NovelToon NovelToon
Sebelum Mereka Menemukanku

Sebelum Mereka Menemukanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:453
Nilai: 5
Nama Author: sansan ryn

Ariana merasakan bahwa dirinya tengah dalam bahaya,keluarga nya yang dibantai namun sang ayah tidak ditemukan,lalu ariana bertemu dengan 3 pria tampan Siapakah mereka? baca kisahnya ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sansan ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Curiga

"Tiwi mana kuncinya!",tanya daren lagi.

Tiwi memberikan sebuah kunci pada daren,setelah diambilnya kunci itu daren segera memastikan kelantai 2 .

"Ayah..",ucap zein segera mengejar ayahnya.

Saat tiba di depan kamar yang sebelumnya di tinggali ariana,daren langsung masuk begitu saja dan mencari sesuatu disana.

"Ini kosong,seperti sudah di kemasi semua",ucap daren.

Zein yang kaget mengapa barang barang ariana tidak ada disana?apa ariana sudah mengetahui bahwa ayahnya kembali mencari nya.

"Sialan apa si tiwi itu bersekongkol dengan pemuda semalam",daren marah lalu kembali menghampiri tiwi.

Zein tidak bisa menghentikan amarah ayahnya,"Sudahlah ayah kita pulang saja".

"Kamu ini kenapa sih! Kamu pasti mengetahui sesuatu kan zein? sikapmu itu dari tadi aneh sekali",jelas daren.

Zein mencoba mencari alasan,namun ayahnya tidak semudah itu untuk dikelabui.

Daren menggedor rumah kediaman tiwi dengan paksa,"Tiwi, Tiwi keluar kamu!"

Mendengar keributan itu sejumlah penghuni rumah sewa itu silih berganti keluar rumah untuk mencari sumber keributan.

"Ada apasih malam malam begini berisik sekali",ucap seorang penghuni wanita disana.

"Benar menganggu tidurku saja,padahal besok Aku Ada kelas pagi",timpal teman nya.

Daren menghiraukan perkataan mereka,"Tiwi keluar kamu atau ku bakar tempat ini".

"Sudahlah ayah hentikan",ucap zein yang menenangkan ayahnya.

Daren menepis lengan zein,"Berisik pulang saja sana!".

Bukannya tenang daren justru semakin tak bisa di kontrol.

"Tunggu sebentar.. "

Ceklek

Pintu dibuka oleh tiwi,melihat daren tiwi semakin takut saat matanya melotot ke arahnya.

"Katakan dengan jujur dasar pembohong",daren menekan tiwi.

Tiwi gemetar,baru kali ini dia menghadapi laki laki yang amarah nya sampai meledak ledak seperti ini.

"A.. Apa maksud tuan?",tanya tiwi gugup.

"Siapa sebenarnya penghuni kamar dilantai dua itu?jawab dengan jujur!",suara daren meninggi.

Zein yang malu oleh kelakukan ayah nya hanya bisa menutupi wajah nya dengan tangan nya.

Zein berharap semoga saja tiwi tidak mengatakan yang sebenarnya,"Jangan katakan",ucapnya tanpa suara.

Tiwi membaca gerakan mulut zein,namun disisi lain nyawa nya sedang terancam.

"Tiwi cepat katakan!",tegas daren.

Tiwi memainkan jarinya,jantung nya berdebar karna bentakan daren,setiap kali ucapan daren kepadanya saat itulah tiwi merasa ada guncangan dahsyat yang menghantam kepalanya.

Melihat tiwi yang diam saja,daren membaca bahwa wanita dihadapan nya ini tengah menyembunyikan sesuatu,daren mencari celah titik lemah nya tiwi.

Daren berbisik pada tiwi,"Jika kamu tidak mengatakan nya jangan harap keluargamu selamat",ancam daren.

Zein yang mendengar nya reflek mengatakan,"Lagi?".

"Apa maksudmu?",tanya daren.

Belum sempat menjawab,tiwi justru pingsan.

Zein membantu untuk membawa tiwi kerumah sakit terdekat namun daren mencegahnya.

"Untuk apa membantunya? pulang saja sana",titah daren.

"Tidak,apa ayah tidak memiliki rasa kemanusiaan sedikit saja pada orang lain?",tanya zein.

"Dengar,saat kita jatuh miskin tidak ada yang mau menolong kita ZEIN!",jelas daren

Alveric dan ariana tiba dikediaman willy,rumah megah yang selama belasan tahun itu jadi saksi ariana tumbuh dewasa.

"Kak apa tante dan om masih mau menerimaku disini?",tanya ariana.

Alveric memegang tangan ariana lalu diajak nya dia masuk kedalam rumah keluarga willy.

Terlihat vivian kala itu menunggu ariana sambil meminum secangkir teh hangat.

Vivian terlihat sangat senang melihat ariana kembali lagi kerumah nya.

Vivian menghampiri ariana lalu memeluknya,"Kemana saja kamu sayang,tante sangat khawatir sama kamu".

"Maaf ya tante jadi membuat tante khawatir",ucap ariana.

Ariana meneteskan air matanya,dia sadar begitu baik perlakuan keluarga alveric pada dirinya namun ariana belum bisa mambalas semua kebaikan nya.

"Maaf ya ariana belum bisa membalas semua jasa keluarga kak alveric pada ariana,kalian sudah merawat ariana sampai dewasa terimakasih",jelas ariana.

Vivian melepaskan pelukannya,"Tidak apa apa sayang,kami justru senang kamu ada disini,jangan pergi lagi ya".

Alveric terharu melihat pemandangan yang dia saksikan itu,alveric hanya terdiam tanpa mengucapkan satu katapun.

Datanglah willy yang baru saja pulang dinas,"Ariana syukurlah kamu kembali".

Ariana menyambut willy dengan hangat,"Maaf ya om ariana sudah membuat khawatir kalian".

"Tidak apa apa kedepannya jika ada sesuatu kamu ceritakan saja pada kami",ucap willy.

Alveric pergi memasuki kamarnya yang ada dilantai dua,"Aku mau istirahat".

"Non bibi bantu ya",ucap asisten rumah tangga.

"Terimakasih bibi",kata ariana.

"Yasudah kamu sebaiknya beristirahat juga ariana",ujar willy.

Setelah memastikan ariana masuk kedalam kamarnya,willy dan Vivian mendatangi alveric yang ada dikamarnya.

Tok

Tok

Tok

"Masuk"

Willy dan vivian masuk,"Coba kamu ceritakan lebih jelas alveric",tanya willy.

"Ayah,ibu saat aku mengunjungi rumah sewa ariana saat itu hujan sangat deras.."

"Jadi aku memutuskan untuk menginap saja,namun saat itu aku terkejut melihat orang yang waktu itu ingin menculik aku dan ariana",jelas alveric.

"Maksudmu daren?",ucap willy.

"Sayang tapi daren bagaimana bisa satu kota sama kita?",ucap vivian.

"Daren orang yang sangat kaya melacak orang itu sangat mudah baginya",ucap willy.

Alveric terdiam dia memikirkan sebuah cara bagaimana supaya ariana tidak ditemukan oleh daren.

"Bagaimana jika daren menemukan ariana?aku tidak mau dia sampai diculik lagi",jelas alveric.

Willy dan vivian pun sama halnya dengan alveric,khawatir jika hal yang buruk menimpa ariana.

Dirumah sewa tiwi.

"Tiwi cepat katakan siapa sebenarnya orang yang menyewa kamar dilantai atas,cepat katakan!",desak daren.

Tiwi gemetar dan ketakukan,amarah daren justru semakin menjadi.

Zein menatap tiwi,tatapannya seolah memohon supaya tiwi tidak menceritakan hal yang sebenarnya.

"A..ariana",ucap tiwi gugup.

Rahang daren mengeras,dia akhirnya berhasil menemukan apa yang dia cari,"Damn,sudah kuduga anak itu pasti masih hidup".

Zein tak percaya mengapa tiwi tega mengatakan yang sebenarnya?apa karena zein belum memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi pada ariana dulu.

Daren mengajak zein pergi meninggalkan rumah sewa itu,"Tiwi awasi wanita yang bernama ariana itu jangan sampai lolos lagi!",ancam daren.

"Ayo zein",ajak daren.

Disepanjang perjalanan pulang hanya keheningan yang terasa didalam mobil itu,tidak ada cerita ataupun obrolan singkat.

Daren tengah memikirkan suatu cara bagaiamana supaya ariana bisa dia culik lagi.

Sementara zein justru memikirkan hal yang paling buruk yaitu bagaimana jika ayahnya berhasil menangkap ariana.

Setelah tiba di rumahnya,daren berjalan dengan tergesa-gesa lalu masuk kedalam ruangan pribadinya.

Sementara zein dia terduduk di halaman teras rumahnya,"Aku harus melindungi ariana".

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!