NovelToon NovelToon
Mereka Kebahagiaanku

Mereka Kebahagiaanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Penyelamat / Keluarga / Teen School/College / Teen / Anak Yatim Piatu
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: FZR

ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************

Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.

ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.

hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.

siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MK 21 |MELANTIK ROY & MENANGKAP MANGSA|

       Setelah mengobrol lama, salah satu maid pun memberi tahu bahwa makan malam nya telah siap, mereka pun akhir nya pergi ke ruang makan dan makan malam bersama, kedua anak Eltav duduk di kedua sisi Eltav seperti biasa seakan tidak ingin berjauhan dengan sang daddy dan Zufa juga duduk di samping Feyza.

     Makan malam pun menjadi meriah karna banyak orang di sana dan bercerita ini itu.

"daddy, udah habis" ucap Feyza.

"pinter anak daddy" ucap Eltav sambil mengusap rambut panjang putri nya.

"daddy, mau cucu" pinta Fayren.

"iya, sebentar ya, daddy buatkan dulu"

"Fey juga mau daddy"

"iya, tunggu ya"

     Eltav pun pergi ke dapur untuk membuatkan susu untuk kedua anak nya seperti biasa, setelah itu memberikan nya pada mereka.

✴✴✴

      Semua nya berkumpul di ruang keluarga termasuk duo kecil kecuali Eltav, Abigail cs, Regan dan Roy yang sedang bersiap di kamar.

      Setelah bersiap, mereka pun turun dan berpamitan untuk pergi ke basecamp karna mereka ada urusan, mereka semua pun mengisin kan namun tidak dengan kedua anak Eltav yang ingin ikut.

"daddy, mau ikut" pinta Feyza.

"itut" pinta Fayren juga.

"di sini aja sama buna ya" bujuk Regan.

"ndak, mau itut daddy" ucap Fayren bersikeras.

"gimana El?" tanya Roy.

"ya sudah, kalian boleh ikut, tapi kalian gak boleh jauh jauh dari daddy dan om om ya" ucap Eltav dan di angguki oleh kedua nya.

"El ajak mereka, kami pamit" ucap Eltav.

"baiklah, hati hati ya" ucap Gea.

      Abigail cs, Regan dan Roy pergi mengendarai motor sport sedangkan Eltav mengendarai mobil nya yang jarang ia pakai karna kali ini ia membawa kedua anak nya yang masing masing membawa satu mainan.

      Selama perjalanan, Eltav selalu memperhatikan kedua anak nya yang duduk di samping nya sambil memainkan mainan nya bahkan Feyza menghibur adek nya yang sudah mulai bosan hingga bisa membuat nya tertawa.

     Tak lama mereka pun sampai di sebuah rumah besar yang tampak asri dan nyaman hingga tidak ada yang tau bahwa tersebut adalah sebuah markas crystal blood milik Eltav yang selalu bekerja sebagai bayang bayang bahkan anak buah nya yang bergabung di sana hampir tidak pernah bertarung meski memiliki ilmu bela diri.

"selamat datang lord" sapa beberapa anak buah nya yang datang untuk menyambut mereka.

"hm, apa semua sudah berkumpul di aula sesuai perintah, Davis?" tanya Eltav datar.

"sudah lord, tapi ada dua pengkhianat di sana dan satu mata mata yang di kirim oleh mantan satpam anda" bisik Davis di kalimat terakhir nya.

"hm, sudah mulai mengibarkan bendera perang rupa nya, dari mana dia?"

"genk kilat"

"hm"

      Karna saking serius nya berbicara dan mendapatkan informasi dari salah satu anak buah nya, ia jadi tidak menyadari bahwa putri nya mengambil sesuatu dari pinggang Davis yakni sebuah pistol dan saat pistol itu akan di tembak kan asal, Eltav baru menyadari nya dan langsung mengarahkan pistol nya ke atas, al hasil tembakan nya melesat ke atas.

"kamu gak papa girl?" tanya Eltav khawatir sembari tetap menggendong putra nya.

"tidak papa daddy, maaf" jawab Feyza sedikit takut.

"tidak apa apa, lain kali jangan ambil barang orang sembarangan ya apalagi itu benda berbahaya buat kamu"

"baik daddy, tapi Fey mau ini daddy"

"hah!!!!!" kaget yang lain nya termasuk anak buah Eltav dan Eltav sendiri.

"ini berbahaya girl, yang lain aja ya, nanti daddy belikan"

"ndak mau, mau yang ini"

"Pay uga mau" pinta Fayren.

"huufh.....baiklah, tapi tunggu kalian usia 5 tahun dulu baru nanti daddy kasih"

"acih ama"

"sabar dulu maka nya"

"oce"

      Eltav pun mengembalikan pistol nya pada Davis, beruntung pistol yang di ambil adalah pistol tanpa suara, kalo tidak pasti akan ada keributan di sana dan akan di kira ada musuh yang menyerang.

     Setelah insiden pistol tadi, mereka pun masuk ke markas dan langsung menuju ke aula di mana semua anak buah berkumpul di sana.

"selamat malam semua nya, saya langsung ke inti nya saja" ucap Eltav.

"pada malam ini saya melantik Roy yang merupakan teman masa kecil saya sebagai ketua di organisasi ini. Saya sudah pernah mengatakan sebelum nya bahwa saya membangun organisasi ini untuk teman masa kecil saya" lanjut Eltav tegas.

"ada yang tidak setuju?"

"maaf lord, apa organisasi ini masih di bawah kepemimpinan anda?" tanya salah satu anak buah nya.

"tentu saja, tapi mungkin saya akan mengurangi kunjungan saya kemari"

"jadi bila kami ingin melapor, harus melapor pada siapa lord?"

"mulai sekarang kalian akan melapor pada ketua baru kalian dan biar ketua baru kalian yang menyampaikan pada saya kecuali bila keadaan nya sangat darurat"

"baik lord, kami setuju" jawab semua nya serempak.

"bagus, silahkan kembali ke posisi masing masing. Ingat, istirahat dan makan hatus di utamakan"

"baik lord"

"apa gak masalah kalo gue jadi ketua di sini Rav?"

"ya, seperti yang gue bilang tadi Vie, gue sengaja buat organisasi ini buat lo"

"tapi....."

"tenang aja, posisi lo tetep di sisi gue sama kayak Regan"

"ya sudah kalo gitu, gue terima dan akan gue jaga kepercayaan lo"

"buktikan itu"

✴✴✴

      Semua anak buah di sana pun pamit keluar dari sana untuk menjalankan tugas mereka selanjut nya, namun tidak dengan tiga anak buah Eltav yang masih duduk di kursi nya seakan ada yang menekan mereka di sana.

"ll....lord, kenapa kami tidak boleh pergi?" tanya salah satu dari mereka.

"Roy, urus mereka, mereka anak buahmu" ucap Eltav.

"beneran?" tanya Roy tak percaya.

"hm, terserah lo mau gimana"

"baiklah"

Roy pun mengambil pistol milik Davis dan langsung menembak mati tiga mantan anak buah nya, namun setelah selesai ia langsung di pukul oleh Eltav tanpa tau sebab nya.

"kenapa? Gue salah?" tanya Roy.

"anak gue kaget bodoh, lo pake pistol suara" jawab Eltav.

"maafin om ya anak anak"

"sudah yuk pulang, udah malem nih" ajak Eltav.

Mereka pun pulang ke rumah Eltav setelah meminta anak buah Roy untuk membereskan mayat dan membersihkan aula nya.

Sesampai nya di rumah, semua orang telah masuk ke kamar masing masing kecuali Zufa yang masih menunggu mereka di ruang keluarga.

Kedua anak Eltav, telah tertidur di gendongan Eltav dan Roy, Zufa pun mengambil alih Feyza yang berada di gendongan Roy kemudian izin untuk ke kamar lebih dulu.

"besok gue, Roy sama Regan libur dulu, karna kita ada urusan" ucap Eltav datar.

" kita boleh ikut gak?" tanya Abigail.

"kita gak sedeket itu, jadi kalian bebas mau apa aja"

"kalian gak percaya sama kita?" tanya Digo.

"kalian baru gabung beberapa bulan yang lalu"

"ya udah, kita gak mau ke mana mana kok, jadi kita mau masuk sekolah aja toh kita juga gak ada urusan apa apa" ucap Devan.

Eltav pun langsung pergi ke kamar nya dengan di ikuti oleh Roy setelah meminta mereka untuk menginap kembali di rumah nya karna sudah larut malam.

"kalo kalian kira El gak percaya, kalian salah, El sebenar nya percaya tapi juga tidak sepenuh nya percaya karna El takut kalian akan mengkhianati nya suatu saat nanti dan berakhir menghabisi kalian, dan hal itu sangat di benci oleh Eltav" ucap Regan.

"El lebih percaya pada diri nya sendiri dan hal itu lebih baik dari pada percaya orang lain tapi di khianati" lanjut Regan, kemudian berlalu pergi.

Setelah mendengar ucapan Regan pun mereka merenung dan mereka pun bertekad agar mereka bisa lebih di percaya, kemudian mereka pun naik ke lantai dua dan masuk ke kamar masing masing.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!