NovelToon NovelToon
Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

(SEASON 2)

Dengan Inti Emas Iblis di Dantian-nya, Shen Yuan kini meninggalkan benua kelahirannya. Ia melangkah menembus Gerbang Lintas Benua menuju jantung peradaban Sembilan Cakrawala, siap membawa badai darah mematikan bagi para dewa palsu yang pernah merenggut segalanya darinya. Perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Murka

Kolam Darah Bumi yang sebelumnya mendidih dengan energi murni kini telah terbelah menjadi dua bagian, ditahan oleh tekanan tak kasat mata dari amarah seorang penguasa. Di udara yang dipenuhi uap berbau karat, tatapan mata Tie Wuhen dan Shen Yuan beradu, memercikkan kilatan niat membunuh yang sanggup membekukan magma.

Tie Wuhen, Pemimpin Istana Pedang Besi, berdiri mengambang di atas sisa-sisa darah. Urat-urat di leher dan dadanya yang telanjang menonjol keras. Ia telah mengasingkan diri selama lima belas tahun di dasar bumi ini, menyerap energi untuk menyempurnakan Senjata Nasibnya dan merobek batas menuju Alam Abadi.

Namun sekarang? Fondasi yang ia bangun susah payah telah dicuri tepat dari bawah kakinya! Lebih menghinakan lagi, pencurinya adalah seorang pemuda yang baru saja menginjak Ranah Peleburan Jiwa!

"Lezat, kau bilang?" Suara Tie Wuhen tidak meledak seperti guntur, melainkan terdengar sangat pelan, rendah, dan serak. Namun, getaran dari setiap suku katanya meretakkan dinding gua bawah tanah. "Bocah... tahukah kau ranah apa yang sedang kau tantang saat ini?"

Hawa murni dari Puncak Ranah Pemisahan Duniawi memancar keluar dari tubuh Tie Wuhen.

Ini bukanlah sekadar tekanan jiwa seperti di Ranah Peleburan Jiwa. Di Ranah Pemisahan Duniawi, seorang ahli mulai memisahkan dirinya dari hukum-hukum fana. Tie Wuhen tidak lagi terikat oleh tekanan berat bumi, udara, atau bahkan hukum ruang di sekitarnya. Wilayah dalam jarak seratus tombak dari tubuhnya benar-benar terasing, menjadi dunia pribadinya di mana ia adalah dewa tunggal pencipta aturan.

"Alam Pengasingan Mutlak!"

Seketika itu juga, Shen Yuan merasakan udara di sekitarnya mengeras menjadi dinding kristal yang tak tertembus. Pasokan hawa murni dari alam luar terputus total. Suara tetesan darah, hembusan angin, semuanya lenyap. Dunia seolah telah mengusirnya.

"Bocah! Ini adalah Alam Pemisahan Duniawi! Dia telah memutus ikatanmu dengan alam!" raung Leluhur Darah dengan sangat tegang. "Di dalam alam ini, hawa murnimu tidak bisa diisi ulang, dan setiap pergerakanmu akan dilawan oleh kaidah ruang yang dia ciptakan!"

"Hanya karena dia memutus ikatan dengan dunia luar, bukan berarti dia bisa memutus ikatanku dengan diriku sendiri," balas Shen Yuan dengan senyum buas yang tak luntur.

Shen Yuan tidak mencoba menyerap hawa murni dari luar. Sebagai Iblis Penelan Surga, tubuhnya sendiri adalah alam semesta yang menelan segalanya. Di dalam Dantian-nya, Wujud Jiwa bayi iblis yang baru saja lahir membuka sepasang mata kecilnya yang memancarkan cahaya merah darah.

Sutra Penelan Surga! Buka rahangmu!

Hawa murni merah kehitaman meledak dari dalam tubuh Shen Yuan, membanjiri Alam Pengasingan Mutlak milik Tie Wuhen. Zirah Hawa Murni-nya menebal, memancarkan kilau emas gelap yang menolak untuk dihancurkan oleh tekanan ruang tersebut.

Melihat pemuda itu masih bisa berdiri tegak dan bahkan tersenyum di dalam alam ciptaannya, kemurkaan Tie Wuhen meledak menjadi kegilaan.

"Bahkan seorang ahli Peleburan Jiwa Puncak akan berlutut memuntahkan darah di dalam Alam-ku! Siapa sebenarnya kau?! Ilmu sesat apa yang kau gunakan untuk menelan fondasi bumiku?!" raung Tie Wuhen.

Ia tidak menunggu jawaban. Tangan kanannya terulur, mencengkeram gumpalan cairan besi berdarah—Senjata Nasibnya yang belum selesai ditempa—yang mengambang di atas kolam.

"Kau telah merusak penyempurnaan pedang ini. Maka, darahmu dan jiwamu yang akan menjadi tumbal penyempurnaannya! Pedang Darah Pengekang Langit!"

Tie Wuhen mengayunkan gumpalan cairan besi panas itu. Meskipun belum berbentuk pedang yang sempurna, cairan logam itu melesat memanjang bagaikan cambuk raksasa yang menyala merah terang. Serangan ini membawa hukum kaidah Pemisahan Duniawi; ia tidak hanya memotong fisik, tetapi mengincar untuk membelah wujud jiwa Shen Yuan!

Kecepatan cambuk pedang darah itu jauh melampaui kemampuan mata fana. Ia membelah ruang hampa, tiba tepat di depan wajah Shen Yuan dalam sepersekian kedipan mata.

Shen Yuan tahu ia tidak bisa meremehkan serangan dari ranah yang satu tingkat penuh di atasnya. Ia merentangkan tangan kanannya ke belakang, mencabut Pecahan Gigi Naga.

Hawa murni Peleburan Jiwa miliknya dialirkan dengan kekuatan maksimal ke dalam pedang purba yang berkarat itu.

"Gulungan Pedang Penelan Langit: Pusaran Kehampaan Mutlak!"

Shen Yuan mengayunkan pedangnya menyongsong cambuk darah tersebut. Sebuah pusaran hitam yang luar biasa pekat terbuka di depan mata pedangnya, berfungsi sebagai perisai penelanan.

Bummmmm!

Bentrokan antara kekuatan Puncak Pemisahan Duniawi dan Peleburan Jiwa Iblis mengguncang fondasi Gunung Karang Hitam. Gua bawah tanah itu merintih. Stalagmit raksasa yang berusia ribuan tahun hancur berkeping-keping menjadi debu.

Pusaran hitam Shen Yuan menggigit cambuk darah tersebut dengan rakus. Namun, kaidah alam dari Tie Wuhen terlalu padat! Energi dari Pemisahan Duniawi itu tidak mudah dicerna. Cambuk darah itu meronta di dalam pusaran, memancarkan panas yang melelehkan tepian pusaran iblis tersebut!

Kraaaak!

Pusaran hitam itu akhirnya retak! Cambuk darah Tie Wuhen menembus pertahanan Shen Yuan dan menghantam keras ke arah bahu kirinya.

Traanggg! Suara benturan logam yang mengerikan bergema. Bahu kiri Shen Yuan tidak terbelah, namun Tubuh Emas Gelap-nya mengalami keretakan yang cukup dalam. Darah segar menyembur keluar, dan Shen Yuan terhempas ke belakang sejauh dua puluh tombak, menghantam dinding gua obsidian hingga dinding itu cekung ke dalam.

"Hanya segitu kekuatan pencuri rendahan?" Tie Wuhen menyeringai kejam, matanya menyala melihat Shen Yuan memuntahkan darah. "Tubuh fisikmu memang aneh, tapi di hadapan Pemisahan Duniawi, kau hanyalah batu yang menunggu untuk dihancurkan!"

Shen Yuan merosot dari dinding yang hancur, mendarat dengan sebelah lutut di atas batu karang. Ia terbatuk, darah menetes dari bibirnya. Namun, ketika ia mengangkat wajahnya, tidak ada rasa sakit atau keputusasaan. Yang ada hanyalah tawa rendah yang perlahan mengeras, menggema menakutkan di dalam gua.

"Hahahaha... Kekuatan ini... benar-benar lezat," Shen Yuan menjilat sisa darah di bibirnya. Luka di bahunya, meskipun terlihat parah, tidak membahayakan nyawanya. Sebaliknya, sisa-sisa energi Pemisahan Duniawi yang menghantamnya sedang digiling oleh Wujud Jiwa Iblis di dalam Dantian-nya, memberinya pemahaman baru tentang kaidah hukum tingkat tinggi.

"Apa yang kau tertawakan, Iblis?!" Tie Wuhen mengerutkan keningnya, merasa dihina oleh tawa tersebut.

"Aku menertawakan kebodohanmu, Tie Wuhen," Shen Yuan berdiri perlahan, menyandarkan Pecahan Gigi Naga di bahunya. "Kau mengasingkan ruang ini dengan Alam-mu. Kau memotong ikatanku dengan dunia luar. Tapi kau lupa satu hal."

Mata hitam Shen Yuan memancarkan kegelapan yang menyerap cahaya.

"Kau berada di kedalaman bumi. Dan aku... baru saja menelan jantung dari bumi ini!"

Seketika itu juga, Shen Yuan menghentakkan kakinya ke lantai gua.

Sutra Penelan Surga, Putaran Pengendali Sisa Bumi!

Bumi merespons panggilan sang Iblis! Energi Kolam Darah Bumi yang sebelumnya Shen Yuan hisap dan jadikan fondasi untuk menembus Ranah Peleburan Jiwa, kini ia lepaskan sebagian kembali ke dalam tanah!

Bum! Bum! Bum!

Seluruh gua bawah tanah itu meledak dalam kekacauan! Kolam darah yang tadinya dikendalikan oleh Tie Wuhen kini memberontak. Pilar-pilar darah mendidih melesat dari dasar kolam, menembus Alam Pengasingan Mutlak milik Tie Wuhen layaknya ribuan tombak merah yang mengincar sang Pemimpin Istana!

"A-Apa?! Kau mengendalikan urat nadi bumi?!" Tie Wuhen terbelalak ngeri. Ia terpaksa menarik cambuk darahnya untuk menangkis hujan pilar darah mendidih yang menyerangnya dari segala arah.

Craaassshhh! Blaaarrr!

Fokus Tie Wuhen terpecah. Alam Pemisahan Duniawi-nya berguncang dan akhirnya retak!

Itulah celah yang ditunggu Shen Yuan.

Langkah Membelah Kehampaan: Sayap Iblis Malam!

Dua sayap hawa murni berwarna merah kehitaman meledak dari punggung Shen Yuan. Kecepatannya kini berada di tingkat yang sepenuhnya berbeda. Dengan bantuan Sayap Iblis Malam dan kekuatan Peleburan Jiwa, ia tidak lagi sekadar terbang, melainkan berpindah seketika dalam jarak dekat!

Dalam sepersekian kedipan mata, Shen Yuan telah muncul tepat di atas kepala Tie Wuhen, yang masih sibuk menangkis pilar-pilar darah bumi.

"Mati untukku!"

Shen Yuan mengayunkan Pecahan Gigi Naga dari udara, mengarahkan tebasan lurus ke arah tengkorak Tie Wuhen.

Merasakan ancaman kematian dari atas, Tie Wuhen meraung putus asa. Ia mengorbankan intisari darahnya, mengangkat sisa gumpalan pedang darahnya untuk menangkis.

Klaaaanggg!

Benturan kali ini jauh lebih mengerikan. Hawa murni Shen Yuan kini tidak tertahan oleh Alam Pemisahan, melainkan sepenuhnya bebas dan membakar! Pusaran hitam dari ujung pedangnya bertabrakan dengan pertahanan Tie Wuhen.

Tanah di dasar gua amblas sedalam belasan tombak.

Namun, Tie Wuhen adalah ahli di Puncak Pemisahan Duniawi. Meskipun ia tertekan dan terkejut, fondasinya terlalu dalam. Ia berhasil menahan pedang Shen Yuan, meski kakinya amblas ke dalam bebatuan.

"Kau tidak akan bisa menembusku, Bocah!" raung Tie Wuhen dengan wajah berlumuran darah akibat pantulan kekuatannya sendiri.

"Siapa bilang aku menggunakan pedang ini untuk membunuhmu?" Shen Yuan menyeringai tepat di depan wajah Tie Wuhen.

Di saat pedang mereka saling mengunci, tangan kiri Shen Yuan yang bebas melesat ke depan dengan kecepatan kilat, menembus pertahanan hawa murni Tie Wuhen yang terbuka lebar akibat menahan tebasan dari atas.

Tapak Penghancur Nadi: Puncak Penelanan Jiwa!

Telapak tangan Shen Yuan menghantam lurus ke dada Tie Wuhen!

Namun, kali ini, hawa murni iblis tidak meledak untuk merusak daging. Pusaran hisapan yang sangat kejam dan mutlak langsung merobek masuk ke dalam Dantian dan lautan kesadaran Pemimpin Istana Pedang Besi tersebut!

"Aaarrrghhh!"

Jeritan Tie Wuhen memecahkan langit-langit gua. Matanya melotot hingga ujung rongganya robek. Ia merasakan hal yang paling ditakuti oleh setiap pendekar di alam fana dan spiritual: Wujud Jiwa-nya, dan seluruh hawa murni Pemisahan Duniawi-nya, ditarik keluar dari tubuhnya secara paksa!

"L-Lepaskan! Hentikan ilmu iblis ini!" Tie Wuhen meronta dengan sisa-sisa kewarasannya, mencoba melepaskan pedangnya untuk menyerang lengan Shen Yuan. Namun, energi kehidupannya disedot dengan kecepatan yang membuat otot-ototnya menyusut menjadi layu dalam hitungan tarikan napas.

Wujud Jiwa Tie Wuhen—sebuah bayangan miniatur dirinya yang bersinar terang—diseret keluar dari ubun-ubunnya, meronta dan menjerit ketakutan, lalu ditelan masuk ke dalam telapak tangan Shen Yuan tanpa ampun.

"Kau adalah hidangan utama yang sempurna," bisik Shen Yuan sedingin es.

Bruk!

Tubuh Tie Wuhen, tiran yang menguasai Istana Pedang Besi dan ditakuti di seluruh Wilayah Besi Berdarah, mengering menjadi kerangka layu keriput dan jatuh tak bernyawa ke dalam sisa-sisa kolam darah yang mulai mendingin. Pemimpin sekte bawahan dari Kuil Dewa Perak telah musnah.

Di saat yang sama, Shen Yuan memejamkan matanya rapat-rapat. Hawa murni dari seorang ahli Puncak Pemisahan Duniawi membanjiri Dantian-nya. Energi ini begitu melimpah hingga Wujud Jiwa bayi iblis di dalam perutnya bergetar gembira, menyerap kekuatan tersebut dengan rakus. Ranah Peleburan Jiwa Tahap Awal Shen Yuan seketika melompat, menstabilkan diri, dan mendorongnya langsung menuju ke Puncak Tahap Awal!

Namun, tidak ada waktu untuk bermeditasi menikmati kemenangan.

Hancurnya energi Tie Wuhen, dipadukan dengan benturan gila mereka barusan, telah menghancurkan fondasi Gunung Karang Hitam sepenuhnya.

Gemuruh... Kraaaak!

Langit-langit gua bawah tanah mulai runtuh. Bebatuan seukuran paviliun jatuh berdebum, menutupi sisa-sisa kolam darah. Di atas sana, Istana Pedang Besi sedang mengalami gempa bumi laksana kiamat.

Shen Yuan membuka matanya yang kini memancarkan kilatan keabadian. Ia mencabut cincin ruang dari jari mayat Tie Wuhen, lalu mengepakkan Sayap Iblis Malam-nya.

"Waktunya keluar dan menyapu sisa-sisa semut di atas sana," gumam Shen Yuan, melesat ke atas, menembus bebatuan yang runtuh bagaikan meteor hitam, bersiap untuk mengibarkan panji Tahta Darah di atas puing-puing istana yang hancur.

1
black swan
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!