NovelToon NovelToon
Jangan Pergi Dariku

Jangan Pergi Dariku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / CEO
Popularitas:167
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍

Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 PERNIKAHAN?

"Rajab! ". Luna yang masih melangkah mendekat pada rajab. Rajab yang sedang duduk santai langsung bangkit berdiri menoleh pada Luna saat di panggil namanya.

    Sampai di hadapan Rajab. Luna mempersilahkan duduk terlebih dahulu untuk Pria gagah itu sembari tersenyum pada dia. Luna pun duduk di depannya satu kaki kiri di atas paha kaki kanan (melipat).

"Ada apa? ". Tanya Luna ekpresi tenang dengan nada lembut

" Aku kesini ada hal yang kita harus di bicara kan! ". Jawabnya lantang

" apa itu? ". Merasa penasaran apa yang akan di ucapkan

" Soal Hubungan kita selanjutnya. Oma maunya Menikah langsung sehari sebelum tunangan terjadi ". Ujar Rajab langsung ke inti pembicaraan

    Luna menghela nafas pendek, berfikir sejenak___lalu berkata, ___

"Mengapa ingin cepat kita berdua menikah? bukan nya waktu itu ingin nya pertunangan! kenapa sekarang ingin langsung menikah? ".Bertanya - tanya dalam benak Luna yang bingung pada pria di depannya.

" Sebenarnya saya tidak keberatan dari permintaan Oma, tapi kalau kamu merasa keberatan. Saya akan membicarakan nya langsung pada Oma. keputusan ada di tangan kamu". Ucap Rajab lantang

"Baik! Tapi kasih saya waktu untuk ambil keputusan saya. selama satu hari ini. besok saya akan bicara lagi dengan mu. Boleh? ". Minta Luna pada Rajab.

" Iya! silahkan! saya akan menunggu jawaban, kamu! kalau gitu saya harus ke kantor ". Rajab bangkit

" iya". Begitu juga Luna ikut berdiri. Rajab pamit melangkah pergi. Luna melihat tubuh punggung Rajab hanya berdiri terdiam memandangi dia pergi.

****

****

****

Bruk**

"haduh... ". Kasih tidak sengaja menubruk seorang wanita sexy yang dari tadi hanya fokus main ponsel sambil berjalan tidak melihat ke depan tidak lain adalah Elisa yang ia menabrak.

Elisa berbalik melihat wajah orang yang menabraknya " Kasih! ngapain kamu ada di sini? ". tanya Elisa sedikit terkejut

" memang nya kenapa? tidak boleh? Aku juga ingin makan! ". jawabnya sentil dengan ekpresi angkuh

   Kini dua wanita antagonis saling bertatapan mata tajam satu salam lain. Melihat berpakaian gaun dua wanita itu cukup sexy dengan rambut mulus terurai se punggung kebawah. Beberapa orang yang lewat hanya melihat dengan bingung. Mereka keluar masuk dari restoran makan.

"mana cowok yang kau sombong kan itu! haah!? ". Nyentil Elisa ekpresi wajah Angkuh

    Senyum angkuh di bibir kirinya naik ke atas dengan sombong.

" Maksudnya. Tony Award? Dia ada! kenapa!? haaah?". Jawabnya dengan mulut sedikit terbuka ekpresi wajah angkuh.

"Ohhh!! aku pikir sudah selesai!! hmm! ". Ucap Elisa sembari melangkah jalan pergi meninggalkan Kasih begitu saja sambil mengejek

   Raut wajah Kasih berubah menjadi cemberut, bete di sentil oleh Elisa.

" Arrrggghhh!! kenapa sekarang banyak bertemu dengan cewek rese eee!!!! SIAL!! ". Serentak kesel Kasih melangkah pergi dari restoran makan. yang tadinya ingin makan tidak jadi untuk masuk ke restoran makan gara-gara bertemu dengan wanita rese yaitu Elisa.

****

" Luna, sebaiknya kamu carikan seseorang yang bisa menjaga kamu, atau ayah akan mencari seseorang. setidaknya kamu aman. ayah masih khawatir akan terjadi terulang lagi. kamu butuh di jaga seorang asisten atau Boydigat. ke mana pun kamu pergi mereka akan mengawasi kamu". Ujar Johan pada sang anak perempuan duduk di hadapan nya.

 Mereka berdua di dalam ruang Kantor duduk bersama berhadapan. ruangan kantor itu di milik oleh Johan yang saat ini lagi bicara pada anak perempuan satu-satunya yaitu Luna.

"Iya ayah! aku akan mencari nya. tapi sebenarnya semua akan baik - baik saja". Luna berkata pada sang ayah.

" Mungkin! tapi belum tentu akan baik-baik saja, sewaktu-waktu pasti terjadi lagi. tapi semoga tidak terjadi. ini hanya jaga-jaga saja! ". Ujar Johan merasa tidak tenang masih keadaan khawatir terhadap anak perempuan di depan nya.

" ok! demi ke baikkan dan juga demi ayah tenang. aku turuti. aku akan mencari nya. kebetulan dia bisa menjaga aku. tapi aku harus tanyakan dulu pada dia. mau apa tidak! takut nya dia anak berasal berada. aku baru mengenal sehari. dia sudah menolong aku dan menyelamatkan ku dari penculikan itu! ". Ujar Luna

" Ayah tidak pernah tahu soal itu! ya sudah... cepat tanya kan pada dia! semoga dia benar-benar orang yang baik bisa menjaga kamu dengan baik! ". Ucap Johan merasa sedikit lebih lega.

" Baik! kalau gitu aku kembali berkerja lagi ayah". Ucap Luna bangkit

"iya! ". jawabnya mempersilahkan untuk pergi

   Luna melangkah pergi meninggalkan ayah dan ruang kantor. Di luar depan pintu ruang kantor ayahnya. Luna melangkah jalan sambil main ponsel untuk menghubungi Vendra ingin menayangkan soal tentang diri dia. Saat tekan tombol menghubungi mengangkat menempelkan di telinga kanan nya sembari melangkah jalan.

"Haloo.Vendra bisa kita bertemu nanti sore, saya ingin bicara sama kamu". Permintaan Luna pada Vendra di dalam ponsel nya.

" ok! jam berapa? ". Tanya nya

" Nanti saya. kasih tahu nanti setelah selesai berkerjaan di kantor ".

" baik! ". Jawabnya singkat.

    Luna pun mati kan ponsel sembari melangkah jalan masuk ke ruang kantor nya. Di dalam ruang kantor, dirinya melangkah mendekat ke meja kerja. Lalu duduk di kursi depan meja kerja, meletakkan ponsel di samping atas meja.

   Langit di atas awan yang cerah berubah berwarna jingga, sudah waktu sore___.Tampaknya Luna membereskan meja kerja waktu nya untuk pulang ke rumah. setelah selesai membereskan meja. dirinya melangkah jalan membuka pintu keluar dari ruang kantor lalu tutup kembali pintu nya.

   Luna berjalan di lorong kantor sambil menghubungi Vendra mengangkat ponsel di tempel di telinga kanan nya.

"Hallo, kita ketemuan di Cafe, saya screenshot tempat nya.". Ucap Luna

" ok! ". jawab nya singkat.

    Luna pun matikan ponsel melangkah jalan di lorong lobby. Kemudian ia sampai di parkiran mobilnya melangkah buka pintu mobil, masuk ke dalam mobil, tidak lama mobilnya berjalan pergi meninggalkan parkiran dan gedung kantor nya.

   Sesampainya depan cafe terlihat mobil Luna sudah terparkir, tidak lama Luna keluar dari dalam mobil tidak lupa menutup pintu mobilnya. Ia melangkah jalan depan pintu memasuki cafe berjalan masuk sambil melihat sekeliling mencari tempat duduk yang kosong.

   Luna mendapatkan tempat duduk yang kosong, kini dirinya duduk di kursi depan meja. Tidak lama tampaknya Vendra sudah masuk ke dalam cafe mencari keberadaan Luna sekitar sudut Cafe dengan mengenakan pakaian jaket hitam kulit nya. Saat melihat ke kanan ia melihat Luna sendirian di sana. Vendra melangkah menghampiri dia.

   Vendra melangkah mendekat dan___

"Hei! ". Sapa Vendra senyum manis pada Luna. Luna menoleh kedepan melihat Vendra lalu tersenyum manis.

" Hei! ayo duduk! ". Ucap Luna mempersilahkan Vendra duduk di depan nya.

   Vendra duduk di kursi depan meja di hadapan Luna.

" Kamu mau makan apa? ". Ucap Luna menawarkan makan pada Vendra.

" Apa saja. ikut saja". Jawabnya melihat Luna senyum.

   Luna menganggukkan kepala ringan. "MBAK!! ". Panggil Luna pada seorang pelayan Cafe. seorang pelayan perempuan datang menghampiri Luna dan Vendra.

" Iya mau makan apa? ". tanya seorang pelayan pada Luna

"mau sebageti dua, minuman nya. Jus apel dua! iya. ". Minta Luna pada pelayan.

" baik di tunggu ". Jawabnya melangkah pergi

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!