NovelToon NovelToon
SUAMI TAK DIINGINKAN, CINTA TAK TERDUGA

SUAMI TAK DIINGINKAN, CINTA TAK TERDUGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:636
Nilai: 5
Nama Author: Arman A

"Semua orang bilang dia dingin, kejam, dan tak tersentuh. Tapi hanya aku yang tahu — di balik tatapan dingin itu, tersembunyi hati yang paling lembut dan paling setia."

Su Yi, gadis sederhana yang tiba-tiba dijodohkan dengan pria paling ditakuti, paling kaya, dan paling dingin di kota — Mo Han, CEO Grup Mo yang kekuasaannya merentang ke seluruh negeri. Semua orang kasihan padanya, mengira dia hanya akan menjadi istri piala yang dibuang kapan saja. Namun tak ada yang tahu... Mo Han sudah menunggunya selama sepuluh tahun.

Di balik perjodohan yang dipaksakan itu, tersembunyi cinta yang tak pernah terucap, rahasia masa lalu, dan bahaya yang perlahan mendekat. Saat Su Yi perlahan melihat sisi lain pria itu, hatinya mulai bergetar. Tapi saat dia mulai jatuh cinta... rahasia besar itu mulai terungkap.

Apakah perjodohan ini akan menjadi neraka selamanya? Atau justru menjadi awal dari cinta yang paling indah dan paling abadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arman A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 — HATI YANG MULAI TERGUNCANG

Malam semakin larut, namun di dalam kamar yang luas dan mewah itu suasana justru terasa lebih berat dari biasanya. Langit malam di luar jendela kaca yang besar tampak gelap tanpa bintang, seolah ikut menyelimuti hati wanita yang berdiri mematung di dekat jendela itu. Angin malam bertiup lembut menerpa tirai sutra yang berwarna lembut, namun hal itu sama sekali tidak menyentuh perasaan hatinya yang sedang berkecuh tak menentu. Ia menatap pantulan dirinya di kaca jendela yang gelap, lalu pandangannya perlahan beralih ke arah tempat tidur besar yang terpisah jauh dari tempatnya berdiri. Di sana, sosok pria itu sedang duduk diam dengan tenang, membaca buku seolah tak ada hal lain yang lebih penting di dunia ini selain barisan tulisan di hadapannya.

Wanita itu mengepalkan kedua tangannya erat. Hatinya yang selama ini keras dan dingin perlahan mulai retak tak disangka-sangka. Selama ini ia selalu bersikap dingin dan kasar kepada pria itu. Selama ini ia selalu memandangnya dengan pandangan penuh kebencian dan penghinaan. Ia menikah dengannya hanya karena perjodohan yang dipaksakan oleh keluarga. Ia menganggap pria itu sebagai orang yang tidak pernah ia inginkan, suami yang dipaksakan ke dalam hidupnya tanpa pernah ia minta. Ia selalu bersikap seolah kehadiran pria itu adalah beban dan aib baginya. Namun hari ini, untuk pertama kalinya, hatinya merasa begitu sakit dan begitu bingung.

Ia teringat kejadian tadi siang saat ia terjebak dalam hujan deras di perjalanan pulang. Mobilnya mogok di jalan yang sepi dan tak ada siapa pun yang bisa ia hubungi. Saat ia mulai kedinginan dan putus asa, justru pria itulah yang datang menjemputnya di tengah hujan lebat tanpa pernah mengeluh sedikit pun. Ia ingat bagaimana pria itu memberikan mantelnya kepadanya hingga tubuhnya sendiri basah kuyup. Ia ingat bagaimana pria itu mengendarai mobil dengan tenang dan hati-hati demi keselamatannya. Dan yang paling membuat hatinya terasa semakin bingung adalah kata-kata yang diucapkan pria itu saat mereka tiba di rumah tadi.

"Jangan sampai sakit," ucap pria itu dengan nada yang tenang dan lembut, lalu berjalan masuk ke kamar mandi tanpa menuntut ucapan terima kasih atau menatapnya dengan pandangan yang penuh pengharapan.

Hanya itu. Hanya kalimat pendek itu. Namun entah mengapa kalimat sederhana itu terus berputar di kepalanya sepanjang malam hingga ia tak bisa tidur sama sekali. Selama ini ia selalu bersikap buruk kepadanya. Selama ini ia tak pernah menyapanya dengan baik. Namun pria itu tak pernah sekalipun membalas keburukannya dengan keburukan. Ia selalu tenang. Selalu sabar. Selalu diam seolah semua perlakuan buruk yang diterimanya hanyalah hal yang wajar dan pantas ia terima.

Pria itu perlahan menutup bukunya dan menatap ke arah wanita yang masih berdiri mematung di dekat jendela itu. Cahaya lampu yang lembut menyinari wajahnya yang tampak tenang dan damai. Tidak ada amarah di matanya. Tidak ada kebencian atau rasa lelah. Hanya tatapan yang tenang dan lembut seolah ia memahami kegelisahan yang sedang dirasakan istrinya saat ini.

"Masih belum tidur?" tanyanya dengan suara yang rendah dan lembut, tak berniat menekan atau menyalahkan sama sekali.

Wanita itu tertegun sejenak. Ia membalikkan tubuh perlahan dan menatap pria itu dengan pandangan yang masih terasa kaku namun tak lagi sedingin biasanya. Ia menggigit bibir bawahnya pelan, lalu dengan suara yang sedikit bergetar ia menjawab.

"Belum..." jawabnya singkat.

Pria itu mengangguk pelan. Ia berdiri perlahan dan berjalan mendekat, namun berhenti pada jarak yang cukup jauh seolah takut membuat istrinya merasa tidak nyaman. Ia menatapnya dengan pandangan yang tulus dan tenang.

"Kalau ada yang sedang dipikirkan, tak ada salahnya dibicarakan," ucapnya pelan. "Aku tidak akan memaksamu. Dan aku takkan pernah menyalahkanmu atas apa pun yang pernah kau katakan atau lakukan kepadaku."

Kalimat itu seolah menembus pertahanan hati wanita yang selama ini ia bangun dengan begitu kokoh. Matanya yang indah perlahan berkaca-kaca. Ia menatap pria itu lekat-lekat seolah baru pertama kali melihat wajahnya dengan benar. Wajah yang selama ini ia pandang sebelah mata ternyata menyimpan ketulusan yang begitu dalam. Pria yang selama ini ia anggap tak berharga ternyata memiliki hati yang jauh lebih mulia daripada siapa pun yang pernah ia kenal seumur hidupnya.

"Kenapa..." suaranya terdengar bergetar pelan. "Kenapa kau bersikap begitu baik kepadaku? Padahal aku selalu memperlakukanmu dengan buruk. Padahal aku tak pernah menginginkan pernikahan ini. Padahal aku selalu memandangmu dengan kebencian. Kenapa kau tak pernah membalas perlakuanku?"

Pria itu terdiam sejenak. Ia menatap wanita itu dengan pandangan yang lembut dan tulus, lalu perlahan tersenyum tipis. Senyum yang begitu menenangkan dan begitu tulus hingga membuat hati wanita itu semakin terasa bergetar hebat.

"Karena kau istriku," jawabnya pelan namun tegas. "Dan karena aku berjanji pada diriku sendiri untuk menjagamu dengan baik, apa pun yang terjadi. Aku tak mengharapkanmu untuk segera menyukaiku atau menganggapku sebagai suamimu. Aku hanya ingin kau tahu... selama aku masih berdiri di sini, kau takkan pernah sendirian. Dan aku takkan pernah memaksamu untuk menerima sesuatu yang belum siap kau terima."

Wanita itu terdiam. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh membasahi pipinya yang cantik. Ia menyadari betapa bodohnya ia selama ini. Ia membenci pria yang seharusnya ia cintai dan hargai, hanya karena pernikahan ini terjadi tanpa keinginannya. Namun di saat yang sama, ia tak menyadari bahwa di hadapannya berdiri seseorang yang bersedia menerima segala keburukannya tanpa pernah sekalipun meminta balasan.

"Maaf..." ucapnya pelan dengan suara yang tercekat. "Maafkan aku... atas semua yang telah kulakukan selama ini..."

Pria itu melangkah maju perlahan, lalu dengan lembut menyeka air mata di pipi istrinya. Sentuhannya begitu hangat dan begitu lembut seolah takut melukainya sedikit pun.

"Tidak perlu meminta maaf," ucapnya pelan sambil menatap matanya dalam-dalam. "Aku menunggumu. Selama berapa pun waktu yang kau butuhkan. Aku akan tetap di sini. Dan suatu hari nanti... semoga kau tak lagi menganggapku sebagai suami yang tak kau inginkan."

Wanita itu menatapnya lekat-lekat. Di dalam hatinya yang selama ini tertutup dingin, perlahan tumbuh sesuatu yang baru. Sesuatu yang hangat dan lembut. Sesuatu yang perlahan mulai mengubah pandangannya terhadap pria yang berdiri di hadapannya itu. Malam itu, di bawah cahaya lampu yang lembut, sesuatu yang indah perlahan mulai tumbuh di antara dua hati yang sempat terpisah jauh. Dan siapa pun yang tahu, mungkin suatu hari nanti, pria yang dulu dianggap suami tak diinginkan itu justru akan menjadi satu-satunya pria yang paling dicintainya di seluruh dunia.

 

1
Alia Chans
suka sama gendre perjodohan begini🤭🤭
salam interaksi thor😉
Arman: makasih kak
salam interaksi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!