NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Araya Lin dipaksa menjadi pengantin

pengganti bagi kakak tirinya. la dinikahkan dengan Arkanza Aditama, seorang CEO miliarder yang dirumorkan kejam, dingin, dan cacat akibat sebuah kecelakaan tragis. Keluarga Araya tertawa, mengira mereka telah membuang anak tak berguna ke dalam 'neraka'.

Namun, di malam pertama pernikahan mereka, Araya terkejut saat melihat pria jangkung dengan tatapan setajam elang berdiri sempurna di hadapannya-tidak cacat sedikit pun. Di sisi lain, Arkanza mengira ia hanya menikahi gadis udik yang bisa ia kendalikan. la tidak tahu bahwa istri kecilnya yang terlihat lugu ini adalah "Z", seorang peretas jenius misterius yang selama ini dicari-cari oleh perusahaannya sendiri.

Ketika dua pembohong ulung terjebak dalam satu atap, akankah pernikahan kontrak ini berakhir dengan pertumpahan darah, atau justru memicu romansa yang tak terhentikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20: Infiltrasi Labirin Aditama

Malam di Vila Bukit terasa begitu dingin, namun adrenalin yang mengalir di tubuh Araya membuat suhu tubuhnya memanas. Ia menatap layar jam digital yang masih menampilkan koordinat ruang rahasia di bawah Perpustakaan Aditama. Ia tidak punya banyak waktu. Arkanza mungkin sedang memantau dari kejauhan, tapi Araya tahu celah sistem keamanan yang ia buat bersama Leon dulu.

​"Kau pikir bisa mengurungku dengan server privat, Arkanza?" gumam Araya dengan seringai tipis.

​Araya bergerak cepat. Ia mengganti pakaian tidurnya dengan setelan taktis serba hitam yang ia sembunyikan di dalam tas daruratnya. Ia tidak akan keluar lewat pintu utama yang dijaga dua pengawal bertubuh kekar. Targetnya adalah sistem ventilasi yang terhubung dengan ruang kendali listrik di basement.

​Dengan menggunakan sebuah pemantik api dan seutas kabel kecil, Araya membuat korsleting singkat pada sensor asap di kamarnya.

​Tiiiit! Tiiiit!

​Alarm kebakaran berbunyi nyaring. Dalam hitungan detik, sistem keamanan vila beralih ke mode darurat yang secara otomatis membuka kunci pintu kamar demi prosedur evakuasi. Saat para penjaga berlari panik menuju kamarnya, Araya sudah menyelinap keluar melalui balkon samping, merayap di antara bayangan pohon pinus dengan kelenturan yang luar biasa.

​Mansion Pusat Aditama: Jam 02.00 Pagi

​Satu jam kemudian, Araya sudah berdiri di depan gerbang belakang Mansion Pusat Aditama setelah menumpang kendaraan logistik yang sudah ia retas rutenya. Mansion itu tampak seperti raksasa tidur yang diselimuti kabut tebal.

​Araya bergerak seperti bayangan. Ia memanjat dinding samping dan masuk melalui jendela lantai dua yang menuju langsung ke perpustakaan pribadi keluarga Aditama—sebuah ruangan luas yang dipenuhi ribuan buku tua dan aroma kayu cendana yang menenangkan.

​Ia melangkah menuju rak buku sejarah keluarga di sudut paling gelap. Sesuai instruksi dalam pesan misterius itu, ia meraba panel kayu di bawah rak ketiga. Tangannya menyentuh sebuah perangkat pemindai kecil yang tersembunyi.

​[Masukkan Kode Akses Delapan Digit.]

​Jari Araya gemetar. Ia memasukkan tanggal lahirnya: 15052002.

​Klik.

​Suara mekanisme berat bergeser di balik dinding. Sebuah rak buku besar perlahan berputar, menyingkap tangga spiral sempit yang menuju ke bawah tanah. Udara dingin dan bau apek menyeruak keluar, namun Araya tidak ragu. Ia menuruni tangga itu satu per satu hingga sampai di sebuah ruangan beton yang sangat modern.

​Di tengah ruangan, terdapat sebuah meja kerja dengan satu foto berbingkai perak: Foto ayahnya, Radit Lin, bersama Kakek Arkanza, Bramantyo Aditama. Mereka tampak tertawa lepas, jauh dari kesan musuh bebuyutan.

​"Apa maksud semua ini?" bisik Araya.

​Ia menyalakan komputer utama di ruangan itu. Muncul sebuah folder besar berjudul "ASURANSI NYAWA: PROJECT PHOENIX". Di dalamnya terdapat data yang membuat napas Araya tercekat. Ayahnya bukan dibunuh karena dendam bisnis. Ayahnya dibunuh oleh Keluarga Lin sendiri karena menolak memberikan akses kunci teknologi Aditama yang bisa mengendalikan data perbankan nasional.

​"Ayah... Ayah melindungi Aditama?" Araya menutup mulutnya, air mata mulai menggenang.

​"Bukan hanya melindungi Aditama, Araya. Dia melindungi dunia dari ketamakan keluarganya sendiri."

​Araya tersentak dan berbalik seketika. Di ambang pintu ruang rahasia, Arkanza berdiri dengan napas yang sedikit terengah. Jasnya berantakan, dan matanya memancarkan campuran antara amarah dan kesedihan yang mendalam.

​"Kau... kau mengikutiku?" suara Araya bergetar.

​Arkanza melangkah mendekat, bayangannya jatuh menimpa Araya. "Aku tahu kau akan datang ke sini. Aku sengaja membiarkan celah di Vila Bukit agar kau menemukan kebenaran ini dengan matamu sendiri, bukan dari mulutku."

​Arkanza berhenti tepat di depan Araya, mengambil surat fisik yang terletak di atas meja. "Kakekku tidak pernah membunuh orang tuamu. Dia menghabiskan dua puluh tahun terakhir untuk menyembunyikanmu dari Keluarga Lin yang asli—orang-orang yang saat ini sedang mencarimu untuk mengambil kunci terakhir Project Phoenix yang tertanam di dalam ponsel hitammu."

​Araya menatap ponselnya dengan ngeri. "Jadi... selama ini aku membawa senjata yang diinginkan semua orang?"

​"Ya," Arkanza memegang bahu Araya, menatapnya dengan intensitas yang meluap. "Dan sekarang kau tahu kenapa aku sangat posesif padamu. Aku tidak hanya menjagamu sebagai istriku, Araya. Aku menjagamu karena kau adalah satu-satunya peninggalan sahabat terbaik kakekku. Dan karena... aku tidak sanggup kehilanganmu seperti ayahku kehilangan sahabatnya."

​Keheningan melanda ruangan bawah tanah itu. Tiba-tiba, suara alarm di ponsel Arkanza berbunyi.

​"Sial! Mereka sudah di sini," desis Arkanza.

​"Siapa?"

​"Pasukan bayaran Keluarga Lin. Mereka meretas pelacakmu saat kau keluar dari Vila Bukit tadi. Araya, kita harus pergi sekarang!"

1
Anonim
Ceritanya Bagus! /Heart/
Susilawati 1978
serru, lanjut
Anonim
Lanjut
Anonim
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!