PROLOG
Seorang gadis yang hidup didesa dengan kedua orang tuanya, menjalani kehidupan yang sangat sederhana, namun penuh dengan kasih sayang.
Meski hidup dengan kekurangan, namun mereka tak pernah mengeluh dan berputus asa.
Hingga pada akhirnya gadis itu bertemu dengan jodohnya dan mengubah kehidupannya dan ke dua orang tua nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisa sary katriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Pukul 7 pagi rendra sudah bersiap untuk pergi ke kantor... Saat dia hendak melangkah keluar kamar, tiba\-tiba handphone nya berbunyi, segera rendra mengambil handphone di saku nya dan mengangkat nya.
Ternyata sherly yang menelvon.
"Hallo beb..."
kata rendra sambil terus berjalan menuruni tangga menuju ruang makan.
"Hai sayang... jadi kan nanti kita ketemu...udah kangen berat nih" kata sherly dari ujung telvon dengan suara manja nya.
"Oh...iyaa beb, aku hampir lupa...
oke nanti aku usahain buat ketemu" kata rendra.
"Kok di usahain sih, ya harus dong sayang, kan kemarin udah janji" kata sherly.
"Oke\-oke... nanti aku kabarin kamu, ya udah ya beb, aku mau sarapan dulu, udah kesiangan nih berangkat ke kantor". Kata rendra yang telah sampai di ruang makan.
"Oke sayang... love you" kata sherly.
Rendra langsung mematikan telvon nya tanpa jawaban apa-apa lagi.
Entah kenapa Rendra sedikit malas ketemu pacar nya. Perasaannya tidak seperti dulu kepada sherly. Rasa cinta dan sayangnya mulai menghilang. Karna makin kesini sifat buruk Sherly kelihatan. Sifat manja, egois, materialistis dan apa yang dia mau harus dituruti. Rendra tidak menyukai sifat seseorang yang seperti itu.
Entah sampai kapan Rendra akan bertahan dengan hubungannya bersama Sherly.
"Siapa sayang yang telvon pagi\-pagi?" Tanya mama nya yang sudah duduk di kursi makan.
"Sherly ma.." Jawab Rendra agak malas.
"Kenapa sayang, seperti nya ada yang beda dengan kamu. Kamu sama sherly baik\-baik aja kan?" Tanya mamanya khawatir.
"Baik\-baik aja kok ma. Cuma gak tau kenapa perasaan Rendra udah berubah sama dia!" kata Rendra sedikit mencurahkan hati nya kepada mama nya.
Papa nya hanya mendengarkan percakapan antara ibu dan anak sambil menikmati sarapannya.
"Berubah gimana Ren, cerita dong sama mama, siapa tau mama bisa bantu" Kata mama nya.
"Ya berubah ma, kayak gak suka aja sama sifat sherly yang makin kesini makin gak baik" Kata Rendra
"Contah gak baik nya seperti apa dulu Ren?" Tanya mama nya mulai penasaran.
"Egois ma,manja banget sama Rendra.. mama tau sendiri kan Rendra gak suka sama orang yang manja" cerita Rendra agak kesal.
"Iya sayang mama tau kok. Sebaiknya kamu omongin dulu dengan sherly, siapa tau sherly mau merubah sifatnya demi kamu" Kata mama nya memberi saran.
"Entahlah ma, sudah cukup lama Rendra diam aja,berharap dia berubah, tapi malah kenyataannya makin parah" Kata Rendra.
"Sudah\-sudah... yang itu di bahas nanti lagi, sekarang ayo kita sarapan dulu!" Kata papa nya yang memotong pembicaraan mereka, karna jika tidak, maka istri dan anak nya tidak akan berhenti bercerita sebelum menemukan jalan keluar nya.
Rendra dan mama nya pun menuruti perintah Tuan yudi. Mereka kemudian makan bersama tanpa ada percakapan kembali.
Setelah selesai sarapan mereka sekeluarga berangkat ke kantor dengan membawa mobil pribadi sendiri\-sendiri karna perusahaan yang mereka kelola berbeda tempat.
************
Sampai nya di kantor Rendra langsung menuju ke ruang kerja nya. Dia mengambil handphone dan kemudian melakukan panggilan kepada Rio asisten yang sekaligus sahabat nya.
"Rio...ke ruangan gue sekarang" kata Rendra yang langsung mematikan telvon nya tanpa menunggu jawaban dari seberang telvon.
Tak berapa lama kemudian Rio datang ke ruangan Rendra. Rio langsung masuk tanpa harus mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Ada apa bro" Tanya Rio
"Hari ini gue ada meeting gak?" Tanya Rendra
"Hari ini lo free, tapi besok ada meeting dengan 2 klien. Emang nya kenapa?" Tanya Rio penasaran.
"Biasa bro, Sherly ngajak ketemu, sebenernya males banget gue" kata Rendra sambil berbaring di sofa panjang yang ada dalam ruangan nya.
"Bukan nya lo harus nya seneng ya di ajak ketemuan sama pacar" kata Rio yang memutar kursi nya menghadap ke Rendra.
"Gak tau nih gue, lo aja gih yang pergi nemuin si Sherly!" kata Rendra.
"What!! gak salah ngomong lo. Gue suruh nemuin Sherly. Dari pada gue lo suruh nemuin dia mending lo suruh gue lembur seharian di kantor. Lagian pacar nya siapa yang suruh nemuin siapa. Aneh lo" kata Rio panjang lebar.
"Yaelah... gitu aja langsung teriak\-teriak. Mana mungkin juga sih gue nyuruh lo beneran nemuin si Sherly!" kata Rendra yang langsung bangkit dari sofa.
"Emang nya ada masalah apa sih bro kok sampai lo males nemuin pacar sendiri?" kata Rio penasaran.
"Kapan-kapan aja deh gue ceritain. Sekarang gue mau ke apartemen nya dia aja. Biar cepet kelar, gak bikin pusing kepala!" kata Rendra
"Oke bro. Selamat bersenang\-senang" kata Rio sambil tertawa kecil.
"Senang\-senang apa nya. Males itu iya" kata Rendra yang langsung menuju pintu keluar meninggalkan Rio yang masih duduk di ruangan nya.
Rendra langsung menuju parkiran mobil, kemudian mengendarai mobil menuju apartemen Sherly.