NovelToon NovelToon
Jenderal Wanita Penguasa Dunia

Jenderal Wanita Penguasa Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

Song Jiao, di kehidupan pertamanya dia adalah Jenderal Wanita terkuat yang berhasil menguasai Dunia, tapi hidupnya berakhir begitu cepat karena sebuah penyakit bawaan yang belum ada obatnya.

Tetapi jiwa berdarah-darah Song Jiao tidak diterima di Surga maupun Neraka, hingga pada akhirnya dia harus menjalani kehidupan kedua sebagai Song Jiao yang lain, yaitu putri Raja yang kehilangan statusnya setelah gagal mengkudeta Kekuasaan Kaisar yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri.

Terbangun di tubuh gadis muda kurus yang lemah di akhir musim dingin, ingatan asing diterima Song Jiao begitu membuka mata, dan dari dalam ingatan itu dia tau hidupnya tinggal sebatang kara, dimana orangtuanya meninggal sebelum datangnya musim dingin, lalu para pelayan yang tersisa pergi setelah mengambil seluruh harta milik keluarga Song Jiao.

Tanpa harta, tanpa kekuatan, juga tanpa orang yang bisa diandalkan. Sanggupkah Song Jiao menjalani kehidupan keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senjata Penghancur Benteng Musuh

"Sangat gagah!"

"Jadi ini yang bernama meriam?"

Ketika prajurit yang ada di perkemahan melihat wujud asli meriam untuk pertama kalinya, semua prajurit tidak bisa menahan keterkejutan dan rasa takjub akan wujud asli meriam.

Banyak dari mereka atau bahkan semua prajurit, mereka sangat penasaran akan kedahsyatan meriam yang disebut-sebut sebagai senjata penghancur benteng pertahanan musuh.

"Apa keadaan Panglima sudah baik-baik saja?"

Qin Haoran mengangguk tanpa ragu sedikitpun begitu mendengar salah satu Jenderal menanyakan keadaannya, dan dia melakukan itu sembari mengangkat tinggi-tinggi tombak di tangannya.

Saat ini Qin Haoran bukan hanya sosok Jenderal Besar, melainkan dia adalah Panglima utama yang memimpin pasukan di garis depan.

Saat ini posisinya di kemiliteran Kekaisaran Huangtian hanya kalah dari Panglima Tertinggi, gelar militer tertinggi yang yang saat sedang mengalami kekosongan, sebab Kaisar belum menemukan sosok yang bisa dipercayai gelar itu, dimana di masa lalu gelar itu hampir jatuh ke tangan Song Yuchen, ayah Song Jiao.

Memang ada beberapa sosok yang dirasa pantas dianugerahi gelar Panglima Tertinggi, salah satunya adalah Raja Beiliang, Song Yanzhe.

Namun kini setelah Kaisar tau seperti apa sifat asli Raja Beiliang, penganugerahan gelar itu padanya dibatalkan, bahkan nama Raja Beiliang telah dicoret dari daftar calon penerima gelar.

Justru untuk pertama kalinya, Kaisar merasa gelar itu pantas diberikan pada Qin Haoran, meski Qin Haoran bukan berasal dari keluarga Kekaisaran, dimana gelar Panglima Tertinggi biasanya diberikan pada anggota keluarga Kekaisaran.

Tetapi setelah apa yang terjadi di keluarga Kekaisaran, ditambah Kaisar tidak ingin gelar itu terlalu lama kosong, dengan dukungan suara mayoritas di istana, besar kemungkinan gelar itu akan diberikan pada Qin Haoran, tentunya setelah keluarga Qin kembali ke ibu kota.

Untuk sekarang Qin Haoran cukup dengan gelar Panglima Perang, dan dengan gelar itu dia akan memimpin pasukan Harimau Besi menguasai Kota Langya.

Disaat Qin Haoran sedang mematangkan rencana dengan para Jenderal dan para Komandan pasukan, Song Jiao sudah lebih dulu pergi menuju Kota Langya bersama 10 prajurit wanita.

Tugas mereka hanya satu, membersihkan jalan menuju Kota Langya.

Sebenarnya ada pasukan lainnya yang pergi, tapi arah kepergian mereka berbeda meski memiliki satu tujuan, yaitu Kota Langya.

"Putri, apa kita langsung membunuh mereka?"

Salah satu prajurit wanita bertanya pada Song Jiao tepat disaat di depan sana mereka melihat sekelom prajurit Xue Long sedang melakukan patroli di sekitaran Kota Langya, dan prajurit itu tengah istirahat setelah seharian berjalan.

Mendengar pertanyaan yang ditujukan padanya, Song Jia pelan menggelengkan kepala. "Kita awasi mereka, jangan dulu membuat pergerakan yang mencurigakan!"

Kesepuluh prajurit wanita menganggukkan kepala patuh. Mereka diam di posisi masing-masing tanpa melakukan pergerakan yang tidak diperlukan, mengikuti apa yang diperintahkan oleh Song Jiao.

Napas mereka tenang, dan saat Song Jiao memberi perintah untuk pergi mengikuti prajurit Xue Long yang kembali berjalan, mereka bergerak tanpa menimbulkan suara yang bisa memancing perhatian musuh.

Tidak lama jumlah musuh terus bertambah, tapi itu bukan jumlah yang membuat Song Jiao dan pasukan wanitanya ketakutan, mereka justru semakin bersemangat.

Seiring waktu yang terus berjalan jumlah musuh semakin banyak, hingga akhirnya jumlah mereka hampir menyentuh angka seratus, dan pada saat inilah Song Jiao mulai mengeluarkan busur panah silang.

10 prajurit wanita melakukan hal yang sama, dan begitu perintah serang keluar dari mulut Song Jiao, mereka langsung saja melakukan serangan.

Puluhan anak panah melesat cepat, menancap sempurna di tubuh musuh tanpa sempat dihindari, dan hujan panah terus berlanjut sampai seluruh anak panah habis, bersamaan dengan itu tidak lagi ada musuh yang tersisa.

"Isi ulang!"

Anak panah baru segera dimasukkan ke tabung busur silang otomatis, dan senjata itu kembali bisa digunakan.

Sebelum melanjutkan pergerakan, Song Jiao lebih dulu memastikan seluruh musuh telah mati.

"Tidak perlu menguburkan mereka! Kita tinggal saja mereka di tempat ini segera lanjutkan perjalanan!"

Mendengar itu, para prajurit wanita di belakang Song Jiao langsung melesat pergi mengikuti pemimpin mereka yang dua langkah berada di depan.

***

"Pangeran, sejauh ini belum terlihat adanya pergerakan dari musuh yang mendekati Kota Langya."

"Hem, jika hari ini mereka belum kelihatan, mungkin besok kita akan melihat mereka!"

Pangeran Kedua Xue Rong sangat yakin dengan ucapannya, dan dia sudah sangat siap jika musuh bermaksud menyerang Kota Langya.

Hingga akhirnya, pada senja di keesokan harinya, panji-panji pasukan Harimau Besi mulai terlihat di kejauhan dan semakin mendekati Kota Langya.

Pergerakan besar-besaran pasukan Harimau Besi keluarga Qin terlihat jelas oleh Xue Rong dan para Jenderalnya yang berdiri di atas bentang Kota Langya.

Melihat ke arah pasukan Harimau Besi, mereka tidak melihat adanya kayu raksasa yang seharusnya dibawa sebuah pasukan jika ingin menyerang sebuah kota, membuat mereka yang menyaksikan semua itu merasa bingung.

Tetapi belum juga rasa bingung itu menghilang, mereka melihat dua benda aneh dikeluarkan dari balik barisan pasukan Harimau Besi.

Benda itu berwarna hitam legam, dan tampak asing bagi orang-orang Xue Long.

Sementara itu di sisi pasukan Harimau Besi, mereka hanya tau nama dua benda itu meriam, tapi mereka belum tau seperti apa kegunaannya.

Qin Tianyu dan Qin Zixuan, mereka sudah bersiap menyalakan api, sementara beberapa prajurit sudah berbaris rapi melakukan isi ulang bola beso ke dalam meriam.

"Tembak!"

Perintah Qin Haoran tegas, dan saat itu juga...

"Booomm... Booomm..."

Suara ledakan keras mengiringi tembakan dua bola besi yang mengarah ke pintu gerbang Kota Langya.

"Duaar... Duaar..."

Dua bola besi menghantam pintu gerbang yang sangat kokoh, menghancurkan benda tinggi besar itu menjadi serpihan, bahkan getaran besar dirasakan oleh mereka yang berada di atas pintu gerbang Kota Langya.

Selain itu mereka juga mengalami keterkejutan yang membuat tercengang, tapi belum juga keterkejutan itu hilang, serangan kedua datang dengan sangat cepat, menghancurkan samping kanan dan giri gerbang masuk Kota Langya.

Prajurit Xue Long yang berada di atas benteng dekat dengan gerbang Kota, mereka semua mati akibat ledakan ataupun terjatuh dari ketinggian benteng, dan dalam waktu singkat lebih dari seratus prajurit Xue Long mati hanya dengan dua serangan pembuka, sementara saat ini ada puluhan bola besi yang siap ditembakkan.

"Ya Dewa, apa ini masih bisa dikatakan sebagai senjata ciptaan manusia?"

"Sangat mengerikan! Aku sendiri tidak yakin bisa selamat jika peluru besi meriam menuju ke arahku."

Mereka adalah prajurit keluarga Qin, tapi mereka merasa ngeri sendiri pada kekuatan senjata baru yang diberi nama meriam, sebuah senjata berat yang benar-benar bisa menghancurkan sebuah benteng pertahanan musuh.

Di sisi berbeda, tubuh Pangeran Xue Rong gemetaran setelah bagian kiri dan kanan tempatnya berada hancur porak-poranda dihantam benda yang tampak asing di matanya.

"Mu-mundur, tinggalkan Kota Langya!"

Satu perintah yang keluar dari mulut Pangeran Xue Rong, mundur...

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Leni Ani
mantap👍,tanjt thor yg banyak up nya👍👍👍💪💪💪💪☺️😘
Leni Ani
ketemu pelayan atau teman lama kah😅🤔
Sribundanya Gifran
lanjut
Sekar
teman lama kah?
Sekar
lanjut thor💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Sekar
double up thor
Leni Ani
lanjut thor 💪💪👍👍👍
Sribundanya Gifran
lanjut
Eka Haslinda
typo ny banyak sangat thor
Sekar
lanjut thor💪💪
Leni Ani
mantap thor,lebih mantap lagi up yg banyak☺️💪👍
Sekar
lanjut thor💪💪
Leni Ani
lanjut thor👍👍💪💪
Sekar
yah kabur
Sekar
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
thor up yg banyak💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!