NovelToon NovelToon
Sekar

Sekar

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Kutukan
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Sekar, kembang desa Wanasari, seharusnya menikah dengan Lindu, pria tampan, mapan, dan kebanggaan banyak orang. Namun, tepat di hari pernikahan, Sekar tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Sejak saat itu, kebahagiaan berubah menjadi misteri yang tak terpecahkan. Ada yang mengira jika Sekar kabur dengan orang lain.

Beberapa bulan kemudian, teror mulai menghantui desa Wanasari. Kejadian-kejadian aneh bermunculan, membuat warga hidup dalam ketakutan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemohan orang desa

Kabar tentang perginya Sekar dari rumah akhirnya sampai ke telinga Lindu dan keluarganya pagi itu.

Seketika suasana di rumah keluarga juragan Ramli berubah gempar. Orang-orang yang sejak tadi sibuk mempersiapkan rombongan pengantin pria langsung berhenti bekerja.

"Apa maksudnya Sekar pergi?" Tanya Juragan Ramli dengan wajah tegang.

"Nda tahu, Pak. Orang-orang bilang Sekar hilang dari rumah sejak subuh." Jawab salah seorang warga yang baru datang membawa kabar itu.

Lindu yang mendengar hal tersebut langsung berdiri dari kursinya. Wajah tampannya tampak pucat dan sulit dipercaya.

"Itu nda mungkin." Ucapnya pelan.

Namun tanpa menunggu penjelasan lebih lanjut, Lindu segera keluar dari rumah. Keluarganya pun ikut menyusul dengan wajah penuh kecemasan.

Beberapa saat kemudian, mereka tiba di rumah Bu Ratmini yang sudah dipenuhi warga desa.

Begitu melihat kedatangan keluarga Lindu, suasana mendadak menjadi semakin canggung dan sunyi. Bisik-bisik mulai terdengar di antara warga yang berkumpul.

Lindu langsung naik ke rumah panggung itu dengan langkah cepat.

"Bude... mana Sekar?" Tanyanya kepada Bu Ratmini dengan suara penuh kegelisahan.

Bu Ratmini yang sejak tadi menangis hanya mampu menunduk. Tangannya tubuh gemetar.

Pakde Banyu akhirnya maju dan menyerahkan surat milik Sekar kepada Lindu.

"Lindu... Sekar pergi." Ucapnya pelan.

Dengan tangan bergetar, Lindu menerima surat itu lalu membacanya perlahan.

Semakin lama, wajahnya semakin pucat.

Tatapannya kosong.

Karena di surat itu tertulis jelas.

Sekar tidak pernah mencintainya.

Tidak ada ucapan yang bisa lagi keluar dari mulut Lindu setelah membaca surat itu.

Hati Lindu yang sejak kemarin berbunga-bunga karena bahagia, kini terasa hancur berkeping-keping. Semalam ia masih membayangkan hari ini Sekar akan resmi menjadi istrinya. Namun pagi ini, semuanya runtuh begitu saja.

Wanita yang selama ini dia cintai ternyata tidak pernah mencintainya.

Dan lebih menyakitkan lagi, Sekar pergi bersama laki-laki lain.

Lindu hanya diam menatap surat itu dengan tangan gemetar. Wajahnya pucat, sementara dadanya terasa sesak menahan rasa malu dan sakit hati yang datang bersamaan.

Sementara itu, Pak Ramli yang berdiri di belakang putranya mulai kehilangan kesabaran.

"Apa maksudnya ini, Bu Ratmini!" Bentaknya keras hingga membuat semua orang di rumah itu terdiam.

Tatapan pria tua itu penuh amarah dan rasa terhina.

"Apa kau sengaja ingin mempermalukan keluargaku?!" Ucapnya garang.

Bu Ratmini langsung menangis semakin keras mendengar bentakan tersebut.

"Nda... nda begitu, Pak Ramli. Saya juga nda tahu kalau Sekar akan pergi." Jawabnya terbata-bata sambil menggeleng cepat.

"Kalau nda tahu, bagaimana bisa anakmu kabur tepat di hari pernikahan?!" Bentak Pak Ramli lagi.

Beberapa warga mulai saling berpandangan cemas. Mereka tahu keluarga Juragan Ramli adalah keluarga paling terpandang di desa itu. Kejadian ini tentu menjadi tamparan besar bagi harga diri mereka.

"Lindu sudah mempersiapkan semuanya!" suara Pak Ramli kembali meninggi.

"Undangan sudah disebar, orang-orang sudah datang, lalu sekarang anakmu bilang dia nda pernah mencintai anakku?!"

Suasana rumah itu semakin mencekam.

Lindu masih diam membisu. Tatapannya kosong menahan luka yang terlalu dalam untuk diucapkan. Surat di tangannya bahkan mulai diremas tanpa sadar.

"Pak, saya minta maaf. Tapi sungguh saya nda tahu ini akan terjadi. Sekar... ini pasti ada yang nda beres. Sekar itu sungguh mencintai Lindu," kata Bu Ratmini sambil menangis. Suaranya gemetar penuh kepanikan dan rasa malu.

Pakde Banyu yang sejak tadi berdiri di samping adiknya pun ikut angkat bicara.

"Ramli, tenangkan dulu dirimu. Kami juga sama terkejutnya. Ratmini nda mungkin sengaja melakukan ini," ujar Pakde Banyu mencoba meredakan suasana yang semakin panas.

Namun Juragan Ramli justru semakin marah.

"Ah! Kalau anakmu itu mencintai anakku, nda mungkin dia pergi dengan laki-laki lain!" Bentaknya keras sambil menunjuk surat yang tadi ditinggalkan Sekar.

Beberapa warga langsung menunduk takut melihat kemarahan pria kaya itu.

Pakde Banyu menghela napas berat. "Kami akan cari Sekar sampai ketemu. Bisa jadi ada sesuatu yang terjadi sama dia."

"Tidak ada bisa jadi!" potong Juragan Ramli kasar.

"Anak itu pergi atas kemauannya sendiri! Suratnya sudah jelas!"

Bu Ratmini kembali menangis semakin keras mendengar ucapan tersebut.

"Karena anakmu itu pergi dengan laki-laki lain, maka semua biaya ini kau yang menanggungnya!" Ujar Juragan Ramli dengan nada dingin penuh tekanan.

Pakde Banyu langsung mengangkat wajahnya.

"Ramli..." Ucapnya pelan.

Namun Juragan Ramli tidak ingin mendengar apa pun lagi.

"Lindu, ayo!" Katanya tegas sambil mengajak putranya pergi meninggalkan rumah itu.

Lindu yang sejak tadi hanya diam akhirnya melangkah mengikuti ayahnya dengan wajah kosong dan penuh luka.

Orang-orang yang sejak tadi memenuhi rumah Bu Ratmini mulai saling berbisik pelan. Tatapan mereka kini berubah, tidak lagi penuh simpati, melainkan dipenuhi rasa heran dan kecewa.

"Nda nyangka ternyata Sekar seperti itu.."

"Iya, kasihan sekali Lindu."

"Sudah sampai hari pernikahan malah ditinggal pergi."

Bisik-bisik itu terdengar semakin ramai di antara kerumunan warga.

Mereka tidak menyangka Sekar, gadis yang selama ini dikenal pendiam dan baik, ternyata meninggalkan calon suaminya tepat di hari akad berlangsung.

Di mata warga desa, apa yang dilakukan Sekar adalah hal yang sangat memalukan.

Memberikan harapan kepada seorang pemuda, membiarkan semua persiapan pernikahan dilakukan, lalu pergi bersama laki-laki lain di hari pernikahannya sendiri.

"Kasihan Lindu, pasti malu sekali."

"Juragan Ramli juga pasti murka."

"Bu Ratmini bagaimana mau menghadapi orang-orang sekarang?"

Ucapan demi ucapan mulai menusuk seperti pisau.

Bu Ratmini yang mendengar semua itu hanya bisa menangis semakin keras sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Dadanya terasa sesak menanggung rasa malu yang begitu besar.

Sementara Pakde Banyu mengepalkan tangannya menahan emosi mendengar warga mulai menghakimi Sekar tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Entah kenapa, jauh di dalam hatinya, dia masih merasa ada sesuatu yang janggal dengan kepergian gadis itu.

"Sekar itu nda seperti itu! Aku kenal betul siapa Sekar!"

Suara Wulan tiba-tiba terdengar keras memecah keramaian rumah itu. Gadis itu yang sejak tadi berdiri di sudut ruangan akhirnya tidak bisa lagi menahan emosinya saat mendengar warga mulai menghakimi sahabatnya.

Semua orang langsung menoleh ke arahnya.

Wulan menatap satu per satu wajah ibu-ibu yang sedari tadi sibuk berbisik.

Matanya memerah menahan marah.

"Kalian jangan asal bicara kalau nda tahu apa-apa!" Ucapnya lagi dengan suara bergetar.

"Sekar itu bukan perempuan murahan seperti yang kalian pikir!"

Beberapa ibu-ibu tampak tidak nyaman mendapat tatapan tajam dari Wulan.

"Tapi suratnya jelas, Wulan." Sahut salah seorang ibu pelan.

"Dan kalian langsung percaya begitu saja?" Potong Wulan cepat.

Dadanya naik turun menahan emosi. Dia tidak terima sahabatnya yang selama ini dikenal baik tiba-tiba dihina begitu mudah oleh warga desa.

"Aku kenal Sekar dari kecil. Dia nda mungkin sengaja mempermalukan ibunya sendiri, apalagi mempermainkan perasaan Lindu!" Katanya lagi penuh keyakinan.

Suasana rumah mendadak sunyi.

Bahkan Bu Ratmini yang sedari tadi menangis perlahan mengangkat wajahnya menatap Wulan.

Karena di tengah semua orang yang mulai menyalahkan Sekar, hanya Wulan yang masih percaya pada gadis itu sepenuhnya.

1
Mega Arum
semakin penasaran.. lanjut thoor
Siti Yatmi
apa ada diantara mereka yg air mata buaya????
Siti Yatmi
itu Sekar pa .dia mau minta tolong sebenernya..cuma udh ga bisa ngomong...
Nurr Tika
lanjut
Siti Yatmi
sedihhhhhh.......huaaaa.......
Yulia Lia
akhirnya Sekar di temukan ,tapi sudah menjadi mayat😭😭😭
Mega Arum
typo Thor... kalimat Nda...sebaiknya tidak, msl tdk mungkin...
Nurr Tika
itu arwah sekar
Mega Arum
menarik
Rini Yunita
q curiga kl wulan adalah pelakunya
Nurr Tika
sedihnya smpe sini
Siti Yatmi
duh ..Thor .betapa hancur hati seorang ibu .tiap hari berharap anaknya pulang, tapi malah mayat yg ditemukan, ga sanggup deh, bayangin nya ..
M.S Inisial
Suka banget sama karya author satu ini
Yulia Lia
ceritanya bagus
Riska Salahudin
seru kak
Yulia Lia
lanjut KK ,,nah yg kmaren ngatain sekar lari SM laki2 lain taunya dia ada di dlm sumur
Yulia Lia
lanjut ya kk
Yulia Lia
mudah2 itu Sekar biar gosip yg berenar gk bener
Nurr Tika
warga heboh knp sekar mati
Nurr Tika
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!