Jessica yang masih umurnya 21 tahun terpaksa menikah karena sebuah perjodohan dengan seorang CEO tampan kaya raya, laki-laki itu bernama Reyhan Dhalvin Wijaya.
Bagaimana jadinya jika di umur 21 tahun Jessica sudah menjadi seorang istri. mampukah ia melewati semua hal yang terjadi dalam hidupnya? Dan rahasia apakah yang Jessica sembunyikan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fuji Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata di jebak
Setelah menemui salah satu rekan bisnisnya, Reyhan berniat untuk pulang menemui Jessica istri tercintanya. Namun saat akan membuka pintu, Zaki dan Delon datang kekantor nya.
"Hi bro, apa kabar" sapa Zaki saat mendudukkan dirinya di sofa.
Reyhan berdecak malas, mau apa lagi kedua temannya itu datang kesini.
"Ngapain kalian kesini?"
"Lo nggak lihat grup Rey?" Tanya Delon yang di balas gelengan kepala oleh Reyhan. Lantas pria itu menghembuskan nafas malas. "Lo bahkan terlalu sibuk hanya untuk membuka grup aja"
"Dia sibuk 40% untuk bekerja dan 60% untuk istrinya, benarkan Rey." goda Zaki menaik turunkan alisnya.
Delon berdecak, ia tentu tau kemana arah pembicaraan Zaki. Mengingatkan kedua temannya yang sudah mempunyai istri, ia malas membahas itu.
Entah sampai kapan ia akan menemukan pendamping hidup, seorang wanita yang bisa merubahnya menjadi pria baik seperti Reyhan.
"Ck, kita ke club malam ini, bagaimana Rey?"
"Nggak! Gua nggak mau ketempat gitu lagi"
"Sekali ini aja, anak-anak udah kumpul di sana Rey. Mereka pengen ngadain reunian."
Reyhan memutar bola mata malas "Lebih baik gua menghabiskan waktu berduaan dengan istri gua dari pada ikut ketempat seperti itu lagi."
"Ayolah Rey, kapan lagi kita kumpul. Lo lihat, Zaki aja yang baru minggu ini menikah udah mempunyai istri ikut untuk kumpul dengan teman-teman kita yang lama."
"Cih, Gua juga dipaksa sama Lo." gerutu Reyhan malas.
"Ayo Rey, cuma sebentar doang kok." Ujar Zaki.
"Hm, oke. Tapi gua nggak mau minum alkohol."
"Lo tenang aja."
***
Saat memasuki tempat yang jarang Reyhan datangi itu, suara musik yang sangat berisik menyambut kedatangan mereka bertiga. Delon berjalan di depan, mencari meja teman-teman lamanya yang sudah berkumpul.
"Woy, sini!" teriak salah satu pria dari meja pojok. Di sana sudah ada beberapa teman-temannya yang lain dan dua orang wanita.
Delon menghampiri mereka yang diikuti oleh Reyhan dan juga Zaki dibelakang. Terlihat dari wajahnya, Reyhan tak ada niatan sama sekali untuk bergabung.
"Wow tumben Lo datang Rey." seru Bagas, salah satu temannya.
Reyhan tersenyum paksa "yahh, dia yang memaksa gua." ujarnya sambil menunjuk Delon dengan dagunya.
"Duduk yok, kalian pasti lelah. Mau minum apa, biar gua yang bakal mentraktir" ucap Tono, pengusaha tetapi masih sukses Reyhan.
"Biasa." sahut Delon cepat.
"Kalian?" Tanyanya pada Reyhan dan Zaki.
"Mereka nggak minum alkohol, dilarang istrinya." kekeh Delon seolah berbisik untuk menggoda kedua temannya itu.
Lantas Reyhan dan Zaki berdecak malas. Tanpa disadari, seorang wanita yang duduk di sana tersentak kaget mendengar ucapan Delon. Reyhan sudah menikah? Luntur sudah senyuman yang terbit saat ia melihat kedatangan pria itu. Shalma, wanita yang sudah lama menyukai Reyhan.
Mendengar kabar bahwa Reyhan berhasil di bujuk untuk ikut ke club, membuatnya membuang rasa malas dan cepat-cepat bersiap agar tampilannya menarik di mata pria itu. Dengan pakaian ketat dan rok di atas paha, membuatnya terlihat sangat seksi. Dan itu semua ia lakukan untuk Reyhan.
Namun saat mengetahui fakta bahwa RT Reyhan sudah menikah, bahkan pria itu tak meminum alkohol demi istrinya. Membuat harapannya pupus untuk dapat memiliki pria tampan yang kini tengah tertawa dengan teman-temannya.
Lamunannya buyar, saat seseorang di sampingnya menyenggol-nyenggol kan siku kepadanya. Lantas Shalma melirik kearahnya dengan dengan tampang pasrah.
Wanita yang dikenal bernama Tantri itu memberikan satu buah obat. Shalma mengerutkan keningnya heran, obat apa ini?
Melihat temannya yang tak mengerti, lantas Tantri memberi tahunya lewat pesan yang ia kirim. Langsung saja Shalma membuka pesan tersebut. Senyumnya terbit saat tahu apa obat tersebut. Yap, obat perangsang.
"Eh, Reyhan sama Zaki belum dapet minum? Gua ambilin aja yah," ucap Shalma sambil tersenyum ramah. Wanita itu langsung pergi kebelakang untuk mengambil dua gelas air dan menaruh obat di gelas satunya.
Tidak menunggu beberapa lama, wanita itu sudah kembali dengan dua gelas air ditangannya. "Eh, Zaki kemana?" Tanyanya basa-basi sambil menaruh minuman tersebut.
"Di telpon sama bininya dia." jawab Bagas di sela minum nya.
Mengambil kesempatan, Shalma duduk di samping Reyhan yang kosong. "Nih Rey diminum, ga ada alkohol nya ko." ujarnya menyodorkan gelas yang sudah berisi obat perangsang.
Tanpa ada rasa curiga, Reyhan pun mengambil gelas tersebut dan meminum nya sampai habis, ia memang sedikit haus. Shalma melirik kearah Tantri saat Reyhan dengan cepatnya menghabiskan minuman tersebut, kedua wanita itu tersenyum smirk.
Lima belas menit berlalu, Delon, Bagas, dan yang lain sudah tepar karna pengaruh alkohol. Begitupun dengan Reyhan yang mulai merasa aneh pada tubuhnya. Badannya terasa sangat panas, lantas pria itu membuka jasnya yang menyisakan kemeja berwarna putih.
"Kamu kenapa Reyhan?" Tanya Shalma lembut.
Reyhan menggeleng gelisah "Nggak, sepertinya gua harus pulang." ucapnya dengan suara serak.
"Kenapa? Kamu butuh bantuan aku?" Tanya Shalma dengan membelai dada Reyhan yang masih tertutup kemeja.
Reyhan merasakan ada yang aneh pada tubuhnya saat wanita itu memegangnya. Ia meneguk salivanya susah, saat Shalma tanpa permisi duduk di pangkuannya. Wanita itu mengelus rahang tegasnya dan mengusap jakun Reyhan dengan jari telunjuknya, membuat tubuh pria itu meremang.
"Kamu butuh bantuan ku sayang?" Bisik Shalma tepat di telinganya, lantas wanita itu membuka kancing milik Reyhan. Baru kancing kedua ia buka, suara deringan telpon menghentikan aktivitasnya.
Lantas ia mengambilnya dan tertera nama 'My dear little wife' dilayar. Dengan otak liciknya, Shalma mengangkat telpon tersebut dan bersuara seperti orang yang lemas, buru-buru ia mematikan sambungan telponnya.
Namun suara notifikasi pesan masuk membuatnya membuka ponsel itu lagi. Ia membaca malas pesan yang dikirim oleh Jessica, dan membalas pesan tersebut dengan seenaknya.
Shalma menatap kembali wajah Reyhan yang memerah. "Kenapa Rey? Kanu sudah tidak tahan hm?" Dibelainya wajah tampan itu, membuat Reyhan erulang kali meneguk salivanya.
Shalma mendekatkan wajahnya pada Reyhan, mencium bibir pria itu dan melumatnya. Tanpa sadar, Reyhan pun membalas ciuman itu, membuat Shalma tersenyum smirk di sela ciumannya.
Reyhan memejamkan matanya menikmati ciuman itu, namun sekilas bayangan seorang gadis cantik muncul di pikiran nya.
"Jessica!" Dengan cepat Reyhan membuka matanya, membuat Shalma terkejut. Pria itu mendorong kasar tubuh Shalma, membuat wanita itu tersungkur di lantai. Reyhan menahan mati-matian birahinya yang sudah memuncak. Sial! Ia di beri perangsang.
"Lo campurkan apa di minuman gua wanita sialan!" Bentak Reyhan kasar, ingin sekali ia membunuh wanita dihadapannya ini.
"Oh ayolah sayang, aku tau kamu juga menginginkan tubuh ku." ucapnya sensual, berdiri dari posisinya.
"Dasar jalang sialan!" Reyhan menarik rambut wanita itu kencang, membuat Tantri membulatkan matanya terkejut melihat temannya di perlakukan seperti itu.
"Lepas Rey, hei!" Teriak Tantri membantu Shalma yang merintih kesakitan.
"Aaarrgghhh!!!" Reyhan menggeram kesal saat hawa panas mulai menyerang tubuhnya. Dengan sisa tenaganya, ia menelpon Vero untuk menjemput nya.
"Sudah lah Rey, biarkan malam ini aku melayani mu."
"DIAM LO JALANG SIALAN! TUTUP MULUT MENJIJIKKAN LO ITU!"
"Kau tidak usah munafik Rey, kamu juga tadi menikmatinya." timpal Shalma."Ayo lah Rey, sekarang kamu bermain dengan ku, nggak ada bedanya kan."
PLAK!!
"REYHAN!!" Tantri mendekati Shalma yang terkena tanparan keras dari Reyhan.
"KAU BAHΚΑΝ LEBIH MURAHAN DARI JALANG-JALANG!!"
"ΚΕΝΑΡΑ KAU TAK MAU BERMAIN DENGAN AKU REY!" teriak Shalma kencang di sela Isakan tangisannya. "ISTRI MU JUGA BEKAS JALANG YANG DULU KAU PAKAI KAN REY--"
Mendengar itu Reyhan langsung emosi tak terima ia mencengkeram kuat leher wanita itu, membent*rkan kep*lanya ke meja dengan keras. Orang-orang yang berada di club, hanya diam memperhatikan. Mereka tak ada yang berani mendekat, mengingat siapa itu Reyhan.
"JAGA UCAPAN LO ITU!! MULUT MENJIJIKAN LO NGGAK PANTAS MENYEBUT ISTRI TERCINTA GUA! BAHKAN HANYA SEKALI!!" murka Reyhan menguatkan cengkraman nya.
Tantri mencoba melepaskan cengkraman Reyhan, namun tenaga pria itu jauh lebih kuat.
"Tuan" Vero berlari menghampiri Reyhan yang sudah hilang kendali.
"Diam Ver! Saya harus memberikan pelajaran jalang sialan ini!"
"Tuan, ingat ada Nyonya di rumah. Nyonya sedang menunggu kepulangan tuan malam ini."
Mendengar ucapan Vero, membuat Reyhan melonggarkan cengkraman. Pikiran nya sekarang hanya ada Jessica yang tengah tersenyum, menunggu kedatangan nya.
Rasa panas masih menjalar di tubuhnya, ia berharap Jessica bisa membantu nya."Cepat Ver, kenapa lO lelet banget bawa mobilnya. Gua pengen cepat-cepat pulang."
Mobil Reyhan sudah masuk kedalam halaman mansion. Dengan cepat Vero membuka pintu untuk dirinya. Lalu berlari menghampiri pintu seberang untuk membuka kan pintu Tuannya.
Vero membantu Reyhan keluar dari mobil. Tapi sebenarnya Reyhan tidak perlu dibantu, karena Reyhan masih sadar dan tidak mabuk sama sekali. Hanya saja Reyhan menahan gejolak yang besar dalam dirinya, yang ingin segera dituntaskan.
"Pulanglah Lo Ver. Saya bisa sendiri, saya gak lumpuh." Ujar Reyhan saat sudah keluar dari mobilnya. Dan segera meninggalkan Vero sendiri di dekat mobil.
Tok! Tok! Tok!
Reyhan mengetuk pintunya membabi buta, tak hanya itu ia juga menekan bel mansion nya berkali-kali.
Tak lama kemudian pintu mansion terbuka. Menampilkan sosok salah satu maid.
"T-tuan." Panggilnya bergetar melihat keadaan Reyhan yang tidak seperti biasanya. Reyhan tampak acak-acakan dengan dari yang entah sudah hilang kemana, dan juga dua kancing kemejanya yang paling atas terbuka.
"Dimana istri saya?" Reyhan mengatakan itu dengan napas yang memburu.
"Nyonya ada dikam-" sebelum maid itu menjawab, Reyhan sudah duluan masuk menyerobot dan menaiki tangga.
Saat sudah berada di depan pintu kamarnya. Ia langsung membuka pintu itu yang tidak dikunci dengan kasar.
Brak!
Suara pintu terbuka dengan kasar itu mengagetkan Istrinya yang akan siap-siap memejamkan matanya untuk tidur.