NovelToon NovelToon
Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Dark Romance
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Menikahi ku atau melihat ayahmu membusuk di penjara?"

Elena tidak punya pilihan. Demi melunasi utang yang dijebak oleh Arkan—pria masa lalunya yang kini menjadi penguasa angkuh—ia setuju menjadi istri di atas kertas. Namun, di balik kemewahan rumah Arkan, Elena bukanlah nyonya, melainkan budak. Ia dijambak, diludahi, bahkan dipaksa melayani selingkuhan suaminya sendiri.
​Setiap hari adalah neraka, hingga Arkan melampaui batas dengan menyentuh satu-satunya alasan Elena untuk hidup.

​Di saat Elena hampir menyerah, sosok pria dari masa lalu yang menghilang selama lima tahun kembali. Ia bukan lagi pemuda desa yang miskin, melainkan putra mahkota dinasti mafia yang haus darah.

​"Siapa pun yang menyentuh milikku, hanya punya satu tempat: liang lahat."

​Pembalasan dendam dimulai. Ketika Sang Mafia menjemput ratunya, istana emas Arkan akan berubah menjadi abu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: Bertahan di Hutan Salju

Kesadaran Elena kembali setetes demi setetes, seperti air dingin yang merembes masuk ke dalam retakan es. Hal pertama yang ia rasakan bukanlah rasa sakit, melainkan keheningan yang begitu pekat hingga telinganya berdenging. Bau manis gas saraf yang memuakkan kini telah berganti dengan aroma tajam pinus dan hawa dingin yang menusuk tulang—jenis dingin yang seolah-olah ingin membekukan darah di dalam nadinya.

​Elena membuka matanya dengan susah payah. Bulu matanya terasa berat karena butiran salju yang mulai membeku. Di atasnya, kanopi pohon pinus yang hitam menutupi sebagian besar langit malam Rusia yang kelam. Ia menyadari dirinya terbaring di atas tumpukan salju tebal yang empuk tapi juga mematikan.

​Di sampingnya, sesosok pria tergeletak tak berdaya. Parasut besar berwarna oranye-putih yang menyelamatkan mereka kini tersangkut di dahan-dahan pohon di atas mereka, melambai ditiup angin seperti bendera kekalahan.

​Elena merangkak mendekati pria itu. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena adrenalin, melainkan karena ketakutan yang murni. Pria itu masih mengenakan masker oksigen hitam taktis. Jaket hitamnya robek di bagian bahu, memperlihatkan luka bakar gesekan akibat tali parasut.

​"Eros?" bisik Elena, suaranya hilang ditelan angin malam yang menderu.

​Dengan tangan yang mati rasa karena kedinginan, Elena meraih pinggiran masker itu dan menariknya perlahan. Ia menahan napas, bersiap untuk melihat wajah yang paling ia benci atau wajah yang paling ia cintai.

Begitu masker itu terlepas, Elena tersentak mundur hingga terduduk di salju.

​Wajah itu berlumuran darah yang sudah membeku menjadi kerak hitam. Kulitnya pucat seperti mayat. Tapi, saat mata pria itu terbuka perlahan, kilatan kegelapan yang dalam dan protektif itu langsung menyapa Elena.

​"Eros..." Elena menangis, ia menghambur ke pelukan Eros, mengabaikan rasa perih di sekujur tubuhnya sendiri.

​Eros terbatuk, memuntahkan darah ke atas salju yang putih bersih. Ia meringis kesakitan, tangannya yang gemetar mencoba membalas pelukan Elena. "Kamu... tidak apa-apa?" Suaranya lebih mirip bisikan hantu.

​"Aku baik-baik saja. Tapi kamu... kamu terluka parah," Elena melihat luka sayatan pisau Arkan di dada Eros yang kini membiru karena hipotermia.

​Logika bertahan hidup mulai berputar di kepala Elena. Mereka tidak boleh diam saja. Jika mereka diam, salju akan menjadi kafan mereka dalam hitungan jam. Eros telah mempertaruhkan nyawanya dengan merebut masker Arkan saat dekompresi terjadi di pesawat, kemudian memeluk Elena saat mereka terjun bebas menggunakan parasut cadangan. Sekarang, giliran Elena yang harus menjadi pelindung.

​"Di mana Arkan?" tanya Elena sambil menatap ke arah kejauhan, di mana ia bisa melihat semburat api dari bangkai pesawat yang jatuh beberapa kilometer dari posisi mereka.

​Eros mencoba duduk dengan bantuan Elena. "Dia terhempas... saat pintu kargo terbuka. Tanpa parasut... di ketinggian itu... dia seharusnya sudah jadi sejarah."

​Tapi, Elena belum merasa tenang. Arkan adalah kecoak yang sulit mati. Namun, saat ini, ancaman yang lebih nyata adalah hutan ini.

​"Kita harus bergerak, Eros. Kita harus mencari tempat berteduh," ucap Elena tegas. Ia membantu Eros berdiri. Pria itu jauh lebih berat dari yang ia bayangkan, terutama dengan satu kaki Eros yang tampak terkilir atau mungkin patah.

Mereka berjalan tertatih-tatih menembus salju setinggi lutut. Setiap langkah adalah perjuangan melawan gravitasi dan rasa kantuk yang mematikan akibat hipotermia. Elena bisa merasakan napas Eros yang semakin pendek di ceruk lehernya. Pria tangguh ini sedang berada di titik nadirnya.

​Setelah hampir satu jam berjalan tanpa arah, Elena menemukan sebuah gubuk kayu tua yang setengah terkubur salju—mungkin bekas tempat persembunyian pemburu. Pintu kayunya sudah miring, tapi bagian dalamnya cukup kering untuk mereka berlindung.

​Elena membaringkan Eros di atas tumpukan jerami tua. Ia segera mencari apa pun yang bisa digunakan untuk membuat api. Beruntung, ada sisa-sisa kayu kering di pojok gubuk. Dengan korek api tahan air yang selalu dibawa Eros di saku celananya, Elena berhasil menyalakan api kecil.

​Cahaya jingga mulai menyinari gubuk sempit itu. Elena mendekat ke arah Eros, mencoba menghangatkan tangan pria itu dengan gesekan tangannya sendiri.

​"Jangan tidur, Eros. Tolong, tetap buka matamu," pinta Elena dengan air mata yang mulai membeku di pipinya.

​Eros menatap Elena dengan pandangan yang sayu. Di tengah remang cahaya api, ia tampak bukan seperti raja mafia yang ditakuti dunia, melainkan hanya seorang pria yang sangat lelah.

​"Elena... jika aku tidak berhasil keluar dari hutan ini..."

​"Jangan bicara begitu!" potong Elena cepat.

​"Dengarkan aku," Eros menggenggam tangan Elena dengan sisa tenaganya. "Di dalam saku dalam jaketku... ada sebuah flashdisk merah. Itu berisi akses ke seluruh asetku yang tidak diketahui 'The Great Council'. Jika sesuatu terjadi padaku, bawa itu ke kedutaan... cari Vanya. Dia punya hutang budi padaku, dia akan melindungimu."

​"Aku tidak mau asetmu! Aku mau kamu hidup!" Elena berteriak, isakannya pecah di keheningan hutan salju. "Kita harus menyelamatkan Ayah, ingat? Kamu sudah berjanji!"

Eros tersenyum tipis, jenis senyum yang menyayat hati. "Aku selalu menepati janjiku, El."

​Tapi, kehangatan api itu tiba-tiba terasa terusik. Dari luar gubuk, suara langkah kaki yang berat menginjak salju terdengar mendekat. Bukan suara hewan, tapi langkah kaki manusia yang menggunakan sepatu bot militer.

​Eros segera meraba pinggangnya, tapi pistolnya hilang saat terjun tadi. Ia hanya memiliki sebuah pisau kecil yang tersisa di pergelangan kakinya. Eros memberi isyarat agar Elena diam dan bersembunyi di balik tumpukan jerami yang lebih gelap.

​Pintu gubuk yang rapuh itu ditendang terbuka.

​Seorang pria masuk. Ia tertutup salju, wajahnya nyaris tidak terlihat karena tertutup syal tebal dan topi bulu. Tapi, saat ia menurunkan syalnya, Elena hampir pingsan karena terkejut.

​Pria itu bukan Arkan. Dan bukan pula anak buah Eros.

​Pria itu adalah Rudy. Si pengkhianat dari pesawat tadi. Ia tampak gemetar, bukan karena dingin, melainkan karena ketakutan. Di tangannya, ia memegang sebuah radio komunikasi yang terus berbunyi statis.

​"Tuan Eros... saya tahu Anda di sini," suara Rudy bergetar. "Maafkan saya... mereka mengancam keluarga saya... mereka memaksa saya memasang pelacak di jam tangan Anda."

​Eros menatap jam tangannya dengan geram, lalu segera melepaskan benda itu dan melemparnya ke lantai. "Pergi kau, Rudy! Sebelum aku merobek tenggorokanmu!"

​"Sudah terlambat, Tuan," Rudy menangis, ia berlutut di ambang pintu. "Mereka sudah di belakang saya. 'The Great Council' tidak pernah membiarkan mangsanya lari. Mereka menggunakan Arkan hanya sebagai pengalih perhatian di pesawat tadi... tujuan mereka adalah menjatuhkan Anda di wilayah mereka agar mereka bisa mengeksekusi Anda secara terbuka."

​Tiba-tiba, suara helikopter terdengar menderu di atas gubuk, lampu sorot raksasa menembus celah-celah dinding kayu, mengubah malam yang gelap menjadi terang benderang yang menyilaukan.

Sebuah suara dari pengeras suara helikopter menggema, menggetarkan seluruh gubuk kayu itu dalam bahasa Rusia yang diterjemahkan Rudy dengan suara lemas:

​"Eros Volkov... serahkan Elena dan flashdisk merah itu, atau kami akan meratakan gubuk ini dengan rudal dalam tiga puluh detik."

​Elena menatap Eros. Eros menatap flashdisk di tangannya, kemudian berganti menatap Elena dengan pandangan yang penuh dengan keputusan yang mengerikan. Ia tahu, ia tidak bisa melawan helikopter tempur hanya dengan sebilah pisau.

1
@Yayang Suami Ris4
Eros Elena semoga cepat selesai masalahnya
Risa Yayang Cinta Sejati
Eros dan Elena saling mencintai dan mau berkorban satu sama lain
Risa Yayang Cinta Sejati
Eros kasihan banget bertahan demi Elena
@Yayang Suami Ris4
Ternyata Eros ngga di biarkan mati dulu oleh Vanya
@Yayang Suami Ris4
Elena ayo berani melawan Vanya dan Marco
ѕ⍣⃝✰ѕнєη нᷟαᷴσᷟηᷴαη
eros ini pahlawan tanpa rasa apapun
dalam keadaan apapun dia tetep sigap
ѕ⍣⃝✰ѕнєη нᷟαᷴσᷟηᷴαη
tapi lawan mereka ga gampang elena
harus ada rencana
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
padahal dia masih terluka tapi msh bisa kuat
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
mereka cepet banget bergerak
semoga mereka baik" aja😭
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
ternyata banyak hal yg udah eros persiapkan didiri elena
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
ternyata eros sudah tau tentang dewan
@ Yayang Risa Selamanya
Eros orang yang kamu percaya malah mengkhianati kamu
@ Yayang Risa Selamanya
Paman Eros ingin membunuh Eros kejam banget
Suamiku Paling Sempurna
Astaga banyak pengkhianat buat Eros kasihan banget
Suamiku Paling Sempurna
Elena Eros banyak berkorban dan hidup menderita demi kamu
Yayang Lop3♡ Risa
Eros Elena ternyata rela berkorban buatmu mungkin karena kamu juga rela berkorban demi dia
Yayang Lop3♡ Risa
Eros ngga salah dia melakukan itu untuk melindungi diri dan Elena
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢ ᴛɪɴɢ ʀᴜɪ
musuh dimana", pengkhianat banyak
dh pasrah ajaa 🥲
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢ ᴛɪɴɢ ʀᴜɪ
iya kamu harus kuat elena
jangan cengeng lagi kaya kmren
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Elena ayo bunuh Vanya dan Marco supaya ngga mengganggu Eros dan kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!