NovelToon NovelToon
Hanya Ibu Untuk Anakmu, Mas!

Hanya Ibu Untuk Anakmu, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:20.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Alysia percaya pernikahannya adalah jawaban atas doa setelah bertahun-tahun hidup sendiri. Saat Demian datang melamarnya, dia mengira akhirnya menemukan laki-laki yang memilih dirinya, bukan karena belas kasih, bukan karena keadaan, melainkan karena cinta.

Namun kenyataan yang menunggunya jauh lebih menyakitkan. Demian adalah duda muda dengan seorang anak kecil yang kehilangan sosok ibu. Dan Alysia baru menyadari satu hal setelah resmi menjadi istrinya. Dia tidak pernah benar-benar hadir sebagai perempuan yang dicintai. Dia hanya dipilih karena dianggap paling tepat menjadi ibu bagi anak Demian. Arkhasa.

“Aku menikahimu supaya anakku punya ibu.”
Kalimat itu mengubah segalanya.
Untuk pertama kalinya, Alysia memilih berhenti menunggu dicintai. Dia memutuskan pergi, meski harus meninggalkan anak yang sudah dia sayangi seperti darah daging sendiri.

Namun saat Alysia benar-benar menjauh, Demian mulai menyadari sesuatu yang terlambat dia pahami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alysia 32

Ruangan mendadak sunyi. Bu Chintya yang tadinya berdiri tegak penuh wibawa, kini perlahan duduk di kursinya, matanya menyapu isi dokumen di tangannya. Semakin lama dia membaca, semakin tidak stabil napasnya. Itu adalah catatan transaksi gelap, bukti penggelapan pajak yang melibatkan perusahaan Kuncoro, dan rekaman percakapan yang membuktikan adanya paksaan dan sabotase proyek perusahaan Damian.

Hening yang menyelimuti ruang rapat itu begitu mencekam, seolah oksigen di ruangan itu mendadak tersedot keluar. Satu per satu anggota dewan direksi membalik halaman, raut wajah mereka berubah dari bingung menjadi terkejut, lalu berakhir dengan kemarahan yang tertahan.

Bu Chintya menjatuhkan map itu ke atas meja dengan tangan yang gemetar hebat. Dia mencoba mencari celah untuk membela diri, namun tatapan tajam dari para pemegang saham lainnya sudah mengarah padanya dengan penuh tuntutan.

"Damian, ini... ini fit-nah! Kamu merusak nama baik keluarga sendiri!" suara Bu Chintya yang biasanya lantang kini terdengar serak, sebuah pertahanan terakhir yang rapuh.

Damian berdiri perlahan. Dia tidak berteriak, namun suaranya mengisi setiap sudut ruangan dengan wibawa yang selama ini ia kubur dalam-dalam.

"Fit-nah? Atau fakta yang selama ini Ibu tutupi di balik topeng 'demi masa depan perusahaan'?" Damian menunjuk tumpukan dokumen di depan mereka semua.

"Setiap transfer, setiap tanda tangan, dan setiap instruksi untuk memanipulasi vendor ada di sana. Bahkan surat kuasa yang Ibu buat enam bulan lalu untuk mengalihkan aset perusahaan ke perusahaan cangkang Pak Kuncoro sudah saya lampirkan. Dan itu nilainya tidak main-main, Bu! Jika sampai itu terus berulang, mungkin dua atau tiga tahun lagi perusahaan Mahendra akan benar-benar bangkrut!"

"Apa ini yang ibu inginkan sebagai menantu di keluarga Mahendra? Apa ibu ingin menghancurkan perusahaan yang sudah di bangun susah payah oleh Kakek dan di kembangkan Ayah? Dengan bekerjasama bersama mereka?" Bu Chintya semakin membeku dengan ucapan Damian.

Pak Kuncoro mencoba berdiri, mencoba mengintimidasi dengan postur tubuhnya yang besar, namun Rian dengan sigap berdiri di sampingnya, memberikan isyarat bahwa keamanan sudah siap bertindak.

"Damian, dengarkan saya," ujar Pak Kuncoro dengan nada yang mencoba melunak, namun matanya yang liar mengkhianati ketakutannya.

"Kita bisa bicarakan ini secara kekeluargaan. Jangan bawa ini ke kepolisian. Nama baik perusahaan akan hancur! Apa kamu mau menghancurkan perusahaan Mahendra sekarang, Damian karena sikapmu yang seperti ini? Masalah ini bisa di bicarakan baik-baik! Kamu bisa tanyakan kepada kamu dengan cara yang baik bukan seperti ini?"

"Kalian yang menghancurkannya, bukan saya," potong Damian dingin.

"Saya hanya sedang melakukan pembersihan. Dan perlu diingat, Pak Kuncoro, ancaman penarikan modal Anda tadi? Saya persilakan. Saya sudah menyiapkan auditor independen untuk mengaudit seluruh kerja sama kita sejak awal. Jika Anda tarik sekarang, itu justru mempermudah kita melacak setiap sen uang yang kalian gelapkan."

Mendengar penuturan Damian yang bahkan terlihat tak takut lagi dengan ancaman dan juga inti-mi-dasi ibunya membuat Pak Kuncoro jatuh terduduk di kursinya. Begitupun dengan Bu Chintya yang tak mengira anaknya bisa berubah begitu cepat hanya karena kedatangannya ke rumah dan menca-ci Alysia membuat Damian berani melawannya. Berlian, yang dari tadi terdiam karena syok, tiba-tiba tertawa getir.

"Kamu pikir apa yang kamu lakukan ini sudah hebat, Damian? Kau selama ini terlalu bo-doh karena terlalu mencintai dan menurut kepada ibumu yang bahkan tak memiliki hati nurani sedikitpun. Justru itulah aku menginginkan kamu menikah denganku agar aku bisa melindungi kamu setelahnya!" Berlian berbicara seolah dia datang sebagai Dewi penyelamat bagi Damian.

Semua pasang mata Damian beralih ke Bu Chintya. Sang ibu terdiam, wajahnya pucat pasi, tidak mampu menyangkal pernyataan tersebut di hadapan para direksi. Keheningan itu adalah jawaban yang paling telak.

Damian menatap ibunya dengan rasa sakit yang mendalam, namun juga dengan ketegasan yang tak tergoyahkan. Namun dia juga tahu kalau Berlian sama saja dengan mereka sehingga tak membuatnya tersentuh.

"Ibu," panggil Damian lembut namun dingin.

"Dulu, saya menuruti semua kata Ibu karena saya menghormati Ibu sebagai orang tuaku satu-satunya. Tapi hari ini, saya bukan lagi anak kecil yang bisa Ibu setir untuk kepentingan orang lain. Jika Ibu merasa perusahaan ini tidak cukup aman di tangan saya, mungkin Ibu perlu mempertimbangkan untuk pensiun lebih awal dan menghadapi konsekuensi hukum bersama mereka."

"Aku kira ibu sebagai menantu di keluarga Mahendra adalah orang yang tulus untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di perusahaan ini demi anak dan cucu ibu! Tapi ternyata ibu malah memiliki niat jahat di belakangku! Ibu menginginkan kehan-curan perusahaan ini! Apa yang ada dalam pikiran ibu? Dan apa alasan ibu? Katakan?"

Mata Damian terus menatap mata yang ibu menunggu jawaban atas alasan ibunya melakukan semua keja-ha-tan ini. Dan beralih ke arah Pak Kuncoro. Keduanya diam membisu seolah takut membuka mulutnya.

"Apa karena ibu dan Pak Kuncoro memiliki hubungan lain tanpa sepengetahuan aku?" Tanya Damian.

Bu Chintya tersentak, wajahnya yang tadi pucat kini berubah menjadi merah padam karena malu sekaligus murka. Namun, di balik kemarahannya, ada kilatan kepanikan yang tidak bisa dia sembunyikan. Pak Kuncoro, yang tadi berusaha terlihat tangguh, kini menundukkan kepala dalam-dalam, jemarinya bertautan erat, tanda kegugupan yang luar biasa.

"Ibu diam?" Damian mendesak, suaranya kini lebih berat, menekan saraf-saraf pertahanan Bu Chintya.

"Atau memang ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar uang? Apakah ini tentang balas dendam masa lalu, atau tentang ambisi yang melampaui logika keluarga kita?"

"Kamu pikir kamu tahu segalanya, Damian?" desis Bu Chintya dengan suara bergetar.

"Kamu pikir kamu sudah menjadi pahlawan dengan menghancurkan kami? Kamu tidak tahu betapa sulitnya menjaga posisi keluarga ini tetap di atas setelah Ayahmu meninggal! Kamu hanya tahu menerima hasil, kamu tidak pernah tahu harga yang harus dibayar untuk mempertahankan kekuasaan!"

"Dengan menghalalkan segala cara, termasuk mengkhianati perusahaan sendiri?" potong Damian cepat.

"Itu bukan mempertahankan kekuasaan, Bu. Itu namanya kerakusan."

Pak Kuncoro akhirnya angkat bicara, suaranya parau namun mencoba menyangkal.

"Damian, jangan asal menuduh! Hubungan kami... kami hanya rekan bisnis. Tidak ada yang lebih dari itu."

Damian tertawa getir, sebuah tawa yang terdengar sangat asing bagi mereka semua.

"Rekan bisnis? Rekan bisnis tidak akan menyembunyikan surat kuasa pengalihan aset secara ilegal. Rekan bisnis tidak akan bersekongkol menjatuhkan saham perusahaan saat ada tender besar. Kalian pasangan yang sangat cocok dan serasi!"

Damian kembali menoleh ke arah anggota dewan direksi lainnya.

"Bapak dan Ibu sekalian, saya rasa bukti ini sudah cukup. Saya tidak butuh jawaban mereka lagi. Tujuan saya memanggil kalian ke sini bukan untuk mendengar pengakuan, tapi untuk memastikan bahwa hari ini adalah hari terakhir mereka memiliki akses ke aset perusahaan Mahendra."

1
Inarrr Ulfah
apapun lasan nya ttp aja,,jgn mau alysia Balik lagi sama Damian
maya ayu
aku terharuuuuuuuuuu😭😭😭😭😭😭
Ambu Rinddiany Thea
gandeng alisya ah , 6 tahun 6 tahun nya 6 tahunnn 🤧🤧
Red Blossom
Alysia beri Damian kesempatan
N. Siti 12mplb_ukk
lanjut 💪
Yam_zhie: maksih kak 😘
total 1 replies
Oma Gavin
jgn emosi alysia baca semua dan dengarkan keterangan damian setelah nya keputusan ditangan mu mau cerai atau lanjutin damian sudah pasrah
Yam_zhie: iya betul. moga Alysia menerima Damian ya🙈
total 1 replies
nely_48
ak kurang percaya pd mu dam, km msh bs bohong az
nely_48
mampus kalian ber 3 akan membusuk d hotel predeo
Oma Gavin
saatnya kebenaran terungkap jgn potong penjelasan damian setelah nya silahkan ambil sikap tetap lanjut rumah tangga kalian atau pisah keputusan ada di kamu
Ambu Rinddiany Thea
jagnkan alisya yg salah paham , para netijen pun udh salah paham 🤭
Ambu Rinddiany Thea: /Facepalm/
total 2 replies
Oma Gavin
penasaran dgn masa lalu damian dgn istrinya dulu
Yam_zhie: kita bongkar kak 💃💃💃
total 1 replies
Ma Em
Akhirnya Damian sadar juga setelah Alysia melawan Damian dan terbongkar semua kejahatan Bu Chintia , pak Kuncoro juga Berlian , jebloskan mereka kepenjara dgn waktu yg lama
Oma Gavin
good job Damian meskipun terlambat minimal kamu sudah sadar diperalat
Ambu Rinddiany Thea
baguuus dam aku suka kinerja mu , jgn sampe kaya suami2 yg sebelah pada durjana kabeh 🤭🤣🤣
maya ayu
aseeeekkk... tinggal nunggu kebahagiaan datang kepada mereka
nely_48
Good job dan, penjarain smua org berhati iblis itu,, sita semua aset n uang yg mrk curi
nely_48
wah Damian kau berhasil membuka tabir kebusukan pasangan gila harta
Ambu Rinddiany Thea
nah gt ath dam
Nuel aritra
mantaf
Muft Smoker
bu chintya perlu oksigen tambahan😏😏😏😏😏 ,,
mau yg alami atau buatan ,,
sebelum jantung anda kehilangan pasokan oksigen Selama rapat ,,
😏😏😏😏😏 ,,
kejahatan Dan kecurangan anda cukup di enam tahun aj bu ,, udh terlalu kenyang ,,
gx baik klo sampe kkenyangan bisa jdi penyakit ,,
penyakit serakah 😏😏😏😏😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!