NovelToon NovelToon
TAKDIR CINTA VICTOR

TAKDIR CINTA VICTOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Trauma masa lalu / Percintaan Konglomerat / Romansa / Playboy
Popularitas:257
Nilai: 5
Nama Author: CutyprincesSs

Kepercayaan Aleesya terhadap orang yang paling ia andalkan hancur begitu saja, membuatnya nyaris kehilangan arah.

Namun saat air matanya jatuh di tempat yang gelap, Victor datang diam-diam... menjadi pelindung, meskipun hal itu tak pernah ia rencanakan. Dalam pikiran Victor, ia tak tahu kapan hatinya mulai berpihak. Yang ia tahu, Aleesya tak seharusnya menangis sendirian.

Di saat masa lalu kelam mulai terbongkar, bersamaan dengan bahaya yang kembali mengintai, mampukah cinta mereka menjadi perisai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CutyprincesSs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Lampu masih padam saat para tamu mulai berbisik membicarakan pasangan pengantin baru itu. Kemudian video amatir yang menyebar di platform bisnis terputar kembali di layar dengan suara yang keras. Di ambang pintu, senyum tipis Aleesya terlihat. Wanita itu bahkan tak sadar jika Victor sudah memeluk bahunya untuk memberi kekuatan.

"Jadi video itu benar? Astaga rendah sekali wanita itu!" bisik seorang wanita paruh baya menutupi wajahnya dengan kipas tangan. Wanita muda seusia Aleesya juga ada disana. Mereka menjerit kecil dengan nada kesal, "Ternyata benar! Aish pak Maxime itu buta atau gimana sih? Jelas-jelas masih cantik nona Aleesya. Rupanya dia tukang selingkuh!"

Orangtua Maxime maupun Vira menunduk malu. Mereka tak menyangka di hari sakral seperti ini harus menanggung malu. "Sayang, ini pasti ulah Tuan Nathan." ucap istri Maxwell, Sabrina. Rautnya panik, kesal, dan wajahnya tampak merah menahan emosi. Maxwell sebagian ayah Maxime memijat tengkuknya dan duduk di salah satu kursi, sementara orangtua Vira masih syok dengan video yang masih terputar. Mereka tak tahu bahwa Vira adalah perebut lelaki orang.

Ruangan mendadak gaduh, raut Maxime dan Vira memucat. Bahkan Maxime sudah mengepalkan tangannya, ia masih belum tahu siapa yang melakukan ini padanya. Ketegangan berlanjut ketika suara mobil masuk ke dalam gedung. Terlihat Aleesya dan Victor duduk di bangku depan. Mereka keluar bersama diikuti Farel, Noah dan yang lain. "Congratulation Maxime dan Vira! Happy wedding!" teriak Aleesya tersenyum lebar, berjalan sambil mengangkat gaunnya mendekati Vira dan Maxime. Para tamu di buat terkejut, suasana menjadi hening bersamaan mesin mobil yang dimatikan.

"Mengapa hanya diam? Victor... beri selamat. Farel, Billy, Mila, Keisha, Noah... mari berpesta, haha." lanjutnya tertawa menyebut nama teman-temannya. Wanita itu sedikit mundur memberi tempat pada mereka. Maxime terkejut melihat Billy... ternyata ia adalah pemilik hotel yang sekarang menjadi tempat pernikahannya.

"A-Aleesya?" kaki Vira sedikit lemas, ia menatap Aleesya dengn mata sedikit bergetar, tak menyangka mantan kekasih Maxime sedang berdiri di hadapannya sekarang. Aleesya memasang raut tenang, senyumnya bahkan sejak tadi tidak luntur. "Ya Vira? Mengapa terkejut seperti itu? Jangan terlalu kaget atau anak dalam perutmu akan mengalami bahaya." balasnya berbisik mengelus perut rata Vira.

"Aw... iew... tapi lihatlah... kau terlihat berantakan dan sangat kotor, sebaiknya bersihkan dirimu." Aleesya mundur selangkah, memperhatikan Vira yang rautnya terlihat merah padam menahan malu. Maxime masih diam akibat terlalu terkejut, sementara Victor sudah pasang badan jika Vira maupun Maxime akan menyerang Aleesya.

Noah yang melihat itu mengepalkan tangan, Mila memanfaatkan situasi itu dengan berbisik di samping telinganya. "Yakin tidak ingin bekerjasama denganku? aku masih membuka kesempatan itu untukmu, Noah." ucapnya dengan kekehan di akhir, Noah hanya melirik tajam tanpa menjawab.

Aleesya mengeluarkan sapu tangan dari dalam tasnya lalu membersihkan wajah Vira. Jujur Maxime yang berdiri di samping Vira merasa harga dirinya di injak melihat istrinya di perlakuan seperti ini, tapi saat melihat Aleesya... ia pun tak bisa berbuat apa-apa. Maxime hanya menunduk menahan luapan emosinya.

"Cukup! Aku tidak mengundangmu untuk datang ke pestaku, Sya!" mata Vira mendelik, ia bahkan mencondongkan badannya, emosinya sudah meledak. "Oh ya? Lalu saat Tony memberiku surat undangan atas namaku, apa itu artinya bukan untukku? Hanya satu Aleesya yang bekerja di Lenz Property, dan itu adalah aku, Vira Adeline." Aleesya menjawab dengn santai, Vira menoleh menatap Maxime seolah meminta penjelasan.

"Aku kemari untuk memenuhi undanganmu,-" Vira mendorong bahu Aleesya, lalu dengan segera Victor berdiri di belakang untuk menahannya. Tatapannya mengeras, ia ingin buka suara, namun Aleesya menahannya. "Lalu kau menghinaku seperti ini?!" Victor tak bisa lagi, ia membawa Aleesya ke belakang badannya. Rahangnya mengeras, "Itu harga yang pantas untuk wanita penggoda sepertimu, Nona!" Maxime melakukan hal yang sama setelah sedari tadi hanya diam, ia menegakkan kepalanya.

"Vira tak pernah menggodaku! Aku yang pertama kali menggodanya!" tatapan tak percaya mengarah ke Maxime. Atmosfer menjadi panas, Aleesya ikut terkejut dan terdiam sesaat. Namun terlihat wajahnya sudah tak mampu bersabar lagi hingga bahunya bergetar. Sebisa mungkin ia menahan tangisnya. Teman-temannya bahkan saling pandang tak percaya dengan ucapan Maxime barusan.

"Bagus! Bagus sekali Maxime... akhirnya kau membuka bangkai mu sendiri! Orang ketiga tidak akan pernah masuk selama tuan rumah tidak membukakan pintu, Maxime. Aku berterima kasih karena Tuhan telah menunjukkan bagaimana perbuatanmu di belakangku, bahkan kau sampai menghamilinya." pipi Aleesya akhirnya basah, air matanya keluar tanpa permisi. Isaknya mulai terdengar, matanya menyorotkan kekecewaan. "Dan kau Vira..." tunjuk Aleesya, Vira kehabisan kata-kata. "Aku berdoa semoga kelak jika anakmu dewasa, dia tidak akan mewarisi sifat ayah dan ibunya! Kau membuat kesalahan besar dan karma menyakitkan akan menanti kalian.. Maxime... Vira...!" Aleesya sudah tak mampu berkata-kata, Victor segera merengkuhnya membuat wanita itu semakin meraung.

"Sudah, Sya! Lupakan dia... ayo pulang!" Victor memeluk bahu Aleesya lalu menatap Billy. "Bill, segera bersihkan hotelmu jika acara sudah selesai. Cat ulang, renovasi kembali. Semua akan ku tanggung. Aku tak rela tempatmu tertular penyakit perebut pasangan orang." Victor juga menatap Maxime dan Vira, Aleesya masih menangis. "Dan mobil itu untuk kalian. Aleesya sakit hati pun masih berbaik hati untuk memenuhi undangan kalian, bahkan memberi hadiah."

"Cut!!" Keisha menutup kameranya. "Nanti akan ku kirimkan paket videonya untuk kalian, ya! Fufu aku terhibur dengan pesta ini. Ternyata seleramu lebih rendah daripada Aleesya, ck, oke sampai jumpa!" imbuhnya berjalan menyusul Aleesya dan Victor. "Harusnya kau tetap setia pada wanitamu! Aleesya sudah setia menemaniku, tapi kau justru menukar berlian dengan emas berkarat." Mila menggelengkan kepala, menggandeng tangan Keisha.

"Terima kasih untuk makanannya, Bro! Ku harap ucapan Aleesya menjadi kenyataan." Farel mengangkat kedua alisnya seolah mengejek Maxime, sementara Billy menggelengkan kepalanya, menatap kasihan dengan Noah yang juga menatap tajam. Mereka akhirnya berlalu keluar dari ballroom hotel.

Dalam hati... Maxime merasa sangat bersalah dengan Aleesya. Dirinya hanya bisa menjalani apa yang telah diperbuatnya. Sedangkan perlahan satu persatu tamu pergi karena merasa tidak nyaman dengan atmosfer disana dan merasa jijik karena datang ke pesta pernikahan wanita pelakor dan pria hobi selingkuh.

Maxime menatap pintu ballroom yang sudah tertutup rapat setelah kepergian Aleesya dan teman-temannya. Suara musik pernikahan masih terdengar, tapi rasanya semua harmoni itu berubah menjadi gema kosong yang menusuk telinga. Vira meremas rok gaunnya sambil menahan isak, bukan karena menyesal, tapi karena malu disaksikan semua orang.

Para tamu terakhir mulai berbisik sambil berjalan keluar. Mereka menoleh ke belakang seakan menyaksikan reruntuhan pesta yang tadinya megah. Lampu perlahan dinyalakan kembali, tapi tak mampu menerangi atmosfer suram yang menggantung.

Maxime menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, bahunya jatuh, napasnya berat. Untuk pertama kalinya sejak keputusan bodohnya, ia benar-benar merasakan luasnya luka yang ia ciptakan sendiri.

“Ini semua… gara-gara kalian berdua,” gumam seorang paman dari pihak keluarga Vira, sebelum ikut pergi tanpa menoleh.

Ruangan akhirnya kosong dan sunyi.

Hanya tersisa dua orang: Maxime dan Vira.

Dua hati yang saling mencelakai, berdiri di tengah dekorasi yang tak lagi tampak indah.

Dan di luar sana, mobil Victor melaju pergi… membawa Aleesya yang pecah berderai, tapi sekaligus membuka jalan menuju hidup baru yang jauh lebih layak untuknya.

Hari itu, bukan cuma pesta pernikahan yang berakhir. Tapi juga harga diri, reputasi, dan sisa-sisa kebenaran yang selama ini coba mereka sembunyikan.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!