NovelToon NovelToon
BISIKAN LUKISAN BERDARAH

BISIKAN LUKISAN BERDARAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Penyelamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Andhig Rosdiana

Bagi Adista, barang antik bukan sekadar benda mati; mereka memiliki jiwa, cerita, dan keindahan tersendiri. Hobinya mengoleksi barang-barang unik dan kuno selalu berhasil membawa kepuasan tersendiri, hingga suatu malam di sebuah ruang pelelangan rahasia, matanya terpaku pada sebuah mahakarya yang unik.
​Sebuah lukisan tua berbingkai emas kusam yang menggambarkan sosok perempuan dengan air mata darah.
​Ada daya tarik magis yang tak kasat mata, seolah lukisan itu sengaja memanggil namanya. Tergiur oleh keunikan dan aura mistisnya, Adista berhasil memenangkan lelang tersebut tanpa tahu harga yang harus ia bayar bukan sekadar uang.
​Sejak lukisan itu tergantung di dinding rumahnya, atmosfer berubah mencekam. Langkah kaki misterius, bau anyir yang menguap di udara, hingga bisikan ghaib yang menyayat hati mulai meneror malam-malam Adista. Sosok perempuan dalam kanvas itu seolah hidup, dan tangisan darahnya perlahan mulai merembes keluar dari bingkai, menuntut balas yang mengerikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andhig Rosdiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 21

Sebelum ayam jantan berkokok Adista sudah bangun dari tidurnya , Sepanjang malam ia sama sekali tidak bisa memejamkan mata dengan tenang. Setiap kali ia mencoba tidur, suara bisikan gaib dan bayangan hantu wanita itu terus berputar-putar di dalam benaknya. Baru setelah azan subuh berkumandang dari masjid dekat perumahan, hawa dingin yang mencekam di ruang tengah itu perlahan-lahan mulai memudar.

​Adista bangkit berdiri dengan tubuh yang terasa sangat pegal dan lemas. Ia melirik ke arah lukisan di dinding. Cairan merah yang semalam menetes kini sudah menghilang, tidak meninggalkan noda di atas lantai. Namun, sosok perempuan di dalam kanvas itu tetap diam membeku, seolah-olah tidak terjadi apa-apa semalam.

​Dari arah dapur, terdengar suara dentingan wajan dan aroma harum nasi goreng yang sedang dimasak. Bik Sumi rupanya sudah bangun dan mulai melakukan tugasnya seperti biasa. Kehadiran Bik Sumi dan suara aktivitas di dapur sedikit memberikan rasa aman bagi Adista, seolah-olah mengusir sisa-sisa kengerian malam tadi.

​Adista berjalan pelan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Guyuran air dingin membuat pikirannya sedikit lebih segar. Sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, Adista mulai berpikir jernih. Ia tidak bisa terus-menerus hidup dalam ketakutan seperti ini. Rumah ini adalah rumahnya, tempat tinggalnya yang sah. Ia tidak boleh kalah oleh teror makhluk halus, meskipun makhluk itu sangat kuat dan kejam.

​Setelah berganti pakaian rapi untuk bersiap pergi ke kantornya, Adista berjalan menuju ke ruang makan. Di atas meja, sudah tersedia sepiring nasi goreng hangat lengkap dengan telur mata sapi dan secangkir teh manis.

​"Selamat pagi, Non Adista. Wah, sudah rapi sekali," sapa Bik Sumi sambil meletakkan sendok dan garpu di atas meja. Wajah wanita tua itu tampak segar dan penuh semangat, sangat berbanding terbalik dengan Adista yang memiliki lingkaran hitam di bawah matanya.

​"Selamat pagi, Bik. Terima kasih nasi gorengnya," jawab Adista mencoba tersenyum sealami mungkin.

​Adista duduk dan mulai menyendok sarapannya. Rasa cemas semalam membuat perutnya terasa agak mual, namun ia memaksakan diri untuk makan agar memiliki tenaga untuk menghadapi hari ini. Sambil mengunyah, mata Adista sesekali memperhatikan gerak-gerik Bik Sumi yang sedang mengelap kaca jendela tidak jauh dari ruang makan.

​Pikiran Adista kembali tertuju pada kesimpulan yang ia buat semalam. Makhluk itu hanya mengincar laki-laki karena dendam masa lalunya. Teori itu semakin terbukti nyata karena hingga detik ini, Bik Sumi yang setiap hari beraktivitas di dalam rumah sama sekali tidak merasakan gangguan atau teror apa pun. Bik Sumi justru merasa sangat bahagia dan betah bekerja di sana.

​"Bik Sumi," panggil Adista pelan setelah menyelesaikan sarapannya.

​Bik Sumi menghentikan kegiatannya lalu menoleh. "Iya, Non? Ada yang bisa Bibik bantu lagi?"

​Adista terdiam sejenak, menimbang-nimbang kata yang tepat agar tidak menimbulkan kecurigaan. "Bik, kalau nanti siang atau sore ada tamu yang datang ke rumah, tolong langsung kabari saya ya. Terutama kalau tamunya itu laki-laki."

​Bik Sumi mengernyitkan dahi sedikit, merasa agak heran dengan pesan yang sangat spesifik itu. Namun, karena sifatnya yang penurut dan tidak banyak bertanya, ia langsung mengangguk patuh. "Baik, Non. Kalau ada tamu laki-laki yang datang, Bibik akan langsung telepon Non Adista."

​"Satu lagi, Bik," tambah Adista, suaranya terdengar sangat serius. "Jangan pernah mengizinkan tamu laki-laki mana pun, siapa pun itu, untuk masuk ke dalam rumah atau menginap di sini. Kalau ada yang mau bertamu, minta mereka tunggu di teras depan saja sampai saya pulang. Paham, Bik?"

​"Paham, Non. Bibik akan ingat-ingat pesan Non," jawab Bik Sumi dengan sopan, meskipun di dalam hatinya ia merasa agak bingung kenapa majikannya terkesan sangat ketat terhadap tamu pria.

​Adista mengembuskan napas lega. Ini adalah keputusan pertama yang ia ambil untuk mencegah jatuhnya korban ketiga. Ia harus menutup rapat-rapat akses bagi setiap laki-laki untuk masuk ke dalam rumah ini. Baik itu teman kerjanya, saudara jauhnya, atau bahkan tukang servis AC sekalipun. Rumah mewah ini sekarang resmi menjadi area terlarang bagi kaum pria.

​Namun, Adista juga tahu bahwa ia tidak bisa selamanya mengandalkan larangan ini. Suatu saat nanti, pasti akan ada situasi di mana seorang laki-laki terpaksa harus masuk ke dalam rumahnya. Oleh karena itu, Adista harus mencari cara lain. Ia harus mencari tahu lebih banyak tentang sejarah lukisan tersebut dan bagaimana cara menghentikan kutukan maut itu tanpa harus membuang atau merusak lukisannya, karena ingatan akan ancaman ghaib semalam masih membuatnya sangat ngeri.

​Adista bangkit dari kursi, mengambil tas kerja dan kunci mobilnya di atas meja. "Saya berangkat kerja dulu ya, Bik. Tolong jaga rumah baik-baik."

​"Iya, Non. Hati-hati di jalan," kata Bik Sumi sambil mengantar Adista sampai ke pintu depan.

​Begitu melangkah keluar dari pintu rumah, embusan angin pagi yang hangat menyambut wajah Adista. Ia masuk ke dalam mobil sedannya dan menyalakan mesin. Sambil memundurkan mobil keluar dari halaman, Adista sempat melirik ke arah jendela ruang tengah. Dari balik kaca yang remang-remang, ia seolah-olah melihat bayangan hitam wanita berambut panjang sedang berdiri diam, menatap kepergiannya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

​Adista mencengkeram setir mobilnya dengan kuat. Pertempuran batinnya melawan kutukan lukisan maut ini baru saja dimulai, dan ia berjanji pada dirinya sendiri untuk menemukan jawaban atas misteri berdarah ini demi keselamatan semua orang, sebelum rahasia kematian Ronald dan Bram akhirnya terbongkar ke permukaan.

1
Ungkar Aj
maaf ya suy untuk saat ini author belum bisa update ,hape author rusak ,tunggu seminggu lagi insyaallah author up sampai tamat /Sob/
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
aduh piye sih di ulur3 mkin lama makin menjadiw saja
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
sesulit itukah berkata jujur

krn dosa lama kai skrg menempuh apa yg kau tabur

tp.setidaknjya klo berani mengakui dn bertibat akan lenih enteng tp ini tak ada niat ya sudah lah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ininlah akibatnya klo salah g mau ngaku salah jd ya di hantui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
kenapa g mengku saj biar g di hamtui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduhh ini knp rupanya lukisan itu smpe ke adista krn ada dalam li gakran keluarganya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi ini rupanya anak nya di bantai padahal anak nya tak tau apa2
apakah dgn riyan juga ya
nahhh ini jadi misteri
Iis Dawina
iya kali om Harun terlibat pembunuhan laras
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lha jadi ada kaitanya ya
weehhh kira2 apa ya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lha apakah ada kaaitanya dgm rian
aduh entah lah
andhig Rosdiana
kita lupa tuntas apa yang sebenarnya om harun lakukan pada Laras , terimakasih udah like dan koment 👍😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: ini dia yg bikin penasaran
total 1 replies
Iis Dawina
apa om Harun salah satu yg sudah membunuh Laras . trs Laras bls dendam ke bram
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahhh sekarang gmn kek buntu gitu sih
aduh kira2 kmn lagi akan melangkah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi belum di ceritakan ya perempuan iru

knp.sih susah sekali nyebut namanya hadeh
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahh kan semakin rahasia nya terkuak akhirnya akan bertemu di alam berbeda damar dan perempuan itu jgn bilang nama permouan itu nawang wulan/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
wow akan terkuak lah apa yg selama ini terpendam

tp setifak nya g ada yg mati dlu deh kasihan jiwa adista terguncang hebat dgn kejadian kematian yg tak wajar
andhig Rosdiana
tenang tahan nafas kita kupas tuntas ya dik ...🤭 terimakasih selalu setia di karya aku ,😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
apa mungkin lukisan itu minta di kemabalikan di rumah itu ya
waduh gmn dong
yg pasti kukisan nya g minta tumbal lagi
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduh bahayakah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi pere.puan itu tidak meneror karna akan menemukan apa kebenaran yg akan menguak sebuah misteri wow su guh perjalanan yg tak mudah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!