NovelToon NovelToon
A Kingdom Of Vampire

A Kingdom Of Vampire

Status: tamat
Genre:Fantasi / Barat / Tamat
Popularitas:38.1k
Nilai: 5
Nama Author: putriifrhm

Sebuah cerita tentang makhluk mitologi yaitu werewolf dan vampire, menyamar dan berbaur dengan manusia untuk menemukan putri yang hilang. Salah satu dari mereka ternyata adalah mate sang putri.

Namun setelah putri yang hilang ditemukan terjadi peperangan besar yang membunuh banyak vampire.

kisah ini menceritakan tentang dua golongan vampire dan juga dua golongan werewolf yang saling memperebutkan kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putriifrhm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. The Kid

Keluarga Arnold kini telah berada di aula kerajaan milik Leo dan Thomas, mereka semua tengah berbincang masalah untuk mempertahankan kerajaan yang telah berdiri jutaan tahun itu.

"Sudah jelas mereka itu curang. Mereka memanggil kaum Dryford, lagi pula akan di bayar apa mereka? Hingga mereka mau berperang?" tanya Leo tak terima, ia benar-benar kesal dengan kelakuan Abloor yang telah memanggil Dryford.

Argus menarik nafas panjang, "Tidak, yang mulia Leo. Itu bukan sebuah kecurangan, yang mereka lakukan itu hal wajar, karena kita pun tak sendirian bukan? Dan masalah bayaran, aku pernah mendengar bahwa Dryford membenci kita, tanpa bayaran pun mereka dengan senang hati menghabisi kaum kita," terang Argus.

"Tapi--" Leo tetap tak terima.

"Dia benar, Leo," sela Thomas, ayahnya.

"Kita tak bisa terus berdiam di sini, aku khawatir dengan penduduk di sana, terutama anak-anak," Jane menatap lurus dengan tatapan menerawang.

"Evakuasi," Alex menatap Jane dan Leo bergantian.

Leo menaikkan alisnya sedetik, kemudian kembali menurunkan alisnya karena sudah paham dengan yang hal yang di katakan Alex, "Kita lakukan sekarang. Apa yang akan mereka pikirkan jika pemimpin mereka pergi begitu saja?"

Jane mengangguk, "Kau benar,"

Semuanya saling menatap, termasuk Thomas. Kemudian Alex berdiri dan pergi begitu saja.

"Cepat, kita harus membawa warga kemari," Arnold menyusul anak laki-lakinya itu.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Porak poranda.

Itulah kata yang menggambarkan keadaan desa di kerajaan Wetford, beberapa rumah penduduk pun rata dengan tanah. Mayat-mayat bergelimpangan di setiap jalan tanpa kepala.

"Aku bisa mendengar pikiran Dryford dari sini," ujar Hilda sambil mengerutkan dahi. "Di rumah itu!" Hilda menunjuk sebuah rumah minimalis dengan cat putih yang masih berdiri kokoh. "Dan ada anak kecil," tambahnya.

Leo berjalan mendekati rumah itu, namun yang lain tetap berdiru di tempatnya.

KRRRRT...

Leo kembali di terkurung di dalam lingkaram es batu.

"Ah, es batu lagi," keluhnya, ia hanya bisa duduk bersandar dinding es batu, "Lain kali aku tak akan maju pertama,"

Kemudian Thomas melangkahkan kakinya.

"Jangan! Anda juga akan bernasib seperti Leo. Setahuku, Dryford tak bisa mendeteksi gerakan manusia," jelas Argus, hal ini membuat Thomas seketika terhenti.

Kemudian semuanya menatap Jane.

"Baiklah, aku akan menyelamatkan anak itu,"

"Jangan!" pekik Alex. 

"Alex, aku bisa mengtasi ini, giliranku untuk melindungi bukan? selama ini kalian terus melindungiku,"

Alex berdiri dihadapan Jane, "Kau tau? seberapa cemasnya aku? jika kau bukan adikku, maka aku akan mengigitmu sekarang juga!"

Jane tersenyum tipis, "Kalau begitu aku bersyukur menjadi adikmu," ungkapnya, "Aku tak bisa berlama-lama di sini," kemudian gadis dengan rambut pirang itu melangkahkan kakinya menuju rumah di dekatnya. Alex hendak mengikutinya, namun tangan kekar milik Argus menahan Alex.

Dengan jantung yang berdegup kencang, Jane melihat dua mayat yang sudah tergeletak tanpa kepala, dan seorang anak kecil yang menangis di dalam kolong ranjang, "Kemana wanita es itu?" gumam Jane lirih, kemudian ia menghampiri anak yang terisak melihat mayat kedua orang tuanya. Jane menunduk untuk melihat wajah anak itu, kemudian tersenyum hangat. "Keluarlah, kita harus segera pergi dari sini,"

Namun anak itu menggeleng, wajahnya terlihat ketakutan.

Jane menghela nafas, "Jangan takut, aku akan membantumu pergi dari wanita jahat itu,"

Anak itu mulai merangkak keluar dari kolong bawah kasurnya, kemudian berdiri dihadapan Jane yang sedang berlutut.

Jane menggenggam tangan mungil anak gadis itu, "Siapa namamu?" Jane bangkit dan menuntunnya menuju pintu.

"Aku Glen," jawabnya sambil memegang tangan Jane erat-erat, mata hitamnya terus memandangi sekitar untuk berjaga-jaga Alice akan datang lagi.

Jane tersenyum hangat, "Nama yang bagus,"

Gadis kecil itu tersentak tiba-tiba dan langsung memeluk kaki Jane.

"Ada apa?"

"Dia segera datang,"

Jane meneguk salivanya, "Kita harus bersembunyi," kemudian mata dengan iris biru laut itu terpaku pada lemari, "Cepat masuk ke dalam lemari!" serunya.

Glen hanya mengangguk polos dan menuruti perintah Jane, kedua perempuan itu kini telah mengunci diri di dalam lemari.

"Siapa namamu? Apa kau manusia?" tanya Glen dengan nada berbisik.

Jane tak menjawabnya, ia hanya memberi isyarat dengan meletakkan jari telunjuk di bibir tipisnya.

Sementara itu, Alice si wanita es itu menyeringai lebar di depan lemari.

Tunggu, bukankah ia tak bisa mendeteksi manusia? Benar, ia hanya mengetahui bahwa di dalam lemari ada Glen si vampir kecil.

"Gadis kecil, percuma saja kau sembunyi," ujar Alice dengan seringaian.

Kemudian ia mengeluarkan kekuatan es nya dan membentuk tombak, "Mungkin beberapa kali tusuk kau akan mati. Lagi pula, mau kau hidup atau mati, itu tak berpengaruh bagiku," Alice segera menusukkan senjatanya ke lemari itu, beruntung tak mengenai Jane maupun Glen. Ia menarik senjatanya dan kembali menusukkannya.

Glen menjerit karena senjata es itu tepat berada di atas kepalanya.

"Sepertinya tepat mengenai kepalanya," gumam Alice. Ia kembali menusukkan, dan berhasil mengenai lengan mulus Jane.

Jane segera memegang es itu untuk membersihkan darah jika di tarik oleh Alice.

"Tak ada suara, sepertinya sudah. Aku akan memeriksanya--"

"Alice! Kita harus menghabisi orang-orang di istana," seru Kevin. Alice mengurungkan niatnya dan melesat menghampiri Kevin.

Jane memegangi lengannya agar darah tak keluar, "Glen, keluarlah, kau akan di jemput oleh Alex,"

"Panglima Alex?" Glen tampak bersemangat.

Jane mengangguk.

Kemudiam Glen keluar, ia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari Alex, kemudian Alex langsung datang di hadapannya, "Dimana Jane?" tanyanya dingin.

Glen membulatkan matanya, "Siapa Jane?"

Alex menghela nafas, "Argus, jaga anak ini," kemudian ia masuk ke dalam rumah di hadapannya itu. "Darah?" gumamnya sambil terus mengendus.

Jane keluar dari lemari, "Untung saja vampire kecil itu tidak menciumnya," ujarnya pada Alex sambil memegangi lengannya.

"Sudah ku bilang! Kau tak akan bisa mengatasi ini," Alex menghampiri Jane dan menyentuh lengan Jane, dengan waktu singkat, luka Jane sembuh.

"Tenang Alex, aku masih hidup 'kan? Kau berlebihan sekali,"

"Hmph, mana kesopananmu? Aku ini kakakmu,"

Jane menghela nafas, "Alex, aku tau kau masih belum menerima ini, tapi tolong lupakan hal ini hingga semua berakhir," gadis berambut pirang ini pergi meninggalkan Alex.

"Menyebalkan sekali, bahkan aku baru sadar jika dia sangat dingin," omel Jane di sepanjang perjalanan.

"Si wajah datar itu?"

Jane menghentikan langkahnya, "Leo? " kemudian ia menatap bongkahan es di dekatnya, "Kau masih di dalam?" Jane mendekatinya.

"Seperti yang kau lihat,"

Jane menggigil, "Dingin sekali, bagaimana bisa kau bertahan?"

"Menurutmu, bagaimana kau bertahan pada si wajah datar yang dingin itu?"

Jane meringis, "Leo, aku akan memanggil Argu--"

"Tidak perlu," sela James. Kakak laki-laki Jane yang pertama itu memukul es yang mengurung Leo dengan keras.   Es itu langsung hancur berkeping-keping.

"Kemana saja kau, tega sekali membiarkanku terkurung,"

"Maaf, aku dan yang lain mencari warga yang selamat," James menjeda ucapannya, "Dan si Dryford kini bertambah banyak, aku rasa mereka akan berhasil mengambil alih kerajaan kita,"

"Kalau begitu, pindah saja ke tempat lain dan bawa warga yang selamat untuk membangun kerajaan baru," usul Leo dengan santai.

James menjitak kepala Leo, "Seenaknya saja, kau pikir Dryford akan membiarkan kita?"

"Argh, terakhir kali kau menjitakku saat kau masih menjadi manusia, dan rasanya sangat berbeda,"

"Dan sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Jane.

"Setelah menyelamatkan warga yang masih hidup, kita akan kembali ke tempat Leo, aku akan mendiskusikan ini dengan ayah, Thomas, dan Alex,"

Kini Leo menjitak kepala James, "Thomas itu ayahku, jangan panggil dia dengan namanya,"

Jane hanya menepuk dahinya, melihat kelakuan dua pria yang berbeda jenis itu.

1
NOiR🥀
menarik.. novel nya ringkas
Dedek Fitria
Enakk
Herlin Todo
jgn prg jane nnt u dibunuh lagi
Herlin Todo
bgus ceritanya
zham
nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!