JANGAN DIBACA!!!!!!!!!!
LAGI TAHAP REVISI
Mira gadis cantik berusia 23th, bertemu dengan Adam, seorang pengusaha muda saat mereka sedang berada di Korea. Mira jatuh cinta pada pandangan pertama pada Adam.
Cinta Mira tidak bertepuk sebelah tangan, karena ternyata Adam yang sudah menutup hatinya selama 13th karena kehilangan cinta pertamanya, akhirnya jatuh cinta pada Mira. Tapi cinta mereka sulit untuk bersatu karena status Adam yang sudah menikah.
Adam menikah dengan perempuan bernama Kinan atas perjodohan orang tua mereka.
Akankah Adam dan Mira mampu memperjuangkan cinta mereka?
Akankah cinta Adam dan Mira bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NONTON BIOSKOP
kling
Terdengar bunyi wa masuk. Mira menghentikan pekerjaannya dan mengecek ponselnya.
~Apa besok kau sibuk? aku ingin mengajakmu nonton~ Marvin.
"sepertinya bukan ide yang buruk. Lagian aku butuh refresing saat ini, selain tubuhku yang lelah karena banyaknya pekerjaan, hatiku juga lelah," guman Mira.
~ Oke ~ Mira membalas pesan Marvin.
Tok tok tok
Ceklek.
Belum sempat Mira senyuruh masuk, sudah terdengar suara pintu dibuka.
"Kak Marvin!" ternyata orang itu adalah Marvin. Kalau mau kesini, untuk apa tadi mengirim pesan, pikir Mira.
"Apa kau sudah mau pulang?" tanya Marvin
"Bentar lagi, aku masih nunggu Pak Adam. Kamu tau kan kalau aku ini asisten sekaligus supirnya." Jawab Mira sambil berdiri membereskan berkas berkas dimejanya.
Marvin membantu Mira membereskan mejanya, tanpa sengaja tangan Mira memegang tangan Marvin karena mereka ingin mengambil berkas yang sama. Beberapa detik mereka saling menata.
"Maaf," Mira langsung menarik tangannya. Sementara Marvin hanya tersenyum.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka. Adam melihat dari kaca depan ruangan Mira. Mira memang jarang sekali menutup tirai diruangannya.
Tanpa sengaja Mira melihat Adam berdiri didepan ruangannya.
"Adam, sejak kapan dia ada disana?" batin Mira.
"Sepertinya aku harus segera pulang, Pak Adam sudah menunggu."
Mira dan Marvin keluar bersama, Marvin menundukkan kepala kepada Adam.
"Bisa kita pulang sekarang?" tanya Adam.
Mira hanya menjawab dengan anggukan kepala.
Didalam mobil Mobil Adam hanya diam saja. Bgitupun dengan Mira, mereka seperti 2 orang yang tidak saling kenal.
Keesokan harinya.
Ceklek, Kinan membuka pintu kamar Mira tanpa mengetok lebih dulu.
"Kinan." Ucap Mira saat melihat Kinan dari cermin didepannya.
"Udah cantik kok." Kinan menyilangkan tangannya didada melihat Mira sedang mengoleskan make up diwajahnya cantiknya.
"Apaan sih Kin."
"Kayaknya ada yang mau ngedate nih. Buruan siap siapnya, Kak Marvin udah nungguin tuh di depan."
"Masak sih? ini kan masih belum jam 7." Mira melihat jam dikamarnya, jam 18.30. Marvin bilang dia akan menjemput jam 7 malam.
"Kalau gak percaya liat aja didepan. Udah gak sabar kali dia mau ketemu kamu." Kinan tersenyum. "Emang Kalian mau kemana sih?" tanya Kinan ingin tau.
"Nonton." Jawab Mira singkat sambil merapikan lipstik di bibirnya. "Kamu gak keluar Kin, ini kan malam minggu?"
"Aku dirumah aja, kalau udah nikah mah lebih enak malam mingguan di kamar, lebih asyik." jawab Kinan sambil tersenyum senang.
Suasana hati Mira seketika menjadi buruk. Mendengarnya kata kata Kinan membuat dadanya terasa panas. Pikirannya melayang kemana mana, membayangkan apa yang dilakukan Kinan bersama Adam di kamar.
"Apaan sih gue, kenapa malah bayangin mereka berduaan di kamar." batin Mira.
"Kok malah bengong, buruan, Kak Marvin udah nungguin" Kinan membuyarkan lamunan Mira.
Mira mengambil tasnya yang tergeletak di ranjang lalu keluar kamar. Mira menemui om Gun yang sedang menonton tv di ruang keluarga.
"Mira keluar dulu ya Om," kata Mira.
"Mau kemana?"
"Nonton," jawab Mira.
"Pulangnya jangan Malem malem ya," pesan Gunawan.
"Baik Om."
"Cie cie.... ada yang balikan nih kayaknya," goda Kinan.
"Apaan sih Kin," sahut Mira.
Adam menatap Mira dengan tatapan tidak suka. Rasanya dia tidak rela melihat Mira pergi dengan Marvin. Tapi Adam tak bisa berbuat apa apa. Mira bukan miliknya, dia tak ada hak melarang Mira keluar dengan siapapun.
Marvin dan Mira pergi menonton bioskop. Marvin terlihat sangat bersemangat. Beda sekali dengan Mira. Entah kenapa Mira pikiran Mira menjadi kacau karena memikirkan arti tatapan Adam tadi.
"Kenapa dia seperti tidak suka melihat aku keluar dengan Kak Marvin? apa ini hanya perasaanku saja," batin Mira.
Saat mengambil pop corn ,tanpa sengaja Marvin menyentuh tangan Mira. Tiba tiba jantungnya berdetak sangat kencang. Padahal dulu saat mereka berpacaran, rasanya tidak seperti ini.
"Maaf," Ucapa Marvin.
Mira hanya menjawabnya dengan senyuman.
Selama di bioskop, Marvin terus terusan mencuri pandang ke arah Mira.
Definisi laki laki itu kalau ga cinta sama cewek ga bisa dipaksa untuk cinta melakukan hubungan sexxx tanpa cinta pun bisa.