸
Wanita paruh baya itu sibuk didapur,menata masakan yang ia bawa dibantu oleh sag putra.Kalau ditanya kemana Raina,gadis itu tengah buang air besar.
"Ada kemajuan sama Raina nak?"tanya mommy Amira pada sang putra.
Niko menoleh lalu mengangguk "iya mom,sekarang sudah mendingan lah"sahut Niko."Tapi beberapa minggu yang lalu dia 2x kembali histeris karna traumanya"
"Apa pemicunya nak?"
"Yang pertama yang Niko tau,Raina nekat cium cowok.. Gak tau lah Niko dimana pikiran dia saat itu.Yang pasti pas Niko dateng dia udah kacau banget mom.Untung juga saat itu ada Amel yang nemenin dia"tutur Niko "Terus yang kedua pas liat tv disini..Dia keinget babynya,dia balik histeris dan kejadiannya itu malamnya setelah dia beberapa jam tidur dari rasa traumanya yang pertama mom.."lanjutnya.
Mommy Amira mengangguk-angguk mengerti. "Pantau terus dia nak,kamu tau kan.Raina sebenernya lemah,dia hanya pura-pura kuat dihadapan keluarganya"
"Tanpa mommy ingetin,Niko selalu jaga dia mom.. Dia sama Amel berharga buat Niko"
"Makasih sayang… Bangga mommy punya kamu"
"Mommy,Rain laper beneran… Wangi banget"ucap Raina nyaring sambil berlari dan melompati Sofa.Percakapan ibu dan anak itu pun terhenti karna cletukan gadis yang tingkahnya sudah tak asing lagi bagi mereka berdua.
"Hati-hati nak"ucap Mommy Amira yang ngeri sendiri melihat tingkah sahabat anaknya itu.Tapi ia juga suka dengan pribadi Raina sendiri.Itu yang membuatnya ingin menjadikan Raina ini mantunya.
"Abis Rain tergoda banget sama wangi masakan mommy"sahutnya nyengir.Lalu menyomot udang yang digulung oleh tepung roti dengan cocolan saos.
"Tau nih.. gue anak mommy aja kalem,lu yang numpang petakilannya luar biasa"timpal Niko
"Sirik aja sih lu Nik.. ini mommy gue ya,lu mah cuma ngontrak 9 bulan diperut mommy.Yang asli anak mommy tuh gue..Iya kan mom"sahut Raina. Mommy hanya bisa menggelengkan kepala mendengar kedua nya kembali berdebat,apalagi jika Amel datang.Tambah lagi keriuhan mereka.
"Wah.. udah pada ngumpul.."ucap nyaring yang ditunggu-tunggu sudah datang. "Mommy"teriaknya lagi saat melihat wanita paruh baya kesayangannya,tak beda jauh dengan Raina.Amel juga berlari dan melempar tasnya ke sofa lalu memeluk wanita paruh baya itu.
"Rindu banget sama mommy"ucap Amel memeluk tubuh mommy Amira.
"Mommy juga kangen,makanya mommy kesini.Dan beruntung anak-anak mommy pada ngumpul"sahut wanita paruh baya itu "Kamu kurusan nak"lanjutnya melihat Amel yang tampak lebih kurus dari terakhir pertemuan mereka.
"Amel lagi diet mom,buat event 3 bulan lagi.Sekarang udah turun 5 kg dong"
"Eh buset… lu mau seberapa kurus lagi sih Mel,cukup deh.Segini tuh udah cukup kurus tau"timpal Raina yang disetujui oleh yang lain.
"Gue mau pakai baju dari perancang ternama Atika Maheswari Rain jadi harus tampil paling oke dong"
"Serah lu dah… Tapi awas ya sampe lu sakit,gue tutup agensi lu"ancam Raina menyumpal lagi mulutnya dengan berbagai makanan membuat Amel terkekeh.
"Lu gak minum obat diet kan Mel?"tanya Niko menyelidik.
"Ya gak lah,gila apa.. Gue gak terobsesi juga punya badan krempeng kali Nik"
"Bagus deh kalo otak lu masih jalan dengan baik"
"Iya nak,benar kata Niko.. Jangan sampai kamu minum obat diet ya sayang,karna gak baik efeknya buat tubuh kamu"timpal mommy Amira.Amel pun mengangguk patuh.
Mereka pun akhirnya makan bersama meskipun dengan susah payah Raina dan Niko memaksa Amel untuk makan,akhirnya Amel pun kalah dari kedua sahabatnya dan ikut makan bersama.
"Rain,mommy tau dari grup arisan.Kamu diajak emak kamu ke Arisan ya waktu itu dan katanya kamu mau dijodohin sama Axel anaknya bu Mawar.Bahkan ibu-ibu arisan muji penampilan kamu lho Rain,cantik banget kata mereka"
"Uhukk...uhuk"Raina langsung tersedak makanannya dengan cepat Amel menepuk punggung sahabatnya dan Niko juga langsung menyerahkan air mineral pada Raina.
"Aduh maaf mommy bikin kamu kesedakan"
"Gapapa mom,cuma kaget sampai seheboh itu ya mom.Sampai mommy tau juga"
"Iyalah.. mommy sampai debat sama bu Mawar,enak aja calon mantu mommy mau diambil"
Niko hanya menepuk jidat melihat mommynya yang getol akan menjadikan Raina menantunya.Amel hanya mengulum senyum karna ia tak mau ikut masalah rumit seperti ini.
"Apaan sih mom,Niko kan udah bilang gak ada mantu-mantu.Lagian Raina udah punya pacar lho mom"
"Serius???"ucap Amel kaget sambil menatap sahabatnya.Diangguki oleh Raina dan Niko."Omte?"lanjutnya yang kembali diangguki keduanya.
"Yah.. gagal mommy jadiin kamu mantu"sahut mommy Amira "Kalo gitu Amel aja yang jadi mantu mommy"
Amel langsung menggeleng cepat dan Niko pun melakukan hal yang sama.
"Apa yang salah sih sama anak ganteng mommy,dia tampan,pinter masa kalian gak ada yang naksir sama putra mommy"
Amel dan Raina saling berpandang,lalu menggeleng bersamaan."Rain anggap Niko orang paling spesial mommy,tapi kalo buat jadi pasangan.Gak ada cinta-cintaan dipersahabatan kami"ucap Raina.
"Bener kata Rain mom,Amel juga anggap Niko kayak abang Amel sendiri.Gak mungkin dong Amel yang cantik ini nikah sama abang sendiri"timpal Amel lalu terkekeh.
"Dih.. bilang aja sih lu lagi ngarep seseorang"cletuk Niko yang mendapat pelototan oleh Amel dan tatapan menyelidik dari Raina pada kedua sahabatnya.
"Maksut lu apaan Nik?"selidik Raina.
"Dasar gak peka"sahut Niko.Amel hanya pasrah jika memang Raina tau kebenarannya,ia menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"Lu berdua sembunyiin sesuatu dari gue"ucap marah Raina membuat kedua sahabatnya meneguk susah payah saliva mereka,karna jika anak emak Jenab ini merajuk berat urusannya.
"Amel suka sama bang Edo"sahut Niko.
"What??????"ucap terkejut Raina lalu menatap sahabatnya. "Serius Mel lu suka sama abang? Kok gak ngomong ke gue"
Amel malu,ia hanya menundukkan kepalanya dihadapan sahabatnya.Ia benar-benar malu.
"Kalo lu bilang ke gue,gue pasti setuju kalo lu jadi kakak ipar gue Mel"ucap Raina lagi lalu memeluk Amel dari samping.
"Beneran kalo gue bilang lu bakal bantuin gue?"
"Iyalah .. "ucap Raina penuh semangat "Asal jangan lupa lah ininya harus ada"lanjutnya dengan menggesek jempol dan ibu jarinya lalu nyengir dihadapan Amel.
"Sialan emang.. Matre lu,kaga ikhlas bantuin temen sendiri"sahut Amel.
Tiba-tiba ada panggilan di ponsel Raina membuat Raina beranjak dari duduknya dan melemparkan dirinya ke Sofa untuk meambil ponsel.
"Jangan petakilan Rain"tegur Niko bar melihat tingkah Raina.Sedangkan orang yang ditegur tak memperdulikan,malah sibuk tersenyum melihat ID seseorang di ponselnya tengah memanggil.
"Hallo"
"Hallo..Siapa ya?"jawab Raina.
"Jahat banget sih… Nomer aku gak kamu simpen yank?"sahut tak suka siapa lagi kalau bukan Cecek.
"Hehe… Bercanda sih yank,jangan ngambekan deh"
"Iya aku tau kok,kan kamu sayang aku kan"
"Sayang gak ya .. Em.. "sahutnya seakan tengah berfikir "Sayang deh… Sayang cuma kamu aja yang bikin hati aku jumpalitan hehe...hehe"lanjutnya.
"Cih… gitu ya,yank ntar kalo pulang dari Apartemen temen kamu.Mampir kesini ya,aku ada sesuatu buat kamu"sahut Cecek
"Siap bos.. sesuatu nya harus yang special ya yank"
"Iya sayang"
Keduanya pun larut dalam obrolan,sampai Raina tak lagi melanjutkan makannya.
🌸
🌸
🌸
Sedangkan ketiga manusia yang tengah makan itu hanya bisa memandang bingung melihat tingkah Raina yang benar-benar belum mereka lihat sebelumnya.Rania terus mengembangkan senyum sembari menelfon dan kakinya tengah menendang-nendang udara dengan sesekali tertawa.
"Raina sering gitu nak?"tanya mommy Amira
"Gak pernah mom.. Baru kali ini"sahut Niko.
"Iya bener mom,Amel juga baru liat dia kaya gitu"timpal Amel yang masih memandang tingkah Raina.
"Dia benar-benar jatuh cinta.. Mommy senang akhirnya senyum dia yang udah lama hilang balik lagi sekarang"ucap Mommy Amira.
Yang diangguki setuju oleh kedua remaja itu.
"Tapi kalo mommy tau orang yang di cintai anak mommy itu pasti mommy kaget"ucap Amel membuat mommy Amira menatap Amel.
"Emang kenapa sayang?"
"Yang disukai Raina itu benc*ng mom"
"Maksutnya? Cewek jadi cowok kah?" Tebak Mommy Amira langsung.Itu yang dari dulu Mommy Amira takutkan tentang trauma Raina.
"Bukan mommy,tapi cowok setengah cewek"sahut Amel membuat mommy Amira tersenyum setuju.
"Syukurlah.. semoga ini awal untuk kesembuhan Raina ya sayang.. Kita doakan aja sambil kasih support dia terus"ucap Mommy Amira pada keduanya.
"Ya mommy"sahut keduanya.
🌸
🌸
🌸
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam,dikediaman Bapak Adrian semua tengah mengumpul untuk makan malam.Tinggal menunggu Edo sang putra datang karna sudah berjanji malam ini akan ikut makan malam bersama.
"Bi,puding tadi jangan dibagi semua ya… Sisain buat Raina yang banyak"ucap Raina pada sang bibi untuk puding pemberian kekasihnya.Ya.. Cecek membuatkan Raina Puding Caramel yang sangat enak.Bahkan melihat tampilannya saja berkali-kali Raina khilaf menyendokkan puding itu ke dalam mulutnya.
"Ngasih kok gak ikhlas.. bagi-bagi yang adil dong"timpal emak yang menata masakannya.
"Dih emak.. itu kan yang dikasih Raina,jadi terserah Raina dong minta bagian banyak"sahut Raina.
"Emang siapa sih yang ngasih"
"Pacar Rain lah"
"Cowok?"
"Gak mak… Cewek"sahut Raina.
"Raina"teriak emak sedangkan tersangkanya sudah ngibrit lari sebelum sendok melayang dikepalanya.
Setengah jam menunggu kedatangan sang putra,akhirnya Edo pun datang.Tapi terlihat ia tak sendiri datang ke rumah kali ini,tapi membawa seorang wanita.
"Mbak Putri"sapa Raina lalu berjalan menghampiri wanita yang sudah lama sekali ia tak pernah terlihat.
"Hay Rain"sahut Putri,tapi ia mengrenyit melihat penampilan Raina tampak seperti lelaki dengan kaos besar dan celana komprang lalu rambut yang dikuncir kuda.
Mereka pun berpelukkan karna tak Raina pungkiri,jika dia merindukan wanita yang baik dihadapannya itu.
"Belum berjuang udah tumbang deh kayaknya lu Mel"batin Raina saat memeluk wanita dihadapannya.Ia tersenyum miris mengingat sahabatnya.
...💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜...
...Yah... Kasian si Amel,belum apa-apa udah ditikung.. ...
...Kalian lebih setuju Bang Edo sama mbak Putri,Amel atau Otor nih guys... ...
...Sama otor aja ya bang Edonya 🤣.Biar mereka berdua gak pada rebutan 😁....
...💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜...
...Para sahabat Raina dan Kak Cecek,terus dukung kisah cinta jumpalitan mereka ya.... Tinggalin jejak kalian,kasih komen,love,like and vote kalian untuk mereka. Komen kalian berarti banget buat aku 🥰🥰...
...Dukung terus otor amatir ini ya sahabat....
...😍🤗Salam sayang dari Rain and Kak Cecek🤗😍...
Kamu berhasil memasak dengan baik
Rain mengisi sendok
bukan meletusnya
Mengapa selalu, setelah tanda baca, tidak spasi dulu. Jadi tulisan nya kumpul begitu 🙏🙏
Atau beku mungkin.
Atau....... hidungnya, matanya, bibir nya..... kuping nya, ada yang hilang ga 🤔🤔
Ini tidak boleh terjadi
Sembuh lah kau Yuan
enak tahu ga
Nyosor kayax bebek 🦆🦆🦆
mengayun-ayunkan