NovelToon NovelToon
ISTRI TENGIL OM DUDA

ISTRI TENGIL OM DUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Beda Usia / CEO
Popularitas:29.6k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Rara

Nasib sial beruntun menimpa Kiara Masita, seorang siswi kelas 3 SMA yang energik. Setelah ditinggal pulang oleh sahabatnya, Kiara harus berjalan kaki di malam hari dengan ponsel yang mati total. Puncak kesialannya terjadi saat sebuah mobil mewah yang dikendarai oleh Abraham Wijaya (Bara) melindas ponsel kesayangannya hingga hancur berkeping-keping.
Pertemuan yang diawali dengan keributan di pinggir jalan ini memaksa Bara, seorang duda muda berusia 27 tahun sekaligus pengusaha sukses, untuk mengganti ponsel Kiara saat itu juga.
Dalam perjalanan pulang, suasana yang awalnya penuh perdebatan berubah menjadi negosiasi serius. Bara secara mengejutkan menawarkan sebuah kontrak pernikahan selama satu tahun kepada Kiara. Sebagai imbalannya, Bara menjanjikan fasilitas yang sulit ditolak rumah mewah untuk kedua orang tua Kiara, serta kehidupan yang terjamin dan serba mewah bagi Kiara sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Rara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minta diajari ciuman

Keesokan paginya, Bara terkejut melihat Kiara sudah rapi dengan seragam SMA Pertiwi. Bahkan, gadis itu sudah menyiapkan setelan untuknya. Kemeja abu-abu, celana cokelat dan dasi marun. Sebuah perpaduan warna yang sangat berani, jika tidak ingin disebut berantakan.

"Kamu sudah rapi? Cepat sekali. Memangnya sudah mandi?" tanya Bara sembari mencari pakaian dalam di lemari.

"Mandi, dong! Aku sudah wangi, Om. Coba saja cium!" Kiara mengangkat kedua tangannya. Bara mendekat, mengendus aroma minyak telon yang bercampur dengan bau parfum.

"Sini, rambutmu masih berantakan." Bara duduk di tepi ranjang dengan handuk yang masih melilit pinggangnya, lalu menarik Kiara ke pangkuannya untuk menyisir rambut gadis itu dengan lembut.

"Tumben diam saja? Biasanya berisik." goda Bara.

" Aku masih sedih, Om. Rasanya aneh kalau nanti bertemu Sean di sekolah, padahal dia sudah jadi pacar orang lain."

Kiara mengusap-usap handuk yang dikenakan Bara dengan tatapan kosong, membuat pria itu tiba-tiba merasa tidak nyaman. Bara segera mengangkat tubuh Kiara dan mendudukkannya di ranjang sebelum menyadari 'ketegangan' yang mulai merayapi tubuhnya sendiri.

"Wajar kalau kamu sedih. Namanya juga baru putus. Besok-besok juga terbiasa."

"Dulu Om juga pernah begitu?"

Bara mengangguk.

"Pacar Om banyak waktu SMA?"

Bara terdiam sejenak. Masa SMA-nya dihabiskan dengan menjadi sosok lugu yang sering dipermainkan oleh Hanum. Namun, saat kuliah di Eropa, ia menjelma menjadi pria populer dengan deretan mantan kekasih bule.

"Tidak banyak... hanya beberapa."

"Berapa banyak?" tuntut Kiara dengan nada mengancam.

"Lupa..." jawab Bara mencari aman.

Kiara berdiri di atas ranjang, membantu memasangkan kemeja dan dasi suaminya sambil terus menggerutu karena Bara tak henti-hentinya menjahilinya dengan kecupan di kening.

Keduanya berakhir bergulingan di atas ranjang karena saling menggelitik hingga napas mereka terengah-engah. Saat posisi mereka berdekatan, Kiara terpana melihat wajah suaminya. Kulitnya begitu mulus, garis wajahnya tegas namun menenangkan. Jantungnya berdegup kencang, sebuah perasaan yang belum berani ia beri nama.

"Sudah jam begini, masih saja tindih-tindihan!"

Suara berat itu membuat keduanya tersentak. Pak Dirga, ayah kandung Bara yang gemar mengoleksi barang antik, sudah berdiri di ambang pintu sambil mengunyah tusuk gigi.

"Papa! Kenapa main masuk saja?" protes Bara malu.

"Pintunya terbuka, Mas Bro! Bukan salah Papa dong." sahut Pak Dirga santai. "Halo menantu cantik, apa kabar?"

Kiara menyalami mertuanya dengan sopan. "Baik, Pa."

"Bagaimana? Sudah isi?" bisik Pak Dirga yang langsung dibalas sikutan oleh Bara.

"Belum, Pa. Ini baru mau isi perut di ruang makan, tapi Om Bara malah mengajak main gulat." jawab Kiara polos.

Pak Dirga tertawa terbahak-bahak. "Jangan dikasih setiap hari, Kiara. Biar suamimu puyeng! Hahaha!"

**

Pagi itu, gerbang SMA Pertiwi dibuka lebar layaknya menyambut tamu agung. Para petugas keamanan berdiri tegap saat mobil mewah milik Pak Dirga memasuki area parkir.

"Kenapa mereka hormat sekali, Om? Memangnya ada upacara?" tanya Kiara heran. Bara hanya bisa menghela napas, sudah terbiasa dengan kemegahan yang dibawa ayahnya.

"Belajar yang benar, Kiara. Kalau ada yang macam-macam, hubungi Papa." ujar Pak Dirga sambil menyodorkan sepuluh lembar uang seratus ribu rupiah.

"Jangan banyak-banyak, Pa! Nanti dia jajan yang aneh-aneh." cegah Bara.

"Ini untuk beli es mambo. Kalau kurang, telepon Papa lagi!" sahut Pak Dirga mengabaikan putranya.

Kiara menerima uang itu dengan tangan gemetar. "Terima kasih, Pa... Padahal Om Bara biasanya hanya memberi jajan dua puluh ribu."

Geplak!

Pak Dirga memukul bahu Bara. "Dua puluh ribu cuma cukup untuk parkir, Bara! Jangan pelit sama istri!"

"Kiara berangkat dulu, Pa." pamit Kiara setelah mencium tangan mertuanya.

"Hati-hati. Jangan buat ulah lagi." pesan Bara sambil mengacak rambut istrinya dan memberikan kecupan di dahi.

"Siap, Bos!"

Kiara turun dari mobil dan melambai ceria. Sepanjang koridor, ia mendadak menjadi pusat perhatian. Pujian tentang kecantikan dan rambutnya mengalir deras dari siswa-siswa yang ia lewati.

"Kiara!" Rima dan Melati menghampirinya dengan wajah sembab.

"Sabar ya, Nad... Ikhlaskan saja. Semoga dapat ganti yang lebih baik," isak Erika, membuat Kiara bingung. Ia merasa tidak ada keluarganya yang meninggal, tapi kenapa semua orang berbela sungkawa?

"Kami baru tahu kenapa kamu kabur kemarin. Ternyata kamu putus dengan Sean karena dia direbut Rara, ya?" ujar Rima di sela tangisnya.

Kiara mencoba acuh, meski hatinya sedikit perih. Ia bertanya-tanya, apakah karena Rara lebih mahir dalam hal berciuman sehingga Sean memilihnya?

**

Di kantor, di sela-sela rapat penting bersama ayahnya, ponsel Bara bergetar.

"Om... sedang sibuk tidak?" suara Kiara terdengar melengking di seberang sana.

"Sedang rapat." bisik Bara. "Kamu tidak apa-apa, kan? Tidak membuat ulah?"

" Aku mau minta diajari sesuatu oleh Om, boleh?" ujar Kiara malu-malu sambil menggaruk tanah dengan ujung sepatunya di halaman belakang sekolah.

"Belajar apa? Nanti malam saja, ya? Aku sedang kerja."

"Iya, nanti malam saja... Aku juga malu." Kiara mencabuti rumput liar karena salah tingkah. "Aku chat saja ya, Om. Rasanya tidak sopan kalau bicara langsung kalau aku ingin diajarkan... ciuman."

Bara terdiam mematung. Rapat yang seharusnya berjalan lancar mendadak terasa berhenti, seolah waktu membeku selama lima jam ke depan bagi sang CEO Starship tersebut.

1
partini
😂😂😂😂 good girl nah gitu ga usah marah" use your brain be smart ulet bulu punya seribu cara bikin suami jadi ngang ngeng ngong kamu punya sepuluh ribu bikin di keok
Abisatya
🤣🤣🤣Kiara,,polos bener dirimu
Abisatya
🤣🤣🤣🤣bener2 y sikiara bikin ngakak teruuus😄😄
Alex
wkwkwkw
gak bisa ketebak cegil satu ini😄
Abisatya
lanjut kk
Abisatya
Kiara ulahmu slalu bikin ketawa🤣🤣🤣lanjut kk💪
Caramel23
semangat thor
Abisatya
lanjuuut kk💪
Abisatya
🤣🤣🤣🤣 seru jd pengin ketawa terus😄😄
Mineaa
Om Bara jadi nge blank kan........😂
Mineaa
astogeee.....pasutri random.......😂😂😂😂😂
Mineaa
Nooohhh....Ki....
mau nyamperin ga.....tapi jangan buat ulah ya.....cukup jadi spy aja......😁
Oppo A1k
kapan KK abdet LG cerita nya seru kk👍👍
merry
cemburu di bar bar 🤣🤣🤣🤣tp kshnn seann klo ngk di ksh tau klo Kiara dh pyn laki hrs y di ksh tau lhh ki minimal cari alsann atau cari keburuknn seann supaya pyn alsann buat putusinn seann
Siti Zumaroh
semangat thor💪 up nya
merry
hidup mu penuh wrna bar 🤣🤣🤣🤣
merry
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 klurga somplak pants Kiara juga usil
merry
kyk y bags cerita y moga Kiara thnn dgn mertua sambung Dan sepupu tiri y Bara🤭🤭🤭
Daryl Daryl
semangat thor
aku
makan ati bgt sikap bara. cb hargai dkit posisi istrimu. biarpun msh labil. 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!