NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26.

Tanpa diketahui oleh Vania, Sandi pun tersenyum saat membaca pesan darinya.

"Hanya terima kasih?."

Senyum di bibir Vania perlahan surut setelah membaca balasan pesan dari Sandi.

"Bagaimana aku bisa lupa kalau dia itu pebisnis. Mana mungkin seorang pebisnis melakukan sesuatu tanpa memikirkan keuntungan." Gumam Vania di sela langkah kembali ke ruang kerjanya.

Merasa telah melaksanakan perintah Sandi, Pak Harto lantas mendatangi ruangan bosnya tersebut.

"Permisi tuan, Boleh saya masuk?." Sudah membuka pintu ruangan, masih saja bertanya.

"Hm."

"Silahkan duduk!."

"Terima kasih, tuan." Pak Harto menempati kursi didepan meja kerja Sandi dengan perasaan lega. Ya, pria itu berpikir semua masalah telah terselesaikan hingga tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan.

"Kebetulan sekali anda datang ke sini, padahal saya baru saja hendak meminta asisten Tino untuk memanggil anda." Kata Sandi yang kini tengah memegang sebuah map berwarna biru.

"Apa ini, tuan?." Pak Harto nampak bingung saat Sandi menyodorkan map biru tersebut ke hadapannya.

"Anda akan tahu setelah membacanya." Jawab Sandi.

Sandi menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi kerjanya, menyilangkan kedua tangannya, menatap pada pak Harto yang nampak meraih map tersebut dan mulai membacanya.

Deg

Tubuh pak Harto langsung lemas tak bertenaga setelah membaca lembaran demi lembaran kertas di genggamannya.

"Sa_saya bisa menjelaskan semua ini, tuan." Pak Harto terbata.

"Penjelasan seperti apa yang ingin anda berikan, setelah semua pembuatan curang anda selama ini terbukti dengan jelas?."

"Tapi tuan, semua itu berlangsung sebelum hotel diakusisi oleh Admodjo Group, secara otomatis kesalahan yang pernah saya perbuat sama sekali tidak merugikan pihak Admodjo Group." Pak Harto melayangkan protes.

"Memang benar, semua kecurangan yang pernah anda perbuat sama sekali tidak merugikan pihak Admodjo Group, dan saya sangat menyadari itu. Seandainya saja kemarin anda tidak melakukan kesalahan fatal, mungkin saya masih bisa mempertimbangkan untuk tidak memecat anda." Paka Harto terkejut setengah mati mendengar perkataan Sandi tentang pemecatan terhadap dirinya.

"Tapi tuan, bukankah tadi anda katakan berkenan memaafkan saya apabila berhasil mengembalikan nama baik istri anda." Pak Harto menuntut janji Sandi.

Sandi menyungging senyum tipis.

"Benar sekali. Saya memang sudah memaafkan anda, tapi untuk tetap mempertahankan pegawai seperti anda nampaknya tidak dapat saya lakukan. Untuk pesangon, saya akan tetap memberikan pesangon yang sesuai pada anda." Balas Sandi.

Merasa telah diberhentikan secara sepihak oleh Sandi, pak Harto tak terima. Pria itu bangkit dari duduknya dan berlalu begitu saja meninggalkan ruangan pimpinan. Ia berniat mengadukan keputusan Sandi kepada tuan Admodjo, ayahnya Sandi. Berharap tuan Admodjo bisa membantu mempertahankan dirinya di hotel Admodjo Group.

*

Di sebuah cafe yang letaknya tak jauh dari gedung hotel Admodjo Group, di sinilah pak Harto berada sekarang, bertemu dengan seseorang.

"Saya memang pernah melakukan kecurangan semasa menjabat sebagai manajer hotel. Akan tetapi, semua terjadi saat hotel masih berada ditangan pemilik sebelumnya, dan saya melakukan hal itu akibat desakan dari putra pemilik lama hotel. Tuan, tidak bisakah anda mempertimbangkan untuk tidak memecat saya dari hotel Admodjo Group? Lagipula, kesalahan yang pernah saya lakukan tidak merugikan pihak Admodjo Group." Semua keputusan untuk urusan hotel memang sepenuh berada ditangan Sandi, namun jika ayahnya yang meminta untuk mempertahankan pak Harto, pasti pria itu akan mendengarkan perkataan ayahnya, begitu pikir pak Harto. Itulah alasan mengapa pak Harto sampai menemui ayahnya Sandi.

"Apa pak Harto yakin tidak melakukan kesalahan yang lain?." Sebagai seorang ayah yang telah mengenal putranya semenjak lahir ke dunia, tentunya tuan Admodjo sangat mengenal sifat dan watak putranya. Tidak mungkin putranya tersebut mengambil keputusan sebesar ini jika hanya karena kesalahan pak Harto pada pemilik hotel sebelumnya. Pasti pak Harto telah melakukan kesalahan fatal terhadap Sandi, hingga putranya tersebut bersikap demikian, melakukan pemecatan pada pak Harto.

Pak Harto terdiam dengan seribu sesal dihati. Ia tidak menyangka ambisinya yang ingin memiliki Vania justru membawanya ke titik terendah dalam karirnya. Jika saja kemarin ia tidak melakukan hal sekeji itu pada Vania, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Ia tidak akan dipecat.

"Saya akan coba bicara dengan anak saya. Tetapi, saya tidak janji bisa merubah keputusannya." Ayahnya Sandi menepuk pelan pundak pak Harto sebelum sesaat kemudian pamit undur diri.

*

Malam harinya.

Sandi menemui ayahnya di ruang kerja.

"Apa papah memanggil Sandi?." Tanya Sandi setibanya di ruang kerja ayahnya.

Ayah mengangguk.

"Duduklah!."

Sandi berjalan ke arah sofa, di mana saat ini ayahnya tengah duduk santai dengan ditemani secangkir teh.

"Memangnya kesalahan apa yang telah dilakukan oleh pak Harto hingga kamu melakukan pemecatan pada Pak Harto?." Ayah tahu betul jika putranya itu tak suka dengan obrolan basa-basi mengenai hal yang berhubungan dengan pekerjaan, makanya ayah langsung saja pada tujuan utamanya meminta Sandi menemuinya.

Perubahan pada raut wajah putranya semakin meyakinkan dugaan ayah, bahwa benar pak Harto telah melakukan kesalahan fatal yang tidak bisa diterima oleh Sandi.

"Kemarin pak Harto berusaha menjebak Vania dengan memasukkan obat lak-nat ke dalam minuman Vania, pah. Seandainya kemarin Sandi tidak kebetulan datang ke restoran itu, mungkin pria tua bangka itu sudah berhasil melancarkan aksinya, pah." Sebagai pria dewasa tentunya ayah paham betul dengan arti obat lak-nat yang dimaksud oleh putranya.

Mulut ayah sampai menganga mendengar cerita putranya, Ia tidak menyangka pak Harto tega melakukan hal sekeji itu. Pantas saja Sandi sampai memecatnya.

Kini fokus ayah tak lagi pada pak Harto melainkan pada sikap serta reaksi yang ditunjukkan oleh putranya. Sikap serta reaksi yang ditunjukkan oleh Sandi saat ini bukan hanya sekedar karena rasa anggung jawab terhadap istrinya, tetapi mengarah ke hal lain, yakni perasaan. Sandi nampak tak rela jika istrinya sampai disentuh oleh pria lain walau seujung kuku, padahal sebelumnya mengaku tidak akan tertarik pada Vania.

Ayah mengulum senyum, kemudian berkata.

"Apa kamu tidak berniat memberikan seorang adik untuk Sesil?."

"Tentu saja niat, pah. Lagian, mana ada lelaki yang sudah menikah tidak menginginkan kehadiran seorang anak." Jawaban Sandi membuat ayah hampir tak kuasa menahan senyum. Rupa-rupanya, putranya tersebut sudah kemakan omongan sendiri.

"Papah bilang juga apa nak, kamu pasti tidak akan sanggup menolak pesona yang dimiliki oleh mamahnya Sesil." Batin ayah.

"Papah hanya ingin menanyakan hal itu saja. Sekarang kembalilah ke kamar kalian, kasian Vania sendirian di kamar!."

"Baik, pah." Sandi lantas berlalu meninggalkan ruang kerja ayahnya.

"Ada apa, mas? Apa ada masalah?." Tanya Vania setelah Sandi kembali ke kamar.

"Tidak ada masalah. Papah hanya menanyakan alasan dari pemecatan pak Harto."

"Pemecatan?." Cicit Vania dengan wajah terkejut.

"Kamu memecat pak Harto, mas?"." Tanya Vania memastikan.

"Hm."

"Hotel tidak membutuhkan pegawai yang sudah banyak melakukan pembuatan curang." Kata Sandi.

"Oh."

"Tadinya aku pikir alasan mas Sandi sampai memecat pak Harto karena telah berbuat jahat padaku, ternyata aku salah. Sepertinya kau terlalu percaya diri, Vania." Batin Vania.

Jangan lupa dukungannya ya sayang-sayangku, biar aku makin semangat updatenya....! 🙏😘😍🥰

1
Ariany Sudjana
Hallo ibu, kamu itu mama kandungnya Vania, tapi kamu bodohnya kebangetan, kamu percaya sama omongan pelacur murahan Natalie itu, daripada Vania, yang merupakan putri kandung kamu sendiri? bodoh sekali kamu
Ariany Sudjana
seandainya sandi tahu kalau Vania itu perempuan yang menjadi teman tidurnya saat itu, dan sesil itu putri kandungnya, entah gimana reaksi vania
secret
alahhh alahhh kalian ini udh sm2 jatuhh hati😭 ngakuu dehh
Felycia R. Fernandez
itu juga alasan utamanya Vania...
Lia siti marlia
hihihi🤭 jadi gemes deh sama kelakuan sandi sok jaim 😄😄
Mommy
bilang aj kamu sudah terpesona sama vania,,kalau kamu tau vania wanita yg selama ini kamu cari sandi..
up 2 bab donk kak 😁
Nurminah
lanjutkan Thor
Ariany Sudjana
bukan begitu Vania, sepertinya sandi sudah mulai jatuh cinta sama kamu, cuma gengsi mengakui 😄😄
Nurminah
lanjut thor
Lia siti marlia
makasih doang nih vania😄 gak ada tambaha lain mungkin buat nyenengin pak bos 🤭🤭🤭
secret
sekaliann gopub ajaa gaa sii, biar mingkemm semua tu mulut2 tukang gosipp🤭
Felycia R. Fernandez
yang lebih parah itu mulut Atika...
bisa gak dia aja yang di pecat 😏
Ariany Sudjana
kok cuma disuruh minta maaf saja? kenapa ga dipecat dan diblacklist dari semua jaringan hotel? terlalu ringan kalau hanya disuruh minta maaf
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: padahal udah melakukan kecurangan juga ya diperusahaan
total 1 replies
Ariany Sudjana
cuma segini updatenya?
secret
thorr kok blm up sii😭
Syarifah
🤭🤭🤭
Lusi Hariyani
nah gitu dong sandi cr th ttg istrimu
secret
ga habis2 si manajer tuaa bikin ulah, liat aja bntr lg kena depakk
Lia siti marlia
cie cie yang di kasih dukungan sama pak bos plus suami ayo vania robek tuh mulut c wanita lemes 🤭🤭🤭
Felycia R. Fernandez
Naah lho...
Sandi pasti akan dukung Vania.
lagian apa urusannya sama Atika kalau pun ada kejadian jebak menjebak antara Vania dan Harto.
Atika melabrak seolah dia istri sah Harto 😆😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!