Rin-pertemuannya dengan Al adalah kebetulan. Tapi Al bisa memberikan rasa manis dan asem di hari-harinya.
Al-kaku dan dingin. Tapi dinginnya bisa meleleh. Pertemuannya dengan Rin seperti roti. hangat di luar empuk di dalam.
Kisah semanis roti buatan Rin, penuh proses, harus dibentuk dengan bahan takaran yang pas. Baru bisa dinikmati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Setelah menyapa penggemar dan bawa satu lagu lagu, Vivian undur diri dari panggung. Masuklah T&T, guest star yang paling ditunggu-tunggu. Satu lagu lama mereka yang sempat booming mengudara membuat suasa kembali hidup.
Ara yang sudah tak sabar menarik Rin menuju kedepan samping panggung. Karena semua sisi panggung dipenuhi mahasiswa. Mereka tak bisa terlalu dekat.
"gila! Keren banget! Ini yang gue tunggu!" teriak Ara diantar musik dan sorakan penonton. Rin hanya tersenyum melihat Ara yang kesenangan ikut bernyanyi dan melompat-lompat.
Satu lagu selesai disertai teriakan dan tepuk tangan yang meriah. Saat itulah MC maju dan menahan T&T untuk tetap diatas panggung.
"Tetap di tempat dulu ya, karena malam ini spesial kita mau ngasih beberapa penghargaan untuk panitia yang udah kerja keras sebulan ini sampai ke acara puncak! Kita bacain langsung aja... Nanti pemenang bisa foto bareng Vivian dan all member T&T, nggak keberatan kan? Boleh?" tanya MC. Sorak sorai kembali terdengar ketika semua member mengacungkan jempol sambil mengangguk.
Al masih mencari-cari dimana Rin. Dia memakai celana pendek selutut warna cream dan baju kaos putih dilapisi kemeja biru lengan pendek, supaya memudahkannya untuk bergerak. Malam ini temanya soft biru. Semua member T&T mengenakan pakaian yang ada warna birunya. Jonas memakai celana jeans gombrong 7/8 warna hitam dan kaus biru, Arza tetap rapi dengan kemeja biru dan celana panjang chinos warna coklat. Bima tampil kasual dengan kemeja biru dan celana putih.
Rin dan Ara menatap mereka semua dengan penuh kagum. Suara MC masih terdengar memanggil panitia terbaik dan juga sesi foto sampai akhirnya....
"Nggak hanya itu, malam ini juga ada Best Crew Terdedikasi! Tanpa dia malam ini belum tentu T&T bisa manggung! Kita sambut Best Crew Terdedikasi...Rin!" sorak sorai suara penonton memekakkan telinga disertai tepuk tangan. Rin nggak nyangka namanya terpilih.
"Sana naik!" Ara mendorong Rin agar naik ke panggung.
Perlahan Rin naik panggung dan tersenyum ke MC dan Al! Al dengan senyum tertahan terlihat bangga melihat Rin. Ditambah lagi malam ini Rin...sangat cantik. Terlihat anggun, dengan pakaian dan rambut yang biasa diikat seadanya. Sekarang rambut itu terurai tapi tetap rapi.
"iler lo di lap bang!" bisik Jonas.
"Kedip... Kedip!" ucap Arza.
Al tak peduli dengan keduanya. Al memperhatikan Rin yang menerima buket bunga dari ketua panitia. Lalu mereka dipanggil untuk foto bersama.
Bima menggeser tubuh Al agar ada di samping Rin. Hingga membuat bahu mereka saling bertabrakan lembut. Mereka berpose tersenyum manis.
"Sekali lagi!" ujar MC
Al melihat ke arah Rin dan Rin menutup mulutnya yang tertawa. Natural aja. Sebenarnya Rin emang malu karena Al merhatiin terus. Menatap Rin intens hingga pipi Rin yang memerah juga terlihat di kamera!
"Cieee!" beberapa penonton melihat interaksi itu bersorak.
"Tunggu di backstage!" bisik Al menunduk seolah-olah memperbaiki bajunya yang sudah rapi. Rin berjalan ke belakang panggung dan turun. Di sana sudah ada Ara yang langsung memeluknya!
"Keren! Selamat ya..." ucap Ara. Rin mengangguk.
Rin dan Ara duduk di koridor sepanjang backstage, menunggu semua member T&T selesai perform. Tadi Rin berbisik kalau mereka mau ketemu Rin di backstage.
Keduanya mengobrol santai sampai tak terasa dua lagu sudah dinyanyikan T&T. Mereka lalu turun sambil tertawa senang. Perasaan yang selama ini mereka rasakan sekarang mereka rasakan kembali. Apalagi antusias penonton mendengar lagu baru mereka. Bima yakin kali ini lagu mereka bakal dilirik kembali oleh perusahaan.
"Ehem... !" Jonas berdehem saat sampai di bawah.
Mereka terdiam dan Al melangkah maju.
"Selamat ya..."
"Thanks Al..." keduanya saling tatap dan tersenyum.
"Di dalam aja Al!" ucap Bima saat melihat beberapa orang mau menerobos ke belakang panggung.
Al menarik tangan Rin masuk ke ruangan. Diikuti oleh yang lainnya bahkan Ara.
"Selamat ya Rin..." Bima dan Arza bergantian menyalami Rin.
"Makasih..." ucap Rin dengan senyuman manisnya.
"Kak Riiiiinnnn... Selamat ya... Lo..." Jonas mau memeluk Rin tapi bajunya ditarik dari belakang oleh Al.
"Salam boleh, peluk jangan!" ucap Al.
"Mau pelukkkkk...." ucap Jonas manja. Al menendang kaki Jonas. Jonas mengaduh sambil tertawa.
"Kak! Selamat ya... Lo emang keren! Makasih udah ngundang kami!" ucap Jonas.
"Terimakasih Jonas! Gue yang makasih kalian mau tampil di acara kecil gini, kalian keren!" ucap Rin.
"Bisa peluk nggak kak?" tanya Jonas. Rin hanya tertawa diikuti yang lain kecuali Al yang tatapannya kayak mau nelan Jonas hidup-hidup.
"Eh iya, ini temen gue kayaknya belum official kenalannya. Namanya Ara dan dia ngefans banget sama kalian sampe bela-belain libur tiga hari buat nonton," ucap Rin.
Mereka menyalami Ara satu per satu. Suasana hangat tercipta di sekitar mereka. Jonas dan Arza ribut tentang ketukan dan mengejek bagaimana Al tadi ileran lihat Rin yang naik ke panggung.
"Mau gue abadiin tadi muka ileran bang Al, sayang ponsel gue di tas!" ucap Jonas. Arza tertawa.
"Bisa-bisanya dia ngambil kesempatan buat di samping kak Rin!" ucap Arza.
"Berisik!" Al duduk. "Duduk Rin!" ucap Al menepuk kursi di sebelahnya.
Rin duduk, sedikit tidak nyaman karena rame yang lihat mereka berdua.
Al meraih sebuah buket yang dia letakkan di samping mejanya dan memberikannya ke Rin dihadapan teman-temannya.
"Selamat ya... Cuma ini, aku nggak sempat belikan hadiahnya. Tapi kalau kamu ada waktu, besok kita pilih. Gimana?" Al menyodorkan buket bunga berwarna putih. Bunga lily. Rin dapat menghirup aromanya yang harum.
"Makasih Al... Besok nggak ada kegiatan," jawab Rin malu-malu.
"Wuaaaa...."
"Cieee...."
"Progres bang Al keren!"
"Udah aku-kamu!" bisik Ara ke Jonas.
Semua bahagia melihat Al yang terang-terangan mengajak Rin pergi berdua. Meski dengan wajah memerah, Al mencoba tersenyum dan memainkan sebelah matanya ke arah Rin.
Jonas dan Arza berpelukan sambil tertawa. Rin menutup mulutnya melihat Jonas dan Arza yang kelakuannya mirip anak-anak. Bima tersenyum sambil menyenderkan badannya ke dinding. Mas Reza mengangguk melihat interaksi itu. Sedangkan Ara, hampir nangis melihat betapa "sweet"-nya Al.
"Kakinyaaaa..." ucap Rin saat melihat di kaki Al ada darah mengalir sedikit.
Rin meletakkan bunga, semua ikutan panik. Rin melihat wajah Al yang memucat. Rin berlari mengambil kasa dan membersihkan luka Al.
"Dipaksa gerak terus ini kan, kena celana lagi jadi ngelupas lagi lukanya," omel Rin.
"Pelan-pelannnn..." Al meringis. Tadi waktu manggung dia nggak merasa apapun di kakinya.
"Manja banget lo bang!" ucap Jonas sambil ber-tos ria dengan Arza.
Note :
Siapa yang ikutan salting?
Kira-kira besok Rin diajak kemana ya?🤔
Kalau kalian ada ide komen ya, siapa tau jadi pertimbangan Author, thankyou! Salam manis dari Author, Rin dan Al
kisah Al dan Rin tak melulu soal cinta, ada sedih, bahagia, lucu dan kadang sedikit kaku🤭
kisahnya nggak berat kok