NovelToon NovelToon
Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:213
Nilai: 5
Nama Author: djase

Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.

Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RINTANGAN PERTAMA: JEMBATAN YANG RUSAK

Setelah melangkah sekitar lima puluh meter ke dalam hutan buatan, jalur yang mereka tempuh tiba-tiba terhenti di tepi jurang yang dalam terdapat jurang yang lebarnya sekitar dua puluh meter dengan dasar yang tertutup oleh kabut tebal yang tidak memungkinkan mereka melihat ke bawah. Di seberang jurang, sebuah jalan tanah yang jelas merupakan kelanjutan dari jalur mereka masih terlihat, tapi tidak ada jembatan yang menghubungkannya dengan sisi tempat mereka berdiri sekarang.

“Ternyata ini adalah rintangan pertama kita,” ucap Borthworgiann dengan suara yang penuh dengan kekhawatiran, mendekati tepi jurang dengan hati-hati untuk melihat lebih jelas kondisi di bawahnya. “Jembatannya sepertinya sudah roboh sepenuhnya mungkin karena serangan makhluk buas atau karena usia yang sudah tua. Bagaimana kita bisa menyeberangnya?”

Corviniann mendekat dengan hati-hati, matanya berkelip cepat saat dia menggunakan sihir ilusi untuk melihat melalui kabut yang tebal. “Saya bisa melihat beberapa batu besar yang menonjol dari dasar jurang mungkin kita bisa menggunakan batu-batu itu sebagai pijakan jika kita bisa melompat dengan cukup jauh. Tapi itu sangat berbahaya satu kesalahan kecil saja bisa membuat kita jatuh ke dasar jurang yang dalam itu.”

Luminarianna menyalakan sedikit nyala api di telapak tangannya untuk memberikan cahaya yang lebih jelas di sekitar area jurang. “Saya bisa menggunakan sihir api untuk membuat jembatan sementara dari nyala api yang padat,” katanya dengan sedikit ragu. “Namun jembatan seperti itu tidak akan bertahan lama dan hanya bisa menahan bobot satu orang saja. Kita juga berisiko terbakar jika tidak berhati-hati.”

Mereka berdiri terdiam sejenak, masing-masing berpikir tentang cara terbaik untuk menyeberangi jurang yang menghalangi jalur mereka. Patti berdiri sedikit menjauh dari kelompoknya, melihat sekeliling area sekitar jurang dengan cermat. Dia melihat beberapa batang kayu besar yang telah tumbang di dekat tepi jurang, beberapa akar pepohonan yang kuat yang menonjol dari tanah, dan beberapa batu besar yang tersebar di sekitar area tersebut.

Kemudian dia mengingat pelajaran yang dia dapatkan dari ayahnya tentang konstruksi dan teknik membangun struktur yang kokoh. “Saya punya ide,” ucapnya dengan suara yang jelas dan penuh keyakinan, menarik perhatian teman sekelompoknya. “Kita bisa membuat jembatan darurat menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Saya bisa menggunakan sihir konstruksi saya untuk memperkuat struktur jembatan, sementara Borthworgiann bisa menggunakan sihir buminya untuk membantu mengatur bahan-bahan dan membuat fondasi yang kokoh.”

“Bagaimana cara kerjanya?” tanya Luminarianna dengan rasa penasaran, menyalakan nyala api lebih terang untuk membantu melihat area sekitar dengan lebih jelas.

“Pertama, kita perlu mengumpulkan semua bahan yang bisa kita gunakan seperti batang kayu besar, akar pepohonan yang kuat, dan batu besar yang bisa digunakan sebagai pijakan,” jelas Patti dengan cepat mulai membuat perencanaan di tanah menggunakan ranting kecil. “Kita akan membuat jembatan gantung sederhana yang menggunakan batang kayu sebagai rangka utama dan akar pepohonan sebagai tali pengikat. Saya akan menggunakan sihir konstruksi saya untuk menyatukan semua bagian dan membuatnya kuat cukup untuk menahan bobot kita semua.”

“Saya bisa membantu mengumpulkan dan mengangkut bahan-bahannya,” ucap Borthworgiann dengan mata yang mulai bersinar dengan semangat. “Sihir bumi saya memungkinkan saya untuk menggerakkan benda berat dengan lebih mudah dan membuat lubang atau fondasi dengan cepat.”

“Saya bisa menggunakan sihir ilusi saya untuk membuat bayangan jembatan sementara agar kita bisa melihat bagaimana strukturnya akan terbentuk sebelum kita benar-benar membangunnya,” tambah Corviniann dengan suara yang lebih percaya diri dari sebelumnya. “Saya juga bisa membuat ilusi untuk menutupi kita dari makhluk buas yang mungkin ada di sekitar sini.”

“Dan saya akan menjaga keamanan kita sambil kalian bekerja,” ucap Luminarianna dengan tegas, menyimpan nyala api di tangannya dan mulai mengamati sekeliling area dengan cermat. “Jika ada makhluk buas yang mendekat, saya akan memberikan peringatan dan membela kita jika diperlukan.”

Dengan rencana yang jelas dan peran masing-masing sudah ditentukan, mereka segera mulai bekerja. Borthworgiann menggunakan sihir buminya untuk menggali tanah dan mengangkat batang kayu besar yang tumbang di dekat tepi jurang, membawanya ke tempat di mana mereka akan membangun jembatan. Corviniann membuat ilusi jembatan yang jelas di atas jurang, membantu mereka melihat dengan tepat bagaimana setiap bagian harus ditempatkan.

Patti mulai bekerja dengan hati-hati, menggunakan kemampuan sihir konstruksinya untuk menyatukan setiap bagian jembatan dengan presisi yang luar biasa. Dia menyentuh setiap sambungan dengan tangan yang lembut namun pasti, dan setiap kali dia menyentuhnya, runik kecil yang bersinar dengan cahaya kebiruan muncul di permukaan kayu dan akar, memperkuat strukturnya dan membuatnya lebih kokoh.

“Saya tidak pernah melihat sihir konstruksi yang sebaik ini,” ucap Borthworgiann dengan kagum saat melihat Patti bekerja. “Kamu benar-benar memiliki bakat yang luar biasa dalam hal ini.”

“Ayah saya mengajari saya bahwa setiap struktur yang kuat harus memiliki fondasi yang kokoh dan sambungan yang presisi,” jawab Patti sambil terus fokus pada pekerjaannya. “Dia bilang bahwa membangun sesuatu tidak hanya tentang kekuatan itu juga tentang kesabaran, presisi, dan perhatian terhadap detail.”

Selama sekitar tiga puluh menit mereka bekerja dengan cepat namun hati-hati, saling membantu dan memberikan dukungan satu sama lain. Ketika salah satu batang kayu hampir terjatuh ke jurang karena terlalu berat, Luminarianna menggunakan sihir apinya dengan cerdik untuk membuat bidang pelindung sementara yang menangkap kayu dan membantunya ditempatkan dengan benar. Ketika Corviniann merasa lelah karena harus menjaga ilusi tetap stabil, Patti menggunakan sedikit sihir penyembuhannya untuk membantu menghilangkan kelelahan dan membuatnya bisa terus bekerja.

Setelah mereka selesai memasang rangka utama jembatan, Patti mulai melakukan langkah terakhir dengan menggunakan sihir konstruksinya untuk membuat permukaan jembatan yang rata dan aman untuk dilalui. Dia menyebarkan energi magisnya secara merata ke seluruh struktur jembatan, membuat setiap bagian menyatu dengan sempurna dan membentuk permukaan yang kokoh meskipun terbuat dari bahan-bahan alam yang berbeda.

“Jembatan sudah siap!” ucap Patti dengan senyum puas saat menyelesaikan pekerjaannya. Jembatan yang mereka buat tidak hanya kokoh dan stabil, tapi juga memiliki bentuk yang menarik dengan detail yang menunjukkan keahlian tinggi dalam konstruksi dan sihir. Runik kecil yang bersinar dengan cahaya kebiruan menyebar di seluruh permukaan jembatan, memberikan perlindungan tambahan dari elemen alam dan serangan makhluk buas.

Sebelum mereka mulai menyeberang, Patti melakukan pemeriksaan akhir pada setiap bagian jembatan dengan cermat. “Saya sudah memperkuatnya sebanyak mungkin,” katanya kepada teman sekelompoknya. “Namun kita tetap harus berhati-hati dan melangkah dengan lambat agar tidak membuat jembatan bergoyang terlalu banyak.”

Mereka memutuskan bahwa Corviniann akan menjadi yang pertama menyeberang karena dia paling ringan dan bisa menggunakan sihir ilusinya untuk membantu menjaga keseimbangan jika diperlukan. Dengan hati-hati dan perlahan, Corviniann mulai melangkah ke atas jembatan, matanya tetap terpaku pada titik akhir di seberang jurang. Jembatan sedikit bergoyang dengan setiap langkahnya, tapi tetap kokoh dan stabil seperti yang dijanjikan Patti.

Setelah Corviniann berhasil sampai di seberang dengan aman dan memberikan tanda bahwa jalannya aman, Borthworgiann menjadi yang kedua. Meskipun tubuhnya besar dan berat, jembatan tetap mampu menahannya dengan baik, hanya sedikit mengerucut di bagian tengah namun tidak menunjukkan tanda-tanda akan roboh. Borthworgiann sampai di seberang dengan aman dan segera mulai memeriksa kondisi tepian di sana untuk memastikan tidak ada bahaya tersembunyi.

Luminarianna menjadi yang ketiga. Dia membawa nyala api kecil di tangannya untuk memberikan cahaya dan perlindungan tambahan saat menyeberang. Saat dia berada di tengah jembatan, angin tiba-tiba bertiup kencang dari bawah jurang, membuat jembatan bergoyang lebih banyak dari biasanya. Namun dengan tenang dan fokus, dia tetap menjaga keseimbangannya dan sampai di seberang dengan aman.

Sekarang tinggal Patti yang masih berada di sisi awal jurang. Dia mengambil napas dalam-dalam, menyentuh cincin Pelindung Persahabatan di tangannya, dan mulai melangkah ke atas jembatan yang dia bangun sendiri. Saat dia berjalan, dia bisa merasakan setiap getaran dan stabilitas struktur jembatan, seolah dia bisa berkomunikasi dengan benda yang dia buat sendiri. Dia melangkah dengan lambat namun mantap, tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan atau kebingungan.

Saat dia hampir mencapai ujung jembatan, sebuah suara keras tiba-tiba terdengar dari dalam hutan di sisi awal jurang suara makhluk buas yang sedang mendekat dengan cepat. Mereka melihat sekeliling dan melihat seekor Grimclaw Wolf makhluk buas buatan magis dengan tubuh besar dan cakar yang tajam seperti pisau sedang berlari cepat menuju arah jembatan.

“Pattiwisiana, cepatlah!” teriak Luminarianna dengan cemas, sudah mulai menyalakan nyala api yang lebih besar untuk membela mereka jika diperlukan.

Namun Patti tetap tenang. Dia melihat makhluk buas yang sedang mendekat, kemudian melihat jembatan yang dia bangun dengan hati-hati. Dia tahu bahwa jika makhluk itu sampai ke jembatan, ia bisa merusaknya dan membuat mereka terjebak di kedua sisi jurang. Dengan cepat dia membuat keputusan dia akan menggunakan sedikit sisa energi magisnya untuk memperkuat jembatan satu kali lagi dan membuatnya bisa menahan serangan makhluk itu sementara teman-temannya memiliki waktu untuk bersiap.

Dengan cepat dia mengangkat tangannya, menyebarkan energi magisnya ke seluruh jembatan. Runik di permukaan jembatan mulai bersinar dengan lebih terang, dan struktur jembatan menjadi lebih kokoh dari sebelumnya. Saat Grimclaw Wolf mencapai tepi jurang dan melompat ke atas jembatan, Patti sudah sampai di sisi lain dengan aman. Jembatan menggoyangkan dengan keras saat makhluk itu mendarat di atasnya, tapi tetap tidak roboh seperti yang diharapkan makhluk itu.

Saat makhluk itu mencoba melanjutkan perjalanannya ke seberang, Corviniann menggunakan sihir ilusinya untuk membuat bayangan makhluk buas lain yang lebih besar di belakangnya, membuat Grimclaw Wolf terkejut dan berbalik untuk menghadapi musuh yang tidak ada. Pada saat yang sama, Luminarianna melepaskan bola api yang terkendali ke arah makhluk itu, tidak untuk menyakiti tapi hanya untuk membuatnya kembali ke sisi awal jurang.

Dengan menggeram kesal, Grimclaw Wolf melompat kembali ke sisi awal jurang dan menghilang ke dalam hutan. Patti mengeluarkan napas lega yang dia tidak sadari telah tahan, merasa lega bahwa mereka semua aman dan jembatan yang mereka bangun tetap utuh.

“Kamu luar biasa, Pattiwisiana!” ucap Luminarianna dengan penuh kagum, memberikan tap bahu pada Patti yang baru saja sampai di seberang. “Jika bukan karena kamu dan jembatan yang kamu bangun, kita akan terjebak atau bahkan diserang oleh makhluk itu.”

“Ini adalah hasil kerja sama kita semua,” jawab Patti dengan senyum rendah hati. “Setiap orang memberikan kontribusi penting untuk membuat kita bisa melewati rintangan ini dengan aman.”

Di luar area uji, di atas tribun utama, Seraphiniana dan Marthandelion sedang mengamati semua yang terjadi dengan perhatian penuh. “Lihat bagaimana dia bekerja dengan kelompoknya,” ucap Seraphiniana dengan suara yang penuh dengan kebanggaan. “Dia tidak hanya menunjukkan keahliannya dalam sihir konstruksi, tapi juga kemampuannya untuk bekerja sama dan membuat keputusan yang tepat di tengah tekanan.”

Marthandelion mengangguk dengan setuju, matanya tetap terpaku pada layar kristal yang menampilkan kelompok tiga yang sekarang melanjutkan perjalanan mereka ke dalam hutan buatan. “Dia memiliki kemampuan untuk melihat potensi dalam hal-hal yang lain anggap tidak berguna,” katanya dengan suara yang dalam dan penuh dengan penghargaan. “Itu adalah kualitas yang sangat berharga bagi seorang petualang dan anggota guild.”

Di dalam area uji, kelompok tiga beristirahat sebentar untuk memulihkan energi dan memeriksa kondisi masing-masing. Mereka makan sedikit makanan ringan yang dibawa Patti dari penginapan, kemudian melanjutkan perjalanan mereka dengan langkah yang lebih mantap dan percaya diri. Mereka tahu bahwa masih banyak rintangan yang akan mereka hadapi di depan, tapi setelah berhasil melewati rintangan pertama dengan kerja sama yang baik, mereka merasa lebih siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang.

“Mari kita lanjutkan perjalanan kita,” ucap Patti dengan suara yang jelas dan penuh semangat, memimpin kelompoknya ke dalam hutan yang lebih dalam. “Kita masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan banyak tantangan yang harus kita hadapi sebelum kita mencapai titik akhir.”

Dengan hati yang penuh dengan tekad dan keyakinan yang semakin kuat, mereka melangkah maju ke dalam hutan buatan yang penuh dengan misteri dan tantangan, siap untuk menunjukkan bahwa mereka layak untuk menjadi bagian dari Guild SSAWF.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!