NovelToon NovelToon
DUNIA X KEKACAUAN

DUNIA X KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:326
Nilai: 5
Nama Author: YT FiksiChannel

Dien Moretz adalah sarjana pengangguran yang selalu gagal dalam wawancara kerja, karena memiliki kekurangan bibir sumbing yang menyebabkan komunikasinya tidak lancar dan dianggap sebuah beban. Suatu hari saat sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba ada monster yang muncul dan memangsa orang-orang. Dien yang selamat akhirnya menyadari bahwa ada dunia lain, dunia yang berbeda dari yang dia jalankan selama ini. Dien yang tertarik dan tidak mendapatkan pekerjaan akhirnya memilih menjadi bagian dari dunia tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YT FiksiChannel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mari Kita Lupakan Masalah Ini

Steven melihat tiga orang lawannya dengan tatapan penuh kebencian, lalu melihat kondisi tubuhnya yang tampak babak belur dan penuh luka, darah segar terus mengalir membasahi tombak tanah yang menusuk tubuhnya. Rasa sakit tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuh seakan-akan memberitahu Steven untuk menyerah dan tidak memaksakan diri.

Steven hanya bisa menghela nafas ringan, memejamkan mata dan meredam kebenciannya, lalu menyerahkan roh ikan buntal yang terkurung dalam sangkar energi spiritual. 

“Aku menyerah! Kita akhiri disini saja. Ambillah roh itu, aku tidak membutuhkannya lagi.” Ucap Steven menyerah. 

Sangkar energi spiritual yang mengurung roh ikan buntal itu terbang dan melayang di depan Aamon yang tampak berdiri tegak dan siap melanjutkan pertarungan kapan saja.

Steven meledakkan energi spiritual petir menghancurkan tombak tanah yang menusuk dan menahannya. Hanya dengan tekanan energi spiritual petir miliknya, Steven berhasil menghancurkan tombak tanah dan melepaskan diri, lalu pergi dengan santai dan acuh tak acuh. 

“Kuat sekali! Dengan kondisi seperti itu dia masih dapat berdiri dan mempertahankan kesadarannya. Dia memang praktisi spiritual yang sangat kuat.” Batin kakek Zu kagum melihat Steven masih dapat mempertahankan kesadarannya dan pergi dengan tubuh yang penuh luka.

Kakek Zu yang mengambil alih tubuh Aamon hanya bisa membiarkan Steven pergi, karena tubuh Aamon sangat rapuh dan tidak mampu menahan kekuatannya lebih lama lagi. Menurut kakek Zu, hal yang bijak adalah menyerah dan tidak memperpanjang masalah. Kakek Zu malah bersyukur Steven menyerah dan pergi dengan sendirinya.

Freya sendiri membiarkan Steven pergi, karena energi spiritualnya masih belum stabil setelah berhasil melewati ujian dewa dan naik tingkat menjadi praktisi lima elemen untuk kedua kalinya. 

“Baguslah dia menyerah.” Batin Freya menghela nafas lega.

Freya duduk bersila dan masuk ke alam bawah sadarnya untuk menstabilkan energi spiritualnya yang bergejolak karena berkah dewa. Dimana karena berhasil menyelesaikan ujian kedua warisan dewa aturan, Freya mendapatkan berkah dewa dan naik menjadi praktisi spiritual lima elemen untuk kedua kalinya.

Hasil dari berkah dewa tersebut membuat energi spiritual Freya langsung bergejolak hebat, karena energi spiritual dari ramuan lima elemen dan berkah dewa saling bertentangan dan ingin mendominasi dari yang lainnya.

“Sekarang aku mengerti kenapa ayah menyarankan agar aku tidak terburu-buru meminum ramuan lima elemen dan naik menjadi praktisi spiritual lima elemen. Ini benar-benar merepotkan!” Freya mengingat saran ayahnya yang tidak dia dengarkan.

Saat itu Freya masih terlalu muda dan sangat excited untuk menggunakan sihir. Freya yang sangat ingin menggunakan sihir akhirnya memutuskan naik menjadi praktisi spiritual lima elemen secara diam-diam tanpa sepengetahuan ayahnya, karena hanya menjadi praktisi spiritual lima elemen seseorang bisa mempelajari bahkan menciptakan sihir.

Hasil dari keputusan terburu-burunya itu membuat Freya dilarang melakukan ujian kedua warisan dewa selama 5 tahun lamanya. 

“Terima kasih ayah.” Freya sangat berterima kasih kepada ayahnya karena melarangnya melakukan ujian kedua warisan dewa, karena jika tidak dia mungkin akan mati karena energi spiritualnya bergejolak.

Dien sendiri hanya diam dan tidak berniat menghentikan Steven. 

Setelah Steven benar-benar pergi dan tidak terlihat lagi, Aamon langsung kehilangan kesadaran dan pingsan begitu saja setelah kakek Zu tidak mengendalikan tubuhnya lagi. Freya sendiri langsung muntah darah dan batuk hebat, karena kesulitan mengendalikan energi spiritualnya yang bergejolak hebat. Freya hanya bisa menguatkan diri dan duduk bersila mengontrol energi spiritualnya yang semakin kacau akibat kegagalannya.

“Untungnya dia pergi tanpa perlawanan. Jika tidak, mungkin… uwek!!!” Ucap Freya sangat lega, lalu menyemburkan darah segar.

“Mungkin kalian akan mati.” Ucap Steven tiba-tiba sudah berada di belakang Freya tanpa disadari siapapun.

Dien langsung waspada dan siap menerima kemungkinan terburuk. Freya melotot tidak percaya Steven belum pergi dan melepaskan mereka. Aamon sendiri pingsan, namun kakek Zu siap mengambil alih tubuhnya lagi. 

Steven tersenyum tipis melihat wajah tiga orang itu satu-persatu. Tangannya yang terpotong, bahunya yang robek, dan beberapa luka tusukan di tubuhnya terlihat tanpa henti mengeluarkan darah segar layaknya keringat. Wajah Steven yang pucat menampilkan senyuman kecil dan terlihat mengerikan.

“Kita tidak pernah bermusuhan. Aku hanya membutuhkan roh ini untuk naik ke tingkat praktisi jiwa baru lahir. Jadi, mari kita lupakan masalah ini.” Ucap Steven mengambil kembali sangkar energi yang mengurung roh ikan buntal.

Sangkar energi itu melayang dan mendarat di tangan Steven. 

Steven tersenyum ramah kepada tiga orang musuhnya tersebut. Steven segera melangkah pergi dengan santai dan acuh tak acuh meninggalkan pertarungan.

“Aku harap saat kita bertemu lagi di masa depan, tidak ada permusuhan diantara kita.” Ucap Steven melambaikan tangan membelakangi tiga orang musuhnya tersebut. 

Dien dan Freya kembali bernafas lega. Meskipun roh itu diambil Steven, tetap saja mereka menyelesaikan misi. Mereka masih dapat dikatakan berhasil dalam misi pertama mereka sebagai pasukan malam. 

“Aku tidak tahu, roh juga bisa menjadi bahan utama pembuatan ramuan.” Gumam Dien tidak yakin melihat kepergian Steven. 

“Haha.” 

Tiba-tiba terdengar tawa serak dan berat di dalam pikiran Dien. 

“Anak muda, kamu tahu? Manusia adalah makhluk yang paling lemah dan tak berdaya di dunia ini, namun mereka sangat pintar dan peniru ulung. Dengan kepintarannya manusia mampu membuat ramuan yang bisa mencuri kekuatan monster dan menjadikannya kekuatan sendiri, membuat senjata yang menyimpan kekuatan monster dan menggunakannya untuk membunuh monster itu sendiri, membuat berbagai formasi sihir yang mengandung kekuatan spiritual yang sangat besar, bahkan memaksa roh untuk masuk ke suatu benda dan menjadi senjata hidup (senjata sihir tingkat tersegel).”

“Sebagai peniru ulung manusia mampu meniru berbagai kekuatan spiritual yang digunakan monster dalam sekali lihat, meniru fenomena alam, dan meniru berbagai keanehan dunia. Kecerdasan dan kemampuan meniru yang diluar nalar itu, membuat umat manusia menjadi makhluk yang sangat kuat, bahkan lebih kuat dari ras monster. Umat manusia yang ditakdirkan sebagai makhluk lemah dan tak berdaya mampu merubah takdirnya dengan memaksimalkan kecerdasan dan keahlian meniru yang mereka miliki.” Ucap kakek Soah dalam pikiran Dien. 

Dien kaget kakek Soah mampu memasuki alam bawah sadarnya dan berbicara panjang lebar. Dien berniat memblokir akses kakek tua tersebut, namun karena ucapannya cukup menarik, Dien hanya bisa menunggu dengan sabar sebelum memblokir akses kakek Soah ke alam bawah sadarnya.

“Dengan fakta itu, tidak mustahil jika suatu saat manusia mampu mencuri kekuatan roh atau menjadikan roh sebagai bahan ramuan. Manusia benar-benar makhluk yang paling mengerikan.” Pungkas kakek Soah tidak memperdulikan Dien yang terkejut atas kehadirannya di alam bawah sadar. 

Freya pada akhirnya berhasil memulihkan diri, lalu menatap Dien yang terlihat fokus mendengar sesuatu (suara kakek Soah). Freya mengeluarkan sebuah ramuan penyembuh, lalu melempar ramuan tersebut kepada Dien. 

“Bantu Aamon.” Perintah Freya, lalu kembali tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Dien mengerti dan segera membantu Aamon yang tidak sadarkan diri. Dien tidak terburu-buru membuat Aamon meminum ramuan penyembuh, karena itu sangat berbahaya. Dien memilih mengalirkan energi spiritualnya membantu Aamon dan akan memberikan ramuan disaat yang paling tepat.

“Setelah berhasil melewati ujian kedua warisan dewa aturan jangkauan otoritas aturan menjadi 40 meter jauhnya, aturan yang bisa diterapkan menjadi dua aturan, untuk menerapkan aturan baru membutuhkan 9 menit. Selain itu aku mendapatkan teknik sihir langkah hantu, teknik sihir prajurit keadilan, dan teknik sihir penyembuhan.” Batin Freya memeriksa perkembangannya setelah melewati ujian kedua warisan dewa aturan.

“Huh… ternyata ada berkah dibalik musibah!” Freya menghela nafas dan sangat bersyukur.

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!