NovelToon NovelToon
Ternyata Jodohku Ketua Mafia:Suamiku Pria Paling Berbahaya

Ternyata Jodohku Ketua Mafia:Suamiku Pria Paling Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rey Nanda

Di dunia luar, Gabriel Alexius adalah ketua mafia paling ditakuti—dingin, kejam, dan tanpa ampun. Namun, takdir mempertemukannya dalam pernikahan rahasia dengan Aira, gadis biasa yang awalnya mengira suaminya hanyalah pria kaya yang polos dan sedikit konyol.

​Di rumah, Gabriel berubah drastis menjadi suami yang manja dan bucin setengah mati, bahkan rela bertingkah konyol demi membuat istrinya tersenyum.

​Semua kebohongan manis itu terbongkar saat Aira tak sengaja memergoki Gabriel dalam "mode monster" saat menghadapi musuhnya. Panik karena takut ditinggal, sang ketua mafia yang garang itu mendadak jadi panutannya yang paling penakut di hadapan sang istri.

​“Aira, aku bisa menghancurkan kota ini, tapi jangan minta aku hidup tanpamu!”

​Bagaimanakah kisah rumah tangga gadis biasa dengan pria paling berbahaya di dunia bawah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Sarapan Pagi,Cemburu Buta Dan Cincin Mutiara Hitam

Sinar matahari pagi menembus celah-celah tirai sutra di kamar utama penthouse megah milik Gabriel dan Aira. Aroma kopi arabika yang harum bertaut dengan wewangian bunga mawar segar yang baru saja diganti oleh pelayan penthouse.

​Aira terbangun lebih dulu. Ketika ia mencoba menggeser tubuhnya untuk duduk, sepasang lengan kekar yang kokoh bak rantai besi melingkar erat di pinggangnya, menarik tubuhnya kembali rapat ke dada bidang tanpa atasan milik Gabriel.

​"Jangan pergi dulu, Sayang..." gumam Gabriel dengan suara serak khas bangun tidur, menyembunyikan wajah tampannya di ceruk leher Aira sambil mengecup kulit halus istrinya bertubi-tubi. "Masih pagi sekali."

​Aira tertawa kecil, jemari lentiknya mengusap rambut hitam suaminya yang berantakan. "Gabriel, ini sudah jam delapan pagi. Hari ini ada rapat direksi gabungan dengan mitra dari Prancis di kantor."

​Gabriel cemberut, mendongak menatap Aira dengan mata cokelat gelapnya yang mengerjap polos. "Minta Felix undur jam rapatnya. Atau... kita pecat saja mitra Prancis itu kalau mereka berani mengganggu waktu cuddle kita."

​"Jangan konyol," tegur Aira gemas sambil mencubit pelan pipi Gabriel. "Ayo bangun. Aku mau mandi duluan."

​Dengan berat hati dan helaan napas dramatis seolah-olah dunia baru saja runtuh, Gabriel akhirnya melepaskan pelukannya, membiarkan istrinya melangkah ke kamar mandi. Pria tegap itu duduk di tepi ranjang, mengacak rambutnya sendiri, lalu tersenyum-tersenyum konyol mengingat betapa bahagianya hidupnya sejak menikah dengan Aira.

​Satu jam kemudian, di ruang makan penthouse yang mewah.

​Aira tampak sangat anggun mengenakan kemeja sutra berwarna merah marun yang dipadukan dengan rok pensil hitam berpotongan tinggi. Sementara Gabriel tampak gagah dan berwibawa dalam balutan setelan jas tiga lapis berwarna abu-abu gelap.

​Namun, ketenangan sarapan pagi itu mendadak terganggu ketika Felix melangkah masuk membawa sebuah kotak beludru hitam berukuran sedang dan meletakkannya di samping piring Aira.

​"Nyonya Aira," sapa Felix sopan sambil membungkuk. "Ini adalah kiriman khusus yang baru saja tiba dari utusan khusus Don Vincenzo di Roma. Sebuah bingkisan penghormatan atas keberhasilan Anda di sidang dewan tetua minggu lalu."

​Aira mengerutkan dahi, meletakkan pisau menteganya. "Dari Don Vincenzo?"

​Dengan rasa penasaran, Aira membuka kotak beludru tersebut. Di dalamnya terbaring sebuah cincin emas putih nan langka, dihiasi oleh Mutiara Hitam Tahiti yang berkilau indah dan dikelilingi oleh belasan berlian kecil. Di samping cincin itu, terdapat selembar kartu ucapan bertuliskan bahasa Italia.

​Aira membaca kartu ucapan itu keras-keras. "Untuk Permaisuri Hitam tercantik dan ter-cerdas yang pernah dimiliki dinasti Blackwood. Semoga perhiasan langka ini layak melingkar di jemari indah Anda. - Don Vincenzo."

​Seketika itu juga, suhu di ruang makan mewah itu mendadak turun drastis hingga menyentuh titik beku.

​Aira menoleh perlahan ke arah suaminya. Gabriel yang tadinya sedang mengunyah roti panggang mendadak menghentikan kunyahannya. Garpu di tangan kanannya bengkok seketika akibat cengkeraman jarinya yang terlalu kuat!

​Mata cokelat gelap Gabriel membidik kotak beludru itu dengan pendar amarah yang menyala-nyala. Radiasi cemburu buta yang sangat pekat meledak dari tubuh tegap sang ketua mafia!

​"Tua bangka bau tanah itu..." desis Gabriel dingin dengan suara bariton yang sanggup membuat piring-piring porselen bergetar. "Berani-beraninya dia mengirimkan perhiasan dan surat godaan murahan seperti ini kepada istriku!"

​Felix yang berdiri di dekat meja makan seketika melangkah mundur satu tindak, memegang pelipisnya. "Astaga... Tuan Besar cemburu sama kakek-kakek umur delapan puluh tahun," batin Felix menangis dalam hati.

​"Gabriel, tenang," hibur Aira menahan senyum geli melihat raut wajah suaminya yang membakar rasa cemburu. "Ini cuma hadiah diplomatik sebagai simbol penghormatan dari Dewan Tetua."

​"Tidak bisa!" potong Gabriel garang, bangkit dari kursinya hingga kursi kayu mahoni itu terdorong ke belakang. "Pria tua itu sengaja ingin pamer kekayaan! Dia pikir aku tidak sanggup belikan mutiara yang lebih besar dari itu?!"

​Gabriel dengan cepat menyambar kotak beludru berisi cincin mutiara hitam itu, menutupnya dengan kasar, lalu melemparkannya ke arah Felix seperti melempar sampah.

​"Felix!" bentak Gabriel. "Kirim balik kotak ini ke Roma! Katakan pada Don Vincenzo, kalau dia berani kirim surat genit lagi ke istriku, aku bakal beli seluruh pulau tempat tinggalnya terus tak jadikan penangkaran bebek!"

​Felix meringis kaku, memeluk kotak beludru mahal itu dengan hati-hati. "B-Baik, Tuan! Perintah dilaksanakan!"

​Aira yang melihat kelakukan suaminya tidak sanggup lagi menahan tawa. Tawa renyah nan cantiknya pecah menggema di ruang makan, membuat Gabriel yang tadinya mengamuk mendadak tertegun memandangi istrinya.

​Aira beranjak dari kursinya, melangkah mendekati Gabriel yang masih berdiri memasang wajah cemberut dan napas memburu. Aira melingkarkan kedua tangannya di leher tegap suaminya, menatap lurus mata cokelat gelap Gabriel dengan penuh kehangatan.

​"Kamu cemburu sama Don Vincenzo yang sudah tua renta begitu, Tuan Aristha?" bisik Aira menatapnya jahat namun penuh rasa sayang.

​Gabriel memalingkan wajahnya gengsi, tapi tangannya tetap refleks merangkul pinggang Aira erat-erat agar istrinya tidak menjauh. "Aku tidak cemburu! Aku cuma tidak suka ada pria lain—mau tua atau muda—yang mencoba merayu Permaisuriku. Jemari manis ini..." Gabriel mengangkat tangan kiri Aira, mengecup jemarinya lembut, "...cuma boleh dipasangi cincin pernikahan dari aku."

​Dada Aira berdesir hangat. Rasa posesif Gabriel yang kekanak-kanakan tapi sangat tulus selalu berhasil meluluhkan hatinya tanpa sisa.

​Aira berjinjit sedikit, lalu mendaratkan ciuman hangat dan manis tepat di bibir suaminya. Gabriel sempat tertegun setengah detik sebelum membalas lumat manis itu dengan sarat akan rasa cinta dan dominasi yang pekat.

​"Sudah tidak marah lagi kan?" gumam Aira pelan setelah melepaskan ciumannya, menatap Gabriel yang kini sudah tersenyum lebar dengan wajah merona bahagia.

​Gabriel memamerkan cengiran konyolnya, hilang sudah aura monster mafia yang tadi mengamuk. "Sudah tidak marah! Tapi... sebagai gantinya, hari ini di kantor kamu harus duduk di pangkuanku sepanjang jam kerja!"

​Aira menepuk dada bidang Gabriel sambil tertawa geli. "Dalam mimpi mu, Tuan Ketua Mafia!"

​Gabriel tertawa lepas, merengkuh istrinya ke dalam pelukan hangat. Di bawah pendar sinar matahari pagi, kisah cinta mereka terus terukir manis, dibumbui oleh cemburu buta konyol dan perlindungan mutlak yang tak pernah padam.

​📌 Pojok Penulis (Rey Nanda):

​Ngakak banget! Don Vincenzo yang udah Tua umur 80 tahun aja dicemburuin setengah mati sama Gabriel! Mana ancamannya mau bikin pulau penangkaran bebek lagi! Gabriel bener-bener suami posesif paling ajaib sedunia! 😭 Beli pulau buat bebek! 🦆✨

1
Chenyu Wang
mantap awal cerita sudah seru..
Chenyu Wang: sama2
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!