Bagaimana jika Cinta pertama yang kamu pendam selama ini, Tiba-tiba menjadi saudara tirimu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Sudah 3 hari Biru tidak pulang ke rumah, kadang hanya mampir sebentar untuk mengambil barang yang penting penting saja.
“Kemana Biru Bik?” tanya Arga yang baru saja pulang dari luar kota, Saat ini mereka duduk di meja makan bersama.
“Emb anu Tuan, akhir akhir ini den Biru jarang di rumah,” jelas Asih.
Mata Arga melotot tajam, “selama aku pergi?” tanyanya.
“Enggak Tuan, baru 3 hari ini,” jelas Asih.
“Senja, kamu tau di mana kakakmu?” tanya Mira dengan tatapan mengintimidasi.
“Enggak ma,” jawab Senja singkat.
“Kalian berantem?” tanyanya lagi.
Senja hampir saja tersedak, lalu menggelengkan kepalanya. “Mungkin sibuk dengan tugas kuliah nya, sampai lupa pulang,” jelas Senja.
“Aku ngekos,” ucap Biru yang tiba-tiba datang, dan menaruh tasnya di meja makan.
Semua orang di rumah saat ini di buat bertanya-tanya.
“Kenapa, Biru rumah kita itu dekat dari kampus kamu, kamu mau hidup bebas, Liar, seperti teman temanmu dulu, dan jadi berandalan, harusnya bersyukur kamu hidup enak,” omel Arga tanpa mau penjelasan dari Biru.
Biru hanya tersenyum menyeringai di hadapan Papanya, Biru langsung mengambil tasnya kembali dan beranjak pergi.
“Mau kemana kamu?” Teriak Arga dengan tatapan tajamnya.
“Pulang,” jawab Biru singkat.
“Berani kamu melangkahkan kakimu sejengkal saja, dan keluar dari rumah ini, akan ku pastikan semua barang peninggalan Mamamu habis tak tersisa,” ancam Arga penuh penekanan.
Biru langsung membalikkan badannya, dan langsung masuk ke kamarnya, semua orang di ruangan tersebut menjadi tengang dan diam membisu, termasuk Senja.
Hingga Senja menyadari bahwa rumah ini adalah penjara untuk Biru, dan kakinya di rantai dengan kenangan masa lalunya bersama Mamanya, makanya setiap malam dia selalu sembunyi sembunyi lewat balkon kamarnya.
Arga terlihat mengamuk dan membating piring di hadapannya, lalu bergegas pergi ke kantor, begitu juga dengan Mira yang langsung mengikutinya.
“Bik aku bantu,” tawar Senja kepada Asih.
“Jangan Non biar bibik aja, tajam,” ucap Asih sambil menyapu pecahan piring.
“Apakah sejak dulu Kak Biru di perlakukan seperti ini bik?” tanya Senja.
“Iya, Sebenarnya den Biru, nggak suka dengan Mama Non, tapi di paksa terima dengan pernikahan mereka, dan semenjak mereka menikah, ancaman Tuan selalu sama, saking sayangnya sama Mamanya den Biru nggak bisa melakukan apapun dan di kendalikan oleh Papanya, maaf ya Non,” ucap Asih canggung.
“Gapapa kok Bik, aku tau perasaan Kak Biru,” jelas Senja dengan mata yang berkaca kaca, dia dulu juga menjadi saksi bisu kehancuran keluarganya, dan melihat Papanya menangis sendirian setiap malam.
“Apakah Kak Biru baik baik saja?” Tanya Senja dengan polos.
Asih hanya tersenyum nanar, “Bibik nggak tau Non, dulu dia sering menangis di kamar,” jelas Asih. “Mungkin sekarang kayaknya udah terbiasa dengan keadaan nya.” Jelasnya lagi.
Entah mengapa kejadian ini membuat Senja merasa iba, dia dulu berfikir bahwa Biru lah anak yang suka membangkang kepada orang tuanya, dan lagi di fase kenakalan remaja pada umumnya. Tetapi saat ini Senja melihat bahwa semuanya bentuk pemberontakan Kakaknya.
“Senja berangkat sekolah ya Bik,” pamitnya kepada Asih.
“Hati-hati ya Non Senja,” jawab Asih.
Saat ini Senja di antar oleh Agus, tetapi entah mengapa saat ini bayangan Biru memenuhi isi kepalanya, banyangan Biru yang masih bersifat manis dulu kembali bersemayam di pikirannya.
...----------------...
..."Semoga Suka Ya☺"...
semangat 🙏😍