NovelToon NovelToon
KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Seratus ribu tahun setelah Perang Senja yang memusnahkan para Dewa Asli dan Iblis Primordial, para "Penguasa Abadi" di Sembilan Langit menjadikan dunia fana sebagai ladang ternak spiritual yang dipanen setiap sepuluh ribu tahun. Lin Xuan, seorang murid yatim piatu dari Sekte Pedang Awan Biru yang dikhianati dan diambil Akar Spiritualnya demi menghidupkan putra mahkota sekte, dibuang ke dasar Jurang Tulang Iblis. Di ambang kematian, darahnya menyalakan Lentera Abu Senja—pusaka terlarang peninggalan Dewa Senja terakhir—yang membentuk kembali tubuhnya dengan Meridian Kembar Dewa-Iblis. Dengan menggenggam pedang di satu tangan dan api senja di tangan lain, Lin Xuan merangkak naik dari dasar jurang untuk menumbangkan sekte-sekte munafik, menyatukan ras Iblis dan Manusia, serta meruntuhkan takhta palsu di Sembilan Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: Memurnikan Abu Musuh & Kabar dari Penjara Air Hitam

Zhao Kuang merangkak mundur dengan wajah pucat pasi, menyeret kakinya yang berlumuran darah sementara lentera giok di pinggangnya sudah retak dan mulai meredup.

​Tapak kaki Lin Xuan berhenti tepat di depan dada Zhao Kuang. Ujung pedang besi patahnya yang masih meneteskan darah hangat ditempelkan tepat di kerongkongan pria itu.

​"Lin... Adik Junior Lin Xuan! Ampuni nyawaku!" suara Zhao Kuang bergetar hebat, hilang sudah seluruh kesombongannya sebagai murid senior Aula Penegak Dharma. "Aku hanya menjalankan perintah Gu Changge dan Tetua Pertama! Kalau aku tidak turun, mereka yang akan menghukumku!"

​"Jawab pertanyaanku dengan jujur, maka aku akan memberimu kematian yang cepat tanpa rasa sakit," kata Lin Xuan dengan nada datar. "Jika kau berani berbohong satu kata saja, aku akan menghancurkan lentera giokmu dan membiarkan miasma jurang ini membusukkan dagingmu sedikit demi sedikit selama tiga hari tiga malam."

​Zhao Kuang menelan ludah dengan susah payah melihat tatapan dingin di mata pemuda itu. "Tanyakan! Aku pasti akan mengatakan semuanya!"

​"Bagaimana nasib guruku, Tetua Mo Chen, di atas tebing tadi?" tanya Lin Xuan, genggaman tangannya pada pedang patah mengencang sedikit.

"Tetua Mo Chen... beliau masih hidup!" jawab Zhao Kuang cepat-cepat karena takut pedang itu langsung menembus lehernya. "Tadi malam, beliau bertarung sengit melawan lima Tetua Aula Penegak Dharma di tepi tebing. Meskipun mata beliau buta, ilmu pedang beliau terlalu menakutkan—dua tetua terluka parah terkena tebasan beliau! Namun karena racun lama di tubuh beliau kambuh dan Ketua Sekte Gu Tianheng turun tangan langsung, Tetua Mo Chen akhirnya berhasil dilumpuhkan."

​Hati Lin Xuan bergetar, namun sekaligus sedikit lega mendengar gurunya belum gugur. "Di mana Gu Tianheng mengurung guruku sekarang?"

"Di Penjara Air Hitam di bawah Puncak Penegak Dharma!" jelas Zhao Kuang terburu-buru. "Gu Tianheng tidak langsung membunuh beliau karena dua alasan: pertama, Gu Tianheng curiga Tetua Mo Chen menyembunyikan Kitab Pedang Patah Kuno peninggalan leluhur sekte; kedua, tiga puluh hari lagi Sekte Pedang Awan Biru akan menggelar Upacara Pengangkatan Putra Suci sekaligus awal persiapan Turnamen Tujuh Sekte. Gu Tianheng berencana mengeksekusi Tetua Mo Chen di depan umum pada hari itu dengan tuduhan berkhianat dan bersekongkol dengan kultivator iblis!"

​"Tiga puluh hari lagi..." gumam Lin Xuan pelan, kilatan dingin yang mematikan melintas di matanya. "Berarti aku punya waktu tiga puluh hari sebelum kembali ke atas sana."

​"Benar! Aku sudah memberitahumu semuanya, Adik Junior Lin! Sekarang lepaskan aku, aku bersumpah demi Dao Langit tidak akan pernah membocorkan bahwa kau masih hidup—"

Saat mengatakan itu, jari tangan kiri Zhao Kuang yang tersembunyi di balik lengan jubahnya diam-diam menjepit sebutir Manik Peledak Api untuk dilemparkan ke mata Lin Xuan!

​Namun sebelum jarinya sempat bergerak—

​SRAAAK!

​Pedang patah Lin Xuan telah lebih dulu menembus tenggorokan Zhao Kuang tanpa ampun.

​"Kau pikir aku tidak melihat niat membunuh di matamu?" ucap Lin Xuan dingin sambil mencabut pedangnya. "Lagipula, aku tadi hanya menjanjikan kematian yang cepat tanpa rasa sakit—bukan melepaskanmu."

​Tubuh Zhao Kuang mengejang dua kali sebelum akhirnya diam tak bernyawa.

Lin Xuan kemudian mengumpulkan kantong penyimpanan dari pinggang Zhao Kuang dan keempat pemburu darah lainnya. Dari dalamnya, ia mendapatkan total seratus dua puluh keping Batu Spiritual Tingkat Rendah, tiga botol Pil Pemulih Qi, sebilah pedang Artefak Roh Tingkat Rendah milik Zhao Kuang, serta sebuah peta kulit binatang kasar yang menggambarkan bagian luar Jurang Tulang Iblis.

​Setelah menyimpan barang-barang berharga tersebut, Lin Xuan memanggil Lentera Abu Senja dari dalam lautan kesadarannya.

​Lentera perunggu tua itu melayang keluar dan berhenti di atas kelima jasad Pasukan Pemburu Darah. Sumbu lenteranya berkedip pelan, melepaskan lima lidah api berwarna abu-abu senja yang langsung menyelimuti kelima mayat tersebut beserta sisa darah Kadal Raksasa Bersisik Besi di dekatnya.

​Wussshhh...

Tanpa asap dan tanpa bau busuk, kelima jasad kultivator Lapisan Keenam hingga Kedelapan itu meleleh menjadi abu putih bersih dalam sekejap! Sementara itu, seluruh esensi Qi, darah murni, dan energi spiritual yang tersimpan di dalam tubuh mereka ditarik masuk ke dalam perut Lentera Abu Senja, berputar-putar di tengah nyala api purba, lalu memadat menjadi tiga butir pil seukuran ibu jari berwarna merah keabu-abuan yang memancarkan aroma harum yang memabukkan!

​"Memurnikan dosa dan darah menjadi abu, mencetak pil murni tanpa cacat—inilah fungsi kedua Lentera Abu Senja: Tungku Pil Abu Langit."

​Informasi kuno itu mengalir ke dalam benak Lin Xuan. Setiap pil yang ditempa oleh api Lentera Abu Senja sama sekali tidak memiliki racun atau kotoran pil (pill poison), sehingga dapat langsung ditelan tanpa merusak fondasi kultivasi.

Lin Xuan mengambil salah satu Pil Darah Senja yang masih hangat itu dan langsung menelannya.

​BOOM!

​Gelombang Qi murni yang setara dengan hasil meditasi keras selama tiga tahun meledak di dalam perutnya! Meridian Kembar Dewa-Iblis di sisi kanan dan kiri tubuhnya berputar kencang menjalankan Kitab Sutra Dewa-Iblis Sembilan Putaran, menggilas energi pil tersebut dan mengalirkannya ke pusaran yin-yang di Dantiannya.

​Krak!

​Dinding penghalang menuju lapisan berikutnya pecah seketika! Aura di sekujur tubuh Lin Xuan membubung tinggi, menggetarkan kerikil dan tulang-tulang di tepian sungai bawah tanah.

​Ranah Pemurnian Qi — Lapisan Ketujuh!

Lin Xuan mengembuskan napas panjang yang membentuk garis uap putih sepanjang tiga kaki di udara dingin dasar jurang. Ia menyimpan dua butir Pil Darah Senja sisanya ke dalam kantong penyimpanan.

​"Dengan kecepatan ini, sebelum tiga puluh hari berakhir, aku tidak hanya akan kembali ke Lapisan Kesembilan, tetapi juga menembus Ranah Pembangunan Fondasi," ujar Lin Xuan sambil menatap ke arah hulu sungai bawah tanah yang mengarah semakin dalam ke perut bumi. "Menurut peta kulit dari kantong Zhao Kuang dan pesan Guru, arus sungai ini melewati Lapisan Kedua dan Ketiga jurang sebelum bermuara di dekat Kota Kabut Hitam. Ayo kita lihat apa saja yang tersembunyi di kedalaman jurang ini."

1
Ilham Yono
balas dendam di mulai
Ilham Yono
keberuntungan dibalik musibah
Dan Kawan-Kawan
asyiiik cerita baru lagi
kalo bisa alur ceritax dibuat liku2 jgn baru 100 chapter sudah sampai di alam atas...buat panjang ceritax....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!