NovelToon NovelToon
Legenda Tabib Gila: Dari Gelandangan Menjadi Penguasa

Legenda Tabib Gila: Dari Gelandangan Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Razif Tanjung

Mati konyol hanya gara-gara dua potong roti? jangan bercanda!

Nasib buruk menimpa seorang pemuda gelandangan. perut lapar memaksanya untuk mencuri, tapi bayaran dari perbuatannya itu nyawanya hampir melayang di hajar warga.

Namur, takdir berkata lain.

saat matanya kembali terbuka, ia bukan lagi sekedar gelandangan bodoh yang lemah, jiwa dari tubuh kurus itu telah menyatu dengan jiwa seorang ahli racun, sains, dan ahli dalam ramuan.

" Lihat saja suatu saat kalian akan berlutut di kaki ku untuk minta tolong "

Di dunia yang moralnya sudah rusak ini,haus akan kekuasaan, kekayaan, dan populeritas dia bakalan menjadi penguasa tertinggi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Razif Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Aduan Anak Manja

Bara melangkah masuk ke dalam Ballroom yang megah dengan langkah yang sangat tidak sinkron. Suara sandal Swallow merah-hijaunya yang terbalik menciptakan irama Plok-plok-plok yang menggema di antara pilar-pilar marmer.

Para tamu—yang tadinya memegang gelas kristal berisi sampanye—berhenti bicara. Mereka menatap Bara seperti melihat alien yang baru saja jatuh dari langit, lengkap dengan noda lumpur dan aroma hutan yang menempel di bajunya.

Viona dan Alisa berdiri di samping panggung, mencoba memasang wajah sedatar mungkin, meskipun dalam hati mereka sedang merencanakan bagaimana cara mencuci otak semua tamu agar melupakan penampilan Bara hari ini.

"Selamat malam, para pemegang saham, pemilik pabrik kimia, dan... eh, Nona-nona cantik yang sepertinya salah kostum karena terlalu tertutup,"

Bara menyapa dengan suara lantang saat dia tiba-tiba saja naik ke atas panggung utama, merebut mikrofon dari tangan pembawa acara yang sedang bengong.

"Bara! Turun!" desis Clara dari bawah panggung, wajahnya merah padam.

"Tenang, Clara!" Bara mengabaikannya. Dia mengangkat botol plastik bekas air mineral yang berisi cairan ungu menyala itu tinggi-tinggi.

"Hadirin sekalian! Kalian semua ke sini untuk melihat peluncuran 'Mega-Boost' milik keluarga Darmawan, bukan? Minuman yang diklaim bisa membuat kalian segar bugar dan bertenaga seperti banteng?"

Bara tertawa kecil, suara tawanya terdengar sangat sinis lewat sound system hotel yang canggih.

"Ketahuilah, 'Mega-Boost' hanyalah campuran kafein dosis tinggi, pemanis buatan yang bisa bikin ginjal kalian berteriak minta tolong, dan zat stimulan ilegal yang hanya memberikan energi palsu selama dua jam, lalu membuat kalian lunglai seperti kangkung layu di pasar!"

Suasana Ballroom mendadak riuh. Bisik-bisik ketidaksetujuan mulai muncul dari barisan pejabat perusahaan Darmawan.

"Lalu, apa hubungannya denganmu, dan apa yang kamu bawa itu, Gembel?!" teriak salah satu direktur dari barisan depan.

Bara menyeringai. "Ini? Ini adalah 'The Dragon Breath'. Saya meraciknya dari ekstrak jahe merah mutan yang tumbuh di tanah vulkanik Hutan Larangan, dicampur dengan konsentrat bunga wijayakusuma dan getah pohon jati purba yang sudah saya murnikan partikelnya."

Bara mulai mempresentasikan kegunaan signifikan ramuannya dengan gaya seperti profesor gila yang baru saja menemukan cara mengubah air menjadi bensin.

"Kegunaan signifikan pertama: Cairan ini tidak memacu jantung secara paksa, tapi dia memperbaiki cara sel tubuh kalian menghasilkan energi. Kalian akan merasa segar selama 24 jam tanpa ada efek crash atau gemetar."

"Kegunaan kedua: Detoksifikasi Sistem Syaraf. Cairan ini akan membersihkan residu kimia dari obat-obatan sampah yang sering kalian konsumsi. Dan yang paling penting..." Bara melirik ke arah pintu tempat Rico tadi berdiri.

"Cairan ini mampu mengembalikan Vitalitas Pria yang sudah 'mati suri' akibat polusi dan gaya hidup tidak sehat. Dia memperlancar aliran darah di pembuluh darah mikroskopis. Sangat cocok bagi para CEO yang di kantornya galak, tapi di ranjang cuma bisa minta maaf pada istrinya., tentunya harus diminum dengan stabil setiap hari, tapi minuman ini tidak bisa mengembalikan vitalitas (burung) yang sudah benar-benar mati tidak bisa berfungsi lagi."

Tawa pecah di beberapa sudut ruangan. Bara benar-benar tahu cara menyentuh titik sensitif para pengusaha pria paruh baya di sana.

"Siapa yang mau coba? Tenang, ini gratis. Kalau terjadi sesuatu diluar perkiraan, saya kasih diskon 50% untuk biaya pemakaman!" canda Bara yang sama sekali tidak lucu tapi membuat semua orang penasaran.

Viona yang melihat kesempatan ini langsung bertindak. Dia naik ke panggung dengan anggun, mengambil satu gelas kecil, lalu menuangkan sedikit 'The Dragon Breath' ke dalamnya.

"Saya saksi hidup kualitas ramuan yang pernah dia bikin," ucap Viona lantang, menatap para tamu dengan otoritas seorang CEO ternama. "Dia menyembuhkan penyakit kronis saya dalam waktu kurang dari satu bulan."

"Siapa pun yang berani mencoba ini, akan tahu bahwa industri farmasi kita selama ini sedang tertidur, dan sekarang saatnya bangun dan membuktikan diri, dan saya akan menjadi orang pertama yang mencobanya, kalian bisa mengikuti saya setelah memastikannya aman." Viona menegak minuman itu sampai habis dan efeknya sangat instan.

Satu per satu pengusaha mulai maju karena sudah memastikan perubahan jelas dari viona, Dalam hitungan menit, mereka yang meminumnya merasa tubuh mereka mendadak hangat, pandangan mata menjadi lebih tajam, dan rasa lelah setelah seharian bekerja hilang seketika.

"Luar biasa! Rasanya seperti ada naga yang bernapas di dalam dadaku!" seru seorang taipan tua yang tadi wajahnya pucat, kini pipinya menjadi kemerahan segar.

Sementara Bara sedang menjadi pusat perhatian di Ballroom, di lantai 5, di sebuah ruang rapat eksklusif yang kedap suara, suasana sangat berbeda.

Darmawan, pria paruh baya dengan wajah dingin dan mata yang selalu tampak menghitung untung rugi, sedang duduk di kepala meja. Di depannya ada beberapa investor asing dan seorang jenderal. Mereka sedang membicarakan kontrak distribusi nasional 'Mega-Boost'.

BRAAAKK!

Pintu ruang rapat didobrak dengan kasar. Rico berlari masuk dengan wajah yang hancur. Air mata mengalir merusak makeup tipis di wajahnya, jas putih gadingnya yang mahal tampak kusut.

"Ayah! " teriak Rico histeris.

Darmawan menatap putranya dengan tatapan yang sangat tajam, seolah ingin menembus tengkorak Rico. "Rico! Apa-apaan kamu? Kita sedang dalam pertemuan penting!"

"Persetan dengan pertemuan itu, Ayah!" Rico memukul meja, tangannya gemetar. "Hantu itu... Bara Mahendra Wardhana... dia masih hidup! Dia ada di bawah! Dia mengacaukan pesta kita!"

Darmawan tertegun sejenak. Nama itu... nama yang sudah dia kubur dalam-dalam selama beberapa tahun terakhir. "Bara? Anak itu masih hidup?"

"Bukan cuma hidup, Ayah! Dia jadi orang gila yang sakti! Dia menghina aku di depan semua orang! Dia membongkar rahasia... rahasia kesehatanku!" Rico menangis sejadi-jadinya, menutup wajahnya karena malu.

"Dia bawa ramuan aneh yang bikin semua investor di bawah berdecak kagum. Dia menghancurkan bisnis kita sebelum kita sempat mulai, Ayah!"

Para investor di ruang rapat mulai saling pandang, tampak ragu dengan stabilitas perusahaan Darmawan jika sang putra saja sudah kehilangan kendali seperti ini.

Darmawan berdiri perlahan. Dia berjalan mendekati Rico, lalu—PLAK!—sebuah tamparan keras mendarat di pipi Rico.

"Diam kamu, Pecundang!" desis Darmawan. "Seorang anak Mahendra yang sudah jatuh tidak mungkin bangkit dari selokan tanpa bantuan. Pasti ada orang lain di belakangnya. Jika dia mau bermain di depan umum, kita akan hadapi dia dengan cara kita."

Darmawan menoleh ke arah sekretarisnya.

"Batalkan peluncuran 'Mega-Boost' malam ini. Katakan ada kendala teknis. Dan cari tahu di mana Bara tinggal. Aku mau tahu siapa yang memberinya keberanian untuk muncul lagi."

Darmawan kembali menatap investornya dengan senyum palsu yang dipaksakan. "Maaf, Bapak-bapak. Ada gangguan kecil dari masa lalu yang terlupakan. Mari kita lanjutkan... atau mungkin kita harus turun ke bawah dan melihat 'sirkus' apa yang sedang dimainkan oleh anak harimau yang sudah kehilangan taringnya itu."

Bara berdiri di atas panggung, tangannya memegang tumpukan kartu nama dari para pengusaha yang ingin memesan ramuannya. Alisa berdiri di sampingnya, sibuk mencatat pesanan di ponselnya dengan senyum kemenangan yang tidak bisa disembunyikan.

"Bara, kita dapat pesanan awal 500 botol dari grup rumah sakit swasta!" bisik Alisa antusias.

"500 botol? Al, bilang sama mereka, satu botol harganya setara dengan biaya servis mobil mewah mereka," balas Bara santai.

"Kita tidak bisa menjual murah ramuan ini karena pembuatannya yang sulit, dan juga ini bentuk modifikasi dari ramuan yang dulu pernah ku buat"

Viona mendekat ke arah Bara, menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Kamu berhasil, Bara. Kamu resmi menjadi ancaman nomor satu bagi Darmawan malam ini. Tapi hati-hati... singa tua itu tidak akan diam saja melihat anaknya dipermalukan dan bisnisnya dihambat oleh seorang pria yang tidak memiliki pengaruh."

Bara menatap ke arah pintu keluar, seolah bisa merasakan aura dingin Darmawan yang sedang turun dari lantai atas.

"Tenang saja, aku tidak pernah takut berhadapan dengannya," ucap Bara sambil membetulkan posisi sandal Swallow hijaunya yang makin menjepit jempol kaki.

Dan kemudian mereka berlalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan kemenangan, Darmawan telat selangkah untuk bertemu dengannya, tapi tidak masalah karena dia punya banyak rencana licik untuk menghancurkan bara.

Malam itu, nama Bara Mahendra Wardhana kembali meledak di seluruh penjuru kota. Bukan sebagai pewaris yang malang, tapi sebagai Alkemis Gila yang membawa revolusi di dalam botol bekas.

1
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Razif Tanjung: terimakasih udah mampir kak🙏
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat semangat
Gege
pikir ada adegan kultivasi ganda kulit bertemu kulit dan bulu bertemu bulu lima some...kan tenaganya berlimpah ruah birahinya naik..mirip epek afrodiak..🤣🤭
Razif Tanjung: jangan tar ke banned🤣🤣🤣
total 1 replies
Gege
naaaah kaaan ada adegan nanti remas remas...pastikan scene remas meremas 2k kata sendiri thoorr...🤣🤣
Razif Tanjung: eittt pelanggaran 🤣🤣
total 1 replies
Gege
kereeen updatenya...apik dan epic... kalo bisa lima kenapa tiga Thor...banyakin hareemnyaah...
Gege
apakah akan ada scene kulit bertemu kulit dan bulu bertemu bulu dalam 10k kata thorr?🤣
Razif Tanjung: oh jelas tidak🤭
total 1 replies
Gege
mantaabbb...gassss 10k kata per update thorrr...
Gege
wasyeeek... moga ada alur yang nemuin wanita kena kanker payudara sembuhnya harus dipijat dengan olesan ramua ajaibnya Bara...yoook bikin thorr alurnya
Razif Tanjung: wah kebetulan sekali🤣🤣🤣, tinggal nunggu update ya kak
total 1 replies
Gege
karya yang warbyasaah
Gege
gilaa karya yang warbyasaah...para reader NT wajib sih ini mampir...rugi kalo engga...gasss thorrr
Gege
udah sampe bab 6 ceritanya amajing bangeed...warbyasaah...gass sekali up 10k kata...🤣
Razif Tanjung: wah terima kasih udah mampir saya terharu loh
total 1 replies
Slow ego
gua ikut mampir like👍.
Slow ego
namanya unik🤔
Razif Tanjung: terimakasih banyak kak, apakah ada yang harus saya perbaiki kedepannya, dari sudut pandang kakak yang baca deh
total 3 replies
anggita
mampir like👍, iklan👆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!