NovelToon NovelToon
Arley & Ana

Arley & Ana

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:292.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Yulia

Pertemuan yang tak di sengaja dalam sebuah pesawat. Hingga menimbulkan ketertarikan dan akhirnya menghadirkan benih cinta di hati seorang pria tampan
Arley Mahardika Altezza pada seorang
gadis cantik Attilah Nasya Ardilla (Ana).
Sementara sang Presdir mempunyai kekasih yang telah dijodohkan dengannya karena balas budi.

Kisah cinta mereka semakin rumit setelah di ketahui ternyata mereka adalah kakak dan adik, sementara mereka telah melakukan hubungan terlarang.

Bagaimana kisah cinta Presdir tampan bersama adiknya ini selanjutnya?
Mampir dan Ikuti yaah...🙏

Dukung author...🙏
dengan memberi like, rate, hadiah, vote, komentar biar author tambah semangat untuk up terus 😊

Karya ini di terbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia. Isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

...Happy Reading....

Roy berteriak teriak histeria di ruang mereka.

"Mimpi apa gue semalam? ya Allah ini benar benar surprise paling terindah dalam hidupku. Ya Allah.. terima kasih terima kasih." ucapnya tak berhenti mengucap rasa syukur.

Dia berkali-kali memeluk Risma Ririn dan Ana secara bergantian. Mendapatkan posisi sebagai Manager di perusahaan dia tidak bermimpi. Tapi ini malah mendapatkan posisi yang sangat penting dengan jabatan tinggi sebagai Direktur perusahaan.

"Syukur deh kamu masih ingat Allah saat lagi senang begini. Aku pikir kau lupa kepada-Nya. Jangan lupa tuh Ngucapin terima kasihnya yang benar," cibir Ana.

Roy terkekeh.

"Siap Nona manis. Mulai sekarang gue nggak akan putus putus lagi untuk sujud kepadanya."

"Jangan lupa juga sedekah."

"Iya, terimakasih sudah mengingatkan."

"Dan jangan lupa traktir kita makan siang selama sebulan ya pak bosku?" seru Risma tersenyum seraya mengedipkan sebelah mata.

"Benar tuh...." timpal Ririn.

"Terus kita manggil lo apa sekarang? Roy atau pak bos? Secara gua udah terbiasa manggil nama lo." kata Risma.

"Biasa aja guys, Sesuaikan dengan keadaan dan situasi aja. Kalau lagi ngumpul begini, kalian bebas manggil aku apa aja." kata Roy.

"Siap pak direktur." kata Risma tersenyum kecil.

"Hey guys, ngomong ngomong siapa ya seseorang yang di maksud pimpinan mengatakan kinerja lo baik?" kata Ririn.

Mereka saling berpandangan. Kemudian langsung menoleh pada Ana.

"Lo pasti ya An? Tadi kan lo di undang sama pimpinan." kata Ririn kembali.

Ana menghela nafas lalu menelan ludah.

"Pak Arley tadi bertanya padaku, di antara kalian bertiga siapa kinerjanya yang paling bagus. Aku katakan kuantitas dan kualitas kerja kalian bertiga sangat baik. Hanya saja kelebihannya Roy adalah selain bekerja di kantor, Roy juga sering turun melakukan pekerjaan di lapangan." katanya menjelaskan.

"Ana__terimakasih sudah muji muji dan membanggakan aku pada Presdir." Ucap Roy histeria dan langsung memeluk Ana.

"Apa yang kau lakukan? Jangan memeluknya Brengsek." sebuah sentakan keras terdengar dari pintu.

Mereka kaget dan langsung mengalihkan pandangan ke pintu.

Terlihat Arley berdiri dengan tatapan tajam pada mereka sambil menahan kemarahan.

Mereka terbelalak.

Arley segera mendekat pada mereka, menarik Ana dari Roy. Kemudian memelintir tangan kiri Roy di putar ke belakang lalu melayangkan tinjunya ke wajah pria itu.

Roy memekik keras menahan kesakitan.

Ana Risma dan Ririn menjerit takut. Risman dan Ririn segera memegangi Roy.

Sedangkan Ana di pegang kuat oleh Arley.

"Beraninya kamu meluk meluk kekasihku. Akan ku patah kan tanganmu itu." sentak Arley menunjuk kuat pada Roy.

Hah?

Ana terkejut. Dia langsung membekap mulut Arley. Dan lebih terkejut lagi Roy Risma dan Ririn mendengar perkataan pimpinan mereka ini."Kekasih??" ucap mereka hampir bersamaan dengan mata membulat.

"Bapak ngomong apa sih?" kata Ana menatapnya kesal.

"Sayang, sudah kukatakan aku tidak suka dia menyentuh mu." sentak Arley kembali.

Ana semakin kesal. Dia menepuk jidatnya.

Ingin sekali dia menampar mulut pria ini karena bicara sembarangan.

Roy Risma dan Ririn kembali terkejut dengan panggilan "Sayang" Presdir mereka pada Ana.

Roy bahkan sudah lupa dengan rasa sakit di tubuhnya. Ketiganya saling berpandangan.

Lalu menatap pada Ana dan pimpinan mereka bergantian.

"Kekasih apa sih? kita belum jadian, saya belum menerima bapak kan?" bisik Ana menatap tajam.

"Sudah ku katakan kamu milikku dan aku milikmu. Kita sudah sah jadi pasangan kekasih sejak penyatuan.....!" ucapannya terpotong karena Ana kembali membekap mulutnya kuat.

"Udah diam, jangan ngomong lagi." kata Ana cepat dengan mata mendelik. Raut wajahnya memelas agar pimpinnya ini tidak banyak bicara lagi.

Arley melepaskan bekapan di mulutnya, lalu dengan gerakan cepat mengecup bibir Ana.

"Kau kekasihku sayang, kau milikku." katanya kemudian.

Risman Ririn dan Roy kembali terbelalak.

Ana menutup wajahnya menyembunyikan rasa malunya dari tatapan ke tiga temannya.

"Kamu tidak perlu lagi menyembunyikan hubungan kita pada mereka." kata Arley.

"Dan kalian bertiga, bisakah kalian menutup mulut untuk hal ini?" melihat tajam pada Roy Risma dan Ririn.

"Bi bisa pak, kami akan menutup mulut rapat-rapat. Kami berjanji." jawab mereka segera secara bersamaan di antara keterkejutan yang masih melanda.

"Dan kau, jangan lagi meluk meluk Ana sesukamu." menunjuk Roy.

"Siap pak, maaf, saya tidak mengetahui kalau Ana kekasih bapak." kata Roy segera dengan sigap. Dia melirik pada Ana sekilas karena menyembunyikan hubungannya dengan pimpinan pada mereka bertiga.

"Roy tuh biasa ngelakuin hal ini pada kami bertiga. Dan itu hanya sebagai teman saja, kenapa bapak mukul dia?" kata Ana menatap tajam.

"Mulai sekarang jangan lagi dia menyentuh mu, meski hanya sebagai sahabat. Kau juga harus jaga jarak dengannya." kata Arley dengan suara agak meninggi.

"Ya ampun," Ana kembali memaka dahinya gusar.

"Ambil tasmu, kita akan pergi ke luar." kata Arley.

"Kemana? Ini sudah waktunya shalat ashar."

"Kita akan Shalat di luar. Dan kalian bertiga, ikutlah bersama kami." melihat pada Roy Risma dan Ririn.

"Apa kalian punya mobil?" tanyanya kembali.

"Tidak punya pak." jawab Roy. Jangan mobil, untuk memiliki kendaraan dua saja harus nyicil.

"Kalian bisa pakai mobil kantor. Bawa Ana ke mesjid An Nur. Heru akan memberi tahu lokasinya. Kita bertemu di sana." titah Arley.

Lalu segera melangkah menuju pintu, yang di sana sudah menunggu Heru dan Joy.

Dengan di penuhi berbagai pertanyaan masing masing segera mengambil tas kerja dan cepat mengikuti langkah pimpinannya.

Dalam perjalanan. Ana di berondong berbagai pertanyaan oleh ketiga sahabatnya.

"Anaaaaaa..." teriak Roy keras menatap kesal.

Ana menutup kupingnya kuat. Begitu juga Risma dan Ririn.

"Apalagi yang lo sembunyikan dari kami?" sentak Roy di sela menyetir.

"Sejak kapan hubungan lo sama presdir? Lo ngomong ke kita cepat, jangan menyembunyikan apapun lagi." sambung Risma menatapnya tajam.

"Udah curiga gue ke lo, gue udah merasa kalau lo sama presdir tuh punya sesuatu." timpal Ririn yang memang merasa ada filing mengenai kedekatan Ana dengan Arley.

"Katanya kamu tidak mengetahui kalau dia pimpinan kita, tapi ternyata kau sendiri kekasihnya." sambungnya.

Ana jadi pusing dengan pertanyaan pertanyaan itu.

"Ana, jangan diam aja dong, cepat jawab." Risma menekan nekan pipi kanannya.

"Ya ampun kalian ini, diam__aku pusing dengarnya." teriak Ana seraya memegang kepalanya.

"Pokonya lo ngomong sekarang, jangan menutupi apapun dari kami." Ririn dan Risma menarik narik lengannya.

"Aduuhhh, diam kalian semua, kuping aku sakit nih. Aku sendiri bingung sejak kapan aku jadi milik si pria itu. Dianya aja yang maksa aku jadi kekasihnya. Ngaku ngaku sembarangan lagi." kata Ana kesal.

"Apa? Presdir maksa lo jadi kekasihnya?Artinya presdir suka sama lo An__"

"Katanya sih begitu. Dia suka sama aku__cinta sama aku." kata Ana pelan.

"What???? benar Presdir bilang cinta sama lo? Gimana ceritanya presdir suka sama lo? sejak kapan An? Ayo cerita dong, lo bikin tensi gue naik deh." kata Roy semakin kesal karena penasaran.

"Katanya dia suka sama aku saat pertama kali melihat ku di pesawat." kata Ana pelan.

"Maksud lo pesawat yang lo naikin saat kembali ke Jakarta? pesawat pribadi pak Arley?"

"Bukan, pesawat komersial yang aku naiki saat pergi ke bali. Di pesawat itu pertama kali dia melihat ku__Kami bertemu. Tapi aku tidak mengetahui kalau dia Pimpinan kita."

"Terus??"

"Aku gak tahu kalau penumpang yang di sebelahku adalah dia. Saat itu dia sedang tertidur dengan wajah tertutup masker. Katanya dari situ dia suka dan tertarik sama aku. Lalu dia melihat aku kembali di perayaan ulang tahun perusahaan di hotel di bali. Katanya dia jatuh cinta sama aku, terus saat aku mabuk minum minuman Roy. Seorang pria bernama Bram memanfaatkan ketidak sadaran ku saat aku menuju kamar ku. Pria itu hendak berbuat hal tidak senonoh padaku. Pak Arley datang menolongku. Aku mabuk dan meracau terus__!" Ana menggantung ucapannya.

"Teruss?" sambung Risma.

Roy memarkir mobil.

"Terus apa?" sentak Roy kembali.

"Dia-dia menciumku."

"What?" ketiganya terbelalak.

"Kami berciuman. Aku tidak sepenuhnya sadar saat itu. Pak Arley membawaku ke kamar presidential suite miliknya." kata Ana pelan terbata bata.

"Dia membawamu ke kamarnya?" tanya Ririn kemudian. Ana mengangguk pelan, malu wajah memerah.

"Lalu kalian ngapain?" tanya Ririn semakin penasaran.

"Apa kalian melakukannya?" sambung Risma sambil menempelkan ke dua jari telunjuknya.

"Ihh nggaklah. Pak Arley nggak sampe ngelakuin itu padaku." Ana memaka dahi sahabatnya itu, Risma meringis sakit.

"Terus?" tanya Roy lagi.

"Terus terus melulu. Udah jalan lagi, nanti keburu sama mereka di mesjid." kata Ana kesal.

"Ana benar Roy, ayo lanjutkan perjalanan. Lo baru aja di angkat jadi Direktur. Jangan cari masalah yang membuat lo di pecat." kata Risma.

Roy segera menjalankan kendaraan roda empat itu kembali.

"Tapi An, saat kita melakukan meeting beberapa kali bersama presdir, kamu kok Nggak kenal dia?" tanya Risma.

"Aku lupa dan nggak ingat wajahnya. Aku juga belum tahu kalau dia pimpinan perusahaan ini. Aku baru tau saat dia naik ke podium tadi."

Jawab Ana."Kita udah nyampe. Nanti aja aku ceritain kagi." Ana menunjuk mesjid tempat tujuan mereka.

"Setelah dari sini, lo harus ceritakan semuanya ke kita." desis Ririn menatapnya kesal.

Roy segera memarkir mobil di halaman sebuah mesjid besar, megah dan indah dengan dominasi warna putih. Mereka segera keluar.

"Ngapain pimpinan menyuruh kita ke sini? Kalau hanya untuk shalat, Kita kan bisa shalat di mushala kantor." kata Ana.

Tak ada yang menjawab pertanyaannya, karena mereka juga bingung dan tidak tahu.

"Pak Arley udah nyampe apa belum sih? nggak kelihatan mobil mereka di sini." kata Ririn.

Sebuah pesan masuk di ponsel Roy. Roy segera membacanya.

"Pak Heru menyuruh kita shalat dulu. Nanti dia akan menghubungi kembali." kata Roy kemudian.

"Ya sudah, kita shalat saja dulu. Udah lewat juga waktunya." kata Ana. Dia segera menuju tempat pengambilan air wudhu perempuan.

Risma menahan tangan Roy dan Ririn saat mengikuti langkah Ana.

"Tunggu sebentar. Aku mau ngomong sesuatu."

"Ada apa?" tanya Risma.

"Jika pimpinan mencintai Ana, terus bagaimana dengan Savira? Bukankah dia berhubungan dengan artis cantik itu? Keduanya adalah pasangan kekasih."

"Ya ampun, kau benar Ris, pak Arley sudah punya kekasih. Dan sepertinya Ana belum tahu hal itu." timpal Ririn terkejut.

"Terus bagaimana? Apa sebaiknya kita beri tahu Ana saja? Aku khawatir pak Arley hanya main main sama dia." kata Risma kembali.

"Sebaiknya jangan beri tahu Ana dulu soal itu. Setelah dari sini, aku akan bicara dengan pimpinan. Aku tidak mau Ana hanya jadi mainannya saja." kata Roy menatap pada Ana yang sudah jauh dari mereka.

Risma dan Ririn mengangguk."Kami mendukung mu Roy." kata keduanya.

Mereka segera melangkah menuju tempat pengambilan air wudhu.

...Bersambung....

Jangan lupa untuk dukung author ya dengan memberi like, hadiah, vote, rate bintang lima dan tinggalkan komentar yang baik.

Terimakasih 🙏😘

1
Lilis Sumarni Lisvhancho
kok jadi ilfill dengan ana..
Zugix Huawei
gantung ceritanya,hidup segan mati tak mau
Nani Rosmiati
cerita nya bagus...tpi ending nya deuhh...apa cuma aku az yg baca langsung bab terakhir 60😂 krna ending nya gtu..jadi gk mood
Samudra Rohul
padahal cerita nya menarik tpi koq tamat tba² ya. gmna nasib mereka kalo memang benar ana adik kandung nya . penasaran thour lanjut km knpa
Amilia Indriyanti
goblog
LOVE YOURSELF
sukaaaaaa
Amilia Indriyanti
goblog ai arley. ginjele di CT scan kan ngetoro
Amilia Indriyanti
kemayu
Amilia Indriyanti
bener. kemayu
noers
waduh gk tak woco es endinge aneh....
Kartikagusty 22
author nya seneng tapi readernya kecewa dengan endingnya
plisss buat season 2 nya
🌻Ruby Kejora
Sukses bwt kk
Aris Pujiono
mampir lagi kak ana
Aris Pujiono
semangat up
Aris Pujiono
lebih baik menikah ana
Aris Pujiono
ayo lanjut...
Tau Lo Hulandalo
ceritanya bagus tapi endingnya gak memuaskan. Kecewa aku Arley dan ana kakak adik kandung, bgmn dengan kehamilan ana?
Ningsih Abdullah
aku suka ceritanya, gak nyangka ana dan arley kk adik kandung
Aris Pujiono
mantap
Aris Pujiono
ayo semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!