NovelToon NovelToon
Surga Yang Tak Diinginkan

Surga Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Perjodohan / Poligami / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Romansa Love

"Fania, kamu tahu pernikahan ini hanya sebuah formalitas saja. Aku harap kamu merelakan aku untuk menikah dengan Zelina." __ Raditya Mahardika.

"Mas, beri aku 30 hari saja untuk mengabdi sebagai istri yang Solehah untukmu. Aku hanya ingin mewujudkan wasiat Ayah. Setelah itu, kamu berhak menceraikan aku, dan kamu bisa menikah dengan wanita itu."

Hidup Raditya Mahardika kacau sejak dijodohkan dengan Fania Azalea. Semua terjadi karena Raditya mempunyai wanita idaman lainnya.

Fania Azalea meminta waktu agar dirinya bisa mewujudkan wasiat mendiang Ayahnya. Dia ingin menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya. Namun, takdir berkata lain. Raditya justru ingin menikah lagi dengan wanita pujaan hatinya. Dia ingin berpoligami dan meminta Fania untuk menyetujui niatnya.

Baca selengkapnya di sini!
Follow IG : romansa_love94

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romansa Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 21 (Kritis)

Rima sudah mendapatkan info keberadaan menantunya. Dia segera bergegas ke lokasi setelah mendapatkan informasi tersebut. Harapannya adalah semua tidak seburuk ceritanya. Hanya ketegangan lah yang mengiringi perjalanannya.

Jarak rumah utama dengan lokasi cukup jauh. Sehingga membutuhkan waktu yang lumayan agar cepat sampai. "Semoga yang dikatakan Devan itu salah. Putraku tidak mungkin berbuat seperti itu. Pasti ceritanya salah."

Rima semakin cemas dan gelisah. Dadanya kembali sesak, karena terlalu banyak berpikir. Setelah setengah jam berlalu, Rima sudah sampai di rumah baru milik putranya. Dia segera keluar dan meminta penjaga untuk membuka pintu.

"Cepat buka pintunya, apa Raditya ada di dalam?" tanya Rima dengan nada emosi.

"Tuan, sedang tidak ada di rumah, Nyonya," jawab penjaga itu, mereka tidak berani melawan majikannya.

"Tunggu apa lagi, buka sekarang!" perintah Rima tidak sabar lagi.

Penjaga itu tidak mempunyai pilhan lain. Dia segera membuka pintu dan membiarkan majikannya masuk ke dalam. Setelah pintu terbuka, Rima segera masuk dengan tergesa-gesa. Dia naik ke lantai atas mencari menantunya.

"Fania, kamu di mana, Nak? Fania ...." Rima memeriksa semua pintu, tetapi tidak ada di sana. Hanya ada satu pintu yang belum terbuka, dan sudah dipastikan Fania berada di sana.

Rima menarik knop pintu yang terkunci. Dia berteriak memanggil menantunya. "Fania, Fania, apa kamu adda di dalam, Nak? Buka pintunya, ini Mama, Sayang."

Tidak ada sahutan membuat Rima semakin khawatir. Dia mencari kunci cadangan pada penjaga yang ada di luar. Benar saja, salah satu mereka menyimpan kuncinya. Akhirnya Rima bisa masuk ke dalam kamar tersebut.

Rima sangat terkejut saat masuk ke dalam. Dia melihat kondisi menantunya yang sangat kacau. Wanita setengah baya itu mendekat. Dia menutupi tubuh menantunya yang terekspos. "Nak, bangun! Mengapa bisa sampai seperti ini? Fania, Ya Allah, apa yang terjadi? Mengapa banyak sekali memar? Apa Raditya yang melakukan semua ini? Nak, bangun! Ya Allah .... "

Rima menangis saat melihat kondisi Fania yang memprihatinkan. Dia memeluk menantunya yang pingsan. "Fania bangun, Sayang. Bangun, Nak? Apa yang terjadi, mengapa kamu menjadi seperti ini?"

Rima segera memakaikan baju pada Fania. Dia akan membawanya ke rumah sakit sebelum terlambat. Selesai memakaikan baju, Rima segera memanggil pertolongan. Dia sangat panik sampai tidak memikirkan kesehatan mentalnya.

"Tolong, tolong, Pak Budi. Tolong masuk ke sini." Rima berteriak sambil memakaikan cadar di wajah menatunnya. Dia masih menghargai privasi Fania yang menutup auratnya dengan pakaian yang syar'i.

Sopir tiba di kamar itu, dia segera membawa Fania keluar dari ruangan. Mereka berjalan dengan sangat cepat agar tidak terlambat dan bisa ditangani dengan benar. Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi. Kondisi Fania semakin dingin dan lemah. Rima tidak bisa bersabar lagi agar bisa sampai ke rumah sakit.

Akhirnya setelah berjalan cepat, mobil yang dinaiki Fania sampai juga di rumah sakit. Rima segera turun dan meminta pertolongan pada pihak medis. "Dokter, tolong menantuku. Dokter, tolong menantuku."

Teriakan Rima didengar oleh para petugas kesehatan. Mereka datang sembari membawa brankar. Fania sudah ditangani dengan cepat, dia masuk ruang IGD dan mendapatkan pemeriksaan. Rima duduk di kursi tunggu dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkan.

Beberapa jam berlalu, Fania sudah bisa melewati masa kritis. Akan tetapi, dia masih ada di dalam ruang ICU. Rima masih menungu di ruang tunggu, Dia sedang menanti kedatangan putranya. Banyak sekali pertanyaan yang mengganjal.

Saat yang ditunggu telah tiba, Raditya datang dengan segala keangkuhannya. Dia berdiri tanpa rasa bersalah di hadapan Ibunya. "Ada apa Mama memanggilku ke sini?"

Rima berdiri dan langsung menampar wajah putranya. "Ada apa katamu? Apa yang sudah kamu lakukan? Mengapa kamu memperlakukan istrimu seperti itu? Raditya, kamu sudah mengecewakan Mama. Bahkan kamu tega menikah lagi tanpa persetujuan orang tua. Di mana tanggung jawabmu? Di mana?"

"Aku melakukan apa yang seharusnya kulakukan, Ma. Tidak ada yang salah dengan semua ini," jawab Raditya dengan santai.

Rima menampar lagi pipi kiri Raditya, kali ini emsinya sudah tidak bisa dibendung lagi. "Bagaimana Mama mengatakan semua ini pada Ibunya Fania? Apa yang harus Mama katakan, jika kamu yang berstatus sebagai suami hampir saja membunuh istrinya sendiri. Mama kecewa sekali, sangat kecewa."

"Ceraikan wanita itu, jika kamu melanjutkannya, hidupmu tidak akan pernah bahagia. Ingat ucapan ini. Jika kamu terus membantah, pergi dari hadapanku dan kamu bukan anakku lagi." Rima mengancam putranya dengan penuh kemarahan.

Raditya menanggapi dengan sangat tenang.Dia membalas perkataan orang tuanya. "Ma, sayangnya aku tidak akan memutuskan keduanya. Aku akan tetap menjadi suami Fania dan Zelina. Sepertinya aku sudah tidak bisa berpisah lagi dengan mereka berdua."

"Kamu sudah keterlaluan, Radit. Kamu sudah sangat keterlaluan. Kamu pikir, Fania mau bertahan dengan pria sepertimu? Kisahmu dengannya sudah berakhir, tidak ada kesempatan untuk pria jahat sepertimu. Lalu, suatu hari kamu akan menyesal dan hidupmu akan ... Ahhh, jantungku!" Rima terjatuh sebelum menyelesaikan ucapannya.

"Mama, Mamaaa, Ma, bangun! Mamaaaaa." Raditya memeluk Ibunya yang jatuh pingsan. Dia panik mendapati Rima terkena serangan jantung. Raditya memawa Ibunya untuk mendapatkan perawatan. Dia tidak pernah menyangka kejadiannya akan sangat fatal.

Rima masuk dalam ruang IGD, sementara itu Raditya sangat khawatir dan cemas. Dia berjalan mondar-mandir di depan pintu. Hingga tidak lama kemudian dokter keluar dari ruangan dengan raut wajah yang sedih.

Raditya langsung mendekat dan bertanya kondisi Ibunya. "Bagaimana Mama saya dok? Apa dia baik-baik saja?"

Dokter menghela napas berat, dia menggeleng putus asa. "Maaf, Ibu Anda sudah meninggal karena serangan jantung."

"Apa?" Raditya mengusap kasar wajahnya. Dia sangat frustasi dengan kejadian itu. "Aku sudah menduga kejadiannya akan seperti ini. Ma, maafkan aku. Maaf sudah membuatmu kecewa."

Rima meninggal dunia setelah mengalami insiden yang berat. Semua itu karena kesalahan Raditya yang sangat fatal. Akibat skandalnya itu, dia kehilangan orang tuanya dengan sangat cepat.

Berita duka itu tersebar ke semua orang. Termasuk Halimah yang ada di desa, dia tidak kalah terkejutnya mendengar putri semata wayangnya masuk rumah sakit. Dalam langkah kecilnya, wanita paruh baya itu berdoa agar putri kesayangannya diberikan keselamatan.

"Nak, tunggu Ibu. Semoga Allah selalu melindungimu. Ibu datang, Nak. Ibu akan ke sana sekarang." Halimah terus berdoa, dia tidak bisa menahan tangisannya. Wanita itu tidak menyangka jika putrinya akan mengalami nasib yang buruk.

Semua orang sedang sibuk dengan kejadian masing-masing. Lalu, berbeda dengan Devan. Dia sedang berdiri dengan perasaan cemas di depan pintu ICU. Dadanya sesak memikirkan nasib gadis pujaannya yang berakhir tragis. "Fania, maaf tidak bisa melindungimu. Aku sangat menyesal sudah meninggalkanmu waktu itu. Segeralah sadar, aku sudah menghubungi Ibumu untuk datang ke sini. Setelah ini, aku berjanji akan mengakhiri hubunganmu dengan pria jahat itu. Dia akan menyesal seumur hidup. Akulah yang akan membalaskan semua penderitanmu."

1
Sanda Rindani
ya ,apa salahnya ibunya lapor polisi
nunik rahyuni
bagus jgn mau lkian.model kya itu .biar mmnya baik tp kmu hidup sama anaknya.lagian dia sdh tidur sm.wewe jd jgn mau dipake ma dia
nunik rahyuni
bangke kalian be2 ni.....pasangan yg cocok..kedua duanya g ada otak
nunik rahyuni
hadaw kok lemes to yuu yuuu ...biar dikata wanita itu lemah tp ya jgn lemah2 bgt gitu lho
.ambil sapu ato apa kh gitu hantamkan ke kepalanya biar kapok...jd laki kok g jelas siram pake karbol sj..lagian mau mau nya nunggu smpe 30 hr..bisa mati kamu mun lemah kya itu😡😡
nunik rahyuni
knp mau maunya disuruh2 baik minggat j
nunik rahyuni
knp klo bikin kisah pasti seorg istri yg lemah...bru mulai baca sdh mo kluar golok aq
Romansa Love: Kak😭 Goloknya simpan dulu buat motong ayam nanti dibuat opor 😭🤭 Terima kasih sudah mampir di karyaku Kak😍
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
skip dulu terlalu gedek untuk d baca. dan untuk kesehatan mental d bln puasa 🙏
Romansa Love: Bacanya pas buka puasa Kak😭😅
total 1 replies
partini
ga mempan hemm kamu salah doa paling mustajab itu doa seorang ibu untuk anaknya
partini
fania agak bandel, mencintai lebih baik di cintai
partini
sedih sekali ini cerita nya,i hope happy dengan lelaki lain biar beda sama novel yg lain
Romansa Love: Halo, Kak Terima kasih sudah membaca ceritaku😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!