NovelToon NovelToon
Transmigrasi Santriwati Jago Silat Dalam Obsesi Sang Pengusaha Dunia

Transmigrasi Santriwati Jago Silat Dalam Obsesi Sang Pengusaha Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: namice

“Benciku adalah candu, dan obsesinya adalah penjara paling mematikan.”

Ceisya, seorang santriwati tengil sekaligus hacker cerdas, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Ceisyra Valenor—tokoh antagonis yang seharusnya mati tragis.

Namun takdir berubah…
Kaelthas Virelion, penguasa dunia bawah yang dingin dan kejam, justru terobsesi padanya—bahkan menikahinya secara rahasia.

Di tengah fitnah licik sang adik, Clarisse, serta ancaman Axton—rival berbahaya yang mulai kehilangan kendali karena dirinya—Ceisya terjebak dalam permainan yang mematikan.

Haruskah ia melarikan diri dari sangkar emas itu…
atau bertahan dalam perlindungan berbahaya dari pria posesif yang siap menghancurkan dunia demi dirinya?

“Kamu adalah napasku, Ceisyra. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun merebutmu dariku.”

Takdir, obsesi, dan kekuasaan bertabrakan.

Mampukah Ceisya mengendalikan nasibnya sendiri… atau justru tenggelam dalam obsesi yang semakin dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepulangan Sang Penguasa

​Pukul 09:00 Pagi – Dek Kapal Pesiar Mewah Virelion.

​Angin laut yang kencang menerpa jilbab satin berwarna marun yang dikenakan Ceisya. Di sampingnya, Kaelthas berdiri tegak dengan setelan jas hitam tanpa dasi, kacamata hitam bertengger di hidungnya, memberikan kesan dingin yang tak tersentuh. Kapal pesiar mereka sedang membelah ombak menuju pelabuhan pribadi di Jakarta.

​"Kamu yakin mau langsung menghadapi Clarisse?" tanya Kaelthas tanpa menoleh, namun tangannya merangkul bahu Ceisya dengan sangat posesif.

​Ceisya tersenyum tengil sambil mengutak-atik laptop tipis di tangannya. "Mas Sultan, di alur novel aslinya, Clarisse itu digambarkan sebagai gadis teraniaya yang selalu menangis untuk mendapatkan simpati. Tapi sekarang, karena aku sudah meretas akun bank bayangannya, aku tahu dia punya simpanan dana dari Liam. Dia bukan korban, dia adalah sutradara di balik layar." Jawabnya dengan nada santainya.

​Kaelthas menyeringai dingin. "Dia salah memilih panggung. Di duniaku, sutradara yang buruk biasanya berakhir di dasar laut."

​"Tuan, Nona, kita akan sandar dalam sepuluh menit," lapor Guntur melalui comms. Guntur kini tampil lebih sigap dengan rompi anti-peluru di balik jasnya. "Tim pengamanan sudah mengamankan area pelabuhan. Namun, ada kerumunan wartawan di depan gerbang utama. Sepertinya Clarisse membocorkan kepulangan Anda untuk membuat drama publik."

​Ceisya menutup laptopnya dengan bunyi klik yang mantap. "Dia mau main drama? Baiklah, ayo kita kasih dia pertunjukan yang nggak akan pernah dia lupakan."

​Pukul 11:00 Siang – Kediaman Utama Keluarga Valenor.

​Halaman luas rumah keluarga Valenor yang biasanya tenang kini dipenuhi kamera dan wartawan. Clarisse berdiri di teras depan dengan gaun sederhana berwarna putih, matanya dibuat sembab seolah habis menangis selama berhari-hari. Di sampingnya, Clara (ibunya) tampak mendampingi dengan wajah penuh keprihatinan palsu.

​"Saya hanya ingin kakak saya, Ceisyra, kembali. Dia dibawa paksa oleh Tuan Kaelthas dan kami tidak diberi kabar..." ucap Clarisse dengan suara bergetar di depan mikrofon wartawan.

​Tepat saat itu, raungan mesin konvoi mobil hitam mewah terdengar memasuki gerbang. Enam mobil SUV antipeluru berhenti dengan formasi sempurna. Guntur turun lebih dulu, membuka jalan bagi mobil Rolls-Royce di tengah.

​Begitu pintu terbuka, Kaelthas turun lebih dulu. Auranya yang luar biasa dominan seketika membungkam suara riuh wartawan. Namun yang membuat semua orang terbelalak adalah saat Kaelthas mengulurkan tangannya dengan sangat hormat—bahkan nyaris memuja—kepada wanita yang turun dari mobil.

​Ceisya turun dengan anggun, mengenakan pakaian desainer yang elegan namun tetap syar'i. Ia tidak tampak seperti wanita yang diculik; ia tampak seperti seorang Ratu yang sedang meninjau wilayah jajahannya.

​"Kak Ceisyra!" Clarisse berlari mendekat, hendak memeluk Ceisya dengan air mata buaya. "Kakak baik-baik saja? Aku takut sekali Tuan Kaelthas menyakitimu..."

​Sebelum tangan Clarisse menyentuh Ceisya, Kaelthas sudah lebih dulu menghalangi dengan lengannya yang kokoh. Matanya menatap Clarisse dengan tatapan yang bisa membekukan darah siapa pun.

​"Jangan sentuh istriku dengan tangan yang baru saja mengirim pesan pada pemberontak di pulau pribadiku, Clarisse," ucap Kaelthas dengan suara bariton yang bergema di seluruh halaman.

​Clarisse membeku. Wajahnya pucat pasi. "A-apa maksud Anda, Tuan? Saya tidak mengerti..."

​Ceisya maju selangkah, ia mengeluarkan sebuah tablet dan menekan tombol play. Suara rekaman percakapan Clarisse dengan Liam semalam terdengar sangat jelas melalui pengeras suara yang sudah disabotase oleh Ceisya melalui jaringan rumah itu.

​"...Siapkan rencana kedua di Jakarta. Kita akan hancurkan mereka dari dalam saat mereka kembali."

​Suara Clarisse terdengar begitu licik di rekaman itu, sangat kontras dengan wajah polosnya saat ini. Para wartawan mulai kasak-kusuk, kilatan lampu kamera kini bukan lagi karena simpati, melainkan karena skandal besar yang terungkap.

​"Ini... ini fitnah! Rekaman itu palsu!" teriak Clara mencoba membela anaknya.

​Ceisya tersenyum miring, senyuman tengil yang sangat dibenci Clarisse. "Palsu? Mas Sultan, coba kasih lihat hadiah yang kita bawa dari pulau." Ucapnya dengan nada tenang.

​Guntur memberikan isyarat, dan dua orang pengawal menyeret seorang pria yang terikat dan ditutup kepalanya. Begitu penutupnya dibuka, semua orang tersentak. Itu adalah Liam, dengan wajah babak belur namun masih memiliki kemiripan dengan Kaelthas.

​"Liam?!" Clarisse hampir jatuh pingsan.

​Kaelthas mendekati Clarisse, ia membungkuk sedikit hingga wajahnya sejajar dengan wanita itu. "Kau mencoba menukar pertunangan, lalu kau mencoba menukar nyawaku dengan pengkhianatan. Sekarang, aku yang akan menukar hidup mewahmu dengan dinding penjara yang dingin."

​"Guntur, bawa mereka semua. Serahkan bukti-bukti peretasan dan transaksi gelap yang ditemukan Ceisyra ke pihak berwenang," perintah Kaelthas tegas.

​Pukul 15:00 Sore – Penthouse Kaelthas.

​Setelah keributan di rumah Valenor mereda, Kaelthas dan Ceisya kembali ke markas besar mereka. Ceisya melemparkan tasnya ke sofa dan meregangkan ototnya.

​"Hah! Capek juga ya jadi orang hebat," gumam Ceisya sambil mengibas tangannya bagaikan kipas.

​Tiba-tiba, ia merasakan sepasang lengan kekar melingkar di pinggangnya dari belakang. Kaelthas membenamkan wajahnya di pundak Ceisya, menghirup aroma ketenangan yang hanya dimiliki istrinya.

​"Kau melakukannya dengan sangat baik, bidadariku," bisik Kaelthas.

​Ceisya berbalik dalam pelukan Kaelthas. "Tentu saja. Tapi Kael, sekarang Liam sudah tertangkap, Clarisse juga sudah tamat. Apa rencana kita sekarang? Apa kamu bakal balik jadi Sultan yang kaku lagi?"

​Kaelthas mengangkat Ceisya, mendudukkannya di atas meja kerja kayu jati yang mewah, lalu berdiri di antara kedua kakinya. "Rencanaku? Aku ingin membangunkan kembali 'singa' yang tadi kau buat lelah di pelabuhan. Kita punya banyak waktu yang terbuang karena drama keluargamu itu."

​Kaelthas mulai menciumi leher Ceisya dengan posesif, tangannya bergerak mengunci pintu ruang kerja secara otomatis.

​"Mas Sultan... ini masih sore!" protes Ceisya sambil tertawa, meski tangannya mulai merapikan rambut Kaelthas yang berantakan.

​"Di ruangan ini, akulah satu-satunya penguasa waktu. Dan hukumanmu karena sudah jadi peretas yang terlalu populer hari ini... dimulai sekarang," sahut Kaelthas parau sebelum membungkam bibir Ceisya dengan ciuman yang sangat dalam dan penuh hasrat.

Kaelthas melumat bibir Ceisya tanpa ampun, liar dan menuntut.

Di tengah kemesraan mereka, sebuah notifikasi muncul di komputer utama Kaelthas yang ada di atas meja. Sebuah pesan tanpa nama dengan simbol mawar hitam.

​"Kaelthas, menghancurkan pion adalah hal mudah. Tapi apakah kau siap menghadapi pemain catur yang sebenarnya? - Sang Pemilik Mawar."

​Ceisya melirik layar itu di sela ciumannya. Ia menyadari satu hal: Liam dan Clarisse hanyalah awal dari konspirasi yang jauh lebih besar di dunia novel ini.

1
Wahyuningsih
💪💪💪 dlm upnya yg busnyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk enak menunggu sehat sellu n jga keshtn
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan supportnya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Atik R@hma
mantapp,double up dong🤣🤣
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
vew
thor banyakin upnya ,, suka sama ceritanya .. semangat 💪💪
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan support-nya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
yang pasti harus ikut bertarung dong Cey
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, ini sebenarnya ortu kandung gak sih
kok kejam amat
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
tupai dong dia 🤣
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
siap² aja kalian semua, nunggu emak singa yang cantik akan beraksi
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sippp Cey, banting aja mereka 1 per 1
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm up yg buanhk n hrs tiap hri jgn lma upnya thor tk enak menunggu sehat sellu n jga keshtn
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan supportnya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪💪💪💪 thor jgn ampe kendor kolor kli y thor 😁😁😁
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suporternya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Intan Aprilia Rahmawati
next dong
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
thor novel yg kmaren aja nggantung gk up2 eeeeh udah ada yg bru di tamatin dlu lah thor novel yg kmaren syg critanya bagus klau gk dterusin
namice: 😄, iya kak novel yang kemarin terkontrak tapi gak dapat reward kak, jadi cuma kontrak ga di gaji, karena pembacanya sedikit kak 😔😔.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
lanjut
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, aku akan update lagi satu 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
CaH KangKung,
like...🥀🥀
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
👣👣
namice: 😘😘 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, love you sekebon untukmu 😘😘😘🌹🌹🌹🩷🩷🩷
total 1 replies
azka aldric Pratama
hadir
namice: love you sekebon untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Yuni Alyssa
jangan buat gampang dapetin cwe nya tor... jangan lp ya bales dendam nya yg sadis ama keluarganya 🤣🤣🤣
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru ni novel 😁
menarik banget alurnya 😃
seperti biasa kutunggu cerita tamat dulu baru ku baca
namice: iya kak tidak apa-apa kak😘
total 1 replies
Yuni Alyssa
klo aku punya keluarga begitu... aku nikah sm cowo nya truz ku ancurin bapak emaknya apalagi si pick me... sebar dulu biar jadi bulan2an netizen 🤣🤣🤣....
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
mampus kau
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca Novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!