Banyu dan Alia sudah lama menjalin kasih, sejak mereka masih dibangku SMU sampai mereka sudah sama - sama bekerja. Banyak mimpi dan harapan yang ingin mereka wujudkan tapi semua itu terhalang oleh restu orang tua.
Banyu biru Aji berasal dari keluarga biasa saja pemilik restoran kecil yang sudah turun temurun warisan dari kakek dan nenek banyu, sementara keluarga alia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Diam diam orang tua aliya tidak menyetujui hubungan mereka bahkan mereka sudah menyiapkan jodoh dan rencana untuk memisahkan aliya dan juga banyu.
Akankan cinta mereka bisa berlanjut atau akan menyerah dan kalah????
" Hai.....aku come back setelah lama tidak menulis.... semoga karyaku ini bisa dibaca dan diterima banyak pembaca"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bondan wardoyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25 Sarapan pertama dirumah
Pagi-pagi sekali Jenar sudah bangun, setelah subuh dia segera pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pertama untuk Banyu. Terlihat Banyu masih tertidur lelap di sofa diruang tenga. Jenar berusaha tidak membuat suara karena takut membangunkan Banyu yang terlihat masih terlelap.
Bekal dari belanja semalam, Jenar memasak nasi, dadar telur dan mie goreng dengan sayuran dan juga ayam. Ditengah Jenar memasak Banyu terbangun karena bunyi alaram di ponselnya, dia membuka matanya dan melihat Jenar yang sedang sibuk memasak didapur. Banyu bersiap subuh dan setelahnya langsung mandi.
Ketika Banyu keluar dari kamar yang sudah terlihat rapi dengan baju kerjanya. Terlihat dimeja sudah tersedia roti tawar panggang dan juga teh hangat. Disaja juga sudah tersedua buter dan juga selai coklat dan juga kacang. Jenar mempersilahkan suaminya dr.Banyu untuk sarapan sementara dia sambil menyiapkan masakannya dimeja.
"Mas silahkan teh nya di minum ada roti juga bisa pake selai yang ada di meja."
"Iya....."
Jenar menghidangkan nasi, juga telur dadar dan mei goreng yang baru saja dia masak. Terlihat enak san menarik walau cuma masakan sederhana.
"Kamu bangun jam berapa?, sepagi ini sudah masak sebanyak ini."
"Biasa subuh Mas, sekalian makan saya ambilkan nasi."
"Biar saya ambil sendiri saja."
"Hari ini saya ijin mau ke rumah Eyang ada barang yang mau diambil dan mau ambil mobil."
"Sekalian saya antar."
"Gak usah, Mas saya belum mandi takut nanti Mas telat, saya naik taxi online saja."
"Ya sudah kalau begitu, ini ada sedikit uang untuk keperluan kamu dan rumah, besok saya transfer kalau sudah gajian sisanya."
"Mas, kamu kan lagi perlu uang cukup banyak untuk kuliah ini saya sudah cukup sisanya Mas pegang saja."
"Jenar saya tau kamu pasti punya banyak uang sendiri, tapi sudah kewajiban saya memberikan kamu nafkah."
"Iya saya mengerti Mas, tapi sekarang Mas kan baru banyak kebutuhan sisanya biar saya tambahin."
Banyu sedikit heran pada Jenar, kuk bisa ya dia begitu padahal selama ini dia hidup sangat berkecukupan, tapi mungkin hal yang sama akan Aliya lakukan jika dia menikah dengan Aliya. Aliya lagi yang ada dipikiranya. Sampai Banyu tidak mendengar jika ponselnya berdering. Dan Jenar memanggilnya, baru dia tersadar.
Ternyata telepon dari Ibu, menanyakan kapan pulang dari lombok, padahal mereka sudah pulang dari kemaren. Karena cukup sibuk Banyu lupa memberi kabar. Ibu terkejut mendengar Banyu sudah pulang dan meminta nanti malam untuk makan dirumah, dan membawa Jenar.
Banyu memberitahu Jenar jika, Ibu meminta mereka makan malam dirumah. Jenar tidak keberatan dan mengatakan sebaiknya nanti mereka bertemu di rumah sana saja tidak perlu menjemputnya di Toko. Biar Jenar bisa datang lebih dulu. Banyu setuju dengan ide Jenar.
Setelah selesai Banyu langsung berangkat ke Rumah Sakit. Dan Jenar segera bersiap setelah membereskan meja makan. Batinya begini kah rasanya menjadi seorang istri bangun pagi, masak, membersihkan rumah sepertinya dia akan menyukai perkerjaan baru nya ini. Walau suaminya belum sepenuhnya menerimanya.
Tiba di Rumah Sakit Banyu disambut rekan-rekanya dengan ucapan selamat. Malah ada yang memberinya karang bunga sebagai ucapan selamat. Banyu mengucapkan terima kasih dan meminta maaf karena tidak bisa mengundang semua rekanya karena terbatasnya undangan.
Begitu juga dengan Jenar yang tiba di toko kue, semua karyawanya mengucapkan selamat. Jenar merasa tidak enak karena tidak ada yang diundang dalam pernikahannya, dan juga mengucapkan terima kasih untuk semuanya yang sudah mendoakan. Jenar buru-buru masuk ke dapur karena dia sudah kangen sekali dengan dapurnya yang dia tinggalkan selama beberapa hari. Melihat semua aman dan berjalan lancar Jenar merasa lega.
Jenar hari ini ingin membuat kue special untuk dibawa kerumah mertuanya untuk pertama kali. Sambil bertanya pada salah satu karyawanya sebaiknya dia bikin apa untuk dibawa nanti sore. Tapi sebelum itu dia sudah terpikirkan untuk mengirim makan siang untuk Banyu, kira-kira masakan apa yang enak untuk makan siang tapi apa sebaiknya dia bertanya pada Banyu dulu atau langsung saja mengirimkannya.
Akhirnya Jenar memutuskan untuk memasak ayam goreng dan juga capcay. Dan untuk sorenya dia memikirkan untuk menbuat cake banana keju, ya itu saja menu simple dan sepertinya enak. Dan sebelum siang masakan Jenar sudah selesai dia menatanya di kotak bekal yang dia tata dengan cantik tak lupa menyertakan buah dan juga jus untuk Banyu. Tak ketinggalan kue-kue untuk temen Banyu untuk dimakan bersama-sama.
Jenar mengirim pesan kepada Banyu jika dia mengirimkan makan siang dan juga kue untuk teman-temannya. Tapi karena hari ini Banyu cukup sibuk dia tidak sempat membuka ponsel dan akhirnya pesan dari Jenar tidak terbaca. Setelah selesai memeriksa pasien ada satpam yang mengantar paket dari kurir yang ditujukan untuk dokter Banyu.
Banyu meminta satpam meletakan saja di pantri tempat biasanya mereka menaruh makanan. Dan karena sibuk dengan pasien-pasienya Banyu lupa dengan paket makanan yang dikirim Jenar. Jenar juga penasaran kenapa sampai hampir sore Banyu belum membaca pesanya. Apa hari ini dia sangat sibuk sampai dia tidak sempat membuka Hp dan membaca pesanya.
Sesuai kesepakatan tadi Jenar pergi terlebih dahulu ke rumah orang tua Banyu, disana sudah ada Gita yang menyambut kakak iparnya dengan senyum lebar dan sangat ramah begitu juga dengan kedua orang tua Banyu. Jenar juga membawa kue yang dia buat dan beberapa buah yang dia beli sebelum berangkat tadi. Gita segera mengoda kakak ipar nya itu menayakan bagaimana rasanya menjadi pengantin baru. Jenar jadi salah tingkah mau menjawab apa karena belum terjadi apa-apa antara dia dan Banyu.
Mereka berempat lalu mengobrol di meja makan sekaligus menikmati kue yang dibawa Jenar. Sambil menunggu Banyu pulang. Banyu sore ini juga ada kelas di kampus jadi dia tidak langsung pulang. Setelah dari kampus Banyu baru pulang kerumah orang tuanya. Dan Banyu tampaknya lupa dengan sesuatu ya, paket yang dia terima siang tadi. Dan paket itu masih utuh belum tersentuh sama sekali masih ada dipantri. Dan Banyu juga belum membuka pesan dari Jenar sehingga dia tidak tau jika Jenar tadi mengirimkan makan siang untuk dirinya.
Sampai dirumah, semua orang sudah menunggu Banyu di meja makan. Makanan juga sudah tersaji dan mereka segera makan malam bersama. Banyu makan dengan lahap karena dia tidak sempat makan siang tadi. Jenar heran kenapa Banyu tidak makan bekal makan siang yang tadi dia kirim, tapi karena tidak enak Jenar diam saja dan akan bertanya pada Banyu nanti saja dirumah.
Bersambung dulu ya episode ini, jangan lupa tinggalkan like dan komen dihalaman ini, supaya aku semangat update setiap hari. Terima kasih semua.