Rakanza Elson adalah mimpi buruk bagi musuh-musuhnya. Dingin, tak tersentuh, dan bos terkuat organisasi Teratai Hitam. Namun di balik kekuasaan dan ketampanannya, Rakanza menyimpan dua rahasia. Mysophobia parah dan ketakutan akan sentuhan yang membuatnya menganggap pernikahan sebagai sebuah kutukan.
Hingga suatu malam di Meksiko, sebuah misi membawanya pada Annabella. Gadis misterius yang terkurung di laboratorium eksperimen ilegal. Dipenuhi rasa jijik pada tempat yang kotor dan terkontaminasi, Rakanza seharusnya membiarkan gadis itu tewas. Namun, karena tuntutan orang tuanya untuk segera menikah, Rakanza terpaksa menikahi gadis itu. Namun tak sangka, setelah wajah istrinya disembuhkan, ternyata istrinya mirip dengan adik iparnya.
Di sisi lain, Rafandra, adik Rakanza merasa telah menemukan cinta sejati saat berhasil melamar Luviana Winston. Namun, dibalik senyum manis Luviana sang pianis terkenal, ada kebohongan besar yang siap menghancurkan segalanya. Luviana yang dicintainya ternyata menyimpan agenda balas dendam yang mematikan.
Siapa sebenarnya Annabella? Dan apa hubungannya dengan keluarga Winston?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Putri Asli!
Pukul dua siang, para tamu undangan pernikahan Rafandra mulai memadati ballroom hotel berbintang tempat acara dilangsungkan. Suasana begitu megah dan mewah. Di kamar rias pengantin, Luviana palsu sudah tampil memesona dalam balutan gaun pengantin yang amat elegan. Adara tak henti-hentinya memuji kecantikannya yang luar biasa. Ia sama sekali belum menyadari gadis di hadapannya bukanlah putri aslinya.
Putri palsu itu tersenyum manis membalas pujian Adara, namun dalam hati ia terbahak-bahak puas. Jujur saja, ia sendiri sangat iri pada wajah asli Luviana yang kini ia jiplak. Wajah yang benar-benar cantik alami bak bidadari.
Sementara itu di kediaman utama Elson, iring-iringan mobil Rafandra sudah bersiap meluncur menuju hotel bersama keluarga besar. Namun, sosok Rakanza tak tampak sama sekali sejak pagi hari. Rafa berkali-kali melirik pintu utama, menyimpan rasa penasaran yang besar untuk melihat sosok kakak iparnya. Julian saja yang hadir bersama kedua anaknya menggeleng heran. Apakah urusan organisasi mafia itu jauh lebih penting daripada hari bahagia adiknya sendiri?
Iring-iringan mobil Rafandra pun akhirnya bergerak membelah jalanan menuju gedung pernikahan.
Di tempat lain, di sebuah rumah yang dikelilingi pagar tinggi dan dijaga ketat oleh belasan anak buah Black Lotus demi memastikan sang istri tidak melarikan diri, Rakanza tampak duduk merenung di teras. Ia tahu betul detik ini adalah hari bahagia Rafandra, namun entah mengapa dadanya terasa begitu berat dan enggan untuk sekadar menginjakkan kaki di gedung acara tersebut.
Gavin memperhatikan raut keruh bosnya, lalu memberanikan diri bertanya. "Bos... sebenarnya Bos tidak rela pernikahan itu terjadi, kan?"
Rakanza menoleh cepat, melayangkan tatapan sinis.
"Apa maksudmu, Gavin?"
"Saya bicara jujur, Bos," sahut Gavin tenang.
"Semua anak buah Bos sebenarnya tahu... gadis yang Bos sukai secara diam-diam selama ini adalah Nona Luviana. Tapi sayangnya, Nona Luviana lebih memilih Tuan Muda Rafa. Bos rela mengorbankan perasaan sendiri demi kebahagiaan gadis itu bersama adik Bos."
Gavin menepuk pelan bahunya sebelum melanjutkan, "Tapi Bos jangan sedih terus. Kan sekarang Bos sudah laku dan punya istri yang sangat penurut seperti Nyonya Muda. Soal wajah Nyonya Muda yang rusak, Bos tinggal cari dokter kulit terbaik di luar negeri. Saya yakin Nyonya Muda bisa cantik kembali seperti dulu."
Rakanza tertunduk dan memandangi bayangan foto Annabella di kepalanya. "Meskipun wajahnya sembuh... dia tak akan pernah bisa seperti Luvia yang cantiknya alami sejak kecil. Lagipula aku akan menceraikannya setelah masa kontrak kita berakhir."
Gavin hanya bisa menggeleng kepala melihat bosnya yang belum bisa move on dari cinta terpendamnya.
Tanpa mereka sadari, di dalam rumah, Luviana asli sedang menyusun rencana nekat untuk kabur demi menemui keluarganya. Ia tahu sendiri, Rakanza pasti tidak akan mengizinkannya pergi ke rumah Winston. Dengan akal cerdasnya, ia menumpuk beberapa guling di balik selimut agar membentuk lekuk tubuh seperti orang yang sedang tertidur lelap.
Mengamati para pengawal di luar yang mulai lengah dan kelelahan, Luviana bergerak cepat tanpa suara lewat pintu belakang. Ia menyelinap melewati rimbunnya semak-semak pagar, melompati celah kecil, lalu berlari sekencang-kencangnya keluar dari kawasan penjagaan mafia tersebut. Begitu menginjak jalan raya, ia segera menghentikan ojek untuk mengantarnya ke alamat rumah orang tuanya.
Di atas motor, Luviana tertawa puas di balik cadarnya. Rasanya begitu lega luar biasa seperti seorang tawanan yang baru saja berhasil lolos dari cengkeraman maut. Ia dapat membayangkan betapa murkanya Rakanza saat menyadari kamar itu kosong. Tapi ia tidak peduli, fokus utamanya saat ini adalah bertemu Daddy dan Mommy nya agar mereka bisa membantunya menyembuhkan wajah ini.
Rakanza yang berada di teras mendadak merasa ada yang aneh. Suasana di dalam rumahnya terlalu sunyi. Firasat buruk menghantam dadanya. Ia pun beranjak, melangkah cepat memasuki kamar istrinya.
Saat kain selimut ditarik kasar... Rakanza mendapati kasur itu kosong. Hanya ada tumpukan guling yang sengaja ditutupi selimut!
"GAVIN!" amuk Rakanza hingga urat lehernya menegang penuh murka. "Cari dia sampai dapat! Kerahkan seluruh anak buah!"
"Sial, aku tertipu! Dia bukan gadis penurut yang Gavin katakan barusan. Beraninya dia kabur! Awas saja, bakal aku hukum kamu, istri nakal!"
Seluruh pengawal langsung kelimpungan dan panik luar biasa. Namun sayang, Luviana sudah lebih dulu berada jauh di luar jangkauan markas mereka.
Tak berapa lama, ojek online yang ditumpangi Luviana berhenti di depan pagar rumah utama Winston. Namun, bangunan megah itu tampak sangat sepi. Pintu gerbang terkunci rapat. Luviana berkali-kali menekan bel, namun tak ada sahutan sama sekali.
Apa Daddy dan Mommy pindah rumah?
batin Luviana cemas.
Tiba-tiba seorang ibu-ibu tetangga sebelah melintas dan menatap Luviana dengan dahi berkerut curiga.
"Cari siapa ya, Mbak? Baru pertama kali saya lihat ada wanita bercadar berdiri di depan rumah Pak Arsen."
Luviana berbalik cepat dan menjawab jujur, "Saya Luviana, Bu... Alhamdulillah saya baru hijrah dua tahun lalu dan baru pulang dari New York. Daddy dan Mommy saya ke mana ya, Bu?"
Mendengar pengakuan itu, beberapa warga dan ibu-ibu tetangga lain yang melintas langsung berkumpul dan menatap Luviana dengan pandangan aneh bercampur tajam.
"Luviana? Mana ada Luviana bentukannya begini!" cetus salah satu ibu-ibu dengan nada ketus. "Nona Luviana itu sekarang lagi siap-siap mau nikah di hotel mewah sama calon suaminya! Kamu ini siapa ngaku-ngaku jadi putri Pak Arsen?!"
"Iya! Dasar gila!" sahut tetangga lainnya provokatif.
"Paling ini penipu atau mau mencuri di rumah Pak Arsen! Bawa saja wanita ini ke kantor polisi! Sudah makin banyak modus kejahatan belakangan ini!"
Luviana tersentak kaget, mundur dua langkah saat warga mulai mengelilinginya. "Astaghfirullah, Demi Allah! Saya benar-benar putri asli keluarga ini! Saya bukan pencuri!"
Luviana berusaha keras menjelaskan dan memohon agar mereka mendengarkannya, namun para tetangga yang terlanjur emosi dan menganggapnya gila justru makin merapat, berniat menyeret Luviana ke kantor polisi saat itu juga.
"BAWA! BAWA! BAWA DIA! JANGAN SAMPAI DIA MERUSAK KEBAHAGIAAN NONA LUVIA DAN TUAN RAFANDRA!"
Deg!
Rafandra?
Calon suamiku... Rafandra?
Tapi aku ada di sini!
Lantas siapa yang menikahinya?
Jangan-jangan...
___
Gmn nasib Luvia selanjutnya?
dasar anabella hantu gila astaga 😡😡😡
jangan lama ya thor 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻