#Ruang Ajaib # fantasi wanita # romansa pedesaan
Song Xinglan tidak sengaja menemukan batu Giok Permata Rubi, dia tidak menyangka batu tersebut yang membawanya pindah ke zaman lain yang tidak ada dalam sejarah, zaman yang serba kekurangan dan miskin dengan sumber makanan, dan dia menjadi putri bungsu di keluarga Song.
•
•
•
•
"Hah... banyak sekali kekayaan di sini, apakah masyarakat disini tidak mengetahuinya!" Gumam Song Xinglan sambil melihat sekelilingnya dengan mata berbinar...!!!
"Ini bukan daerah miskin tapi daerah kaya dengan sumber daya! Karena aku sudah disini, keluarga song akan jaya di tanganku!." Gumamnya lagi.
Ya sekarang Song Xinglang berada di pegunungan, tadinya dia ingin mencari peruntungan untuk mengisi perutnya yang lapar, setelah tiba di pegunungan mata sangat berbinar melihat tumbuhan begitu banyak disana yang bisa di makan..
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. mengobati Wei Jingguo
"Bukankah aku akan mengobatinya, hanya menunggu bahan obat saja setelah itu aku bisa mengobati jingjing terlebih dahulu" ucap xinglan lagi.
"dia tidak tahu bahwa tuan akan mengobati adiknya." ucap Baihu lagi.
"penyakit Jingjing langka kapan saja bisa meringgut nyawanya, tetapi aku bahan tau obatnya, teratai merah dan lili salju, ini obat langka!"
"untuk Wei jingtian walau terlihat parah, masih masih ada waktu untuk mengobatinya, aku akan membersihkan daging yang membusuk lalu berikan sedikit air spiritual, untuk memperlambat proses membusukan, ini bisa mengundur waktu selama aku mengobati Jingjing."
"ini salahku, menunda mengobatinya jika langsung diberikan air suci tidak akan sanggup oleh tubuh lemah jingjing dan jingtian." ucap Song Xinglan lagi.
"aku akan turun membantunya, dia tulang punggung keluarga jika dia terluka parah juga siapa yang melindungi adik-adiknya." ucap song xinglan, ia ingin turun tetapi Wei jingguo melihatnya.
"jangan turun, tetap disana!." teriak wei jingguo yang melihat song xinglan kesusahan turun, song xinglan menghentikan aksinya.
"Tidak bisa aku harus membantunya, semangat xinglan kamu bisa, anggap saja ini latihan mentalmu." gumam song xinglan sambil memejamkan matanya.
"Baihu berikan aku senjata apapun yang bisa aku gunakan untuk membunuh babi itu." song xinglan sudah bertekad menolong wei jingguo.
"percuma tuan dia sudah melumpuhkannya." ucap Baihu, lalu song xinglan melihat kerah wei jingguo yang kelelahan ia duduk bersandar dibawah pohon sambil memegang perutnya.
sedangkan tubuh babi hutan tergeletak disana tang sudah tidak bernyawa lagi.
"dia memang kuat!, pantas saja ada rumor dia bisa membunuh harimau." ucap song xinglan lalu ia menutup matanya dan melompat turun, ia masih takut ketinggian.
"aaahhhk" teriak song xinglan saat terjatuh diatas pohon.
bruk!!! bunyi tubuh song xinglan jatuh ketanah.
"aduh! sakit sekali." Ucapnya lalu berlari ke arah wei jingguo melupakan sakit ditubuhnya.
"wei jingguo bagaimana keadaanmu, kamu terluka?"
song xinglan langsung menunduk memeriksa luka diperut wei jingguo.
"aku tidak apa-apa, ini hanya luka lama! Apa yang kamu lakukan!" ucap wei jingguo lalu ia menahan tangan sang xinglan yang hampir saja menyentuh perutnya.
"aku melihat lukamu, luka mu berdarah, jangan keras kepala seperti ini parah." ucap Song Xinglan menepis tangan Wei Jingguo.
"jangan sok hebat disini!, aku tahu sedikit ilmu pengobatan, sudah tahu terluka masih saja melawan babi hutan." ucapnya, lalu ia membuka pakaian wei jingguo hanya diam bagian terluka saja.
"separah ini, apa kamu tidak membawa ketabib." ucapnya, ia mengambil botol minumannya untuk membersihkan luka wei jingguo terlebih dahulu.
"air spiritualku, sayang sekali hanya membasuh luka" gumam song xinglan dengan nada kesedihan, itu air minumnya air spiritual.
"Tidak apa! anggap saja ini balas budi karena dia sudah menyelamatkan." gumam song xinglan lagi,
saat air spiritual membasahi luka Wei jingguo ia merasakan berbeda, rasanya lukanya tidak tidak bisa ia ungkapkan.
setelah itu song xinglan memberikan obat menghentikan darah, lalu ia memasukkan sesuatu kemulut wei Jingguo.
wei jingguo belum siap saat song xinglan memberikan sesuatu kemulutnya, saat ia sadar ingin meludahinya suatu itu sudah encer, dengan air air liur lalu masuk kedalam tubuhnya.
Ia melotot kepada Song Xinglan, ada nada kemarahan disitu!
"apa yang kau berikan padaku, jika terjadi sesuatu aku akan membu..." belum selesai wei jingguo berbicara song xinglan menyodorkan minuman kemulut Wei Jingguo lagi-lagi dia tidak siap, tambah marahlah dia.
mengapa dia terlalu lengah jika bersama gadis ini, pikirnya lalu ia ingin mendorong Song Xinglan keberadaan yang terlalu dekat dengannya.
song xinglan melihat gerakan itu, ia lebih dahulu menghindar, ia tidak marah karena dia menganggap wei jingguo pasiennya, dia memang seperti itu jika berurusan dengan mengobatinya pasien dia mengobati dengan sungguh-sungguh.
"pemarah sekali dan memiliki kecurigaan yang parah! aku sudah membalas budiku karena kamu telah menyelamatkanku hari ini dan aku juga membantumu mengobati lukamu, kita sudah impas, dendam lama tetap berlaku!" ucap song xinglan ia kembali ke sifat semula acuh tak acuh.
"ingat!!! bawalah babi itu cepat pergi dari sini, sebelum hewan buas lain datang karena mencium aroma darah." ucapnya lagi, lalu ia pergi dari hadapan Wei Jingguo.
"Hei tunggu, aku .... " panggil Wei ia ingin mengatakan sesuatu tetapi hanya sampai di tenggorokannya, tidak bisa lagi mengatakan " aku minta maaf karena salah paham padamu" hanya dalam hati bisa dia katakan.
song xinglan tidak mengabaikan panggilan wei jingguo, ia melihat hari masih siang lalu ia kembali mencari bahan obat terutama untuk obat wei jingjing yang langka.
setelah kepergian Song Xinglan Wei Jingguo merasakan perubahan ditubuhnya, ia merasakan luka-lukanya sembuh sedikit demi sedikit.
ia tercengang, lalu ia berdiri tenaganya kembali pulih, sesuatu yang segar mengaliri seluruh aliran darahnya, rasa ini sangat menyenangkan.
"siapa kamu sebenarnya, keluarga song hanya orang biasa." gumamnya sambil melihat arah song xinglan pergi tadi.
"kamu rela memberikan obat langka dan mahal padaku." gumamnya lagi, ia yakin obat yang diberikan song xinglan pasti obat mujarab dan langka pasti harganya sangatlah mahal.
itu benar, itu adalah obat penyembuhan yang diberikan Baihu kepada song xinglan, obat itu peninggalan tuan terdahulu.
sedangkan song xinglan saat ini sudah berada di atas bukit yang tinggi, disana dia menemukan obat langka yaitu teratai merah.
"Tuan itu obat langka, tumbuhan memiliki energi spiritual, tuan cepat ambil sebelum penjaga tempat ini kembali." Ucap Baihu mendesak Song Xinglan untuk mengambil teratai merah secepat mungkin.
"ada penjaganya." song xinglan bergegas kearah teratai merah, yang berada ditengah-tengah rawa.
"Iya, saat ini penjaga sedang entah kemana mungkin sedang mencari makanan, cepatlah!" ucap Baihu lagi.
"bagaimana caranya pergi kesana aku belum bisa qinggong." ucapnya sambil melihat rawa tersebut, ia yakin pasti dalam, tiba-tiba dia memiliki ide melihat batu batu berjajar disana.
"a ha..! aku punya ide." lalu ia melompat dan menginjak batu tersebut sampai batu selanjutnya, setelah sampai di tengah rawa ia mengambil bunga teratai merah, dan tidak lupa bibit untuk ia tanam diruang.
setelah selesai mengambilnya ia kembali kedaratan, ia tidak mengambil banyak ia takut ketahuan oleh penjaga teratai merah tersebut.
saat kakinya melangkah ketanah, tiba-tiba...
BUUUURR!!!
air rawa menyembur keatas sangat tinggi keluarlah ular air raksasa, mata song xinglan melotot melihat itu.
°°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
♡Terimakasih😊
pasti auto kabur.....😁