NovelToon NovelToon
Selingkuhan CEO

Selingkuhan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Aliansi Pernikahan / Persaingan Mafia
Popularitas:737
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

Natalie terpaksa bekerja pada Ares demi memenuhi kebutuhan ekonominya, termasuk bekerja di club malam dan kemudian menjadi asisten pribadinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Di Balik Perapian Batu

Pukul 01:00 Dini Hari: Properti Rahasia Tuan Viktor

Udara malam di pantai sangat dingin, berbau garam dan lumut tua. Rumah peristirahatan kolonial tua itu berdiri megah namun terabaikan, dengan jendela-jendela gelap yang tampak seperti mata kosong.

Ares, Natalie, dan Rook bergerak dalam keheningan absolut. Ares mengenakan pakaian taktis yang ringan, dan Natalie juga mengenakan pakaian serba hitam, bergerak dengan kelincahan yang dipelajarinya di jalanan.

Rook mengambil posisi di luar, melumpuhkan sensor laser usang dan kamera keamanan lawas yang dipasang Tuan Viktor. Ares, yang merupakan ahli teknologi, berhasil menembus sistem listrik utama dalam hitungan menit.

"Kita punya waktu sepuluh menit sebelum sistem fail-safe otomatis aktif," bisik Ares melalui earpiece terenkripsi. "Tetap di belakangku, Natalie."

"Aku tahu jalannya," balas Natalie.

Mereka menyelinap ke dalam. Di dalamnya, suasana terasa dingin, dengan perabotan tertutup kain putih yang menciptakan pemandangan hantu. Natalie memimpin, menembus aula utama menuju sayap dapur.

Jantung Persembunyian

Mereka tiba di dapur tua, yang menghubungkan ke ruang pantry kecil. Aroma rempah-rempah yang sudah lama mati tercium samar. Natalie segera menuju perapian batu yang terletak di sudut, persis seperti yang ia lihat di denah. Perapian itu jelas tidak pernah digunakan selama bertahun-tahun; tumpukan kayu di dalamnya telah berdebu.

"Di sini," bisik Natalie, mengarahkan senter kecilnya ke perapian.

Ares mengeluarkan perangkat pemindai termal portabel. Ia menggeser pemindai di sekitar batu-batu di perapian.

"Tidak ada keanehan di sini. Tapi..." Ares meletakkan pemindai itu di lantai dan mengeluarkan alat penentu frekuensi dari sakunya. "Ada getaran frekuensi rendah di balik batu ini. Ini adalah mekanisme kunci tua, bukan elektronik."

Ares bekerja dengan cepat dan presisi. Setelah beberapa klik dan desisan alat logam, dia menekan salah satu batu di sudut yang tersembunyi.

Terdengar bunyi klik yang dalam. Di atas perapian, lapisan batu yang tampak mulus tiba-tiba bergeser sedikit, menampakkan celah sempit yang gelap.

"Kau benar, Natalie. Itu adalah tempat persembunyian yang sangat Ayahku," kata Ares, ia meraih celah itu dan menariknya.

Di dalamnya, tidak ada buku tebal yang diikat tali merah, melainkan sebuah kotak baja kecil dengan ukiran nama keluarga Ares dan mekanisme kunci yang sangat rumit.

"Ini Buku Merah," bisik Ares, raut wajahnya tegang.

Penemuan dan Pengkhianatan

Ares mengeluarkan chip peretas kecil dan segera menempelkannya ke kotak itu. Mekanisme kunci digital yang tersembunyi berkedip-kedip, dan kotak itu terbuka.

Di dalamnya, hanya ada satu barang: sebuah cakram logam kecil—hard drive yang sangat tebal, terbuat dari titanium.

"Buku Merah itu adalah data," kata Ares, meraih cakram logam itu. "Bukan kertas. Ini adalah rekam jejak digital dari kejahatan Ayahku selama tiga puluh tahun."

Tepat saat Ares memasukkan cakram itu ke dalam kantong taktisnya, lampu darurat merah tua di seluruh rumah tiba-tiba menyala. Suara alarm keras—sistem darurat yang terlambat aktif—meraung menembus keheningan.

"Sistem fail-safe diaktifkan!" teriak Rook melalui earpiece. "Itu bukan hitungan waktu, Tuan. Itu adalah perangkap! Tuan Viktor tahu kita akan datang!"

"Tuan Viktor tidak pernah melepaskan Buku Merah begitu saja," kata Ares, memegang erat tangan Natalie. "Dia sengaja menunda fail-safe ini untuk melihat siapa yang datang mencarinya."

Ares menarik Natalie menjauh dari perapian. "Kita harus keluar sekarang! Ruangan ini akan dikunci!"

Mereka berlari keluar dari sayap dapur, alarm yang memekakkan telinga menusuk gendang telinga Natalie.

Pertarungan di Tepi Laut

Saat mereka mencapai aula utama, pintu baja tebal menutup di belakang mereka dengan suara thud yang mematikan.

"Sialan!" umpat Ares. "Dia mengunci pintu keluar utama!"

Rook berteriak melalui earpiece: "Tuan, ada tim keamanan tambahan yang mendekat dari dermaga! Ini bukan hanya jebakan, ini penyergapan!"

Ares mengeluarkan pistol yang tersembunyi dan menyerahkannya kepada Natalie. "Kau lebih cepat dan lebih gesit. Ambil cakram itu. Keluar melalui jendela barat di ruang perpustakaan. Aku akan mengurus jalan keluar yang sempit. Temui Rook di titik evakuasi! Jangan pernah berhenti!"

Natalie menatap Ares, ketakutan muncul di matanya, tetapi dia segera mengambil pistol itu dan cakram logam di tangan kirinya.

"Aku akan kembali untukmu," kata Natalie, menatap mata Ares.

"Aku tahu. Sekarang, pergi!" perintah Ares.

Natalie berbalik dan berlari menuju sayap perpustakaan. Ia tidak lagi peduli dengan penyamaran atau aturan; ia hanya fokus untuk bertahan hidup dan melindungi rahasia yang kini ia bawa.

Natalie mencapai perpustakaan. Kaca jendela tua itu tebal, tetapi dengan dorongan kuat dari bahunya, kaca itu pecah berkeping-keping.

Natalie melompat keluar, mendarat di atas rerumputan yang lembab. Di kejauhan, ia bisa melihat senter keamanan bersinar di pepohonan.

Dia adalah buronan, membawa rahasia yang bisa menghancurkan kerajaan atau mengamankannya selamanya. Di telinganya, suara tembakan Ares mulai memecah keheningan malam, pertempuran yang dilakukannya untuk membeli waktu.

Natalie berlari. Ia tidak hanya berlari untuk kehidupannya, tetapi juga untuk penebusan ibunya, dan masa depan yang ia bangun di sisi pria yang kini mempertaruhkan segalanya di balik tembok-tembok yang terkunci.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!