𝐑𝐢𝐳𝐮𝐤𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧𝐢 𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐢𝐝𝐞𝐧𝐭𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐠𝐚𝐧𝐝𝐚. 𝐡𝐚𝐫𝐢-𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚 𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚. 𝐡𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐞𝐦𝐮 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐰𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚. 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐤𝐝𝐢𝐫 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐢𝐬𝐢 𝐥𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazuki Taki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 21 - KOTA DI ATAS AWAN
Pesta kelulusan rizuki telah usai. Namun rizuki Tidak merayakan kelulusan seperti teman nya yang lain. Ia memilih memikirkan langkah apa yang harus di tempuh selanjutnya.
Bagi siswa lain Liburan panjang akhirnya datang. itu berarti tidur lebih lama, bermain tanpa batas, atau tenggelam dalam layar ponsel.
Namun bagi Vhiena, liburan ini terasa… berbeda sejak pagi pertama.
Ia duduk di tepi ranjang, menatap kalender kecil di dinding kamarnya.
“Libur kenaikan kelas,” gumamnya pelan.
Ayu masih tertidur di kamar sebelah. Lala entah sudah bangun atau belum—biasanya ia paling pagi. Rumah terasa lebih sunyi dari biasanya. Angin pagi masuk lewat jendela, terasa sejuk dan dingin.
Di tempat lain Rizuki memiliki satu rencana kecil. Ponsel Vhiena bergetar. Satu nama muncul.
Rizuki.
Rizuki:
“Kamu sudah bangun?”
Vhiena tersenyum kecil.
Vhiena: - “Sudah. Hari pertama libur.”
Rizuki: - “Aku punya rencana.”
Jantung Vhiena berdetak sedikit lebih cepat.
Vhiena: - “Rencana apa?”
Beberapa detik berlalu. Tiga titik muncul… lalu menghilang… lalu muncul lagi.
Rizuki: - “Pergi sebentar.”
Vhiena mengernyit.
Vhiena: - “Pergi ke mana?”
Rizuki: - “Ke kota lain.”
Vhiena duduk lebih tegak.
Vhiena: - “ Emmm…berdua?”
Jawaban Rizuki tidak langsung datang. Vhiena menunggu nya dengan gelisah dan tentunya overthinking.
Rizuki: - “Kalau kamu mau.”
RENCANA TAK TERDUGA
Vhiena menatap layar ponsel cukup lama.
Berlibur… Bersama Rizuki… Ke kota lain…? Itu bukan sesuatu yang pernah ia bayangkan akan terjadi secepat ini.
Vhiena: - “Kota apa?”
Rizuki: - “Namanya Avermont.”
Nama itu terdengar asing. Vhiena hanya mengetahui sedikit lewat media sosial. Namun entah kenapa—menenangkan.
Rizuki: - “Kota kecil di pegunungan utara. Dingin. Sepi. Banyak hutan pinus.”
Vhiena bisa membayangkannya. Kabut tipis. Udara dingin. Langit rendah.
Vhiena: - “Kenapa ke sana?”
Rizuki membaca pesan itu lama.
Rizuki: -“Karena di sana kita bisa menjadi diri kita.”
Jawaban itu membuat dada Vhiena terasa hangat.
Vhiena: -“Kapan?”
Rizuki: - “Besok pagi. Naik bus.”
Vhiena terdiam. Ini gila. Ini mendadak. Ini… membuatnya tersenyum. Lalu vhiena membalas chat itu setelah membayangkan nya.
Vhiena: - “Aku mau.”
BERPAMITAN
Sore itu, Vhiena duduk di ruang makan bersama kedua orang tuanya.
Ayahnya baru pulang kerja. Ibunya menyajikan teh hangat.
“Ayah, Ibu,” kata Vhiena pelan, “aku mau pergi liburan sebentar.”
Ibunya menoleh. “Ke mana?”
“Ke kota pegunungan. Avermont.” jawab vhiena dengan kepala menunduk.
Ayahnya mengangkat alis. “Dengan siapa?”
“Teman,” jawab Vhiena jujur. “Teman sekolah.” Ia tidak menyebut nama.
Ibunya memperhatikan wajah Vhiena, lalu tersenyum lembut. “ kalau ayah kamu menginjinkan maka ibu juga mengijinkan tentunya kamu harus Hati-hati dan Jaga diri.”
Ayahnya vhiena terdiam cukup lama dan masih menyelesaikan makan makanan penutup yang tersedia di meja itu. Vhiena belum berani bertanya lagi pada ayah nya.
Setelah ayah vhiena menyelesaikan makanan nya, ia berpindah tempat duduk di sofa ruang keluarga. Lalu memanggil vhiena.
"Kamu bilang .... , " Ucap ayah vhiena dengan wajah serius yang sedang duduk namun pandangan nya ke arah ponsel yang di pegang nya. "akan berlibur bersama teman sekolah kamu. ?
Vhiena mengangguk pelan.
“Iya.”
Lalu ayah vhiena menatap vhiena tajam.
" Ayah tau pasti teman laki-laki? "
Vhiena menundukkan kepala dan sedikit mengangguk lagi.
Ayah vhiena menarik nafas dalam-dalam. Dan berkata dengan serius.
"Ayah mengijinkan asalkan ayah bertemu anak itu."
Vhiena tersenyum bahagia dan memeluk ayah nya.
" Terimakasih ayah. "
Lalu vhiena beranjak dari ruang tengah menuju kamar, Ayu dan Lala.
Mereka berdua mendengarkan cerita vhiena dan langsung bereaksi.
“LIBURAN?” teriak Ayu.
“Dengan siapa?” Lala menyipitkan mata.
Vhiena menarik napas. “Rizuki.” Hening beberapa detik, Lalu—
“APA?” Suara keras secara bersamaan dari ayu dan lala sambil memelototi vhiena.
“YANG KEMARIN ITU?” ucap ayu spontan
“YANG JALAN KAKI ITU?” sahut lala cepat.
Vhiena tertawa gugup.
“Cuma beberapa hari.”
" Jadi selama ini kamu diam-diam sudah dekat dengan anak itu. ?" Tanya lala yang masih terkejut dan shock.
Ayu memeluknya. " aku ikut senang.” - " Kamu hati-hati ya kalo liburan *
Lala tersenyum usil. “Jangan lupa cerita.”
PAGI KEBERANGKATAN
Pagi Tiba begitu cepat. Vhiena yang terbangun sejak pukul 04.00 sudah bersiap-siap dan berkemas barang bawaan di temani ibu nya.
Berdandan sederhana namun kali ini vhiena tampak lebih dewasa dari anak se usianya.
"Ini vhiena bukan.? Tanya lala yang baru bangun sambil mengusap mata nya.
Vhiena tersenyum kecil. " Kenapa memangnya. ?"
Ayu dari belakang lala melihat vhiena dan terheran, " Serius kamu vhin?. Kayak nya bukan vhiena yang kita kenal deh." Goda ayu kepada vhiena.
"Apasih kalian ini, sana mandiiii. . " Vhiena tersipu malu.
Pagi menunjukkan pukul 05.30, vhiena sudah siap dan menunggu rizuki diruang tamu.
Ayah vhiena juga bersiap untuk berangkat ke kantor.
Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan rumah vhiena. Rizuki datang naik taksi. Rizuki mengenakan pakaian sederhana, kaos putih dan jaket warna marun dengan resleting jaket yang terbuka, celana hitam panjang dan tentunya sepatu casual. Namun nilainya jika di lihat bukan sembarang pakaian.
Rizuki turun dari taksi " Tunggu sebentar ya pak. " Ucap rizuki pada sopir taksi itu. Lalu rizuki masuk ke halaman rumah vhiena yang tampak pintu rumah vhiena terbuka sebelah.
Vhiena yang sudah menunggu di ruang tamu berdiri dan menyambut rizuki. Lalu vhiena mempersilahkan rizuki untuk masuk ke ruang tamu. Tak lama kemudian ayah dan ibu vhiena keluar dari dalam. Ayu dan lala memperhatikan nya dari sudut ruangan yang lain sambil saling berbisik.
" Selamat pagi Pak - Bu. " Ucap rizuki dengan sedikit menundukkan badan.
Dan sikap yang tetap tenang . Tidak ada rasa takut. Tidak ada rasa insecure. Tidak ada rasa khawatir. Karena rizuki sudah terbiasa menghadapi orang baru bahkan yang menyulitkan sekalipun.
Suasana hening sejenak,
" Mari silahkan duduk." Ibu vhiena memecah keheningan itu.
Mereka semua duduk di ruang tamu kecuali ayah vhiena yang masih berdiri merapikan pakaian nya.
"Pak, Bu hari ini saya mohon ijin untuk mengajak vhiena berlibur di avermonth untuk beberapa hari." Ucap rizuki yang tetap tenang namun serius.
Tampak Ibu melirik ke arah ayah vhiena.
" Nama kamu siapa?* tanya ayah vhiena dengan tegas
"Saya Rizuki Pak*. Ucap rizuki masih tetap tenang.
Pertemuan pertama ayah dan ibu vhiena dengan rizuki di isi obrolan kecil tentang rizuki. Namun rizuki tetap diam dengan identitas nya.
" Baru kali ini saya mengijinkan anak saya untuk keluar bersama laki-laki, itu tandanya saya sudah percaya dengan kamu." Ucap ayah vhiena dengan tegas.
" Jadi ini juga sebagai peringatan, tolong jaga vhiena dengan baik ". Kali ini nada bicara nya lebih mantap lagi.
Vhiena tersenyum bahagia, lalu mereka berpamitan. Vhiena memeluk ayah dan ibu nya. Dan rizuki sedikit membungkuk sebagai rasa hormat. Lalu mereka berdua menaiki taksi itu tadi. Menuju terminal bus, dan mereka menaiki bus dengan tujuan avermonth.
PERJALANAN DIMULAI.
Bus melaju perlahan meninggalkan kota.
Gedung-gedung tinggi berganti rumah-rumah kecil. Jalanan mulai menanjak. Pohon-pohon pinus muncul satu per satu.
Vhiena duduk di dekat jendela. Rizuki di sebelahnya. Awalnya mereka berbincang ringan. Tentang pemandangan. Tentang musik yang diputar pelan di bus. Tentang rencana tanpa detail. Namun udara dingin dan suara mesin membuat kelopak mata Vhiena terasa berat.
Kepalanya miring tanpa sadar.
Dan— Ia tertidur. Tubuhnya perlahan bersandar. Ke bahu Rizuki.
SENTUHAN TANPA RENCANA
Rizuki menegang sesaat. Ia menoleh, Vhiena tertidur pulas, napasnya teratur, rambut coklatnya menyentuh jaket hitam Rizuki. Rizuki tidak bergerak, Tidak berani Tangannya mengepal pelan. Bus terus melaju. Jalan berkelok. Pemandangan hijau terbentang luas. Rizuki membiarkan bahunya tetap di sana.
Ia menatap keluar jendela, namun pikirannya tidak pada hutan atau kabut. Ada rasa hangat aneh di dadanya. Tenang. Ia sedikit menurunkan bahu agar Vhiena lebih nyaman. “Tidurlah,” gumamnya sangat pelan.
MENUJU KOTA DI ATAS AWAN
Bus mulai memasuki wilayah pegunungan , Kabut menebal, Udara semakin dingin. Papan kayu kecil muncul di pinggir jalan.
SELAMAT DATANG DI AVERMONT
Rizuki menatap papan itu. Dan untuk pertama kalinya dalam waktu lama—
Ia tidak memikirkan perusahaan, Tidak memikirkan sistem, Tidak memikirkan dunia lain yang menunggunya.
Hanya perjalanan ini.
Dan gadis yang tertidur di bahunya.
Tinggal bilang nunggu si dia apa ssh nya si?/Slight/
SMA kls 3, trnyta CEO😌
cnth
"Tuan Rizuki, maaf mengganggu! Saya lihat lampu masih menyala." kata Mira./Smile/
tapi tergantung masing-masing cerita sih, hehehe
kak skip titiknya /Whimper/
Skip titiknya kak. /Bye-Bye/