Shen Dazhi, seorang pengembara yang berhasil mengumpulkan 10 pusaka legendaris yang diturunkan oleh Dewa. Bukan hanya itu, dirinya juga berhasil mengalahkan pemimpin sekte aliran hitam terbesar dan menjadi salah satu orang terkuat di dunia.
Namun rasanya semua itu tidak sepadan karena banyak sekali rekan-rekan serta orang tersayangnya yang mati dimasa lalu karena ulah sekte hitam tersebut.
Sampai akhirnya, dirinya diberikan kesempatan kedua oleh Dewa untuk kembali ke masa lalu dan menyelamatkan orang-orang berharganya.
Inilah cerita sang Pengembara dari masa depan yang kembali ke masa lalu untuk menulis ulang takdirnya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dazhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 : Kontrak Kepemilikan Pusaka
Dapat bertemu kembali dengan keluarganya, lalu mempunyai kesempatan kedua untuk mengubah takdir buruk yang pernah terjadi di kehidupan sebelumnya, tentu saja ini adalah hal yang sangat menggembirakan.
Untuk beberapa saat, suasana diantara Dazhi dan Liontin Sven menjadi hening, hanya hembusan angin pagi yang terdengar.
"Ah sudahlah... Oh iya, kukira hanya aku yang tahu tentang kehidupan pertama itu. Namun sepertinya kau mengingat semuanya juga yah?"
Dazhi berbicara kepada Sven, ia memang mengira kalau semua makhluk hidup kecuali dirinya tak akan tahu mengenai kehidupan pertama itu. Lalu, bukankah seharusnya hanya Dazhi saja yang kembali ke masa lalu?
"Entahlah... Seharusnya aku juga tidak mengingat kehidupan pertama itu. Tapi sepertinya, yang diatas sengaja membawa kesadaran ku dari kehidupan pertama ke kehidupan yang sekarang."
'Yang diatas', itu adalah panggilan para pusaka kepada Dewa yang telah menciptakan mereka. Entah apa alasan Dewa membawa serta kesadaran para pusaka dari kehidupan pertamanya.
Para Dewa itu sungguh penuh dengan misteri.
"Hm... Begitu ya..."
"Tapi aku senang, akhirnya diriku bisa keluar dari kedai memuakkan itu. Bisa-bisanya pusaka legendaris sepertiku dihargai 5 koin emas saja!!"
Dazhi tertawa mendengar ucapan Sven, memang Pusaka Legendaris ini sebenarnya tidak ada bedanya dengan benda biasa, yang membedakan hanyalah ukiran huruf kuno di bagian tertentu pusaka dan kekuatan hebat yang bisa diberikan pusaka kepada pemiliknya.
Mereka terus berbincang mengenai berbagai hal, rasanya menyenangkan karena akhirnya Dazhi bisa berbagi cerita yang selama ini tak bisa diceritakan kepada siapapun.
Tanpa sadar, mereka berbincang lama sekali sampai kondisi pasar yang awalnya sepi menjadi lumayan ramai. Beberapa orang bahkan menganggap Dazhi adalah orang gila karena berbicara sendiri.
"Mama, kakak itu berbicara dengan siapa?"
"Jangan melihat kearah dia, sayang. Nanti takutnya kau ketularan tidak waras."
Liontin Sven akhirnya menyadari bisik-bisik tidak menyenangkan dari para pengunjung pasar. Ia berinisiatif untuk mengajak Dazhi ketempat yang lebih sepi.
"Dazhi... Sepertinya kita harus mencari tempat yang lebih sepi. Banyak orang yang menganggap dirimu gila karena berbicara sendiri."
Dazhi menoleh untuk mendapati kalau memang ada banyak orang yang menontonnya. Suara dari Sven hanya bisa didengar oleh dirinya saja, jadi wajar kalau orang-orang menganggapnya berbicara sendiri.
"Baiklah."
***
Setelah berjalan beberapa saat, Dazhi sampai disebuah gang yang lumayan sepi. Liontin Sven kembali berbicara.
"Nah, karena sudah berada ditempat yang sepi, bagaimana kalau sekalian melakukan kontrak pusaka saja, Dazhi?"
Kontrak kepemilikan pusaka dilakukan agar seseorang yang mendapatkan pusaka legendaris bisa menggunakan kekuatan dari pusaka tersebut.
Kontrak juga dilakukan agar sebuah pusaka hanya bisa digunakan oleh pemilik pusaka dan tidak bisa digunakan oleh orang lain, kecuali bila pemilik pusaka melakukan pemindahan kepemilikan atau bila pemilik sebelumnya mati dan pusaka melakukan kontrak dengan orang baru.
Dazhi berpikir sejenak, "Lalu bagaimana dengan Bai Yezhou?"
Bai Yezhou, dia adalah teman Dazhi di kehidupan sebelumnya. Dia juga merupakan pemilik pertama dari Liontin Keberuntungan Sven sebelum akhirnya meninggal dan kepemilikannya dialihkan kepada Dazhi.
Jika sekarang Dazhi melakukan kontrak kepemilikan pusaka dengan Sven, itu artinya dirinya mengambil Sven yang seharusnya dimiliki oleh Bai Yezhou.
Apa Dazhi akan melakukan hal itu?
"Seharusnya dia akan baik-baik saja." Sven berbicara dengan santai.
Dazhi menatap kearah pusaka legendaris itu. Sven pun menjelaskan kalau Bai Yezhou di kehidupan sebelumnya akan menemukan dirinya tiga bulan lagi, setelah itu Bai Yezhou masuk kesebuah sekte aliran putih yang terkmuka dan menjadi kebanggaan sekte tersebut.
Bila Dazhi melakukan kontrak kepemilikan dengan Sven, maka hal itu mungkin tidak akan berdampak besar pada Bai Yezhou. Lagipula Bai Yezhou akan masuk ke sekte besar dan aman di sekte itu untuk beberapa tahun ke depan. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Dazhi mengangguk paham dengan ucapan Sven. Dirinya memang tahu kalau Bai Yezhou berasal dari sekte besar, namun entah mengapa, Dazhi masih merasa resah.
Akhirnya setelah berpikir kembali selama beberapa menit lagi, ia telah mengambil keputusan. "Baiklah, aku akan melakukan kontrak kepemilikan pusaka denganmu."
Dazhi memegang Sven dengan kedua tangannya. Ia perlahan mengangkat Liontin Sven itu tinggi-tinggi dengan mata tertutup.
"Kontrak kepemilikan pusaka legendaris, Shen Dazhi." Ucap Dazhi lirih.
"Kontrak kepemilikan diterima." Sven terdengar menjawab ucapan Dazhi. Bersamaan dengan itu, cahaya keemasan muncul dari Liontin ditangannya itu.
Cahaya tersebut perlahan merambat dari tangan Dazhi menuju ke seluruh tubuhnya. Dazhi bisa merasakan kehangatan dari cahaya itu yang menyelimuti setiap bagian ditubuhnya.
Setelah beberapa saat, Cahaya meredup dan akhirnya menghilang. Dazhi membuka matanya, ia dapat melihat kalau tulisan kuno yang sebelumnya berbunyi 'Sven' telah berubah menjadi 'Shen Dazhi,' hal ini menandakan kalau Dazhi telah resmi menjadi pemilik Pusaka Legendaris, Sven.
"Sekarang Dazhi resmi menjadi tuanku. Lalu, seharusnya dirimu sudah tahu bagaimana cara menggunakan ku, bukan?"
"Iya aku tahu."
Dazhi kemudian mengetuk batu giok di liontin tujuh kali, seketika itu juga muncul tali dari sutra berwarna emas pada Liontin tersebut.
Dazhi mengenakan Liontin Sven sebagai kalung dilehernya. Ia lalu dengan semangat berkata, "mari kita lihat apakah kekuatanmu sama seperti dulu."
"Hey~ Jangan meremehkan aku~" Balas Liontin Sven.
Dazhi mulai berjalan keluar dari gang sepi itu. Liontin Keberuntungan Sven, sama seperti namanya, pusaka ini dapat memberikn keberuntungan mutlak kepada pemiliknya. Intinya sih, orang yang mengenakan Sven akan mendapatkan keberuntungan secara terus-menerus.
"Apa ini?" Ditengah jalannya, Dazhi merasakan kalau dirinya menginjak sesuatu. Ia mengangkat kakinya dan dapat melihat kalau yang ia injak ternyata adalah sebuah koin emas.
Baru saja dibicarakan, Dazhi telah mendapatkan keberuntungannya. Anak itu mengambil koin emas yang ia injak dengan perasaan gembira.
"Wah~ Sepertinya kemampuanmu memang tidak berkurang."
"Bukankah aku sudah bilang? Jangan meremehkan pusaka legendaris ini~"