NovelToon NovelToon
Kamu Satu Dari Sejuta

Kamu Satu Dari Sejuta

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hsnwy

Seseorang yang mengharapkan cinta dari orang yang paling ia cintai, justru adalah orang yang paling menyakiti. Hingga suatu saat mungkin harapan itu akan muncul dan menemukan seseorang jauh dan mampu memberikan rasa nyaman dan cinta.

Raisa adalah gadis yang baik, namun dia tidak seperti wanita pada umumnya yang di berikan cinta seluas samudera, berharap bahwa suatu saat nanti akan ada cahaya di balik kegelapan yang menyelimuti hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hsnwy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 - Nada Ancaman

Bab 21 - Nada Ancaman

Radit sedang menyetir mengantar Senopati ke kediaman Raisa, ia berencana ingin membicarakan soal acara pernikahan yang tinggal di adakan besok. Ia juga berencana ingin menjemput Raisa menuju hotel yang akan mereka tempati sebelum acara besok, Senopati sudah menyewa hotel mewah untuk keluarga Raisa, karena di hotel itu itu juga gedung tempat pernikahan mereka besok. Mulai dari ijab kabul dan resepsi semuanya di adakan disana.

Radit membelokkan mobil masuk ke pintu gerbang, rumah Raisa cukup jauh dari gerbang depan, saat mobil berhenti Senopati segera turun di susul oleh Radit, "Tuan, mari kita langsung masuk saja." Ajak Radit lebih dulu melangkah, menekan tombol alarm.

Senopati menarik nafas panjang sebelum melangkah mengikuti Radit. "Apa kamu yakin semua persiapan sudah selesai?"

"Semua urusan gedung sudah dikonfirmasi ulang pagi tadi, Tuan," ucap Radit pelan.

"Baguslah," Ucapnya sebelum pintu terbuka, dan yang membuka pintunya salah satu pelayan rumah itu.

"Kami ingin bertemu dengan keluarga pemilik rumah ini?" Radit dengan sopan menyampaikan keinginan mereka datang di sore hari.

"Baiklah, silahkan masuk Tuan-Tuan, saya akan memanggil mereka." Setelah memastikan parah tamunya masuk, pelayan tadi segera meninggalkan. Lalu pergi memanggil Ardi dan Marla yang kebetulan sedang bersantai di ruang keluarga.

"Siapa?" Marla seolah-olah tidak mendengar, namun bukan itu alasannya tapi dia hanya terkejut mendengar nama itu.

"Senopati datang?" Ulang Ardi memastikan pendengarannya tidak salah.

"Iya Tuan, sepertinya beliau ada yang ingin di sampaikan?" Pelayan itu pergi setelah di perintahkan untuk pergi setelah menyampaikan semua apa yang ingin dia sampaikan.

"Ayo Marla, kita temui Senopati?" Ardi lebih dulu melangkah ke ruang tamu. Mendapati Senopati sudah duduk santai di sofa, lain halnya dengan Radit yang berdiri di belakang Senopati. Marla yang mengikuti Ardi memilih duduk di samping suaminya.

"Tuan, ada apa datang kemari?" Tanya Ardi, saat duduk berhadapan dengan Senopati.

Senopati tak lansung menjawab, hanya memperhatikan Ardi dan Marla secara bergantian. "Apakah kalian tidak menyusahkan Raisa, selama dia disini?" Bukannya menjawab, Senopati malah balik bertanya.

Marla yang mendengar itu langsung merasa ketakutan, ia tahu selama Raisa di sini ia beberapa kali membuat keributan yang selalu menyalahkan Raisa. Marla bingung harus menjawab apa, namun gerak-geriknya yang seperti orang panik segera terbaca oleh Senopati.

"Raisa, baik-baik saja selama berasa di sini, Tuan." Sebelum semuanya semakin jauh, Ardi lebih dulu menjawab, agar tidak ada keributan lagi. "Kami juga sudah menyuruh memanggil Raisa, untuk datang kemari." Lanjutnya.

Senopati tahu kalau Ardi memang akan menjaga Raisa dengan baik, lagi pula dia adalah ayah kandungnya, lalu bagaimana dengan wanita yang ada di sampingnya?

Wanita itu memiliki sifat yang sangat gampang di tebak, Senopati tahu betapa tertekannya Raisa gara-gara wanita licik itu.

Namun setelah pernikahan semuanya akan berubah, Raisa bisa menikmati kesehariannya tanpa ada gangguan dari Marla dan penekanannya. Namun, dalam hati Senopati bisakah dirinya membahagiakan Raisa, bisakah dirinya selalu memberikan kepercayaan dan cinta yang tulus untuk Raisa. Baginya ia bukanlah pria yang baik, tapi salaka dirinya jika ia ingin berusaha seperti orang pada umumnya?

"Saya percaya dengan, Anda. Tapi...?" Senopati menghentikan ucapannya lalu menatap Marla. Orang yang justru di tatap malah terlihat semakin gugup. "Tidak dengannya, di lihat dari kegugupan-nya, sepertinya ia telah menyakiti Raisa?" Sambung senopati sambil mengangkat dagunya ke arah Marla yang membuat wanita itu seketika membulatkan matanya karena terkejut dengan kata-kata Senopati selanjutnya.

"Sa-saya...?" Marla mencoba menjelaskan dirinya namun belum juga...

"Cukup?" Suara Senopati sedikit meninggi, Ardi yang melihat itu hanya bisa melirik istrinya dari samping tanpa bisa berbuat apa-apa. "Tidak perlu di lanjutkan karena tanpa di jelaskan sekalipun saya sudah mengetahui semuanya. Saya telah menyimpan dua pengawas untuk mengawasi kalian dari jauh, ternyata sesuai dugaan?"

"Tuan, apa maksud Anda, dengan mengawasi?" Ardi penasaran, pikirnya jadi selama ini Senopati mengawasi kehidupan mereka.

"Hm, saat Raisa datang kerumah ini dua hari lalu, saya menyuruh orang untuk mengawasi kalian, jika ada yang berani macam-macam, saya tidak segan akan menghabisi kalian." Tatapan Senopati penuh dengan aura tegas dan dingin, Marla yang melihat itu seakan darahnya membeku karena ketakutan, ia tahu Senopati seperti apa, tapi ia tidak sangka akan ketahuan lebih dulu, padahal ia hanya melakukan itu pada saat di dalam rumah saja.

Tap tap...

Suara langkah kaki mendekat, dan mereka tahu siapa yang datang mendekat, Raisa muncul dari balik dinding dan matanya bertemu dengan Senopati beberapa detik. Pembicaraan tadi tidak di lanjutkan karena Senopati tidak ingin Raisa tahu pembicaraan mereka tadi. Ia tahu meskipun Raisa tidak di sukai oleh ibu tirinya tapi ia tidak akan suka jika keluarganya di perlakukan seperti itu.

Namun ekspresi Senopati tidak berubah sedikitpun, entah ia sengaja atau memang ekspresinya seperti itu.

"Tuan, ada apa kemari?" Raisa bertanya setelah duduk di samping Ardi.

"Saya tidak tau kamu pura-pura lupa atau memang tidak ingat kalau beaok adalah hari pernikahan kita."

"Ah, bukan begitu maksud saya Tuan? Bukankah pernikahan kita besok jadi kupikir kita akan bertemu besok?"

"Apa kau lupa, saya mengizinkan kamu berada di sini hanya untuk sebelum pernikahan, saya kemari ingin mengantar kamu beserta keluarga kamu ke hotel, tempat acara besok di langsungkan, jadi kalian akan menginap disana malam ini."

Raisa terdiam sejenak, matanya melirik sekilas ke arah Marla yang masih tampak pucat dan menunduk dalam, seolah tak berani menatap siapa pun. Ia menyadari suasana ruang tamu terasa lebih berat dari biasanya, namun memilih untuk tidak bertanya lebih jauh agar tidak memicu pertengkaran.

"Baiklah, Tuan," jawab Raisa pelan, nadanya tenang namun tetap sopan. "Kalau begitu, kami akan segera membereskan barang-barang yang diperlukan. Berapa lama waktu yang kita miliki sebelum berangkat?"

"Kita berangkat setengah jam lagi," jawab Senopati singkat, lalu mengalihkan pandangannya ke Ardi. "Semua biaya dan kebutuhan selama menginap sudah saya urus. Jangan khawatir soal apa pun. Kamar untuk kalian sudah disiapkan di lantai paling aman dan tenang, terpisah dari tamu undangan lain agar Raisa bisa beristirahat dengan baik sebelum hari besarnya."

Ardi mengangguk tanda mengerti, meski hatinya terasa sedikit canggung. "Terima kasih atas perhatiannya, Tuan Senopati. Kami akan bersiap secepatnya."

Saat Ardi berdiri hendak mengajak Marla dan Raisa berkemas, Senopati mengangkat tangan pelan menghentikannya sebentar.

"Sebelum itu," ucapnya lagi, suaranya kembali tegas namun kali ini tidak setajam tadi, "ingat satu hal. Mulai malam ini, hingga acara selesai, saya ingin suasana tetap damai. Jangan ada hal-hal yang bisa membuat Raisa gelisah atau sedih. Kalau ada yang berani melanggar, ingat peringatan saya tadi."

Kalimat itu tidak ditujukan ke semua orang, tapi tatapan Senopati tertuju jelas pada Marla. Wanita itu hanya bisa menelan ludah, mengangguk pelan tanpa berani membuka mulut lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!