NovelToon NovelToon
Kau Harus Rela Melepasnya

Kau Harus Rela Melepasnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anto Sabar

Ryan adalah seorang mekanik yang sangat mencintai Arini namun karena status yang sangat jauh sehingga arina tak mau membuat Ryan kecewa karena Arini sudah di jodohkan dengan pemuda lain pilihan orangtuanya.Bagaimana kisah lengkapnya,ayo kita simak bersama perjuangan Ryan !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anto Sabar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langkah Awal Menuju Puncak

Pagi itu—

bengkel Ryan terlihat seperti biasa.

Suara mesin.

Bau oli.

Dan aktivitas para pekerja.

Namun ada satu hal yang berbeda—

Ryan.

Ia berdiri di depan meja kerjanya.

Menatap kartu yang ia terima kemarin.

Sudah beberapa kali ia melihatnya.

Namun kali ini—

ia benar-benar membacanya.

Nama.

Perusahaan.

Dan jabatan pria itu.

Matanya sedikit menyipit.

“Pantas saja…” gumamnya pelan.

Ternyata—

orang itu bukan orang biasa.

Ia adalah bagian dari dunia besar yang selama ini hanya Ryan lihat dari jauh.

Ryan menghela napas.

Namun bukan karena takut.

Melainkan karena—

ia sadar…

langkahnya ke depan tidak akan sama lagi.

“Bang, ini mobilnya sudah siap,” kata salah satu pekerja.

Ryan mengangguk.

“Iya.”

Namun pikirannya masih terfokus pada satu hal—

tawaran kerja sama itu.

Belum lama ia berpikir—

ponselnya bergetar.

Pesan masuk.

Dari nomor yang tidak dikenal.

Ryan membuka pesan itu.

Singkat.

Namun jelas.

“Datang ke lokasi siang ini. Kita mulai proyek pertamamu.”

Ryan terdiam beberapa detik.

Lalu tersenyum tipis.

“Cepat juga…”

Siang hari—

Ryan kembali ke tempat itu.

Namun kali ini—

perasaannya berbeda.

Jika kemarin ia datang sebagai orang asing…

hari ini—

ia datang sebagai seseorang yang diundang.

Beberapa orang yang kemarin meremehkannya kini hanya melirik.

Tanpa komentar.

Tanpa senyum meremehkan.

Karena mereka sudah tahu—

Ryan bukan sembarang mekanik.

Pria itu sudah menunggu.

“Kamu datang,” katanya.

Ryan mengangguk.

“Kita mulai?”

Pria itu tersenyum.

“Langsung ke inti. Saya suka.”

Mereka berjalan menuju area lain.

Lebih tertutup.

Lebih eksklusif.

Dan saat pintu terbuka—

Ryan kembali melihat sesuatu yang membuatnya diam sejenak.

Sebuah mobil sport berdiri di tengah ruangan.

Namun kali ini—

berbeda dari sebelumnya.

Desainnya lebih ekstrem.

Lebih agresif.

Dan aura yang dipancarkan…

lebih kuat.

“Ini proyekmu,” kata pria itu.

Ryan mendekat.

Matanya fokus.

“Apa yang harus saya lakukan?”

Pria itu menatap mobil itu.

“Kita tidak memperbaiki.”

Ryan menoleh.

“Lalu?”

Pria itu tersenyum.

“Kita meningkatkan.”

Ryan terdiam.

Kalimat itu sederhana.

Namun artinya besar.

Bukan sekadar memperbaiki kerusakan—

tapi membuat sesuatu yang sudah hebat…

menjadi luar biasa.

Ryan mengelilingi mobil itu.

Memperhatikan setiap detail.

Mesin.

Struktur.

Sistem.

Semuanya sudah hampir sempurna.

Namun justru itu—

tantangannya.

“Targetnya?” tanya Ryan.

Pria itu menjawab tanpa ragu,

“Lebih cepat. Lebih stabil. Lebih kuat.”

Ryan tersenyum tipis.

“Berarti… semuanya.”

Pria itu tertawa kecil.

“Tepat.”

Beberapa teknisi mulai mendekat.

Namun kali ini—

tidak ada yang meremehkan.

Mereka justru menunggu.

Melihat.

Apa yang akan dilakukan Ryan.

Ryan membuka kap mesin.

Menatap ke dalam.

Lebih lama dari sebelumnya.

Karena kali ini—

ia tidak hanya mencari masalah.

Ia mencari…

potensi.

Beberapa menit berlalu.

Lalu ia berkata,

“Saya butuh beberapa perubahan.”

Pria itu mengangkat alis.

“Seperti?”

Ryan mulai menjelaskan.

Detail.

Terarah.

Dan jelas.

Beberapa teknisi langsung saling pandang.

Karena apa yang dikatakan Ryan…

bukan hal sederhana.

Bahkan—

cukup berani.

“Kamu yakin?” tanya salah satu dari mereka.

Ryan menjawab tanpa ragu,

“Kalau mau hasil berbeda… caranya juga harus berbeda.”

Kalimat itu membuat suasana kembali hening.

Namun kali ini—

bukan karena ragu.

Melainkan… kagum.

Pria itu tersenyum lebar.

“Aku suka itu.”

Ia menatap Ryan.

“Lakukan.”

Satu kata.

Namun penuh kepercayaan.

Dan sejak saat itu—

Ryan mulai bekerja.

Bukan sebagai mekanik biasa.

Tapi sebagai seseorang yang dipercaya untuk menciptakan sesuatu yang lebih besar.

Hari mulai sore.

Namun Ryan belum berhenti.

Tangannya bergerak.

Pikirannya fokus.

Dan untuk pertama kalinya—

ia merasa…

ia berada di tempat yang tepat.

Di kejauhan—

pria itu berdiri.

Memperhatikan.

Dengan tatapan puas.

“Ini baru permulaan…” gumamnya.

Sementara itu—

Ryan tidak menyadari satu hal.

Bahwa langkah kecil yang ia ambil hari ini—

akan membawa perubahan besar.

Bukan hanya untuk dirinya.

Tapi juga…

untuk orang-orang yang pernah meremehkannya.

1
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
baru juga mau mulai belum apa² udah ada yang gak suka 🤦
Nur Wahyuni
seru
Nur Wahyuni
lanjut
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
O,oh .., tidak!!! jangan bikin aku nangis bawang kak .
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
ih ko sedih ya bayangin nya, jangan terlalu rumit lah kasian yang baca, next lanjut... semoga bagus ceritanya
Anto Sabar: insyaallah,makasih bnyk atas dukungannya senior.
total 1 replies
Nur Wahyuni
keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!