NovelToon NovelToon
Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Zivanna gadis 24 tahun yang sudah lulus kedokteran, praktek di rumah sakit besar menjadi Dokter muda. Menjadi seorang Dokter tidaklah mudah meski sudah berusaha keras. Zivanna mengalami kesulitan dan bahkan segala usahanya selalu tidak pernah terlihat.

Zivanna selalu menjadi bulan-bulanan orang-orang yang bertugas di rumah sakit, dianggap sepele bahkan dia Dokter yang lulus karena uang. Zivanna kerap kali dimarahi senior di depan banyak orang.
Dibalik semua itu tidak ada yang tahu bahwa dirinya adalah putri dari pemilik rumah sakit terbesar di Jakarta tempatnya bertugas.
Bukan hanya itu statusnya sebagai istri tersembunyi yang tidak ada mengetahui bahwa dia adalah istri Dokter senior yang bersikap dingin selama di rumah sakit kepadanya.

Pernikahan Zivanna dengan Dokter Pradikta penuh cerita dalam keterpaksaan pernikahan itu terjadi. Lalu bagaimana keduanya menghadapi pernikahan mereka dengan dunia pekerjaan dan juga rumah tangga mereka.
Jangan lupa untuk terus membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 Apa Lagi Ini

Dikta berada di ruangan lab, terlihat mengusap wajahnya menggunakan kedua tangannya. Dikta menguap dengan matanya cukup berat.

"Pulanglah dulu dan beristirahat!" Dokter Ilham yang berada di dekatnya memperhatikan rekannya itu tampak kelelahan.

"Tanggung," jawab Dikta terus melihat layar monitor yang merupakan bagian kepala tubuh manusia.

"Jika berbicara tanggung maka tidak ada habisnya, hei kita adalah Dokter yang terus mengingatkan pasien untuk beristirahat, lalu bagaimana dengan kita sendiri yang tidak pernah memikirkan kesehatan," Ilham tampak bijaksana memberikan nasihat.

"Apa Zivanna hari ini datang ke rumah sakit?" batin Dikta.

"Huhhhh, terkadang memang rumah sakit menjadi rumah kedua kita, beginilah jika memiliki profesi sebagai Dokter," ucap Ilham menghela nafas, mungkin sebenarnya juga ingin mengeluh.

*******

Zivanna awalnya memang tidak ingin ke rumah sakit dan ingin menenangkan diri terlebih dahulu paling tidak hanya satu hari saja di rumah, tetapi siang ini dia datang ke rumah sakit. Zivanna baru saja keluar dari mobil dan langsung memasuki rumah sakit dan harus berpa Rania.

"Kamu masih praktek di sini?" tanyanya terdengar sinis dan lebih seperti mengejek.

"Bukankah seharusnya kamu sudah dikeluarkan dari rumah sakit? Atau kamu memberi suap kepada para petinggi rumah sakit untuk mempertahankan kamu? Zivanna apa kamu tidak menyadari bahwa orang-orang di rumah sakit tidak menyukai kamu dan membuat petisi untuk mengeluarkan kamu dari rumah sakit!" tegas Rania.

Zivanna sudah tidak heran lagi dengan kebencian orang-orang yang ada di rumah sakit itu pada dirinya.

"Kenapa wanita seperti kamu tidak tahu diri, sudah menghilangkan nyawa pasien dan sekarang dengan rasa tidak tahu malu kembali berada di rumah sakit ini? kamu benar-benar memiliki wajah tembok!" sinis Rania.

"Dokter Rania adalah seorang Dokter yang sangat dihormati di rumah sakit ini, bagaimana jika Junior yang lain mendengar perkataan Dokter Senior seperti ini dan mungkin saja mereka akan bisa berpikir, bahwa rumah sakit ini adalah seperti persaingan dan bukan saling mendukung satu sama lain," ucap Zivanna.

"Saya selalu mendukung para Junior yang ingin berkembang dan bukan Junior yang bebal dan mentok di satu titik dan tidak berkembang, atau kamu justru ingin saya mendukung Dokter yang tidak punya rasa malu," sahut Rania.

"Bukan saya yang tidak punya rasa malu, tetapi Dokter Rania yang memiliki ilmu yang begitu tinggi, sangat dihormati, tetapi harus menganggap saya sebagai saingan," ucap Zivanna.

"Apa kamu bilang? Kamu adalah saingan saya? Heh Zivanna kamu jangan bermimpi, saya tidak pernah menganggap kamu sebagai saingan!" tegas Rania.

"Sudahlah, saya merasa tidak memiliki kepentingan apapun untuk berbicara dengan Dokter dan tidak akan mengubah kejadian apapun!" tegas Zivanna memilih pergi dari hadapan Rania.

"Kamu benar-benar masih bertahan di rumah sakit yang sudah menjadi neraka untuk kamu!" langkah Zivanna berhenti ketika mendengar pernyataan Rania.

"Jika saya menjadi kamu, sudah pasti saya lebih memilih untuk mundur daripada tidak punya rasa malu," ucap Rania membuat Zivanna tidak mendengarkan pernyataan Rania dan memilih untuk pergi.

*****

Memang benar apa yang dikatakan Rania bahwa orang-orang di rumah sakit semakin membencinya, setiap langkahnya sudah pasti diiringi dengan suara bisik-bisik yang menginginkannya untuk keluar dari rumah sakit.

Zivanna tidak mungkin dikeluarkan dari rumah sakit itu, rumah sakit itu adalah milik ayahnya dan justru ayahnya menginginkannya untuk berada di rumah sakit itu.

Orang-orang saja tidak tahu bagaimana pengaruh keluarganya di rumah sakit itu dan mungkin jika kesabarannya sudah habis dan menjadikannya putri yang sangat manja bisa saja mengeluarkan orang-orang yang selalu menceritanya di depannya.

"Zivanna!" langkah Zivanna terhenti ketika mendengar suara yang tidak asing dan siapa lagi jika bukan sahabatnya Sherina yang membuat Zivanna membalikkan tubuhnya.

Melihat senyum Sherina begitu tulus berjalan menghampirinya Zivanna juga memberikan senyum kepada wanita yang sudah berada di depannya saat ini.

"Aku pikir kamu tidak akan datang ke rumah sakit?" ucap Sherina.

"Aku tidak mungkin tidak datang, bukankah aku harus banyak belajar di rumah sakit ini dan apalagi saat ini aku sedang mengambil Dokter spesialis," jawab Zivanna.

"Lalu kenapa baru datang siang?" tanyanya.

"Tadi, aku bertemu dengan temanku dan kita makan siang bersama di dekat rumah sakit ini," jawab Zivanna

"Teman, aku pikir hanya aku satu-satunya menjadi temanmu," ucap Sherina dengan nada cemburu.

"Apaan sih," sahut Zivanna geleng-geleng kepala.

"Bercanda, syukurlah jika kamu datang ke rumah sakit dan tidak mendengarkan orang-orang yang ada di sekeliling kamu. Zivanna kamu lupakan saja apa yang terjadi dan jangan pernah dengarkan apapun yang dikatakan orang-orang, kamu yang mengetahui apa yang terjadi dan mereka tidak memberikan kamu materi dan tidak berhak untuk menceritakan kamu," ucap Sherina.

"Iya-iya," sahut Zivanna

"Hmmmm, lagi pula kamu juga sebentar lagi akan tenang tidak bertemu dengan rekan-rekan toxic seperti mereka," ucap Sherina membuat Zivanna mengerutkan dahi.

"Maksud kamu?" tanya Zivanna bingung.

"Aku Dokter relawan yang akan dikirim ke perbatasan. Kita berdua menjadi salah satu bagian dari Dokter-Dokter itu," ucap Sherina terlihat begitu semangat dan tidak Zivanna justru kaget mendengar pernyataan dengan temannya itu.

"Zivanna bukankah ini kabar bahagia untuk kamu dan akhirnya kita mendapatkan tugas menjadi Dokter relawan, kita benar-benar akan jauh dari pekerjaan Dokter-Dokter Toxic di rumah sakit ini," Sherina benar-benar begitu excited mendapatkan tugas tersebut.

"Kamu tahu dari mana jika aku menjadi bagian dari Dokter relawan itu?" tanya Zivanna.

"Papan pengumumannya sudah dikeluarkan, ada 5 Dokter yang akan bertugas dan tujuh perawat," jawabnya.

Zivanna terlihat panik dan langsung berlalu dari hadapan Sherina dengan langkahnya yang terburu-buru.

"Zivanna kamu mau ke mana?" Sherina kebingungan dan menyusul temannya itu dengan berlari Zivanna ingin memastikan sendiri apakah benar namanya tertera dalam dokter relawan.

Zivanna melihat nama yang tertempel di papan pengumuman dan benar apa adanya bahwa namanya menjadi salah satu Dokter relawan. Zivanna jika melihat tanda tangan di bawah yang tak lain adalah suaminya.

Artinya pemilihan Dokter relawan tersebut dilakukan oleh Dikta.

"Apa-apaan ini!" Zivanna panik dengan nafas naik turun dan sepertinya dia tidak menginginkan untuk di kirim menjadi Dokter relawan.

"Zivanna, kamu kenapa buru-buru seperti itu? kamu tidak percaya padaku bahwa nama kamu tertera," ucap Sherina akhirnya berhasil menyusul Zivanna membuat Zivanna melihat serius ke arah Sherina.

"Benar, bukan, nama kamu tertera jelas bahwa kita akan menjadi Dokter relawan," ucap Sherina.

"Tidak, aku tidak bisa pergi!" ucapnya seketika menjadi panik membuat Sherina bertambah kebingungan.

"Aku harus mencarinya dan apa maksudnya melakukan semua ini kepadaku?" Zivanna kembali meninggalkan tempat tersebut.

"Zivanna kamu mau ke mana?" teriak Sherina

"Dia kenapa sih, ekspresinya tidak jelas seperti itu, pria tidak menyukai terpilih menjadi Dokter relawan, apa yang salah," Sherina justru bertanya-tanya dengan apa yang terjadi pada sahabatnya.

Zivanna ternyata mencari keberadaan Dikta dan bahkan sampai membuka ruangan tempat Dokter senior yang memang memiliki fasilitas di rumah sakit tersebut.

Di dalam ruangan itu ada beberapa dokter dan termasuk Rania, mereka pasti cukup lagi dengan ruangan tersebut dibuka tiba-tiba.

Zivanna melihat di sekitar ruang tersebut dan tidak menemukan suaminya tetapi justru beberapa pasang mata menatapnya dengan kebingungan.

"Dokter Zivanna ada apa?" tanya Ilham tampak kebingungan.

Bersambung....

1
Teh Euis Tea
jgn saling salah salahkan sekarang cepat selamatkan Zifana, dari pd ribut ga jelas, kalian ber2 emang pd egois
Teh Euis Tea
semoga Zifana selamat, kadang aku sebel sm Zifana kadang kasihan jg sm dia
Endang 💖
berantem lagi, salah paham lagi, kapan mereka akurnya
Teh Euis Tea
nah gitu dong Zifana hrs percaya diri klu kamu mampu mengatasinya
Teh Euis Tea
Zifana jgn cengeng, kapan km dewasanya klu ngeluh trs seharusnya km byk belajar jgn cuma mengeluh, jgn manja zi
Sri Darwati
knp bisa lulus jdi dokter y??menghadapi pasien parah dh gemeter.🤦
Sarinah Quinn
Seruu 😍up lagi thor 🙏🙏
Dew666
🍎🍎🍎🍎
falea sezi
kn emang si digta goblok🤣🤣🤣
Dew666: Setuju hehehe
total 1 replies
falea sezi
moga aja ketemu dokter ganteng kaya raya biar mampus si suami serakah🤣
Teh Euis Tea
trs aj zi egois ga bisa di kasih tau, udah di tolong di kasih tau msh aj ga terima
Teh Euis Tea
ga suka bgt sama sikap Zifana, orang mah jalani aj dulu siapa tau dari pengalaman km jd dokter hebat
Jumi Saddah
mari kita lihat kelanjutan ini pasangan,,apa seterus nya begini atau akan ada perubahan atau akhir nya memilih jalan masing2,,
Inarrr Ulfah
kasih satu tentara buat ziva,,dan buat cemburu si dokter dingin itu,,ayo semngat ziva
Teh Euis Tea
semoga pulang tugas Zifana jd dokter hebat
Teh Euis Tea
Dikta berterus terang lah pd nayla klu km diam diam sudah menikah
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Erna Ladi Yanti
thor ubah Savana jd sosok cerdas,dingin dan tak tersentuh.
Asmawati Wati
semoga zifana ketemu dokter ganteng, mapan, spesialis, CEO, suka sama zifana, biar dikta tau rasa 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!