NovelToon NovelToon
Aku, Kamu Dan Kisah Lucu Kita

Aku, Kamu Dan Kisah Lucu Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Teen
Popularitas:84
Nilai: 5
Nama Author: Annaaluvv

Pertemuan yang tak baik belum tentu menjadi akhir yang buruk, karna seiring berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul, contohnya perasaan jatuh cinta dan suka.


seperti kisah Jovandra dan adelliana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annaaluvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 4

Liana natap kaget Yolla dan langsung menggeleng cepat " Nggaaa bukan, aduh hahaha orang baru kenal dua Minggu yang lalu " Jawab Liana langsung merasa tak karuan, Tapi ada yang bikin Liana bingung sewaktu lihat respon Yolla seakan kecewa mendengar jawabnya.

" Dua Minggu masa sih?,,, Ekhm Nih ya,, ka Joan itu gak pernah ajak cewe kerumah satu pun belum pernah, ini pertama kalinya ka Joan ajak cewe ke rumah " Bisik Yolla seakan mereka tengah bergosip, Liana menatap Yolla sembari menunjuk dirinya sendiri " Iya baru ka Liana aja "

Liana merasa tak percaya seorang joandra jika untuk pertama kalinya mengajak seorang perempuan ke rumah, pasti ada yang lain, namun Yolla tak mungkin berbohong dari caranya berbicara dan memberitahukannya saja seperti itu.

" Bukan Kaka doang kali, pasti ada yang lain, pacarnya mungkin " Balas Liana.

" Ih ka Liana ga percaya sama Yolla, serius ka demi deh masa Yolla bohong soal ini, orang di sini cuma ada Yolla, ka Joan sama bibi "

" Ngomongin apaan? Bisik bisik segala "

Liana dan Yolla otomatis saling menjauhkan wajah mereka berdua dan langsung melihat ke arah Joan yang sudah berdiri di belakangnya entah sejak kapan, Liana mendadak gugup.

" Ayo gue anter Lo balik " Ujar joan lalu berjalan menuju keluar rumah untuk memarkirkan mobilnya.

Yolla menahan tangan Liana saat Liana hendak berjalan " Ka mampir terus kesini ya ya, temenin Yolla di sini, boleh ya? " Mohon Yolla, tangannya menggenggam tangan Liana erat.

Liana tak tahu harus menjawab apa, melihat Yolla yang memohon padanya saat itu membuat Liana tak tega.

Joan menatap Yolla kebingungan juga bertanya tanya " Yolla, kamu serius? Liana orang baru loh? "

" Eumm Yolla serius, Yolla juga bingung kenapa tapi Yolla nyaman dan merasa aman walaupun baru beberapa menit deket sama ka Liana " Ujar Yolla, Yolla mengenggam telapak tangan kiri Joan dan menatap Joan memohon " izinin ya kak, selama ini Yolla gak ada temen bahkan harus berhenti sekolah dan berakhir homeschooling "

Liana menatap Yolla yang saat itu sedang memohon pada Joan, pasti Yolla kesepian selama ini.

Liana menatap Joan, Joan pun melakukan hal yang sama, Joan menganggukan kepalanya pada Liana.

" boleh, Besok Kaka kesini lagi "

Yolla mengangguk dengan senyuman lucunya, Yolla pun melepaskan genggamannya " Oke, hati hati di jalan, ka Joan gak santai kalo bawa motor "

" Iya, Kaka pamit ya, telpon ka Joan kalo ada apa apa " Setelah mendapatkan anggukan kepala dari Yolla Liana pun berjalan keluar menyusul Joan yang sudah menunggunya.

" Ga pake motor? " Tanya Liana sesaat sampai di luar, melihat joan yang sudah terdudu di kursi pengemudi.

" Biar aman " Jawabnya, Liana melihat joan membukakan pintu sebelehanya lalu kembali menatap Liana " buruan masuk "

Liana pun berjalan ke arah pintu penumpang dan masuk kedalam mobil, di saat Liana hendak memasang seltbelt tiba tiba bertanya.

" Ikut gue dulu, gimana? " Tanya Joan.

Liana balik bertanya " Kemana? "

" Nanti juga Lo tau "

...----------------...

Liana berlari setelah dirinya sampai setelah berjalan cukup jauh menaiki bukitnya, berdiri di pembatas pagar memandangi suasana sore hari menjelang malam itu, warna langitnya berubah dengan perlahan.

Liana tak tau kalau Joan bisa tau tempat secantik ini, dan Joan baik juga mengajak Liana ke tempat itu untuk pertama kalinya.

Jika di pikir pikir baik Joan maupun Liana terlihat seperti sudah melupakan kejadian yang kurang baik di antara mereka, buktinya selama beberapa hari ini mereka sering menyapa jika bertemu, kedekatan mereka juga sudah bisa di bilang seperti seorang teman, aneh memang tapi ini nyata.

Liana berbalik lalu melihat joan yang duduk di bangku yang terbuat dari batu yang di ukir menjadi bangku panjang " Ngomong ngomong kenapa ajak gue kesini Jo? " tanya Liana.

Joan mengangkat kedua bahunya " Entah, tapi seenggaknya gue punya temen buat nemenin gue di sini " Jawab Joan.

Liana berjalan menghampiri Joan dan duduk di sampingnya " Lo sering kesini? Sendiri? " Tanya Liana lagi, Joan balas dengan anggukan " Kenapa sendirian? "

Joan bersandar pada tiang di sampingnya

" Damai aja rasanya "

Joan rasanya ingin bercerita, dan Joan rasa Liana adalah pendengar yang baik apalagi saat dirinya berbicara arah mata Liana selalu tertuju padanya.

" Soal Yolla Lo pasti bertanya tanya kan kenapa respon gua kaya tadi " ujar Joan buat Liana menatap ke arah Joan yang duduk di sampingnya.

Liana memperhatikan mata Joan saat tengah bercerita tadi, dari tatapan mata Liana Joan bisa langsung paham kalau Liana kini memang penasaran.

" Ada satu kejadian yang buat dia kaya sekarang, sewaktu yolla masih kelas 9 yolla hampir hancur karena kelalaian gue sendiri, waktu itu gue ga respon telpon dari dia yang minta jemput pulang karna gue lagi nongkrong sama temen temen gue, setelah itu perasaan gue gak enak terus gue lacak lokasi Yolla yang ternyata ada di hotel Deket tempat gue nongkrong, tanpa pikir panjang gue cari Yolla ke hotel itu, Dan Lo tau apa yang terjadi setelah gue cari Yolla selama 5 menit itu,,, " Joan menjeda ucapannya.

Menolehkan wajahnya pada Liana yang memang sejak tadi menatap Joan

" Dia hampir di lecehin sama tiga cowo sekaligus, di sisi lain gue lega gue datang tepat waktu sebelum hal buruk itu terjadi, tapi di sisi lain gue merasa bersalah karna kalau aja waktu itu gue langsung mengiyakan permintaan Yolla hal itu gak akan terjadi dan buat Yolla trauma "

" Secara fisik dia baik Li, tapi mental dia,,, "

" Tapi Jo, Lo udah selamatin adik Lo, Lo termasuk hebat Jo 5 menit itu berharga banget buat Yolla kalau Lo mau tau, kalau 5 menit itu gak Lo lakuin baru salah "

" Gue ngerti kok pasti Lo selalu merasa bukan Kaka yang terbaik, tapi bagi Yolla Lo tuh penyelamat dan seseorang yang paling berharga di hidup dia, Lo pikir aja kalau gak ada Lo di sisi dia selama ini gimana kedepannya kehidupan yolla berjalan? Itu Karna Lo selalu ada di sisi Yolla selama ini dan itu yang buat dia masih bisa bertahan, itu karna lo joan "

Joan tersenyum tipis mendengarnya, sosok gadis di sampingnya itu sangat berbeda walaupun terbilang galak tapi di saat serius seperti sekarang ini Liana benar benar membuat kesan baru untuk joan, dan satu hal yang membuat Joan aneh joan biasanya tak mudah berteman apalagi dengan perempuan.

Perubahan di Antara dirinya dan Liana yang biasanya di penuhi kekesalan, marah, kini berubah menjadi lembut, apalagi saat melihat senyuman Liana.

Joan mengacak acak rambut Liana hingga rambut Liana terlihat sedikit berantakan

" Aneh tau gak gua liat Lo kaya gitu "

" Ihhhh rese Lo ya!! " Seru Liana menurunkan tangan Joan dari kepalanya.

Joan menggelengkan kepalanya " Yah mulai lagi mode singanya "

Liana menoleh cepat pada Joan dan menatap Joan sinis, singa? Liana di anggap singa?

" kalem dikit Napa biar cakep " ujar Joan sembari mencolek dagu Liana, niatnya bercanda namun Liana malah melotot pada Jean " Iya cakep iya "

...TO BE CONTINUED ...

Mohon bantu revisinya🫰🏻

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!