Ethan, seorang Assassin paling mematikan di Neo-Veridia, memilih akhir tak terduga di hidupnya. Tanpa dia sadari, takdir membawanya ke sebuah tempat yang jauh berbeda dari sebelumnya. petualangan yang seru dan menegangkan pun tak bisa dia hindari untuk menemukan jawaban bagaimana dirinya bisa terseret ke tempat misterius ini. Apa yang sebenarnya yang terjadi pada Ethan? Bisakah dia menemukan jawaban dari semua ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembersihan Sektor Akhir
Melihat Ethan kembali berdiri tegak dengan gelombang energi Qi emas-biru yang jauh lebih masif dari sebelumnya, sisa-sisa kultivator yang mengepung arena seketika kehilangan seluruh keberanian mereka. Lutut mereka lemas, dan senjata-senjata rohani yang mereka genggam jatuh berdenting di atas lantai batu yang meleleh.
"T-Tidakkk! Dia bukan manusia! Dia bangkit kembali dari kematian dalam hitungan detik!" seorang tetua dari Sekte Serigala Api berteriak histeris, mencoba melarikan diri ke arah luar alun-alun.
Ethan tidak membiarkan satu pun ancaman taktis tersisa di dalam radius operasinya. Visor emas sibernya berkedip cepat, mengunci tiga puluh target yang sedang kocar-kacir.
[ Mengaktifkan Sistem Senjata Baru: Bilah Plasma Frekuensi Tinggi V4. ]
[ Menghitung Trajektori Eliminasi Tercepat... Selesai. ]
Sriiing—!
Gagang pedang di punggung Ethan bergeser ke tangan kanannya. Kali ini, bilah energi yang keluar bukan lagi berwarna biru neon, melainkan putih-emas yang sangat padat dan bergetar pada frekuensi jutaan siklus per detik. Udara di sekitar pedang tersebut mendengung nyaring, terbelah bahkan sebelum bilahnya digerakkan.
Sret! Blitz!
Ethan menghilang dari pandangan mata telanjang menggunakan Langkah Bayangan: Blitz yang kini telah diperkuat oleh basis kultivasi Ranah Pondasi Spiritual Tahap Awal. Yang bisa dilihat oleh puluhan ribu penonton di tribun hanyalah jalinan garis-garis cahaya emas yang berkelebat silang-menyilang di sekeliling arena selama tiga detik.
Zut! Zut! Zut!
Tiga puluh kultivator pemberontak itu membeku di posisi masing-masing. Sedetik kemudian, tubuh mereka terbelah menjadi potongan-potongan rapi dengan luka potong yang sangat halus dan hangus, tanpa mengeluarkan setetes darah pun karena panasnya frekuensi plasma.
[ Tiga Puluh Target Dieliminasi. ]
[ Mendapatkan: 6.000 Poin Sistem. ]
[ Total Poin Sistem Saat Ini: 24.750 Poin. ]
Ethan mengibaskan pedangnya perlahan, menonaktifkan bilah plasma emasnya dengan gerakan yang teramat tenang dan keren, sebelum menyarungkannya kembali ke punggung. Di sekelilingnya, alun-alun Kota Logam Hitam kini benar-benar telah menjadi sunyi senyap seperti kuburan massal.
Mu Rong mengembuskan napas lega, perlahan menurunkan belati rohaninya. Wajah cantiknya yang sempat pucat karena mengkhawatirkan Ethan kini kembali memancarkan rona merah muda yang anggun. Ia berjalan mendekat, menatap Ethan dengan binar mata yang dipenuhi kekaguman tanpa batas.
"Kultivasimu... kau benar-benar telah melompat ke Ranah Pondasi Spiritual, Ethan?" tanya Mu Rong, merasakan perbedaan tekanan energi yang keluar dari tubuh Ethan.
Ethan melepas pelindung wajah armornya, menatap Mu Rong dengan sepasang mata kelamnya yang dalam. "Afirmasi positif, Rong'er. Cairan regenerasi genetik dari Sistem Tingkat 3 tidak hanya memulihkan kerusakan seluler akibat meriam kuantum, tetapi juga mengasimilasi sisa-sisa energi spiritual yang bocor ke dalam dantianku secara sempurna."
Tepat setelah pertempuran benar-benar usai, Manajer Qian dari Paviliun Lelang Logam Mulia keluar dari balik reruntuhan tribun dengan tubuh yang gemetar, namun matanya berbinar cerdas melihat peluang besar di depan matanya. Ia langsung berlutut di hadapan Ethan dengan begitu hormat.
"Tuan Muda Ethan! Mulai hari ini, Paviliun Lelang Logam Mulia bersumpah setia di bawah kaki Anda! Tiga sekte besar telah hancur total, dan seluruh Kota Logam Hitam kini berada di bawah otoritas tunggal Anda!"
Ethan menatap Manajer Qian dengan tatapan datar. "Aku tidak punya waktu untuk mengurus birokrasi kota ini. Manajer Qian, ambil alih seluruh aset operasional Keluarga Mo, Sekte Sanca Hijau, dan Sekte Serigala Api atas namaku. Amankan seluruh pasokan Inti Intisari Logam Hitam yang ada di gudang mereka dan bawa ke kediamanku dalam waktu satu jam."
"Hamba laksanakan sekarang juga, Tuan!" Manajer Qian buru-buru bangkit dan memimpin ratusan pengawalnya untuk melakukan penjarahan taktis terhadap sisa-sisa markas sekte yang telah kehilangan pemimpin mereka.
Satu jam kemudian, di dalam aula utama kediaman megah milik Keluarga Mo yang kini telah berpindah tangan, Ethan duduk bersila di tengah kepungan ratusan peti kayu spiritual yang dibawa oleh Manajer Qian. Peti-peti itu berisi ribuan bongkahan logam hitam pekat yang memancarkan pendaran energi bumi yang sangat murni—Inti Intisari Logam Hitam.
Ethan mengulurkan tangan kanannya, mengaktifkan mode asimilasi material pada zirah Exo-Suit-nya.
[ Memulai Penyerapan Massal Material Logam Berdensitas Tinggi... ]
[ Mengonversi Energi Spiritual Menjadi Poin Sistem... ]
[ Mendapatkan: +20.000 Poin Sistem. ]
[ Total Poin Sistem Saat Ini: 44.750 Poin. ]
[ Fungsi Sistem Tingkat 3 Beroperasi Penuh. Membuka Persenjataan Utama: "Sistem Kamuflase Ruang Mikro" dan "Sistem Pemindai Satelit Taktis". ]
Ethan merasakan kekuatan fisiknya semakin solid, dan aliran Qi di dalam sirkuit meridiannya mengalir dengan deras seperti air terjun raksasa. Zirahnya kini memancarkan pendaran emas siber yang konstan, menandakan integrasi teknologi dan kultivasi yang semakin sempurna.
Namun, sebelum Ethan sempat menikmati stabilitas kekuatannya yang baru, sebuah indikator peringatan berwarna merah mendadak berkedip cepat di sudut visors matanya.
Bzzzt! Bzzzt!
[ Peringatan Taktis! Sistem Pemindai Satelit Mendeteksi Fluktuasi Energi Rohani Berskala Besar dari Arah Sektor Pusat Langit Kedua. ]
[ Menangkap Enkripsi Sinyal Jiwa Induk: Kematian Penatua Agung Sekte Sanca Hijau telah memicu alarm di Markas Besar Sekte Sanca Suci (Sekte Kelas Menengah-Atas di Wilayah Pusat). ]
[ Detail Musuh: Tiga Ahli Ranah Inti Emas (Gold Core) Tahap Awal telah dikirim untuk melakukan eksekusi massal di Kota Logam Hitam. ]
[ Estimasi Waktu Tiba: 24 Jam. ]
Mu Rong yang sedang berdiri di dekat jendela aula melihat ekspresi wajah Ethan yang mendadak menegang. Ia melangkah mendekat dengan cemas. "Ethan, apa ada masalah dengan sistem kalkulasimu?"
Ethan perlahan berdiri, zirah bajunya berdengung solid saat ia mengepalkan tangan kanannya yang kini dialiri percikan listrik kuantum yang mematikan. Wajah tampannya yang dingin memperlihatkan sebuah seringai taktis yang sangat berani dan dominan.
"Sekte Sanca Suci... Tiga ahli Ranah Inti Emas," Ethan bergumam pelan, suaranya menggema penuh ancaman di dalam aula yang sepi.
"Mereka mengira Langit Kedua ini adalah wilayah perburuan mereka. Mereka tidak tahu bahwa dengan dibukanya Sistem Tingkat 3 milikku, aku telah menyiapkan sebuah jebakan elektromagnetik berskala besar yang akan mengubah para ahli Inti Emas mereka... menjadi tumpukan data abu berikutnya."