NovelToon NovelToon
Menua Bersamamu

Menua Bersamamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintamanis / Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:11.2M
Nilai: 5
Nama Author: Casanova

Menikahi Majikan Ibu — Season 2

Genre : Komedi Romantis

Perjalanan rumah tangga Barata Wirayudha, pemilik BW Group yang menikahi putri dari pembantunya sendiri, Bella Cantika.

Perbedaan umur, latar belakang dan karakter membuat rumah tangga keduanya menjadi berwarna.

Bara yang temperamen, arogan dan mudah terpancing emosi, tetapi ia seorang yang penyayang keluarga dan daddy terbaik untuk putra-putrinya.

Bella yang lemah lembut dan dewasa, terkadang suka ketus pada suaminya berusaha menjadi ibu terbaik untuk anak-anaknya di usia yang masih muda.

Keduanya tidak romantis tetapi bercita -cita memiliki kehidupan rumah tangga yang romantis. Apakah rumah tangga mereka tetap berjalan mulus di tengah perbedaan?

Ikuti kisah rumah tangga Bara dan Bella bersama putra putrinya, Rania Wirayudha, Issabell Wirayudha dan The Real Wirayudha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Casanova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Mencintaimu yang sederhana

"Kai, tolong jangan memanas-manasi suamiku," pinta Bella dengan nada memelas. Menarik tangan sahabatnya supaya menjauh. Ia tidak mau terjadi kericuhan di dalam rumah tangganya karena omongan asal Kailla. Sebagai istri, ia tahu jelas bagaimana Bara yang cemburu buta sampai logikanya tidak berjalan.

"Sudah Boo, Om Bara itu harus dipanaskan. Jangan terlalu kaku pada suami. Kalau harus digoda, ya digoda. Kalau harus dipanasi, ya dipanasi. Dia itu suami kita, bukan orang yang harus ditakuti. Kalau ada yang perlu ditanya, ya harus ditanya. Jangan disimpan di dalam hati. Masalah itu datang karena keduanya tidak mau terbuka, saling menyimpan tanya dalam hati," bisik Kailla menasehati.

"Jangan gengsi kalau cemburu. Tunjukan padanya, kalau memang kita tidak suka. Ah ... aku kesal pada Om Bara. Dia sudah tahu istrinya cantik, tetapi sengaja tidak mau mengakui. Demi apa coba!" lanjut Kailla mengomel tidak berkesudahan. Tatapannya mengarah pada Real. Anak kecil itu sedang sibuk membongkar mainan mobil-mobilan yang baru dihadiahkannya.

Menarik napas kasar, Kailla menatap Bara. Melihat Real, panas di dalam hatinya sedikit mereda. Anak kecil lucu itu sanggup mengalihkan dunianya. Ia yang sudah menikah empat tahun lebih, sampai sekarang masih belum berkesempatan menjadi orang tua.

"Sudah, Kai. Aku mohon. Aku tidak mau dicemburui Mas Bara. Cemburunya itu berlebih dan sangat tidak masuk akal." Bella memohon.

"Aku tidak memanas-manasi, Boo. Itu fakta yang tidak terbantah. Bukankah semua orang juga mengatakan kamu cantik, Bell. Jangan berkecil hati, di rumahku masih banyak stok laki-laki yang matanya tidak rabun. Bisa menilaimu dengan jujur. Aku akan meminta mereka menilaimu, pasti jawaban mereka lebih fair. Apalagi kalau bertanya pada Kak Ricko-mu itu, pasti jawabannya SEM ... PUR ... NA!" ungkap Kailla secara terang-terangan. Kalimat yang ditujukan pada Bella itu juga ditujukannya pada Bara. Dengan sengaja membuat Bara kebakaran jenggot hanya dengan menyebut satu nama.

"Eh ... kamu jangan membawa-bawa Ricko di sini. Kalau tidak mau ada pertumpahan darah." Bara terpancing kembali. Tadinya ia sudah bahagia melihat Kailla emosi dan kesal, tetapi bola panas berbalik padanya saat nama Ricko, sang musuh bebuyutan dikumandangkan.

"Sudahlah Kai. Kenapa setiap bertemu suamiku, kamu selalu mengajaknya bertengkar," keluh Bella.

"Sudah, tenang saja, Boo. Aku bertengkar dengan Om Bara bukan sekarang saja. Sejak zaman mobil rodanya masih dua, kami sudah tidak akur. Untung bukan suamiku. Kalau Om Bara itu suamiku, sudah aku pulangkan kepada ibu bapaknya," cerocos Kailla terbahak melihat Bara yang semakin melotot padanya.

"Ya Tuhan, anak ini. Bagaimana Pram bisa tahan. Kalau istriku, sudah kuceraikan saat di pelaminan, di hadapan para tamu undangan." batin Bara. Kerongkongannya tercekat. Tidak bisa berkata-kata.

"Ya sudah, Om. Aku permisi dulu." Kailla menyudahi omelannya. Bibirnya lelah sejak tadi mengoceh panjang lebar. Ia juga sudah puas saat melihat wajah Bara memerah menahan kesal karena ulahnya.

"Eitts, kamu mau ke mana?" tanya Bara berusaha menahan.

"Mau pulang ke rumah, Om. Suamiku sudah tidak sabar ingin melihat penampilan baruku. Dia sedang merangkai kata indah untuk memuji penampilanku," jelas Kailla.

"Aku tidak yakin, rambut jerami kering seperti ini bisa mendapat pujian Pram." Bara tergelak.

"Sudah dulu Om, bibirku capek berdebat denganmu. Bye, Bella. Besok kita jalan lagi."

"REAL ... Onty Kai pulang dulu. Besok kita jalan-jalan. Beli mobil-mobilan yang lebih besar, ya." Mendengar suara Kailla, Real meloncat turun dan menghampiri.

"Makasih, Onty." Real meraih tangan Kailla.

"Sama-sama, Sayang." Kailla membungkuk dan menghadiahkan kecupan di kedua pipi gembul Real.

Deg--

"Anak ini hebat juga bisa melunakan Real." batin Bara.

***

Sampai malam tiba, Bara masih saja belum puas. Kalau tadinya ia mempermasalahkan penampilan Bella, saat ini ia lebih fokus pada pria yang mendekati istrinya.

"Bell, Kailla serius dengan ucapannya tadi siang?" tanya Bara berjalan mendekat pada istrinya yang sedang mengeringkan rambut pirangnya.

"Aduh, Mas ... Kailla itu sejak dulu tukang rusuh. Kata-katanya itu tidak bisa dipercaya. Kailla sengaja memanasi, Mas." Bella menjelaskan.

"Jujur padaku, Bell. Tidak ada yang mendekatimu selama di mall tadi, kan?" tanya Bara penasaran. Diletakannya kedua tangan di pundak Bella. Rambut pirang kekuningan itu melambai-lambai tertiup hairdryer.

"Tidak ada, Mas. Aku tidak pernah bermain-main di belakangmu, Mas. Kamu yang terbaik, Mas." Bella memuji. Berusaha mengambil hati Bara.

"Kamu serius, Bell?" tanya Bara sedikit membungkuk. Kalimat terakhir Bella sanggup melambungkannya ke udara.

Bella mengangguk dan mematikan pengering rambut di tangannya. Menghentikan suara berisik dari hairdryer supaya bisa bicara dengan tenang.

Perlahan Bara mendekatkan bibirnya di telinga Bella, membisikan kata cinta sekaligus pujian yang membuat istrinya yang berganti melambung ke udara sehingga lupa daratan.

"Kamu cantik dengan penampilan barumu, Bell. Hanya saja aku tidak mau kamu terlihat seperti ini. Aku tidak bisa bekerja dengan tenang." Bara berkata pelan.

“Aku tidak mau ada yang menggodamu. Rumah tangga itu cukup aku, kamu dan anak-anak. Aku tidak mau ada orang ketiga. Aku belajar dari pengalamanku bersama Brenda dulu. Kurang trend apa Brenda. Dia dokter kecantikan, penampilan bak model kelas dunia. Aku tidak pernah mempermasalahkan, dia mau berpakaian seperti apa, berdandan seperti apa. Pada akhirnya aku harus menerima pengkhianatannya. Dan aku tidak mau kejadian yang sama menimpa rumah tanggaku sekarang, Bell. Aku lebih memilih istriku berdaster lusuh, tinggal di rumah mengurus anak saja dibanding mendapatkan wanita cantik sekelas artis papan atas, tapi jadi milik semua laki-laki di luaran sana,” jelas Bara.

“Jadi ... Mas lebih suka aku dekil dan tampil apa adanya?” tanya Bella.

“Apa itu adil untukku, Mas? Aku juga wanita, menyukai kecantikan dan pujian,” ucap Bella.

“Bukan dekil, Bell. Sederhana maksudku. Aku lebih mengagumi saat kamu berhasil membawa anak-anakku menjadi anak-anak yang baik. Itu sudah cukup sempurna. Cukup berdandan sederhana, jangan berlebihan, cukup berpakaian sederhana dan pada tempatnya. Kalau ke kondangan sesekali aku tidak mempermasalahkan ... tetapi kalau kamu ngotot mau berdandan seperti tadi siang setiap hari, aku tidak menyukainya. Kamu boleh melakukannya saat di kamar bersamaku.” Bara terbahak.

Bella cemberut seketika.

“Untuk apa berdandan cantik? Untuk dilihat semua orang? Kamu itu istriku, Bell. Bukan istri sejuta umat. Jadi cukup jadi wanita cantik, menawan dan menggoda di depanku saja. Di luar sana, cukup berpenampilan seadanya. Aku tidak masalah orang-orang mengatakan kalau aku suami tidak tahu diri, membiarkan istrinya berpenampilan sederhana. Aku hanya ingin rumah tanggaku tetap utuh tanpa godaan pria lain.”

Bella tersenyum, pipinya bersemu merah mendapati sikap posesif Bara.

"Besok, warnai hitam kembali, Bell,” pinta Bara sambil membelai rambut pirang Bella yang terjuntai di bahu. Begitu lembut bak sutra keemasan.

“Cantik, tetapi aku lebih suka kamu dengan rambut hitammu,” puji Bara.

"Ya, Mas."

"Aku mencintaimu, Sweetheart. Mencintai gadis ingusan yang bau keringat dan debu dengan seragam putih abu-abunya dengan rambut dikuncir kuda. Jangan berubah seperti wanita-wanita di luar sana. Karena istriku sudah sempurna dengan kesederhanaannya. Aku bisa memilih gadis manapun untuk kujadikan istri. Cantik, putih, mulus, tetapi aku memilihmu. Cukup ingat saat aku menunjukmu, kamu hanya gadis biasa."

Bella mengangguk menatap suaminya dari pantulan cermin di meja rias. Sedetik kemudian, ia berbalik dan memeluk Bara. “Aku juga mencintaimu, Mas.”

***

1
I'm lala
seperti biasa ceritanya bagus. sebenarnya udah pernah baca cerita ini sama kalila dan cerita" lainnya sampai beribu" eps, sebelum ganti ke apk wat*ad trus ke f**zzo. karna udah bosan cerita yang di dua apk itu kembali lagi ke apk ini, dimana apk ini yang membuat aku pertama kali jadi hobi baca novel online
Permata Sarlia
wah karya yg bgus
ERNY TRY SANTY
dadady
ERNY TRY SANTY: dady bara luar biasa ,bikin ngakak terus karena omongan atau kelakuannya 🤣🤣🤣
total 1 replies
ERNY TRY SANTY
tiap saat,ada aja gebrakan yg tak terduga 😂😂😂😂.... pengasuh baby Ella sungguh luar biasa 😂😂
ERNY TRY SANTY
🤣🤣🤣🤣..bara bikin kesel plus ngakak sama kelakuannya 🤣🤣🤣
ERNY TRY SANTY
🤣🤣🤣🤣...makin ke sini ,makin ke sana koplak nya bara😂😂😂
ERNY TRY SANTY
Rahmat Hidayat, nasibmu ngenes banget..ga bpk ga anak ,sama" bikin dunia nya jungkir balik 😂😂😂
ERNY TRY SANTY
bara bener keterlaluan ya , curigaan Mulu sama utusannya kaila 🤣
ERNY TRY SANTY
KAI SM bara ,sama" koplaknya😂😂
ERNY TRY SANTY
😂😂😂. good job kai..aq suka klo dia udh debat SM Bara😅
Anonymous
Namanya saja novel
bacaan ringan disaat wsktu luang
hiburan bukan bacaan spiritual 🙏🙏🤭
Borahe 🍉🧡
Hahahaha 😂😂😂
Borahe 🍉🧡
Hahaha😄😄
Borahe 🍉🧡
Hahaha lucu banget
Eka_Pramesti
suka
itin
umur tua pemikiran bocah SD yang suka ngebully si bara. gimana kalau bella sama sawannya minta donita dipecat ga boleh lagi ada disekitaran bara
itin
ya kali didepan orang banyak dasteran tapi didepan suami bisa hot pants 🤭🤣😄
pemahaman rumahtangga bara pasca penghianatan brenda sang mantan istri membuat ruang bella terbatas. kalau bara suamiku sudah ku tukar tambah
itin
pria disini pun begitu menginginkan istrinya utk memikirkan dirinya juga jangan hanya rumah anak dan suami. tapi begitu diikutkan malah protes sama seperti bara ini ono kucrut apalah apalah ga sesuai bla bla bla alasan sama "karna kamu istriku dan aku suamimu" prettt 😄😄😄
itin
kepekaan insting lakilaki
itin
artinya selama itu pernikahan bara dan bella komunikasinya hanya sebatas tugas dan tanggung jawab saja belum sampai ke hal yang prinsipal. seolah bella dituntut jadi cenayang yang harus bisa baca pikiran bara.
bara masih agak jauh dari perfeksionis seorang pimpinan dan kepala keluarga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!