NovelToon NovelToon
Love Comes From Allah

Love Comes From Allah

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:304
Nilai: 5
Nama Author: Yushang-manis

Laki-laki muda yang menikah karena perjodohan dengan wanita yang tak ia kenali dan wanita yang sedang sakit akibat kecelakaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yushang-manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Khaulah telah sampai duluan di rumah. Rumahnya terlihat sunyi, mungkin orang tuanya sudah tidur. Karena sudah larut malam, khaulah hendak masuk ke kamar tiba-tiba Eva datang dari pintu belakang. Membuat khaulah mengurungkan niatnya.

"Assalamu'alaikum ning." Salamnya.

Khaulah menjawab salamnya. "Eva, kamu belum istirahat?"

"Belum ning, tadi habis cuci piring sama sayuran dulu sama temen-temen. Tapi sekarang Eva mau pamit ke asrama, tapi sepertinya umi sudah tidur yah ning?"

Khaulah mengangguk. "Yaudah kamu ke asrama aja, umi juga udah tidur. Kamu istirahat gih, terimakasih yah sudah membantu, bilangin sama temen-temen kamu juga yah?"

"Sama-sama Ning, dengan senang hati. Kalau gitu Eva pamit Ning, assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumussalam. Eh, Eva sebentar." Panggilnya saat Eva hendak berbalik arah.

"Iyahh Ning kenapa?"

"Besok siang kamu temuin saya disini yah sama teman-teman kamu juga."

"Baik ning, nanti saya dan teman-teman kesini. Ada lagi yang mau ning sampaikan?"

"Sudah tidak ada. Maaf yah Eva."

"Iyah gapapa Ning. Saya permisi assalamu'alaikum."

Setelah menjawab salam Eva dan melihat kepergiannya. Khaulah masuk ke kamar dan ia tidak mendapati keberadaan suaminya. Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Mungkin suaminya masih sibuk dengan amar.

Seusai khaulah mengganti pakaiannya dan hendak tidur karena sudah mengantuk. Namun dering telepon nya mengurungkan niatnya. Lantas diambil nya handphone itu.

"Aisfa? Ada apa yah.." tanyanya pada dirinya sendiri. Saat sudah tersambung khaulah mengucapkan salam duluan dan dijawab oleh aisfa. Suara aisfa terdengar serak seperti habis menangis.

"Aisfa, coba kamu tenangin diri kamu dulu yah.., pelan-pelan bilang sama saya ada apa hm?"

"Bu Salma..., maaf mengganggu waktu istirahat ibu, pasti ibu sudah tidur kan?"

"Belum Ais, gapapa kok, kamu telepon pasti ada hal penting kan? Ada apa katakan."

"Maaf bu..., saya mau minta gaji saya bulan ini ditransfer sekarang boleh tidak bu?" Tanyanya dengan sesegukan.

"Kalau boleh tahu untuk apa Ais? Tidak biasanya kamu meminta duluan..., saya tidak masalah, hanya ingin tahu saja boleh?"

Diseberang sana aisfa menghapus air matanya. "Saya butuh untuk biaya operasi ibu saya malam ini bu, saya ada tabungan 5.900.000 dan biaya operasi ibu saya 10.900.000 bu. Maaf saya lancang meminta sekarang bu, karena saya harus melunasi administrasi rumah sakit, karena kalau gak, maka tidak akan ada tindakan medis."

"Innalillahi, ya sudah kamu kirim no rekening kamu sekarang, saya transfer."

"Beneran bu? Makasih banyak yah bu."

"Iyah, ayo kirim no rek kamu."

Aisfa mengetikkan no rekening nya dan mengirimkan nya pada khaulah. Setelah mendapatkan pesan dari aisfa yang berupa no rekening, segera khaulah mentransfer uang sejumlah 10jt ke rekening aisfa.

"Ais, apa sudah masuk?"

Diseberang aisfa mengecek saldonya lantas ia syok dengan jumlah yang dikirim oleh bosnya itu.

"Ini kebanyakan Bu, gaji saya hanya 5jt, sisa 5jt saya kembalikan ya Bu."

"Eh, tidak usah Ais, pakai uangnya untuk keperluan kamu, ibu kamu selama dirumah sakit."

"Makasih banyak bu, tapi nanti potong gaji saya aja yah bu."

"Uang itu bukan dari gaji kamu, jadi gausah kamu pikirkan. Pakailah uang itu untuk hal yang baik. Jaga ibu kamu yah, temani beliau. Nanti kamu ambil cuti saja sampai ibu kamu benar-benar sembuh."

"Ya Allah makasih, makasih bu. Iyah pasti saya jagain ibu saya. Terimakasih banyak Bu, maaf sudah merepotkan."

"Tidak sama sekali, lain kali kamu kabarin saya kalau ada apa-apa. Langsung aja bilang ke saya yah?"

"Iyah bu, terimakasih."

"Jaga kesehatan selama dirumah sakit, kalau butuh teman kabari saya."

"Terimakasih Bu."

"Sama-sama, ya sudah saya izin mau tidur duluan gapapa?"

"Ah, iya Bu gapapa maaf mengganggu waktu ibu, selamat malam, dan selamat atas pernikahan nya bu, semoga sakinah mawadah warahmah."

"Aamiin, terimakasih yah."

"Maaf bu saya gabisa datang."

"Iyah gapapa."

"Makasih yah Bu, assalamu'alaikum."

Setelah menjawab salam dari aisfa. Khaulah mendengar suara langkah kaki yang akan masuk ke dalam kamarnya. Khaulah tersadar kalau dirinya sedang tidak memakai kerudung dan niqobnya. Dengan gerakan cepat ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan berpura-pura tidur. Jantungnya berpacu lebih cepat. Fatih membuka pintu kamarnya dengan perlahan takut jika sang istri ke bangun. Saat sudah terbuka, ia melihat istrinya sudah tidur dengan selimut yang membungkus tubuh istrinya. Lantas Fatih memilih untuk pergi ke kamar mandi lebih dulu membersihkan kaki dan wajahnya. Seusai dari kamar mandi Fatih menaiki ranjangnya, lalu tersenyum saat melihat istrinya yang sedang tertidur. Dengan gerakan pelan Fatih hendak membuka selimut yang menutupi wajah istrinya agar tidak sesak napas. Namun selimut itu di tahan oleh khaulah dari dalam. Membuat Fatih heran.

"Khaulah..., kamu sudah tidur?" Tanyanya.

Khaulah panik ia harus bagaimana. "Kalau saya buka...., dia liat saya seperti ini gimana?" Tanyanya dalam hatinya.

"Kalau belum tidur, boleh buka selimut nya? Saya cuman takut kamu sesak napas, sayang.." ujarnya.

Dengan menghembuskan napas perlahan khaulah berkata. "Saya belum tidur kok, dan saya tidak merasa sesak napas." Bohongnya.

Fatih tersenyum. "Kenapa tidak di buka saja hm? Saya tidak akan minta sekarang, sayang.."

Khaulah menelan ludahnya kasar. "Gapapa pengen gini aja, dingin soalnya."

"Saya juga dingin, selimut nya di kamu semua."

"Sa-saya tidak pakai kerudung dan niqob, mas." Lirihnya hampir tidak terdengar namun dengan telinga tajamnya Fatih mendengar nya.

"Kamu tidak mau saya lihat? Tidak apa-apa, saya tidak memaksa mu."

"Saya takut kamu tidak suka." Jujurnya.

"Suka, semua yang ada di kamu saya suka." Jujur Fatih. Membuat pipi khaulah bersemu merah di dalam selimut. "Ayo buka saja, tidak perlu malu."

Khaulah mengatur jantungnya lebih dulu. Lalu dengan perlahan ia membuka selimutnya dengan mata terpejam. Fatih merasakan jantungnya berdetak kencang usai melihat wajah istrinya untuk pertama kali. Pasokan oksigen di sekitarnya menipis. Khaulah membuka matanya perlahan saat tak mendengar reaksi apapun dari suaminya. Saat matanya sudah terbuka ia melihat suaminya yang sedang nge freezer.

"Mas, saya jelek yah?" Tanyanya, lalu tangannya ia gunakan untuk menutupi wajahnya. Fatih mendekatkan dirinya pada khaulah. Lalu tangannya bergerak menurunkan tangan khaulah yang menutupi wajahnya.

"Hey, jangan nangis..." Fatih menangkup wajah istrinya sehingga mata keduanya bertemu. "Kamu cantik, cantik, cantik sekali. Saya tadi syok karena masih tidak percaya ternyata di kamar ini ada bidadari. Kamu bidadarinya, istri saya. Istri Al barra' Fatih Ahmed Zainuddin."

Pipi khaulah bertambah merah karena pujian dari suaminya. Dengan gerakan cepat khaulah memeluk suaminya untuk pertama kalinya.

"Ini kenapa merah hm? Kamu pakai.., apa itu namanya yang untuk di pipi." Tanyanya menunjuk pipi khaulah yang merah.

"Saya tidak pakai blush on." Khaulah menggeleng lucu.

"Jadi ini alami?"

Cup

Fatih mencium pipi istrinya yang merah. Membuat sang empu menahan napasnya.

1
Zenny_ Jason
wow, thor! Gak sabar nunggu karya selanjutnya!
Yu shang-manis: thank you 😍 @
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!